Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Kemenangan Atut-Rano Kemenangan Rakyat Banten

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh dalil yang diajukan pemohon, yaitu Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki, dalam gugatan sengketa hasil Pemilukada Banten 2011, Selasa (22/11/2011). Dengan putusan ini, pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno menang secara bersih dan terhormat dan dipastikan menjadi Gubernur Banten periode 2012-2017.
"Permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya," kata Ketua MK, Mahfud MD, dilanjutkan dengan ketukan palu sidang sebanyak tiga kali di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Beberapa saat kemudian ledakan kegembiraan pun terjadi di luar ruang sidang. Para pendukung Atut-Rano bersorak-sorai, berjingkrak-jikrak dan bernyanyi: "Ratu Atut menang lagi, Ratu Atut menang lagi...Ratu Atut menang lagi...". Tak juga kalah gembiranya para pendukung Atut-Rano yang berada di luar gedung MK. Mereka juga saling berjabatan tangan dan bernyanyi-nyanyi.
Menurut MK sebagaimana dibacakan para hakim secara bergantian, semua bukti yang diajukan oleh pihak Wahidin maupun Jazuli, tidak terbukti merupakan kecurangan Pemilukada yang terstruktur, sistematis dan masif. Sehingga, tidak mempengaruhi suara dalam Pemilukada, dan tidak perlu diulang.
Dalam penggunaan program excel yang dibuat menghitung suara. Versi kubu Wahidin, program itu membuat suara Ratu Atut terdongkrak sebanyak 212 suara. Namun MK telah melakukan simulasi perhitungan ulang dengan mengambil sampel di Kec. Cipondoh, Benda, Larangan dan Karang Tengah. Ternyata hasilnya tidak berpengaruh dan program tersebut hanya program biasa. Bukan aplikasi sebagaimana dalil pemohon.
Begitu pula dengan dalil-dalil yang yang diajukan pemohon seperti intimidasi, penghilangan DPT, duplikasi DPT, politik uang, dalm lain-lainnya tidak ada satupun yang diterima dan terbukti secara hukum.
Ada tiga pihak yang menggugat kemenangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. Mereka adalah para calon yang kalah, yakni pasangan Wahidin Hali-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki. Selain itu calon yang sempat maju namun tak lolos verifikasi Dwi Jatmiko-Tjejep Mulyadinata juga ikut melakukan gugatan. Namun, seluruh gugatan ketiga pihak tersebut ditolak oleh MK.

