Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Atut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atut. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Tingkatkan Hubungan Ekonomi, Indonesia-Cina Bentuk Komisi Bersama

BEIJING –- Pemerintah Indonesia dan Cina bersepakat untuk membentuk komisi bersama. Hal itu untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
“Komisi ini langsung melapor ke Presiden jika di Indonesia. Sedangkan jika di Cina melapor langsung ke Presiden dan Perdana Menteri,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti dilaporkan wartawan Republika, Nasihin Masha dari Beijing, Cina, Sabtu (24/3).
Di hari terakhir kunjungannya ke Cina, Presiden mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan poin-poin penting hasil pertemuannya dengan para pemimpin Cina. Presiden mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao, PM Cina Wen Jiabao, dan Ketua Polit Biro Partai Komunis Cina Li Changchun.
Dalam lawatannya ini, Presiden didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, Mendikbud M Nuh, Menpora Andi A Mallarangeng, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Selain itu, turut pula empat anggota parlemen dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah. Juga ikut pula Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung. Selain itu, para pengusaha Indonesia juga dihadirkan untuk dipertemukan dengan pengusaha Cina. Para pengusaha itu berhasil melakukan 15 penandatangan kerja sama, sedangkan pemerintah menandatangani enam kesepakatan.
Adapun komisi-komisi itu, kata Presiden, di antaranya Komisi Perdagangan dan Investasi, Komisi Pertanian, Komisi Pariwisata, Komisi Energi, dan Komisi Pertahanan. Pembentukan komisi-komisi tersebut bertujuan untuk melancarkan hubungan kedua negara. “Sehingga makin efektif dan fokus,” katanya.
Sejak 2005, kata SBY, Indonesia menetapkan Cina menjadi mitra strategis. Hal itu dilakukan ketika Hu Jintao melakukan kunjungan ke Indonesia. Sejak itu, hubungan Indonesia dan Cina meningkat di segala bidang. Presiden juga menjelaskan, saat ini Indonesia telah menetapkan 14 negara sebagai mitra strategis. Di antaranya, Korea Selatan, Jepang, India, Brasil, Australia, Amerika Serikat, Rusia, dan Afrika Selatan.
“Kemitraan strategis itu kemitraan yang komprehensif untuk kepentingan nasional,” katanya.
Lebih lanjut SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus pandai menangkap dan mencari peluang. Cina bersama India dan Indonesia adalah tiga negara yang tetap mencapai pertumbuhan yang tinggi  dan konsisten selama krisis 2008. Cina merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Asia dan kedua di dunia.

Sedangkan Indonesia terkuat di Asia Tenggara dan keenam belas di dunia. Dengan saling bersinergi di antara kedua negara maka diharapkan akan saling menguntungkan kedua negara bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu strateginya adalah dengan kerja sama ekonomi karena bisa memberi manfaat riil.
Karena di saat krisis yang lalu, kata Presiden, justeru kedua negara mengalami peningkatan volume perdagangan. Sedangkan di bidang investasi, katanya, walau berkembang tapi belum sesuai potensi. Di bidanfg energi, katanya, perlu frame work yang baru dengan mengutamakan kepentingan dalam negeri. Sedangkan untuk bidang hukum, politik, dan pertahanan juga terus berkembang. “We are on the right track,” katanya.
Presiden mengakui ada hal-hal yang kemudian menimbulkan “kegaduhan”. Untuk itu, ia menyelesaikannya satu demi satu untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Di antaranya ia menyampaikan langsung soal kesulitan Bank Mandiri untuk membuka cabang di Shanghai. Ada masalah yang tersisa dari pembangunan pembangkit listrik. Juga menyangkut kasus gas di Tangguh. “Semua sepakat untuk duduk bersama untuk mencapai solusi yang diterima bersama,” katanya.

http://www.republika.co.id//berita/nasional/umum/12/03/24/m1dwpv-tingkatkan-hubungan-ekonomi-indonesiacina-bentuk-komisi-bersama

Rabu, 21 Maret 2012

Bank BJB Buka "Waroeng bjb" Permudah Kredit UMKM

Banten - Bank Jabar Banten membuka unit pelayanan kredit fungsional yang berada di lingkungan sentra usaha atau lingkungan pasar di Banten dengan sebutan 'waroeng bjb'.
Direktur Utama Bank Jabar Banten (BJB) Bien Subiantoro di Serang, Senin, mengatakan keberadaan waroeng bjb di sentra usaha atau pusat niaga tersebut tujuannya untuk mendorong penyaluran dan mempermudah pelayanan kredit bagi pelaku UMKM.
Program tersebut sasarannya mencari segmen pasar kredit skala mikro dan kecil, baik perorangan maupun pelaku usaha dalam kelompok usaha yang memiliki potensi untuk dibiayai dengan kredit.
"Kemudahan dari program ini, pelaku usaha tidak perlu datang ke kantor cabang bjb untuk mengajukan kredit. Petugas kami akan datang ke tempat usaha, tiga sampai empat hari permohonan kredit itu akan cair," kata Bien Subiantoro usai menghadiri peresmian 'waroeng bjb' Pasar Induk Rau bersama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di Kota Serang.
Ia mengatakan, tujuan dibukanya waroeng bjb tersebut diantaranya untuk membantu pengusaha mikro dalam meningkatkan usahanya, membantu pelaku UMKM agar memiliki akses dengan bank serta membantu upaya pemerintah untuk memberdayakan UMKM.
"Tahap awal di wilayah Serang akan dibuka di empat pasar, yakni di Pasar Rau, Ciruas, Cikande dan Pasar Baros," kata Bien.
Menurut dia, penyaluran kredit mikro bjb tahun 2011 di Banten mencapai Rp307,9 miliar. Sehingga dengan adanya 'waroeng bjb' tersebut target penyaluran kredit mikro pada 2012 naik 100 persen atau mencapai Rp600 miliar.
Selain penyaluran kredit mikro bagi pelaku UMKM, BJB juga melakukan nota kesepahaman dengan pihak pemerintah Kabupaten Serang dalam upaya pengembangan program PNPM Mandiri melalui pemberian pelatihan, pendampingan, pendidikan keuangan dan pelayanan jasa perbankan.
"Melalui kerja sama ini pengusaha mikro perempuan yang sudah mapan namun modal dari PNPM terbatas, maka bisa diarahkan ke kredit mikro di 'waroneg bjb', kata Bien Subiantoro.
Sementara itu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, dengan kemudahan memeperoleh kredit bagi pengusaha mikro dari bank bjb, diharapkan UMKM di Banten bisa berkembang dengan cepat, sehingga target Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Banten 6,8 persen pada 2012 bisa tercapai.
"Saya berharap warga Banten bisa memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usahanya. Sehingga UMKM di Banten yang berjumlah sekitar 980 ribu unit, bisa terus berkembang dengan baik," kata Ratu Atut Chosiyah.

