Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

Ulama Serpong Puji Ratu Atut

ratu atut

SERPONG - Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, memberikan acungan jempol sebagai pujian terhadap perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap kelembagaan agama dan kehidupan umat beragama.
"Apresiasi layak diberikan kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya, tidak hanya terhadap MUI melainkan juga terhadap eksistensi dan peran para guru ngaji di Banten," kata Ketua MUI Kecamatan Serpong, KH. Abdul Rozak, saat Gubernur Banten melakukan kunjungan kerja, Jumat (22/07/2011).
Abdul Rozak mengutarakan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur, antara lain memberikan dukungan dan dorongan nyata terhadap berbagai kegiatan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga agama-agama lain yang ada di Banten. "Khusus untuk agama Islam, Ibu Gubernur juga memberikan perhatian yang sangat besar kepada para guru ngaji," tambahnya.
Gubernur, masih menurut Abdul Rozak, juga selalu menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, MUI dan lainnya dalam menjaga suasana kondusif di antara umat beragama. "Ke depan saya berharap Ibu Gubernur juga akan memberikan perhatian kepada Dewan Kesejahteraan Masjid termasuk para marbot masjid," tandasnya.
Selain itu, Gubernur juga bekerja sama dengan MUI Porvinsi Banten dengan menghasilkan sebuah Al Qur'an Mushaf Al-Bantani. "Al Qur'an ini sebuah karya besar para ulama Banten, karena menjadi Al Qur'an yang sangat khas dan menjadi kebanggaan umat Islam di Banten. Apalagi, Ibu Gubernur membagikan Al Qur'an ini secara cuma-cuma kepada semua umat," kata Abdul Rozak, disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah langsung merespon pujian tersebut dengan kerendahan hati. "Suasana kondusif antar umat beragama di Banten merupakan hasil kerjasama yang harmonis dari seluruh pihak, termasuk masyarakat Banten pada umumnya yang tidak menginginkan adanya gesekan antar umat beragama," ujarnya.
Ratu Atut berpesan kepada MUI Kecamatan Serpong khususnya dan di seluruh Banten pada umumnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan dengan semua pihak seperti Polri, TNI, dan pihak-pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya gesekan antar umat beragama.
"Saya menyampaikan apresiasi terhadap MUI Kecamatan Serpong yang hingga sejauh ini dapat berperan aktif dalam menjaga suasana tenang dan damai di wilayahnya dengan terus menerus menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Saya berharap suasana kondusif ini terus dijaga dan dipelihara," kata Atut.
Selanjutnya, Ratu Atut mengimbau kepada MUI Kecamatan Serpong untuk segera membentuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), yang selanjutnya akan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, dalam kaitan pelaksanaan program-program bidang keagamaan khususnya umat Islam.
Ratu Atut selanjutnya juga menanggapi laporan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Serpong dan Forum Kader Posyandu. Gubernur berencana akan melakukan sinergi dengan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH MH, terkait pembangunan SMA Negeri yang belum ada di Kecamatan Serpong.
"Ibu Gubernur akan berkoordinasi dengan Ibu Walikota untuk membangun SMA Negeri di Kecamatan Serpong dan mudah-mudahan bisa cepat selesai dibangun. Sedangkan soal lahan akan dipelajari dulu oleh Bapak Camat," kata Ratu Atut.***
(wp, as, ml, ratuatut.com)

Rabu, 20 Juli 2011

Ratu Atut Lepas KKM Untirta

20110720-A1-GUBERNUR-LEPAS-2226-PESERTA-KKM-UNTIRTA-2

KOTA SERANG – Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah, Rabu (20/7) pagi melepas 2.226 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dari halaman Pendopo Gubernur Banten. Para mahasiswa tersebut akan mengikuti KKM Tematik yang disebar di 2 wilayah di Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.

Dalam pesannnya Gubernur mengingatkan kepada para mahasiswa peserta KKM agar memiliki tekad, kesungguhan, disiplin dan berakhlak mulia dalam melaksanakan KKM Tematik di tengah-tengah masyarakat dengan tidak lupa untuk juga menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan.