Jumat, 04 November 2011

BPS: Daya Beli Petani Banten Meningkat

atut-ical-padiSERANG - Kesejahteraan petani Banten terindikasi mengalami peningkatan, dengan terjadinya penguatan daya beli secara signifikan. Hal itu diindikasikan dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2011 sebesar 105,63 atau meningkat 0,17% dibandingkan September yang sebesar 105,45.
Berdasarkan sajian data terbaru dari Biro Pusat Statistik (BPS) Banten, pada awal November lalu, tiga subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08, tanaman perkebunan rakyat naik 0,51% atau naik dari 104,06 menjadi 104,59, dan peternakan naik 0,27% dari 101,02 menjadi 101,29.
Ketua BPS Banten, Nanan Suhandi, menjelaskan NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.
"NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian yang dihasilkan petani dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP berarti semakin kuat pula tingkat daya beli petani," tuturnya.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 4 Kabupaten (Pandeglang, Lebak, Tangerang dan Serang) pada bulan Oktober 2011, NTP Banten mengalami kenaikan sebesar 0,17% dibandingkan bulan September yaitu dari 105,45 menjadi 105,63. Hal ini disebabkan karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih cepat dibandingkan laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani.
Indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,37% yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,21% dari 134,42 pada bulan September menjadi 134,69 pada bulan Oktober
2011. Bila melihat NTP per subsektor pada Oktober 2011 ini, dari lima subsektor ternyata tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35%, tanaman perkebunan naik 0,51%, dan peternakan mengalami kenaikan sebesar 0,27%.
Indeks harga yang diterima petani menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Oktober 2011, indeks harga yang diterima petani Banten mengalami kenaikan sebesar 0,37% dibandingkan September, yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Dari lima subsektor tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0.54%, perkebunan naik 0,62%, dan peternakan naik 0,50%.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan naiknya harga cabe rawit 16,41%, kopi biji kering (1,96%), kerbau 1,02%, kepiting laut 11,63% serta yang lainnya. Sedangkan subsektor Tanaman Pangan/Padi dan Palawija (NTP-P) pada bulan Oktober mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08.
Hal ini terjadi karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani (0,54%) lebih cepat dibanding laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani (0,20%). Kenaikan indeks harga yang diterima petani Banten pada subsektor tanaman pangan terjadi karena adanya kenaikan indeks pada subkelompok padi sebesar 0,59% dan indeks subkelompok palawija sebesar 0,20%. Kenaikan indeks subkelompok padi dipengaruhi naiknya harga gabah kering giling sebesar 0,59%, sedang kenaikan indeks palawija disebabkan naiknya harga ketela rambat 3,48%, dan ketela pohon 0,54%.
Di sisi lain kenaikan pada indeks dibayar petani karena pengaruh naiknya Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,20% dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,20%. Untuk BPPBM kenaikan indeks ini dipengaruhi kenaikan tiga subkelompok yaitu bibit 0,27%, obat-obatan dan pupuk 0,58%, dan penambahan barang modal 0,40%.
Lima komoditi yang menyebabkan kenaikan indeks pada subkelompok BPPBM adalah kenaikan harga urea 2,16%, cangkul 1,70%, arit/sabit 1,14%, dan sewa traktor tangan 0,76%. Sedangkan komoditi yang menghambat kenaikan indeks BPPBM adalah penurunan harga TSP 0,98%, golok 0,55% dan oli 0,09%.
Harga Gabah
Berdasarkan observasi sebanyak 35 transaksi gabah di tiga kabupaten sentra pertanian (Pandeglang, Serang dan Lebak), rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Oktober 2011 dibandingkan keadaan September untuk dua kualitas mengalami kenaikan. yaitu Gabah Kering Giling (GKG) naik sebesar 8,64 persen, dan Gabah Kualitas Rendah naik sebesar 4,49 persen.
Pemantauan harga ini dilakukan melalui pencacahan rutin bulanan. Observasi dilakukan terhadap kelompok kualitas yaitu: GKG 15 observasi (42,86%), GKP 12 observasi (34,29%), dan gabah kualitas rendah sebanyak 8 observasi (22,86%).
Harga tertinggi di tingkat petani sebesar Rp.4.600,- per kg dan di tingkat penggilingan
sebesar Rp.4.650,- untuk kualitas GKG varietas Ciherang, berada di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.
Untuk rata – rata komponen mutu yang terdiri dari kadar air (KA) dan kadar hampa/kotoran (KH) , yaitu untuk GKG KA nya sebesar 11,94 persen dan KH-nya sebesar 2,70 persen. Untuk gabah dengan kualitas GKP KA nya sebesar 14,16 persen dan KH nya 7,53 persen sedangkan untuk Kualitas Rendah KA nya 14,73 persen dan KH 12,55 persen.
Rata-rata harga gabah kualitas kering giling (GKG) di Provinsi Banten sebesar Rp.4.203,- per kg di tingkat penggilingan atau naik 8,64% dan di tingkat petani sebesar Rp. 4.118,- per kg atau naik 8,14%. Sedangkan untuk gabah kualitas rendah di tingkat penggilingan mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 4,49% atau naik dari Rp. 3.554,- menjadi Rp. 3.721,- per kg dan ditingkat petani mengalami kenaikan rata-rata harga 4,83.

(ibuatut.com)

Senin, 08 Agustus 2011

Habisi Kemiskinan dengan Program Pro-Rakyat

SERANG - Kemiskinan merupakan salah satu problem sosial yang amat serius. Persoalan kemiskinan umumnya lebih dipicu karena masih banyaknya masyarakat yang mengalami pengangguran, sehingga sulit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak awal berdirinya Banten hampir 11 tahun lalu, Pemerintah Provinsi telah mempunyai perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan.