Senin, 28 November 2011

3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten

20111125-A1-3-SK-HASIL-PELAKSANAAN-PEMILUKADA-BANTEN-DISERAHKAN-KEPADA-GUBERNUR-1Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).

SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.

Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.

Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.

Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.

Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.

“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.

Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.

Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.

“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.

Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.

“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.

“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.

(hms)

Technorati Tags: ,,,

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Jumat, 04 November 2011

BPS: Daya Beli Petani Banten Meningkat

atut-ical-padiSERANG - Kesejahteraan petani Banten terindikasi mengalami peningkatan, dengan terjadinya penguatan daya beli secara signifikan. Hal itu diindikasikan dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2011 sebesar 105,63 atau meningkat 0,17% dibandingkan September yang sebesar 105,45.
Berdasarkan sajian data terbaru dari Biro Pusat Statistik (BPS) Banten, pada awal November lalu, tiga subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08, tanaman perkebunan rakyat naik 0,51% atau naik dari 104,06 menjadi 104,59, dan peternakan naik 0,27% dari 101,02 menjadi 101,29.
Ketua BPS Banten, Nanan Suhandi, menjelaskan NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.
"NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian yang dihasilkan petani dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP berarti semakin kuat pula tingkat daya beli petani," tuturnya.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 4 Kabupaten (Pandeglang, Lebak, Tangerang dan Serang) pada bulan Oktober 2011, NTP Banten mengalami kenaikan sebesar 0,17% dibandingkan bulan September yaitu dari 105,45 menjadi 105,63. Hal ini disebabkan karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih cepat dibandingkan laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani.
Indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,37% yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,21% dari 134,42 pada bulan September menjadi 134,69 pada bulan Oktober
2011. Bila melihat NTP per subsektor pada Oktober 2011 ini, dari lima subsektor ternyata tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35%, tanaman perkebunan naik 0,51%, dan peternakan mengalami kenaikan sebesar 0,27%.
Indeks harga yang diterima petani menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Oktober 2011, indeks harga yang diterima petani Banten mengalami kenaikan sebesar 0,37% dibandingkan September, yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Dari lima subsektor tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0.54%, perkebunan naik 0,62%, dan peternakan naik 0,50%.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan naiknya harga cabe rawit 16,41%, kopi biji kering (1,96%), kerbau 1,02%, kepiting laut 11,63% serta yang lainnya. Sedangkan subsektor Tanaman Pangan/Padi dan Palawija (NTP-P) pada bulan Oktober mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08.
Hal ini terjadi karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani (0,54%) lebih cepat dibanding laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani (0,20%). Kenaikan indeks harga yang diterima petani Banten pada subsektor tanaman pangan terjadi karena adanya kenaikan indeks pada subkelompok padi sebesar 0,59% dan indeks subkelompok palawija sebesar 0,20%. Kenaikan indeks subkelompok padi dipengaruhi naiknya harga gabah kering giling sebesar 0,59%, sedang kenaikan indeks palawija disebabkan naiknya harga ketela rambat 3,48%, dan ketela pohon 0,54%.
Di sisi lain kenaikan pada indeks dibayar petani karena pengaruh naiknya Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,20% dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,20%. Untuk BPPBM kenaikan indeks ini dipengaruhi kenaikan tiga subkelompok yaitu bibit 0,27%, obat-obatan dan pupuk 0,58%, dan penambahan barang modal 0,40%.
Lima komoditi yang menyebabkan kenaikan indeks pada subkelompok BPPBM adalah kenaikan harga urea 2,16%, cangkul 1,70%, arit/sabit 1,14%, dan sewa traktor tangan 0,76%. Sedangkan komoditi yang menghambat kenaikan indeks BPPBM adalah penurunan harga TSP 0,98%, golok 0,55% dan oli 0,09%.
Harga Gabah
Berdasarkan observasi sebanyak 35 transaksi gabah di tiga kabupaten sentra pertanian (Pandeglang, Serang dan Lebak), rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Oktober 2011 dibandingkan keadaan September untuk dua kualitas mengalami kenaikan. yaitu Gabah Kering Giling (GKG) naik sebesar 8,64 persen, dan Gabah Kualitas Rendah naik sebesar 4,49 persen.
Pemantauan harga ini dilakukan melalui pencacahan rutin bulanan. Observasi dilakukan terhadap kelompok kualitas yaitu: GKG 15 observasi (42,86%), GKP 12 observasi (34,29%), dan gabah kualitas rendah sebanyak 8 observasi (22,86%).
Harga tertinggi di tingkat petani sebesar Rp.4.600,- per kg dan di tingkat penggilingan
sebesar Rp.4.650,- untuk kualitas GKG varietas Ciherang, berada di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.
Untuk rata – rata komponen mutu yang terdiri dari kadar air (KA) dan kadar hampa/kotoran (KH) , yaitu untuk GKG KA nya sebesar 11,94 persen dan KH-nya sebesar 2,70 persen. Untuk gabah dengan kualitas GKP KA nya sebesar 14,16 persen dan KH nya 7,53 persen sedangkan untuk Kualitas Rendah KA nya 14,73 persen dan KH 12,55 persen.
Rata-rata harga gabah kualitas kering giling (GKG) di Provinsi Banten sebesar Rp.4.203,- per kg di tingkat penggilingan atau naik 8,64% dan di tingkat petani sebesar Rp. 4.118,- per kg atau naik 8,14%. Sedangkan untuk gabah kualitas rendah di tingkat penggilingan mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 4,49% atau naik dari Rp. 3.554,- menjadi Rp. 3.721,- per kg dan ditingkat petani mengalami kenaikan rata-rata harga 4,83.

