Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label golkar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label golkar. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

Memupuk Kepedulian Antarsesama

oleh Haryono Suyono

 

haryono suyonoBulan April dikenal sebagai salah satu simbol kebangkitan kaum perempuan karena bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April. Kita patut bersyukur bahwa banyak sekali penerus Kartini yang sangat peduli terhadap perkembangan anak bangsa. Mereka aktif dalam sosialisasi dan pembentukan pos pemberdayaan keluarga (posdaya) di seluruh Indonesia.

Dari kawasan timur sampai ke barat muncul tokoh-tokoh muda dinamis, seperti Ibu Dr Sudarti MKes dari Jember, Ibu Dr Mufidah Ch (Malang), Ibu Hj Prantasi Harmi Tjahjanti SSi MSi (Sidoarjo), Ibu Dra Rita Yuliastuti MSi (Tuban), Ibu Djuwartini SKM MM (Surabaya), Ibu Dra Sri Murtiningsih MS, Ibu Dra Wien Sukarsi dan Ibu Dra Eko Heri Widiastuti M Hum (Semarang), Ibu Dra Mamik Indaryani MS (Kudus), Ibu Dra Atiek Prihadi MSi dan Ibu Dra Yuni Pratiwi MM (Yogyakarta), Ibu Hj Badingah SSos (Gunungkidul), Ibu Dra Sri Harmintati MSi (Kulonprogo), Ibu Dra Katiyah MSi (Bandung), Ibu Dr Ir Illah Saillah MS dan Ibu Dr Ir Panca Dewi Manuhara MS (Bogor), Ibu Ir Zasmeli MP (Padang), dan Ibu Ir Dwi Listyawardani MSc (Pontianak), dan masih banyak lagi, tersebar di kota-kota dan di desadesa Indonesia.
Mereka umumnya datang dari kalangan perguruan tinggi (PT). Di samping itu, banyak lagi ibu-ibu lain dari pedesaan yang tingkat pendidikannya tidak selalu dari PT tetapi semangat dan dedikasinya sungguh luar biasa.
Sebagai contoh, dua ibu asal Gungungkidul, yang namanya tetap dipertahankan dengan akhiran 'yem', yang menandakan nama asli dari desa. Kedua ibu itu dengan bangga menyatakan tidak ingin merubah nama mereka agar berciri perkotaan, meski dedikasinya sungguh luar biasa. Ibu-ibu tersebut menyatakan telah lebih dari 20 tahun menjadi kader pembangunan di pedesaan. Mereka telah ikut aktif dalam gerakan KB di desanya, mendirikan Pos KB Desa, aktif dalam UPPKS di pedesaan dan sekarang sedang merintis pengembangan posdaya yang diyakininya merupakan pos pemberdayaan yang lengkap untuk mengantar keluarga desa menjadi sejahtera dan mandiri.
Perempuan-perempuan muda dari kalangan PT, atau perempuan yang barasal dari kota dan desa yang peduli terhadap anak bangsa itu yakin bahwa posdaya merupakan wahana untuk menyegarkan kembali modal sosial kebersamaan dan gotong royong. Sikap mental seseorang ini sedang terkoyak oleh arus modernisasi yang mengalir secara dahsyat di banyak negara berkembang.
Mereka yakin bahwa melalui silaturahmi dan pendekatan kebersamaan yang dipupuk secara tekun, posdaya bisa menjadi wahana untuk membangkitkan upaya pengentasan kemiskinan. Para anggota posdaya bisa diajak memberikan perhatian kepada sesama anak bangsa yang terpuruk dengan memunculkan upaya pengentasan kemiskinan secara sistematis, dan diolah dengan penuh kasih sayang saling bertanggung jawab.
Perhatian tokoh-tokoh muda perempuan yang penuh kasih sayang ini kadang melebihi kehadiran pemimpin formal yang datang membawa proyek besar dan secara 'paksa' sering menekan keluarga-keluarga pedesaan agar 'nurut' karena tekanan target yang harus segera diselesaikan. Pemimpin perempuan peduli itu tidak diburu target tetapi datang dengan uluran tangan pemberdayaan untuk mendorong kemajuan lokal yang lebih lestari.
Kahadiran tokoh-tokoh perempuan itu sekaligus membuktikan bahwa cita-cita Ibu Kartini bisa dilaksanakan melalui gerakan masyarakat yang dipimpin oleh kaum perempuan, bukan lagi monopoli kaum lelaki pada tingkat tinggi atau pada akar rumput. Hari-hari ini makin banyak calon pemimpin perempuan aktif bergerak pada akar rumput yang mempunyai gagasan dan ketrampilan gemilang tetapi belum tampil ke permukaan karena merasa belum menemukan atau belum berada pada posisi yang menguntungkan.
Ada juga beberapa pribadi yang berani mengambil prakarsa. Bulan lalu, dalam rangka pengembangan posdaya, berturut-turut Srikandi di tingkat pimpinan daerah, Bupati Gunung Kidul Ibu Hj Badinah SSos, dan Gubernur Banten, Ibu Hj Ratu Atut Chosiyah SE mengukuhkan daerahnya sebagai daerah pengembangan keluarga sejahtera yang mandiri melalui pembentukan Posdaya di seluruh desa dan pedukuhan di daerahnya.
Deklarasi itu diikuti pelatihan untuk seluruh jajaran SKPD serta perguruan tinggi di daerahnya. SKPD diharapkan memfasilitasi upaya pengembangan posdaya sebagai wahana untuk pengentasan kemiskinan. Sedangkan PT diharapkan bisa memberikan dukungan pengiriman tenaga mahasiswa semester ke-7 dan ke-8 dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya di desa dan pedukuhan.
Dalam KKN Tematik Posdaya, para mahasiswa terjun mendampingi para pemimpin formal dan seluruh kekuatan pembangunan di setiap desa seperti alim ulama, para sesepuh dan panutan lainnya dalam mempersatukan diri lewat kebersamaan, saling peduli dan mau berbagi kepada sesamanya. Mereka diajak bekerja sama dan mengolah kekuatan dan bahan baku lokal menjadi pendukung upaya bersama untuk mengatasi kemiskinan di desanya.
Ada beberapa gagasan yang muncul dalam masyarakat yang cukup menarik dan menantang. Salah satu gagasannya adalah memberi tanggung jawab kepada keluarga mampu, utamanya yang mempunyai usaha ekonomi, untuk menjadi keluarga angkat dari anggota keluarga miskin yang ada di desanya.
Melalui sistem keluarga angkat tersebut, keluarga miskin dilatih disiplin untuk bekerja keras sebagai magang dalam usaha keluarganya. Keluarga kaya lain, yang tidak mempunyai usaha, menyumbang modal atau membantu mencicil pinjaman yang diambil keluarga miskin dari bank setempat. Dengan dukungan cicilan itu, keluarga miskin dapat didampingi secara terus menerus oleh keluarga mampu dalam mengembangkan usaha, karena secara sungguh-sungguh keluarga miskin diambil menjadi anak angkat untuk bekerja dalam usaha yang dilakukan oleh keluarga yang lebih mampu. ***  