Jumlah penduduk miskin di Banten, tahun demi tahun terus mengalami penurunan. Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah pada masa kepemimpinannya selama hampir lima tahun, juga bekerja ekstra keras untuk membebaskan masyarakat Banten dari kemiskinan. Program-program yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat telah digulirkan dan sudah memperlihatkan hasilnya secara nyata.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik, setidaknya selama kurun waktu tiga tahun (2007-2010), Pemerintah Provinsi Banten telah berhasil mengurangi jumlah penduduk miskin dari 886.200 jiwa menjadi 758.200 jiwa. Selain berkurangnya penduduk miskin, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 69,29% menjadi 70,56%, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dari 4,69% pada tahun 2009 meningkat menjadi 5,94% pada tahun 2010. Bahkan, mencatat LPE tertinggi dalam sejarah, yaitu 6,52% pada Triwulan I 2011.

Namun, pencapaian tersebut belum membuat Ratu Atut merasa puas. Gubernur wanita pertama dan satu-satuny di Indonesia, di tahun 2012 mendatang, telah menetapkan sasaran dan target indikator makro pembangunan yang mengacu pada target dan sasaran periode akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2007-2012 di antaranya target IPM sebesar 72,88%, LPE 6,5-6,8%, tingkat kemiskinan 7,0% dan tingkat pengangguran 12,6%.

“Saya mengajak seluruh pelaku pembangunan agar meningkatkan perhatian, dukungan dan partisipasinya dalam mewujudkan pembangunan Banten yang berkelanjutan dan terpadu agar apa yang kita harapkan bisa tercapai dengan baik. Saya juga berharap ke depan seluruh masyarakat Banten minimal lulusan SMA sehingga SDM Banten makin berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraannya," katanya saat kunjungan kerja ke Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Minggu (07/07/2011).
Gubernur juga mengharapkan kepada seluruh guru dan tenaga pendidik di Banten, sudah meraih gelar S1 pada tahun 2013. Walhasil, pada 2014 seluruh guru di Banten sudah bersertifikasi, sehingga kesejahteraan tenaga pendidik akan meningkat secara signifikan. "Pemerintah provinsi memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk dapat terus meningkatkan kuota sertifikasi setiap tahunnya," tandas Ratu Atut.

Sementara kaum perempuan diharapkan dapat memberdayakan diri dan ikut membangun ekonomi keluarga. Saat ini di seluruh kecamatan, baik di perkotaan maupun pedesaan, sudah ada program Simpan Pinjam Perempuan yang dikelola Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. "hasil survei ekonomi nasional menunjukkan SPP sangat efektif mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya lagi.

Di samping itu, Gubernur juga mengapresiasi kerja keras para penggerak Program Keluarga Harapan (PKH) dengan sasaran Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Program ini telah meningkatkan kesadaran kaum ibu terhadap kesehatan kehamilan maupun anak balitanya. Selain itu juga meningkatkan partisipasi anak usia sekolah untuk mengikuti program pendidikan "Wajib Belajar". "Pemerintah Provinsi Banten akan mendukung kebijakan-kebijakan kabupaten/kota dalam hal peningkatan pembangunan sumber daya manusia," tandas Ratu Atut.

"Pemerintah provinsi ke depan sudah harus lebih memantapkan program-program pro-rakyat, untuk melakukan perluasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Banten. Program-program harus memfokuskan prioritas pembangunan pada aspek reformasi birokrasi dan tata kelola, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, infrastruktur, iklim investasi dan iklim usaha, energi, lingkungan hidup, kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi, politik, hukum dan keamanan," paparnya.

Sementara Bapilu Golkar Prov. Banten, Very Muchlis, dalam kesempatan lain mengatakan semangat membangun Banten ke depan adalan interkoneksi wilayah, solidaritas sosial dan identitas budaya. Saling keterhubungan ini, mengedepankan aspek kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Banten.
"Kerjasama tersebut bertujuan melahirkan sinergi untuk merespon tantangan yang ada sesuai dengan perkembangan lingkungan kebijakan. Termasuk mengatasi kendala dalam setiap kebijakan yang akan menghambat tercapainya kesejahteraan masyarakat Provinsi Banten," katanya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Tangerang, H. Rano Karno, ketika dimintai pandangannya tentang tantangan yang harus dihadapi Provinsi Banten ke depan. Menurutnya, strategi langkah pembangunan Banten selama ini sudah benar, yaitu dengan konsep besar membangun untuk mengejar ketertinggalan. Sangat berbeda dengan Jakarta yang konsep besarnya adalah penataan.