(ibuatut.com)

Minggu, 30 Oktober 2011

Ratu Atut–Rano Karno Menangi Pilgub Banten 49,64 %

ratu atut rano karnoSerang - Pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten 2011. Perolehan suara itu terungkap dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Pilkada Banten di Serang, Minggu, 30 Oktober 2011.
Pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara terbanyak di tujuh kabupaten/kota dari delapan kabupaten/kota di Banten yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Serang.
Sementara di Kota Tangerang suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari delapan KPU kabupaten/kota menunjukkan, pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno meraih 2.136.035 suara atau 49,64 persen, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita memperoleh 1.674.957 suara atau 38,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki memperoleh 491.432 suara atau meraih 11,42 persen dari total suara sah 4.302.424 suara.
Rapat Pleno terbuka KPU Banten dipimpin Ketua KPU Hambali dan dihadiri empat anggota KPU Banten Didi M Sudih, Nasrullah, Lukman Hakim, dan Agus Supriyatna. Pleno KPU Banten juga dihadiri KPU kabupaten/kota dan Panwas provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat Pleno KPU Banten juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kol Inf Joko Warsito serta unsur Muspida Provinsi Banten.
Namun, rapat pleno terbuka KPU Banten tersebut tidak dihadiri pasangan calon gubernur nomor urut dua dan tiga dan hanya pasangan nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Rano Karno yang datang menjelang akhir rapat pleno.

Jumat, 28 Oktober 2011

Optimisme para Petani atas Kemenangan Ratu Atut-Rano Karno

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG – Petani Banten bersukur dan sangat optimistis terhadap dunia pertanian Banten akan mengalami kemajuan apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali menjadi Gubernur. Dengan dukungan H. Rano Karno sebagai wakilnya, sosok yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap masyarakat menengah-bawah di perkotaan juga para petani di pedesaan.

Demikian pendapat sejumlah tokoh petani di Banten, yang dihubungi Jumat (28/10/2011). "Selama ini Ratu Atut memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan di bidang pertanian, karena beliau memang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian di Ciomas (daerah asal Ratu Atut.Red)," kata H. Ade Junaedi, Ketua KTNA Kabupaten Pandeglang.
Keseriusan dan semangat Ratu Atut dalam memajukan pertanian diakui Ade, Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni, Bendahara KTNA Banten Elan, dan Ketua Gapoktan Talagawangi Anis Fuad. "Ibu Atut sangat serius mengejar target surplus beras dan mengkhawatirkan terjadinya krisis petani. Itu yang paling saya ingat," kata Ade.
Dalam setiap kunjungan kerja, di mana selalu bertemu dengan kalangan petani, menurut Ade, Ratu Atut selalu memberikan dorongan semangat kerja kepada para petani untuk meningkatkan produksi. Beliau juga berusaha menggandeng kalangan industri swasta untuk secara aktif bekerja sama secara aktif membangun pertanian. "Responnya terhadap masalah-masalah pertanian juga sangat cepat," tambah Ade.
Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni mengatakan, optimistis pertanian Banten khususnya Lebak akan lebih maju dan berkembang ke arah meningkatnya kesejahteraan hidup para petani, apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali memimpin baten. Hal itu bisa dilihat dari beberapa program yang akan dilaksanakannya ke depan, antara lain pembangunan infrastruktur dan pengembangan lembaga.
Menurut Oong, selama lima tahun kepemimpinannya di masa yang lalu, Ratu Atut telah membuktikan bukti nyata keberhasilannya membangun dan mengembangkan pertanian Banten. Keberhasilan itu diakui pula oleh pemerintah pusat dengan diberikannya penghargaan Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian kepada Ibu Atut. "Ia juga berhasil membawa Banten masuk dalam jajaran daerah lumbung padi nasional," tambahnya.
"Itu suatu prestasi yang tidak datang begitu saja, melainkan diraih oleh kepemimpinan yang memiliki visi dan misi ke depan yang jelas dan terarah terhadap bidang pertanian. Saya optimis ke depan, pertanian Banten akan semakin diperhitungkan secara nasional dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan," katanya.
Sedangkan Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, mengharapkan perhatian yang lebih besar terhadap kondisi sarana prasarana infrastruktur pertanian, khususnya untuk mengantisipasi kondisi iklim yang ekstrim seperti bencana banjir dan kekeringan. "Upaya yang telah dilakukan selama ini harus diteruskan dan ditingkatkan lagi," tambahnya.
Ia menyebutkan, langkah pemerintah provinsi merehabilitasi Sungai Cilemer dan membangun sodetan sungai perlu dipercepat penyelesaiannya agar masalah banjir dan kekeringan yang sering dihadapi petani di Kabupaten Pandeglang dapat teratasi. "Saya yakin pertanian akan lebih maju dan berkembang apabila Banten kembali dipimpin oleh tokoh yang memiliki visi kuat tentang pertanian seperti Ibu Atut," katanya.