“Selama mengikuti KKM, ikuti kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki masing-masing” tegas Gubernur seraya meyakini peserta KKM Tematik Untirta merupakan calon sarjana yang memiliki kualitas, profesionalisme dan akhlak mulia.

Sementara kepada para Kepala Daerah yang menerima para mahasiswa yang akan mengikuti KKM, Gubernur berharap mereka dapat diterima dengan baik , dilayani dengan baik dan dibimbing dengan baik.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unitirta-H. Sholeh Hidayat mengatakan bahwa pelaksanaan KKM Tematik berdasarkan pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional Pasal 20 Ayat 2 yang menegaskan bahwa Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk tema KKM Tematik Untirta tahun ajaran 2010-2011 yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mendorong Partisipasi Aktif dan Kemandirian Masyarakat Terhadap Penguatan Kelembagaan Perdesaan.

Peserta KKM Tematik Untirta tahun 2011 akan diikuti oleh 2.226 mahasiswa yang akan ditempatkan di 7 kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan 4 kecamatan di Kota Cilegon dengan total Desa berjumlah 100 desa.

Kemudian Pembantu Rektor (Purek) Bidang Akademik Untirta-H.Sadeli Hanafi mewakili Rektor Untirta juga menyampaikan hal senada. “Kepada para peserta KKM Tematik telah kami sampaikan agar menjaga nama baik civitas akademika Untirta seperti berperilaku santun di masyarakat sebagaimana perilaku insan akademik dan melakukan pengabdian sebagaimana mestinya” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ketua LPPM Untirta melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) dengan Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten-H.Andika Hazrumy mengenai pengelolaan lingkungan meliputi pembentukan kampung siaga bencana dilanjutkan dengan penyerahan Compact Disk (CD) yang berisi materi penanggulangan bencana dari Tagana kepada LPPM Untirta. Turur hadir dan menyaksikan pada acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten-Ajak Muslim dan Asda II Kabupaten Pandeglang.

(hms banten, kp)

Minggu, 10 Juli 2011

JAMBORE NASIONAL IX PRAMUKA RESMI DITUTUP

DSC_5412Sumatera Selatan-Wakil Gubernur Banten-H. M. Masduki selaku Ketua Kwartir Daerah Provinsi Banten didampingi anggota Majelis Pembimbing Daerah Provinsi Banten-H. Hudaya menghadiri penutupan Jambore Nasional IX Pramuka tahun 2011 di bumi perkemahan danau Teluk Gelam Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Sabtu (9/7).

Jambore Nasional (Jamnas) IX Pramuka yang berlangsung sejak tanggal 2 juli lalu di bumi perkemahan secara resmi ditutup Wakil Presiden Republik Indonesia-Budiono. Jamnas yang diikuti pramuka penggalang dari 33 provinsi termasuk Provinsi Banten yang mengirimkan kontingennya dari masing-masing Kwartir Cabang Kabupaten Kota se Provinsi Banten juga dihadiri kontingen pramuka dari Singapura serta  Malaysia berjumlah lebih dari 20 ribu orang.

Wakil Presiden-Budiono menyatakan, Pramuka berdiri sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi munculnya paham-paham radikalisme dan terorisme. Paham-paham radikalisme maupun terorisme tidak boleh dibiarkan mengancam keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selendang merah-putih yang selalu melingkar di leher seorang Pramuka adalah simbol kesetiaan pada cita-cita luhur dan eksistensi NKRI”, jelas Wakil Presiden.

"Sebagai Pandu, pramuka Indonesia, adalah calon pemimpin bangsa. Saya harapkan kalian semua memiliki pegangan, memiliki kompas, mengenai mana yang baik dan mana yang buruk”, tambah Wakil Presiden.

Wakil Presiden Boediono berharap para peserta Jambore Nasional IX Pramuka dapat menerapkan pengalamannya selama di perkemahan. Meskipun banyak godaan yang akan dihadapi namun Pramuka sebagai generasi muda harus siap mengambil alih  tongkat kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang.

Sementara Ketua Kwartir Nasional Pramuka-Azrul Azwar menjelaskan bahwa Jambore berlangsung sukses dengan 58 kegiatan, 75 persen dari jumlah kegiatan dilaksanakan di bumi perkemahan danau teluk gelam 25 persen lainnya diluar kawasan danau teluk gelam.