"Namun untuk mengakselerasikan strategi langkah pembangunan yang sudah memperlihatkan hasil positif tersebut, sangat perlu melakukan pemantapan, penguatan dan peningkatan agenda pembangunan untuk mengoptimalkan segenap potensi yang dimiliki Provinsi Banten. "Potensi yang ada di Banten ini luar biasa dan saya berani katakan bisa lebih hebat dari Jakarta," katanya.

Ia menyebutkan, Provinsi Banten memiliki bandara internasional, pelabuhan, kaya akan sumber daya alam baik hutan maupun pertambangan, lahan pertanian yang sangat luas dan telah menjadi salah satu lumbung beras andalan nasional, aktivitas industri yang sangat besar, dan potensi pariwisata yang banyak. "Potensi luar biasa ini akan dapat cepat mensejahterakan rakyatnya apabila dikelola secara terintegrasi dengan tepat dan baik," tambahnya.***  

Kamis, 04 Agustus 2011

Banten Masih Butuh Ratu Atut

ratu-atut-dan-anakanakRANGKASBITUNG - Kepala Desa Malabar Jubed Pasmi ser­ta tokoh masyarakat De­sa Asem Margaluyu, Kecamatan Cibadak, Nah­rowi menilai, Ratu Atut Chosiyah masih di­bu­tuhkan untuk me­mim­pin Banten. Dengan begitu, program pem­bangunan yang telah dilakukan terus berlanjut. “Saya menilai Ibu Atut layak untuk kembali memimpin Banten. Oleh karena itu, kami siap mendukungnya,” ujar Jubed kepada Radar Banten, Selasa (2/8).
Dia berharap, Atut akan lebih memer­ha­tikan pembangunan di wilayah pedesaan jika dalam Pilgub Banten, 22 Oktober mendatang, terpilih kembali se­bagai Gubernur Banten. Mengingat, banyak wilayah pedesaan yang minim sarana pendidikan, kesehatan, maupun keagamaan. “Seperti halnya di desa kami (Malabar-red), masih belum memiliki madrasah diniyah, posyandu, serta majelis taklim yang semoga bisa dibantu oleh Pemprov Banten bila Ibu Atut kem­bali terpilih menjadi gubernur,” katanya.
Sementara, tokoh masyarakat Desa Asem Margaluyu Nahrowi meng­ung­kap­kan keraguannya jika Gubernur Banten dijabat orang baru. Dia khawatir, program pembangunan Pemprov Banten yang tengah berjalan itu tidak ber­ke­lanjutan. “Kami berharap, Ibu Atut kem­bali memimpin karena saya yakin, beliau sudah tahu betul, apa yang sedang di­butuhkan masyarakat saat ini. Apalagi be­liau kini sedang fokus terhadap pem­bangunan hingga di tingkat desa. Sehingga desa kami (Asem Margaluyu-red) yang kini membutuhkan posyandu, madrasah di­niyah, serta majelis taklim akan di­realisasikan Ibu Atut,” kata Nahrowi. (day/don)

(RB)

Rabu, 27 Juli 2011

Gerindra Berjuang untuk Ratu Atut-Rano Karno

RATU_ATUT_RANO_KARNO_PILGUB_BANTEN

JAKARTA - Fungsionaris DPD Partai Gerindra Banten, Sofwan Harrys, menegaskan, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan membuktikan bahwa partai mereka benar-benar merupakan "mesin politik" yang dapat diandalkan untuk memenangkan pasangan Ratu Atut-Rano Karno dalam Pilkada Banten 2011.
''Lihat saja, kita siap bekerja keras untuk kemenangan Atut dan Rano Karno," katanya kepada pers di Jakarta, Selasa (26/7).

Sejak mereka resmi mengusung pasangan Atut-Rano sebagai cagub dan cawagub Banten, Gerindra telah melakukan sosialisasi kepada para kadernya. Pengurus DPC Gerindra Kota dan Kabupaten se-Banten juga telah diinstruksikan wajib memenangkan Atut-Rano.

"Di Gerindra, setiap sebulan sekali ada rapat konsolidasi. Khusus menghadapi Pilgub ini, kita ada rapat khusus
konsolidasi. Di sana, para kader kita sosialisasikan pasangan Atut dan Rano Karno," tambah Sopwan seraya menambahkan pula organisasi sayap Gerindra, diantaranya Tidar (Tunas Indonesia Raya), Satria (Satuan Relawan Gerindra), Pira (Perempuan Indonesia Raya) juga sudah bergerak melakukan sosialisasi di masyarakat.