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Minggu, 23 Oktober 2011

Ratu Atut akan Prioritaskan Program Pro-Rakyat

SERANG - Jika kembali memenangkan Pemilukada Banten, calon gubernur nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah akan meneruskan program-program pembangunan yang bersifat pro-rakyat, khususnya dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten secara merata dan berkeadilan.
"Program-program pro-rakyat akan menjadi prioritas saya pada periode lima tahun ke depan, setelah pada periode lima tahun lalu konsentrasi pembangunan lebih pada menata pondasi-pondasi agar semakin kokoh. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi di masa depan," katanya, usai menggunakan hak pilihnya di TPS V Lingkungan Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (22/10/2011).
Salah satu rencana yang akan direalisasikan antara lain pembangunan Bendungan Karian, yang bisa menjawab kebutuhan air bagi seluruh masyarakat Banten di masa mendatang. Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini, terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten.
"Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai tantangan terutama dengan adanya perubahan iklim (climate change). Seiring dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan sistem penyediaan air yang kuat mutlak diperlukan," katanya.
Potensi air di Banten sangat besar. Tetapi, sambung Atut, Banten sampai saat ini belum mempunyai bendungan berskala besar. Padahal, kebutuhan air baku di wilayah Provinsi Banten saat musim kemarau
cukup tinggi, terutama di pantai-pantai utara Banten.
Pembangunan Bendungan Karian akan sangat membantu suplai air untuk Banten, yang lambat laun mendekati kritis. Bendungan Karian rencananya akan memiliki kapasitas hingga 310 juta meter kubik, sehingga dapat menjamin penyediaan air baku 20–30 tahun mendatang.
"Dengan adanya Bendungan Karian, kebutuhan air baku untuk domestic municipal dan industry yang terus meningkat cepat dan pesat, dapat terpenuhi khususnya daerah Banten. Bahkan, Banten bisa membantu Jakarta bagian barat dan sebagian kecil wilayah Jawa Barat khususnya bagian barat laut," tutur Ratu Atut.

 

(wp,joy)

Rabu, 12 Oktober 2011

Ratu Atut: Masyarakat Jangan Termakan Isu Kampanye Hitam

1. portraitMALINGPING - Hj. Ratu Atut Chosiyah, calon Gubernur Banten dengan nomor urut satu, dalam kampanyenya di Lapangan Malingping, Kabupaten Lebak, kembali mengingat agar masyarakat jangan termakan hasutan yang menjelek-jelekkan dirinya. "Saya sudah menemukan adanya upaya kampanye negatif dari lawan-lawan politik, dengan menyebarkan isu dan selebaran yang isinya menjelekkan nama baik," kata Ratu Atut di hadapan lautan manusia yang membanjiri Lapangan Malingping.
Dalam orasinya, Ratu Atut mengatakan, dirinya yakin dan percaya bahwa masyarakat Lebak khususnya maupun Banten pada umumnya, sudah pandai menilai bahwa isu dan isi selabaran yang disebarkan adalah suatu kebohongan. "Saya yakin dan sudah melihat secara langsung ke lapangan bahwa masyarakat telah merasakan adanya kemajuan-kemajuan yang dicapai melalui program pembangunan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir kepemimpinan saya. Saya ingin masyarakat Banten semakin sejahtera dan teman memelihara keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT," katanya.
Dikatakan, sebagai daerah agraris dan agamis, tidak ada tempat bagi upaya berpolitik dengan cara-cara menghasut, memfitnah dan cara buruk lainnya. Masyarakat Lebak khususnya maupun Banten pada umumnya, saat ini sudah semakin cerdas, sehingga tidak mudah termakan provokasi. "Masyarakat Lebak sudah mengalami kemajuan di segala bidang," tandasnya.
Namun demikian, sambung Ratu Atut Chosiyah, masih banyak lagi yang harus ditingkatkan dan dikembangkan di wilayah Lebak dan Banten pada umumnya, untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. Berdasarkan pengalaman memimpin Banten sejak tahun 2000, Ratu Atut meyakinkan masyarakat bahwa dirinya bersama seluruh komponen pembangunan mampu membawa Banten menjadi daerah yang dapat dibanggakan di tingkat nasional bahkan internasional.
Ia menyebutkan, Banten kini telah menjadi target para investor mancanegara untuk menanamkan modal usaha. Oleh sebab itu, Ratu Atut meminta kepada masyarakat untuk bersatu dan menjalin persatuan agar dapat terus tercipta suasana yang kondusif, aman dan damai. "Mari kepada segenap masyarakat Lebak dan Banten umumnya, kita bersatu padu dan bersama-sama melakukan pembaruan agar Banten dapat lebih cepat mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang tetap berlandaskan iman dan taqwa," kata politikus wanita asli Banten ini.
Sementara itu calon pendampingnya sebagai wakil gubernur, H. Rano Karno, juga mengurasi sejumlah keberhasilan yang telah dicapai selama kepemimpinan Hj. Ratu Atut Chosiyah lima tahun terakhir. Ia menjanjikan, dengan kehadirannya sebagai wakil gubernur Insya Allah akan dapat lebih mempercepat laju pembangunan di wilayah Banten.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat Lebak dan Banten pada umumnya agar jangan terpancing atau terhasut oleh isu-isu yang menjelek-jelekkan Ratu Atut. "Saya tegaskan sekali lagi, yang namanya isu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias bohong. Oleh sebab itu abaikan saja semua isu dan tetap memberikan dukungan kepada Ibu (Ratu Atut)," katanya.
Para orator dari partai-partai pengusung anggota koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", juga mengingatkan hal senada terkait penyebaran kabar bohong di wilayah Lebak. "Ibu Ratu Atut telah terbukti berbuat banyak dan melakukan yang terbaik bagi masyarakat Banten. Mari kita beri kesempatan sekali lagi pada Ibu Ratu Atut untuk meneruskan pembangunan," kata Ali Muhadi dari partai Hanura.
Sementara anggota DPR RI dari Partai Golkar, H. Hikmat Tomet, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan yang telah diberikan selama ini dan akan diberikan pada Pemilukada Banten 22 Oktober yang akan datang. "Kami bukan berjanji, tapi sudah memberikan bukti. Dan seterusnya kami akan memberi bukti dengan meneruskan pembangunan di wilayah Banten," katanya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Banten, Very Muchlis, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, personel Polri maupun TNI, yang telah menjalankan tugasnya mengamankan berlangsungnya kampanye pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1, Hj. Ratu Atut Chosiyah dan H. Rano Karno.
"Saya juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila berlangsungnya kapanye di lapangan Malingping, Lebak, menyebabkan kemacetan akibat membludaknya para pendukung yang hadir. Saya juga mohon maaf sekaligus terima kasih kepada masyarakat sekitar yang merelakan rumahnya menjadi tempat parkir kendaraan bermotor yang dibawa massa pendukung," tuturnya.
H. Jumali, salah seorang warga Malingping yang saat kampanye berlangsung, halaman rumahnya dipenuhi kendaraan bermotor roda dua menyatakan ikhlas dan bisa memaklumi keadaan tersebut. "Saya pendukung setia Ibu Ratu Atut, jadi ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap Ibu. Tidak jadi soal halaman rumah buat parkiran motor," katanya.