Penulis adalah Ketua Yayasan Damandiri.

 

suarakarya

as

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Minggu, 23 Oktober 2011

Ratu Atut akan Prioritaskan Program Pro-Rakyat

SERANG - Jika kembali memenangkan Pemilukada Banten, calon gubernur nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah akan meneruskan program-program pembangunan yang bersifat pro-rakyat, khususnya dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten secara merata dan berkeadilan.
"Program-program pro-rakyat akan menjadi prioritas saya pada periode lima tahun ke depan, setelah pada periode lima tahun lalu konsentrasi pembangunan lebih pada menata pondasi-pondasi agar semakin kokoh. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi di masa depan," katanya, usai menggunakan hak pilihnya di TPS V Lingkungan Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (22/10/2011).
Salah satu rencana yang akan direalisasikan antara lain pembangunan Bendungan Karian, yang bisa menjawab kebutuhan air bagi seluruh masyarakat Banten di masa mendatang. Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini, terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten.
"Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai tantangan terutama dengan adanya perubahan iklim (climate change). Seiring dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan sistem penyediaan air yang kuat mutlak diperlukan," katanya.
Potensi air di Banten sangat besar. Tetapi, sambung Atut, Banten sampai saat ini belum mempunyai bendungan berskala besar. Padahal, kebutuhan air baku di wilayah Provinsi Banten saat musim kemarau
cukup tinggi, terutama di pantai-pantai utara Banten.
Pembangunan Bendungan Karian akan sangat membantu suplai air untuk Banten, yang lambat laun mendekati kritis. Bendungan Karian rencananya akan memiliki kapasitas hingga 310 juta meter kubik, sehingga dapat menjamin penyediaan air baku 20–30 tahun mendatang.
"Dengan adanya Bendungan Karian, kebutuhan air baku untuk domestic municipal dan industry yang terus meningkat cepat dan pesat, dapat terpenuhi khususnya daerah Banten. Bahkan, Banten bisa membantu Jakarta bagian barat dan sebagian kecil wilayah Jawa Barat khususnya bagian barat laut," tutur Ratu Atut.