Sebelumnya pasangan Atut-Rano telah mendeklarasikan diri sebagai peserta Pilkada Banten yang akan dilaksanakan pada Oktober 2011. Pasangan itu diusung 11 partai yang memiliki kursi di DPRD Banten, yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, PKPB, PPD, PKB, PAN, PBB, PPNUI, dan PDS. Selain itu, pasangan Atut-Rano juga didukung 22 partai nonparlemen.

Lebih lanjut, Sofwan mengatakan ada sejumlah alasan mengapa Gerindra mengusung Atut-Rano. Pertama karena Atut ikut mendaftar dalam penjaringan cagub yang dilakukan Gerindra. "Karena itulah mengapa kita tidak mengusung WH (Wahidin Halim). Karena dia tidak mendaftar ke Gerindra," ujarnya.

Pertimbangan kedua, lanjutnya, Ratu Atut adalah kandidat yang siap melaksanakan delapan Program Aksi Partai Gerindra sebagaimana yang telah diamanatkan DPP Gerindra. "Delapan Program Aksi Gerindra itu sudah harga mati. Kalau seorang kandidat tidak mau komitmen melaksanakan 8 Program Aksi Gerindra itu, maka kita juga tidak mau mengusung kandidat tersebut," ujarnya.

Redaktur: Didi Purwadi

Sumber: Antara

 

Minggu, 24 Juli 2011

Segenap Kader PDS Dukung Ratu Atut–Rano karno

deklarasi-ratu-atut-rano-karno

Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPW Partai Damai Sejahtera (PDS) Banten Hanie T. Lawrence menjamin kader partai akan utuh mendukung pasangan pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno dalam Pilkada Banten pada Oktober 2011, karena duet itu bisa diterima semua kalangan.
"Mereka (Atut-Rano,red) bukan tipe pemimpin eksklusif. Lebih plural, sehingga dapat diterima oleh semua kalangan. Termasuk oleh kami," kata Hanie T. Lawrence kepada wartawan di Jakarta, Minggu.
Ditambahkan Hanie bahwa meski Banten dikenal sebagai daerah yang religius Islami,di sejumlah wilayah Banten kondisi masyarakatnya majemuk, semisal di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel.
"Melihat kemajemukan di tiga wilayah itu, saya rasa pasangan Atut-Rano lah yang lebih populer dan dapat diterima. Dengan demikian, kemungkinan besar pasangan Atut dan Rano Karno bisa menang di sana," sambung Hanie.
Di mata Hanie, dengan popularitas Rano Karno itu mampu membuat dukungan untuk Ratu Atut semakin kuat. Nama Rano Karno, kata Hanie, tak dapat dipungkiri sudah populer karena faktor keartisannya.
"Rano Karno itu berbeda dengan artis-artis lain yang sama-sama terjun ke dunia politik. Rano lebih low profil dan dengan pengalamannya menjadi wakil bupati, kemampuan Rano mengelola pemerintahan makin teruji," katanya.
Sedangkan Ratu Atut, dia menambahkan, adalah sosok pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi meski itu datangnya dari rakyat jelata. Apalagi, saat ini Ratu Atut menjabat sebagai Gubernur Banten sehingga tahu betul apa keinginan rakyat.
"Naluri seorang ibu itu sangat tajam ketimbang seorang laki-laki. Saya yakin, jika lima tahun ke depan Banten dipimpin mereka, maka provinsi ini akan semakin maju," tambahnya.
Lebih lanjut Hanie menambahkan, pihaknya akan mengerahkan semua organisasi yang menjadi organisasi dibawahnya atau underbow PSD untuk memenangkan Atut-Rano. Sejak deklarasi resmi beberapa waktu lalu, pihaknya juga terus menyosialisasikan pasangan Atut-Rano hingga ke tingkat bawah.
"Kita jamin semua kader PDS akan bulat mendukung Atut-Rano. Kita punya dua organisasi underbow yaitu Barisan Muda Damai Sejahtera dan Angkatan Muda Damai Sejahtera yang sudah turun ke konstituen kita mensosialisasikan Atut dan Rano Karno, demikian Hanie.(*)
(D011/A011)