Rabu, 05 Oktober 2011

Perekonomian Banten Tumbuh Signifikan

ratu atut rano karnoGubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi Banten mengalami pertumbuhan secara konsisten dan lonjakan yang signifikan dalam lima tahun terakhir dan tahun ini terjadi kenaikan yang sangat menggembirakan.
Gubernur menyatakan hal itu dalam pidatonya seperti rilis yang dikirimkan kepada wartawan, pada peringatan Hari Jadi ke-11 Provinsi Banten di Gedung DPRD Banten, di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten, Serang, Selasa (4/10/2011).
Dalam uraiannya Ratu Atut mengatakan, sejak 2001 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Banten secara konsisten terus mengalami peningkatan, dari 3,95% dengan pendapatan perkapita Rp 6,4 juta pertahun saat ini sudah mencapai 5,94% dengan pendapatan perkapita Rp 13,48 juta per tahun.
Pertumbuhan pada tahun berjalan saat ini pun sangat positif, di mana pada Semester I 2011 LPE Banten mencatat pencapaian tertinggi yaitu 6,52% dengan pendapatan perkapita mencapai Rp 14,70 juta. "Hal ini dampak dari realisasi Pemanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), di mana Banten berada pada posisi ke-4 secara nasional pada 2010," katanya.
Di sisi lain, sambungnya, hal itu memgambarkan bahwa iklim investasi di Banten sangat baik dan sehat. Terbukti, selain konsistensi peningkatan LPE, kemajuan perekonomian pembangunan Banten juga terlihat dari Indeks Pembangunan Daerah (IPD) yang diukur berdasarkan tiga unsur, yaitu keberdayaan pemerintah daerah, pengembangan wilayah dan keberdayaan masyarakat.
Jika IPD Banten pada 2007 masih pada angka 73,18%, maka pada tahun 2010 telah melonjak hingga mencapai 83,92%. Selanjutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan konsistensi kenaikan sejak 2001 pada angka 65,3 hingga tahun lalu sudah mencapai 70,48. Peningkatan IPM merupakan upaya secara kumulatif pencapaian di bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Indeks pendidikan naik dari 80,1% pada 2002 menjadi kini 82,19%. Indeks Kesehatan Masyarakat juga terus membaik sejak 2002 sebesar 62,3% menjadi 75% pada 2010. Seementara indeks daya beli meningkat dari 57,5% pada 2002 menjadi 73% pada 2010.
Pertumbuhan makro ekonomi tentu saja berdampak langsung terhadap upaya menurunkan tingkat kemiskinan penduduk. Tingkat kemiskinan penduduk yang pada 2007 sebanyak 886.200 jiwa, pada 2010 telah menurun menjadi 758.200 jiwa. Indikasi pencapaian pembangunan lainnya yang tak kalah penting adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG). Banten berhasil menaikkan IPG dari 52,00 pada tahun 2009 menjdi 52,50 pada tahun 2010 dan diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan tahun ini.
"Hal ini tentu saja menunjukkan kesungguhan Pemprov dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, melalui berbagai program seperti peningkatan akses dan pertispasi perempuan dalam pembangunan," paparnya.
Selanjutnya di bidang fiskal, peningkatan menyentuh pada kemampuan keuangan daerah. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula Rp.440.065 miliar pada 2002, telah melonjak drastis hingga mencapai Rp.2.321 triliun pada tahun 2010. Konsistensi kenaikan PAD ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan melalui kegiatan intensifikasi, seperti peningkatan sarana dan prasatana pelayanan melalui penambahan jumlah UPT/Kantor Bersama Samsat dan sebagainya.