 

(wp,joy)

Minggu, 18 September 2011

Banten Sumbang Surplus Padi 250 Ribu Ton

atut-ical-padiTANGERANG—Provinsi Banten turut berhasil meningkatkan surplus padi 250 ribu ton dari 10 juta ton target pemerintah.
"Hingga September 2011, Banten sudah memberi surplus 89 ribu ton beras," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat penanaman padi di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/9).

Penanaman padi itu terkait program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). Program itu melibatkan empat BUMN utama, yaitu PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, Perum Perhutani, dan Pusri Holding. 
Ratu Atut menambahkan, dengan pencanangan GP3K ini, ia menaruh harapan besar dalam upaya pembinaan terhadap petani. Ia juga sempat berkomentar tentang harga beras rata-rata yang sudah mencapai sepuluh ribu rupiah per kilogram, namun Banten masih bertahan dengan harga Rp7.500 per kg. Dalam kesempatan tersebut, Ratu Atut meminta petani menghindari menjual gabah ke tengkulak.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Eddy Budiono mengatakan total pencanangan tanam di Provinsi Banten mencapai enam ribu ha. Dalam skala provinsi, realisasi penanaman sudah mencapai 3.600 ha atau 60 persen.

Program GP3K ini, lanjutnya mendapatkan sumber dana aktivitas salah satunya dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang melibatkan 21 BUMN. Beberapa pendukung dana dari PT Antam, PT PLN, PT PGN, dan PT Askes. "Harapannya seluruh BUMN dapat bersinergi dan berkontribusi," tuturnya

Rabu, 27 Juli 2011

Gerindra Berjuang untuk Ratu Atut-Rano Karno

RATU_ATUT_RANO_KARNO_PILGUB_BANTEN

JAKARTA - Fungsionaris DPD Partai Gerindra Banten, Sofwan Harrys, menegaskan, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan membuktikan bahwa partai mereka benar-benar merupakan "mesin politik" yang dapat diandalkan untuk memenangkan pasangan Ratu Atut-Rano Karno dalam Pilkada Banten 2011.
''Lihat saja, kita siap bekerja keras untuk kemenangan Atut dan Rano Karno," katanya kepada pers di Jakarta, Selasa (26/7).

Sejak mereka resmi mengusung pasangan Atut-Rano sebagai cagub dan cawagub Banten, Gerindra telah melakukan sosialisasi kepada para kadernya. Pengurus DPC Gerindra Kota dan Kabupaten se-Banten juga telah diinstruksikan wajib memenangkan Atut-Rano.

"Di Gerindra, setiap sebulan sekali ada rapat konsolidasi. Khusus menghadapi Pilgub ini, kita ada rapat khusus
konsolidasi. Di sana, para kader kita sosialisasikan pasangan Atut dan Rano Karno," tambah Sopwan seraya menambahkan pula organisasi sayap Gerindra, diantaranya Tidar (Tunas Indonesia Raya), Satria (Satuan Relawan Gerindra), Pira (Perempuan Indonesia Raya) juga sudah bergerak melakukan sosialisasi di masyarakat.

Sebelumnya pasangan Atut-Rano telah mendeklarasikan diri sebagai peserta Pilkada Banten yang akan dilaksanakan pada Oktober 2011. Pasangan itu diusung 11 partai yang memiliki kursi di DPRD Banten, yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, PKPB, PPD, PKB, PAN, PBB, PPNUI, dan PDS. Selain itu, pasangan Atut-Rano juga didukung 22 partai nonparlemen.