Editor: Ruslan Burhani

Jumat, 22 Juli 2011

Ulama Serpong Puji Ratu Atut

ratu atut

SERPONG - Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, memberikan acungan jempol sebagai pujian terhadap perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap kelembagaan agama dan kehidupan umat beragama.
"Apresiasi layak diberikan kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya, tidak hanya terhadap MUI melainkan juga terhadap eksistensi dan peran para guru ngaji di Banten," kata Ketua MUI Kecamatan Serpong, KH. Abdul Rozak, saat Gubernur Banten melakukan kunjungan kerja, Jumat (22/07/2011).
Abdul Rozak mengutarakan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur, antara lain memberikan dukungan dan dorongan nyata terhadap berbagai kegiatan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga agama-agama lain yang ada di Banten. "Khusus untuk agama Islam, Ibu Gubernur juga memberikan perhatian yang sangat besar kepada para guru ngaji," tambahnya.
Gubernur, masih menurut Abdul Rozak, juga selalu menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, MUI dan lainnya dalam menjaga suasana kondusif di antara umat beragama. "Ke depan saya berharap Ibu Gubernur juga akan memberikan perhatian kepada Dewan Kesejahteraan Masjid termasuk para marbot masjid," tandasnya.
Selain itu, Gubernur juga bekerja sama dengan MUI Porvinsi Banten dengan menghasilkan sebuah Al Qur'an Mushaf Al-Bantani. "Al Qur'an ini sebuah karya besar para ulama Banten, karena menjadi Al Qur'an yang sangat khas dan menjadi kebanggaan umat Islam di Banten. Apalagi, Ibu Gubernur membagikan Al Qur'an ini secara cuma-cuma kepada semua umat," kata Abdul Rozak, disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah langsung merespon pujian tersebut dengan kerendahan hati. "Suasana kondusif antar umat beragama di Banten merupakan hasil kerjasama yang harmonis dari seluruh pihak, termasuk masyarakat Banten pada umumnya yang tidak menginginkan adanya gesekan antar umat beragama," ujarnya.
Ratu Atut berpesan kepada MUI Kecamatan Serpong khususnya dan di seluruh Banten pada umumnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan dengan semua pihak seperti Polri, TNI, dan pihak-pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya gesekan antar umat beragama.
"Saya menyampaikan apresiasi terhadap MUI Kecamatan Serpong yang hingga sejauh ini dapat berperan aktif dalam menjaga suasana tenang dan damai di wilayahnya dengan terus menerus menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Saya berharap suasana kondusif ini terus dijaga dan dipelihara," kata Atut.
Selanjutnya, Ratu Atut mengimbau kepada MUI Kecamatan Serpong untuk segera membentuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), yang selanjutnya akan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, dalam kaitan pelaksanaan program-program bidang keagamaan khususnya umat Islam.
Ratu Atut selanjutnya juga menanggapi laporan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Serpong dan Forum Kader Posyandu. Gubernur berencana akan melakukan sinergi dengan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH MH, terkait pembangunan SMA Negeri yang belum ada di Kecamatan Serpong.
"Ibu Gubernur akan berkoordinasi dengan Ibu Walikota untuk membangun SMA Negeri di Kecamatan Serpong dan mudah-mudahan bisa cepat selesai dibangun. Sedangkan soal lahan akan dipelajari dulu oleh Bapak Camat," kata Ratu Atut.***
(wp, as, ml, ratuatut.com)

Rabu, 20 Juli 2011

Ratu Atut Lepas KKM Untirta

20110720-A1-GUBERNUR-LEPAS-2226-PESERTA-KKM-UNTIRTA-2

KOTA SERANG – Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah, Rabu (20/7) pagi melepas 2.226 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dari halaman Pendopo Gubernur Banten. Para mahasiswa tersebut akan mengikuti KKM Tematik yang disebar di 2 wilayah di Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.

Dalam pesannnya Gubernur mengingatkan kepada para mahasiswa peserta KKM agar memiliki tekad, kesungguhan, disiplin dan berakhlak mulia dalam melaksanakan KKM Tematik di tengah-tengah masyarakat dengan tidak lupa untuk juga menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan.