Senin, 26 September 2011

Dana Hibah Menolong Guru Ngaji di Saketi

PANDEGLANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, KH. Uci, menilai perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap pembangunan bidang keagamaan sangat besar. "Ibu Gubernur sangat memperhatikan masalah hubungan antar intern umat beragama, khususnya Islam di Banten," katanya.
Uci memberikan apresiasi kepada upaya Gubernur yang tidak hanya dalam bidang pembangunan fisik infrastruktur dan perekonomian masyarakat, melainkan juga membangun mental spiritual masyarakat.
Menurut Uci, ujung tombak pembangunan keimanan dan ketaqwaan masyarakat terletak pada para guru ngaji yang ada di kampung atau desa. "Para guru ngaji memiliki peran penting dalam upaya memperkuat keimanan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaka-ajakan radikal maupun ajaran sesat yang belakangan banyak berkembang," katanya.
Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah sependapat, bahwa para guru ngaji di kampung-kampung maupun desa, sangat membantu pemerintah provinsi dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat, membina mental spiritual kepada anak-anak sejak usia dini, dan menghapus buta aksara Al Qur'an di wilayah Banten.
Oleh sebab itu, Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi para guru ngaji dalam pembangunan iman dan taqwa, yang merupakan bagian dari cita-cita masyarakat Banten yaitu "Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa. "Para guru ngaji juga berperan besar dalam upaya mempertahankan ciri khas Banten sebagai wilayah religius," katanya, saat kunjungan kerja ke Saketi, Senin (26/09/2011).
Sementara itu Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan bantuan hibah kepada ratusan guru ngaji di Kecamatan Saketi, yang bertujuan untuk memberdayakan kehidupan para guru ngaji di Saketi sebagai bagian penting di antara pelaku pembangunan Banten yang perlu mendapat perhatian.
Salah seorang guru ngaji mengatakan, sangat bersyukur dengan adanya bantuan hibah dari pemerintah provinsi. "Saya bersyukur dengan adanya perhatian pemerintah ini," kata Eddy, guru ngaji asal Desa Saketi, Kecamatan Saketi, Provinsi Banten.
Selain mengajari anak-anak di kampungnya membaca Al-Quran, Eddy sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan yang tak seberapa dari menjadi buruh kebun. "Saya ikhlas mengajari anak-anak mengaji. Tak pernah mengharapkan imbalan apapun. Tapi, terkadang ada yang membawa beras," ujar lelaki berusia 47 tahun itu.

(sp)

Minggu, 18 September 2011

Banten Sumbang Surplus Padi 250 Ribu Ton

atut-ical-padiTANGERANG—Provinsi Banten turut berhasil meningkatkan surplus padi 250 ribu ton dari 10 juta ton target pemerintah.
"Hingga September 2011, Banten sudah memberi surplus 89 ribu ton beras," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat penanaman padi di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/9).

Penanaman padi itu terkait program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). Program itu melibatkan empat BUMN utama, yaitu PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, Perum Perhutani, dan Pusri Holding. 
Ratu Atut menambahkan, dengan pencanangan GP3K ini, ia menaruh harapan besar dalam upaya pembinaan terhadap petani. Ia juga sempat berkomentar tentang harga beras rata-rata yang sudah mencapai sepuluh ribu rupiah per kilogram, namun Banten masih bertahan dengan harga Rp7.500 per kg. Dalam kesempatan tersebut, Ratu Atut meminta petani menghindari menjual gabah ke tengkulak.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Eddy Budiono mengatakan total pencanangan tanam di Provinsi Banten mencapai enam ribu ha. Dalam skala provinsi, realisasi penanaman sudah mencapai 3.600 ha atau 60 persen.

Program GP3K ini, lanjutnya mendapatkan sumber dana aktivitas salah satunya dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang melibatkan 21 BUMN. Beberapa pendukung dana dari PT Antam, PT PLN, PT PGN, dan PT Askes. "Harapannya seluruh BUMN dapat bersinergi dan berkontribusi," tuturnya

Kamis, 01 September 2011

Ratu Atut: Idul Fitri waktu yang tepat untuk Bersatu

Serang - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, mengatakan, rekonsiliasi antar-elit politik dan pejabat negara harus dilakukan dengan perbuatan yang nyata dan bukan hanya dengan ucapan saja.
"Dengan momentum Idul Fitri kita kembali ke fitrah dan saling memaafkan untuk memberikan contoh baik kepada masyarakat," kata Atut saat menggelar "silaturahim terbuka" di Serang, Rabu (31/8/2011).
Ia mengatakan, rekonsiliasi dilaksanakan dengan perbuatan secara nyata, sikap, perilaku, moral dan tidak saling hujat menghujat sesama anak bangsa.
Perbuatan tersebut harus dilakukan para elit politik setiap saat dan bukan hanya omong belaka.
Apalagi, saat ini umat Islam merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Momentum Idul Fitri sangat tepat untuk memulai perbuatan baik dan benar tanpa saling bertikai maupun hujat menghujat.
"Jika para elit politik melakukan perbuatan baik dan benar tentu negara akan damai sentosa juga memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, momentum Lebaran bisa dijadikan rekonsiliasi para elit politik untuk memperjuangkan kepentingan bangsa yang besar dengan tanpa kepentingan golongan tertentu.
Selama ini, kata dia, rekonsiliasi antar-elit politik cukup baik dan ke depan terus semakin damai tanpa pertikaian.
Karena itu, silaturahim para elit politik yang dilakukan setiap Idul Fitri bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dengan damai.
Apabila negara damai dan bersatu tanpa perselisihan dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri.
Atut menambahkan, pihaknya pada Idul Fitri 1432 Hijriah meminta maaf kepada seluruh masyarakat, pejabat daerah maupun pengurus partai politik di wilayah Banten bila ada kesalahan. "Manusia tidak lepas dengan kesalahan dan kekhilafan," ujarnya.

(ant)

Senin, 22 Agustus 2011

Koalisi Pendukung Ratu Atut -Rano Karno akan Kuasai Tangerang

 

koalisi tangerang

TANGERANG, KP – Seluruh jaringan partai koalisi pendukung pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten Ratu Atut - Rano Karno yakin akan menguasai mayoritas pemilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten mendatang. Demikian dinyatakan koalisi parpol pendukung Atut-Rano saat rapat konsolidasi di Rumah Makan Kelapa Kuning, Jalan Daan Mogot, kemarin. “Kami optimis akan mendapatkan suara hingga 60 persen di Kota Tangerang. Target itu akan kami upayakan bersama koalisi kami di Tangerang,” kata Ebi Djauhari, Ketua Koalisi Atut-Rano Provinsi Banten.