Lebih lanjut, Sofwan mengatakan ada sejumlah alasan mengapa Gerindra mengusung Atut-Rano. Pertama karena Atut ikut mendaftar dalam penjaringan cagub yang dilakukan Gerindra. "Karena itulah mengapa kita tidak mengusung WH (Wahidin Halim). Karena dia tidak mendaftar ke Gerindra," ujarnya.

Pertimbangan kedua, lanjutnya, Ratu Atut adalah kandidat yang siap melaksanakan delapan Program Aksi Partai Gerindra sebagaimana yang telah diamanatkan DPP Gerindra. "Delapan Program Aksi Gerindra itu sudah harga mati. Kalau seorang kandidat tidak mau komitmen melaksanakan 8 Program Aksi Gerindra itu, maka kita juga tidak mau mengusung kandidat tersebut," ujarnya.

Redaktur: Didi Purwadi

Sumber: Antara

 

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut


SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Kamis, 30 Juni 2011

Atut Harapkan Tanara Naikkan Produksi Beras

silahkan kunjungi www.ratuatut.com

SERANG - Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, diharapkan dapat mempertahankan kontribusinya yang besar terhadap produksi beras Banten, bahkan tahun ini harus berusaha meningkatkan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam kunjungan kerjanya ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten, Serang, Rabu (29/06/2011).

Ratu Atut yang baru saja menerima penghargaan pemerintah berupa Satyalancana Wira Karya di bidang pertanian, sedang berupaya meningkatkan posisi Banten sebagai lumbung padi nasional. Banten saat ini berada di urutan kesembilan. Pada tahun 2010 lalu, tercatat produksi padi di Provinsi Banten meningkat mencapai 10,76 persen.

"Saya mengharapkan produksi beras tahun ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Banten, bahkan kalau bisa memasok ke daerah-daerah lain. Keberhasilan Banten berkat semangat para petani, penyuluh dan seluruh stakeholder pertanian," katanya.

Kecamatan Tanara menjadi lokasi penanaman padi varietas unggulan Mira (Mutasi Radiasi) 1, hasil hasil pengembangan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan LPPM Untirta di Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Selasa (21/6).

Varietas Mira 1 dapat menjadi varietas unggul potensial dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pangan di Banten. Varietas Mira 1 yang mulai dikembangkan di Kabupaten Serang merupakan varietas hasil pengembangan Batan dengan menerapkan teknologi nuklir di bidang pertanian.

Varietas padi Mira 1 di provinsi Banten ditargetkan dapat menghasilkan 7,5 ton/ha. Sedangkan untuk di daerah lain di Indonesia dapat menghasilkan 9,5 ton /ha. Selain di Banten, varietas Mira 1 sudah dikembangkan di 23 Provinsi se Indonesia.

Varietas padi Mira 1 yang telah dikembangkan di 24 kecamatan dan 35 desa se-Provinsi Banten dengan 16 unit penangkaran benih. Keunggulan varietas ini, antara lain memiliki daya tahan terhadap hama padi seperti wereng cokelat dan cocok dengan PH tanah yang berbeda-beda.

Selain beras, Ratu Atut juga mengharapkan budidaya rumput laut di Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara, dapat terus dikembangkan untuk menggejot perekonomian masyarakat pesisir. Perbaikan infrastruktur yang saat ini tengah berlangsung dapat menunjang upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan  daerah ini.

Dikatakan Atut, potensi tambak di Banten secara keseluruhan mencapai 36.351 hektar lebih. Ini merupakan potensi yang dapat dikelola secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, khususnya para petani. "Banten memiliki potensi besar untuk menjadi daerah pemasok rumput laut," tambahnya.

Banten merupakan salah satu provinsi yang menjadi pilot projet Departemen Perikanan dan Kelautan RI terkait budidaya rumput laut. Banten juga salah satu provinsi yang ditunjuk sebagai proyek percontohan Kawasan Minapolitan. Pemerintah pusat beralasan karena Banten memiliki potensi rumput laut yang potensial.**

- wp -