“Selama mengikuti KKM, ikuti kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki masing-masing” tegas Gubernur seraya meyakini peserta KKM Tematik Untirta merupakan calon sarjana yang memiliki kualitas, profesionalisme dan akhlak mulia.

Sementara kepada para Kepala Daerah yang menerima para mahasiswa yang akan mengikuti KKM, Gubernur berharap mereka dapat diterima dengan baik , dilayani dengan baik dan dibimbing dengan baik.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unitirta-H. Sholeh Hidayat mengatakan bahwa pelaksanaan KKM Tematik berdasarkan pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional Pasal 20 Ayat 2 yang menegaskan bahwa Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk tema KKM Tematik Untirta tahun ajaran 2010-2011 yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mendorong Partisipasi Aktif dan Kemandirian Masyarakat Terhadap Penguatan Kelembagaan Perdesaan.

Peserta KKM Tematik Untirta tahun 2011 akan diikuti oleh 2.226 mahasiswa yang akan ditempatkan di 7 kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan 4 kecamatan di Kota Cilegon dengan total Desa berjumlah 100 desa.

Kemudian Pembantu Rektor (Purek) Bidang Akademik Untirta-H.Sadeli Hanafi mewakili Rektor Untirta juga menyampaikan hal senada. “Kepada para peserta KKM Tematik telah kami sampaikan agar menjaga nama baik civitas akademika Untirta seperti berperilaku santun di masyarakat sebagaimana perilaku insan akademik dan melakukan pengabdian sebagaimana mestinya” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ketua LPPM Untirta melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) dengan Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten-H.Andika Hazrumy mengenai pengelolaan lingkungan meliputi pembentukan kampung siaga bencana dilanjutkan dengan penyerahan Compact Disk (CD) yang berisi materi penanggulangan bencana dari Tagana kepada LPPM Untirta. Turur hadir dan menyaksikan pada acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten-Ajak Muslim dan Asda II Kabupaten Pandeglang.

(hms banten, kp)

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :

Minggu, 10 Juli 2011

Pelatihan Kepemimpinan Banten

DSC_4728Anyer - Wakil Gubernur Banten – Drs. H.M. Masduki M.Si menutup Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim)Tingkat III di Lingkungan Provinsi Banten di Hotel Jayakarta, Anyer, Kamis (07/07).

Wakil Gubernur Banten dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara substansional, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan Tingkat III adalah proses transformasi dalam rangka meningkatkan kompetensi, kapasitas dan kapabilitas serta aspek leadership dan manajerialship bagi para pejabat di Tingkat Esselon III.

“Jabatan Esselon III merupakan jabatan yang sangat strategis dalam meningkatkan bahkan melejitkan kinerja organisasi dengan melaksanakan fungsi-fungsi leadership dan manajerialnya. Terutama dalam hal pembinaan, organizing dan controlling terhadap bawahannya” ungkap Wagub.

Lebih lanjut Wagub menyampaikan bahwa Esselon III memiliki fungsi yang strategis dan visioner dalam membantu merumuskan visi dan misi organisasi bersama kepala SKPD sesuai dengan Renstra, Renstrada dan visi kepala daerah.

“Perwujudan dan Pengejawantahan Renstra dapat terlaksana dengan baik apabila seluruh komponen bergerak pada visi dan misi organisasi, dimana Esselon III sebagai penata program, pengendali dan koordinator merupakan titik kendali yang harus lebih jeli, greget dan tajam analisanya” tambah Wagub.

Kepala Badan Diklat Provinsi Banten – Drs. Opar Sohari dalam laporannya menyampaikan diklat yang dilaksanakan selama 40 hari ini diisi dengan materi Kajian sikap dan perilaku, kajian manajemen public, kajian pembangunan dan aktualisasi.