Ebi Djauhari menambahkan, sejauh ini koordinasi terus dilakukan untuk menyamakan persepsi. Bahkan, dalam hasil keputusan koalisi tersebut, seluruh partai pendukung Atut-Rano telah bertekad untuk menguasai Tangerang meski ada calon lain di wilayah itu. “Ini sudah tekad kam,” tandasnya.

Ebi mengatakan, ketua koalisi sendiri ditunjuk adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Abdul Syukur yang tidak lain adalah adik kandung Wahidin Halim. Sedangkan wakil ketua masing-masing adalah ketua partai masing-masing. Ditanya soal strategi pemenangan, Ebi mengatakan, dirinya tidak bisa menceritakannya. “Untuk strategi pemenangan hanya akan dijalankan tim dan koalisi. Jadi, sudah ada tahapan dan targetnya. Yang jelas, kami akan melakukannya dengan santun dan sesuai aturan,” tegasnya.

Disinggung soal posisi Abdul Syukur, Ebi menegaskan bahwa adik Wahidin yang juga mencalonkan diri pada pentas Pilgub Banten kali ini sangat profesional dan akan menjalankan ketentuan partai. “Soal Syukur tidak ada gangguan. apalagi Abdul Syukur adalah orang Golkar yang taat pada aturan partai. Sedangkan Wahidin adalah orang Demokrat yang juga mengusung calon yang berlainan dengan Golkar,” tegasnya.

Sejauh ini, pasangan Atut-Rano diusung 11 partai yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten. Sebelas partai itu adalah Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, PKPB, PPD, PKB, PAN, PBB, PPNUI, dan PDS. Selain itu, pasangan Atut-Rano juga didukung 22 partai nonparlemen. “Diseluruh daerah, parpol pendukung pasangan ini akan mengantarkan calonnya menuju kemenangan,” pungkasnya. (kabarpol/s)

Minggu, 14 Agustus 2011

Amien Rais Doakan Atut Kembali Pimpin Banten

amienraisTANGERANG,  Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais berharap, incumbent Ratu Atut Chosiyah yang kembali mencalonkan diri pada pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Banten Oktober 2011 ini kembali terpilih untuk memimpin Banten selama lima tahun ke depan. Amien menilai, selama memimpin Banten, apa yang dicapai Atut sudah sangat bagus.

““Mudah-mudahan Ibu Atut akan kembali menjadi gubernur Banten untuk meneruskan pembangunan, saya berharap semua kader dan simpatisan PAN di Banten untuk berjuang memenangkan pilgub kali ini, insya Allah kita pasti menang,” ungkap Amin dihadapan ratusan kader PAN dalam acara Safari Ramadhan yang digagas oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Propinsi Banten, di Kelurahan Nusa Jaya Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, kemarin.

Sementara itu, DPD PAN Kabupaten Serang berjanji All out mendukung pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno. Ketua DPD PAN Kabupaten Serang Ferry Teruna mengatakan, sejak DPP PAN memutuskan mengusung Atut sebagai calon gubernur, pihaknya langsung melakukan konsolidasi untuk menggerakkan mesin partai guna membangun infrastruktur pemenangan Atut-Rano. Mesin partai yang digerakkan mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkatan ranting. “Kami sudah  menginstruksikan seluruh kader partai di tingkat kecamatan hingga ke ranting untuk memenangkan Atut-Rano,” ujar Ferry, usai acara konsolidasi dan buka puasa bersama di kantor DPD PAN
Kabupaten Serang, Sabtu (13/8).

Ferry menambahkan, keputusan memenangkan Atut-Rano sudah menjadi kewajiban, karena sudah menjadi keputusan partai baik di DPW maupun di DPP. "Jadi kami harus mengawal kebijakan pemenangan Atut-Rano, sebagai bagian dari komitmen dan konsistensi partai kami," kata Ferry.

Secara internal, lanjut Ferry, tim pemenangan Atut-Rano akan berkoordinasi dengan tim pemenangan di partai koalisi yang mengusung dan mendukung Atut-Rano. “Untuk di Kabupaten Serang sendiri, kami sudah komitmen akan menargetkan perolehan suara sekitar 60 hingga 70 persen untuk Atut-Rano,” kata Ferry optimis.  (loh)

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :

Minggu, 10 Juli 2011

JAMBORE NASIONAL IX PRAMUKA RESMI DITUTUP

DSC_5412Sumatera Selatan-Wakil Gubernur Banten-H. M. Masduki selaku Ketua Kwartir Daerah Provinsi Banten didampingi anggota Majelis Pembimbing Daerah Provinsi Banten-H. Hudaya menghadiri penutupan Jambore Nasional IX Pramuka tahun 2011 di bumi perkemahan danau Teluk Gelam Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Sabtu (9/7).

Jambore Nasional (Jamnas) IX Pramuka yang berlangsung sejak tanggal 2 juli lalu di bumi perkemahan secara resmi ditutup Wakil Presiden Republik Indonesia-Budiono. Jamnas yang diikuti pramuka penggalang dari 33 provinsi termasuk Provinsi Banten yang mengirimkan kontingennya dari masing-masing Kwartir Cabang Kabupaten Kota se Provinsi Banten juga dihadiri kontingen pramuka dari Singapura serta  Malaysia berjumlah lebih dari 20 ribu orang.

Wakil Presiden-Budiono menyatakan, Pramuka berdiri sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi munculnya paham-paham radikalisme dan terorisme. Paham-paham radikalisme maupun terorisme tidak boleh dibiarkan mengancam keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selendang merah-putih yang selalu melingkar di leher seorang Pramuka adalah simbol kesetiaan pada cita-cita luhur dan eksistensi NKRI”, jelas Wakil Presiden.

"Sebagai Pandu, pramuka Indonesia, adalah calon pemimpin bangsa. Saya harapkan kalian semua memiliki pegangan, memiliki kompas, mengenai mana yang baik dan mana yang buruk”, tambah Wakil Presiden.

Wakil Presiden Boediono berharap para peserta Jambore Nasional IX Pramuka dapat menerapkan pengalamannya selama di perkemahan. Meskipun banyak godaan yang akan dihadapi namun Pramuka sebagai generasi muda harus siap mengambil alih  tongkat kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang.

Sementara Ketua Kwartir Nasional Pramuka-Azrul Azwar menjelaskan bahwa Jambore berlangsung sukses dengan 58 kegiatan, 75 persen dari jumlah kegiatan dilaksanakan di bumi perkemahan danau teluk gelam 25 persen lainnya diluar kawasan danau teluk gelam.

Technorati Tags: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Windows Live Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

WordPress Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

Blogger Labels: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen
Technorati Tags: ,

ratu atut

Rabu, 06 Juli 2011

Ratu Atut Memacu Ekonomi Banten

SERANG—Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan perekonomian Banten. Hal itu disampaikan Ratu Atut dalam setiap kunjungannya ke Kecamatan termasuk di Kecamatan Ciomas, Senin (4/7).

Ratu Atut mengatakan, pembangunan ekonomi Banten menjadi prioritas utama pemerintahannya sebagaimana dalam Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun yaitu 2007-2012. Dalam RPJMD itu, Ratu Atut berani menargetkan laju pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 8 persen atau lebih tinggi 2 persen di atas pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 6 persen.

Hasilnya, tak mengecewakan. Dalam kajian terbaru yang dirilis Kantor Bank Indonesia awal Mei 2011 lalu, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Banten mengalami peningkatkan menembus 632 persen. Meski belum sesuai target, namun tetap lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,50 persen

Dalam rilis Bank Indonesia disebutkan, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).

Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional. Menurut Ratu Atut, meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi itu salah satunya dipengaruhi iklim investasi yang semakin baik.

“Tingkat investasi di Banten, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) terus meningkat. Namun, hal itu tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justru menjadi tantangan bagi kita untuk bekerja lebih keras, bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten,” tandasnya.

Ratu Atut  mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap semangat dan bekerja keras dalam memacu pertumbuhan ekonomi Banten. Sebab menurutnya, pembangunan ekoomi tidak bisa hanya diserahkan kepada satu pihak saja, melainkan butuh kerja sama dan dukungan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat secara umum.

Dalam rilis Kantor Bank Indonesia Serang menyebutkan, semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama itu, menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini.

Pertumbuhan ekonomi nasional hingga triwulan III 2010 mencapai 5,82 persen. Sedangkan pada awal Mei 2011, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai angka 6 50 persen.

“Gelombang gairah peningkatan kinerja perekonomian juga sampai ke Banten. Berbagai indikator ekonomi menunjukkan pencapaian yang sangat baik,” kata Pimpinan Bank Indonesia (BI) Serang, Andang Setyobudi belum lama ini.

Andang sebelumnya memerkirakan, pertumbuhan ekonomi Banten mampu mendekati level 6 persen, (years on years) pada 2010. Sementara itu. inflasi Banten masih tetap lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yakni pada angka 6,1 persen.

"Ini suatu pencapaian yang baik dan patut kita syukuri bersama. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan jajaran Pemprov Banten, perbankan, berbagai instansi, para pelaku usaha dan seluruh pihak lain yang telah berupaya melaksanakan perannya dalam mendukung kemajuan perekonomian Banten” pungkasnya.

Selasa, 05 Juli 2011

Megawati restui Ratu Atut- Rano Karno Maju Pigub banten

Cilegon - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan rekomendasi bagi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, untuk maju kembali dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2011, bersama Rano Karno sebagai wakilnya.

Rekomendasi terhadap Atut-Rano tersebut disampaikan Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Banten, yang juga Ketua DPP PDIP, Sidarto, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Khusus Daerah (Rakerdasus) PDIP Banten, Selasa (5/7).

"Saya menyampaikan pesan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PDIP, yang menyebutkan Ratu Atut Chosiyah sebagai Calon Gubernur Banten, dan Rano Karno sebagai Calon Wakil Gubernur Banten," katanya menjelaskan.

Rekomendasi yang telah dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan pertimbangan partai. "Hasil survei yang dilakukan oleh DPP PDIP, pasangan tersebut mendapatkan suara tersebut," katanya menambahkan.

Sementara itu, Rano Karno mengatakan, keputusan yang sudah dikeluarkan merupakan amanat yang harus dijalankan. "Saya akan menjalankan amanat yang sudah dikeluarkan dalam rekomendasi DPP," katanya.

Dalam penyampaian rekomendasi Atut-Rano dalam Rakerdasus PDIP yang diselenggarakan di hotel di Kota Cilegon, Ratu Atut Chosiyah tidak hadir. Rano Karno tampak duduk di kursi depan.

Pada Pilgub Banten 2006, PDIP juga merekomendasikan Ratu Atut Chosiyah sebagai Cagub, dan mencoret Marisa Haque, yang saat itu kader dan Anggota DPR RI Fraksi PDIP.

Hadir dalam acara tersebut, Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo, Ketua DPP PDIP Bidang Pemberdayaan Perempuan Ribka Tjiptaning dan Ketua Bidang Komunikasi Infokom DPP PDIP Suyadi. [TMA, Ant]