Peserta Diklatpim III Angkatan XVI ini sebanyak 40 0rang, 20 orang berasal dari Pemerintah Provinsi Banten dan 20 orang dari Pemerintah Kota Serang.***hms

Technorati Tags: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Windows Live Tags: Pelatihan,Kepemimpinan,Banten,Anyer,Wakil,Gubernur,Masduki,Pendidikan,Diklatpim,Tingkat,Lingkungan,Provinsi,Hotel,Jayakarta,Kamis,leadership,Esselon,Jabatan,Terutama,Wagub,Lebih,SKPD,Renstra,Renstrada,Perwujudan,Pengejawantahan,Kepala,Badan,Diklat,Opar,Sohari,Kajian,Peserta,Angkatan,Pemerintah,Kota,Serang,dalam,menyampaikan,bahwa,meningkatkan,merupakan,yang,strategis,organisasi,dengan,fungsi,visi,misi,orang,dari
WordPress Tags: Pelatihan,Kepemimpinan,Banten,Anyer,Wakil,Gubernur,Masduki,Pendidikan,Diklatpim,Tingkat,Lingkungan,Provinsi,Hotel,Jayakarta,Kamis,leadership,Esselon,Jabatan,Terutama,Wagub,Lebih,SKPD,Renstra,Renstrada,Perwujudan,Pengejawantahan,Kepala,Badan,Diklat,Opar,Sohari,Kajian,Peserta,Angkatan,Pemerintah,Kota,Serang,dalam,menyampaikan,bahwa,meningkatkan,merupakan,yang,strategis,organisasi,dengan,fungsi,visi,misi,orang,dari
Blogger Labels: Pelatihan,Kepemimpinan,Banten,Anyer,Wakil,Gubernur,Masduki,Pendidikan,Diklatpim,Tingkat,Lingkungan,Provinsi,Hotel,Jayakarta,Kamis,leadership,Esselon,Jabatan,Terutama,Wagub,Lebih,SKPD,Renstra,Renstrada,Perwujudan,Pengejawantahan,Kepala,Badan,Diklat,Opar,Sohari,Kajian,Peserta,Angkatan,Pemerintah,Kota,Serang,dalam,menyampaikan,bahwa,meningkatkan,merupakan,yang,strategis,organisasi,dengan,fungsi,visi,misi,orang,dari

JAMBORE NASIONAL IX PRAMUKA RESMI DITUTUP

DSC_5412Sumatera Selatan-Wakil Gubernur Banten-H. M. Masduki selaku Ketua Kwartir Daerah Provinsi Banten didampingi anggota Majelis Pembimbing Daerah Provinsi Banten-H. Hudaya menghadiri penutupan Jambore Nasional IX Pramuka tahun 2011 di bumi perkemahan danau Teluk Gelam Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Sabtu (9/7).

Jambore Nasional (Jamnas) IX Pramuka yang berlangsung sejak tanggal 2 juli lalu di bumi perkemahan secara resmi ditutup Wakil Presiden Republik Indonesia-Budiono. Jamnas yang diikuti pramuka penggalang dari 33 provinsi termasuk Provinsi Banten yang mengirimkan kontingennya dari masing-masing Kwartir Cabang Kabupaten Kota se Provinsi Banten juga dihadiri kontingen pramuka dari Singapura serta  Malaysia berjumlah lebih dari 20 ribu orang.

Wakil Presiden-Budiono menyatakan, Pramuka berdiri sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi munculnya paham-paham radikalisme dan terorisme. Paham-paham radikalisme maupun terorisme tidak boleh dibiarkan mengancam keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selendang merah-putih yang selalu melingkar di leher seorang Pramuka adalah simbol kesetiaan pada cita-cita luhur dan eksistensi NKRI”, jelas Wakil Presiden.

"Sebagai Pandu, pramuka Indonesia, adalah calon pemimpin bangsa. Saya harapkan kalian semua memiliki pegangan, memiliki kompas, mengenai mana yang baik dan mana yang buruk”, tambah Wakil Presiden.

Wakil Presiden Boediono berharap para peserta Jambore Nasional IX Pramuka dapat menerapkan pengalamannya selama di perkemahan. Meskipun banyak godaan yang akan dihadapi namun Pramuka sebagai generasi muda harus siap mengambil alih  tongkat kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang.

Sementara Ketua Kwartir Nasional Pramuka-Azrul Azwar menjelaskan bahwa Jambore berlangsung sukses dengan 58 kegiatan, 75 persen dari jumlah kegiatan dilaksanakan di bumi perkemahan danau teluk gelam 25 persen lainnya diluar kawasan danau teluk gelam.

Technorati Tags: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Windows Live Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

WordPress Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

Blogger Labels: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen
Technorati Tags: ,

ratu atut