Technorati Tags: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Windows Live Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

WordPress Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

Blogger Labels: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen
Technorati Tags: ,

ratu atut

Rabu, 06 Juli 2011

Ratu Atut Memacu Ekonomi Banten

SERANG—Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan perekonomian Banten. Hal itu disampaikan Ratu Atut dalam setiap kunjungannya ke Kecamatan termasuk di Kecamatan Ciomas, Senin (4/7).

Ratu Atut mengatakan, pembangunan ekonomi Banten menjadi prioritas utama pemerintahannya sebagaimana dalam Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun yaitu 2007-2012. Dalam RPJMD itu, Ratu Atut berani menargetkan laju pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 8 persen atau lebih tinggi 2 persen di atas pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 6 persen.

Hasilnya, tak mengecewakan. Dalam kajian terbaru yang dirilis Kantor Bank Indonesia awal Mei 2011 lalu, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Banten mengalami peningkatkan menembus 632 persen. Meski belum sesuai target, namun tetap lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,50 persen

Dalam rilis Bank Indonesia disebutkan, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR).

Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional. Menurut Ratu Atut, meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi itu salah satunya dipengaruhi iklim investasi yang semakin baik.

“Tingkat investasi di Banten, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) terus meningkat. Namun, hal itu tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justru menjadi tantangan bagi kita untuk bekerja lebih keras, bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten,” tandasnya.

Ratu Atut  mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap semangat dan bekerja keras dalam memacu pertumbuhan ekonomi Banten. Sebab menurutnya, pembangunan ekoomi tidak bisa hanya diserahkan kepada satu pihak saja, melainkan butuh kerja sama dan dukungan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat secara umum.

Dalam rilis Kantor Bank Indonesia Serang menyebutkan, semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama itu, menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini.

Pertumbuhan ekonomi nasional hingga triwulan III 2010 mencapai 5,82 persen. Sedangkan pada awal Mei 2011, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai angka 6 50 persen.

“Gelombang gairah peningkatan kinerja perekonomian juga sampai ke Banten. Berbagai indikator ekonomi menunjukkan pencapaian yang sangat baik,” kata Pimpinan Bank Indonesia (BI) Serang, Andang Setyobudi belum lama ini.

Andang sebelumnya memerkirakan, pertumbuhan ekonomi Banten mampu mendekati level 6 persen, (years on years) pada 2010. Sementara itu. inflasi Banten masih tetap lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yakni pada angka 6,1 persen.

"Ini suatu pencapaian yang baik dan patut kita syukuri bersama. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan jajaran Pemprov Banten, perbankan, berbagai instansi, para pelaku usaha dan seluruh pihak lain yang telah berupaya melaksanakan perannya dalam mendukung kemajuan perekonomian Banten” pungkasnya.

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut


SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Guru Penting bagi Kualitas SDM Banten

Baliho-stiker PortraitSerang - Ratu Atut sangat perhatian terhadap kondisi guru, baik di negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal.  Setiap terjun ke masyarakat, Ratu Atut selalu mendengarkan keluhan masyarakat khususnya para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan bahkan guru ngaji. laporan disampaikan juga oleh beberapa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan, Ketua Himpaudi (Himpunan Paud Indonesia) menceritakan kondisi terkini tentang lembaga PAUD dan guru-guru yang dinaunginya. Ratu Atut mengetahui dan meyakini betul bahwa kunci untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) Banten yang berkualitas dan berkompeten di masa akan datang, terletak pada guru.

"Guru merupakan komponen yang sangat strategis dan mendasar untuk mendukung dan mendorong setiap upaya pembangunan pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan komponen utama dalam setiap upaya percepatan dan perluasan pembangunan di sektor lainnya," tutur Ratu Atut dalam suatu kesempatan saat kunjungan kerja ke Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, (28/6/2011).

Menurut Atut, pendidikan mempengaruhi secara penuh terhadap pertumbuhan ekonomi dan peradaban suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga terhadap fertilitas, mortalitas dan migrasi masyarakat.

Pendidikan, lanjut Atut, juga faktor penting dalam proses transformasi sosial. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila negara yang berpenduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Secara filosofis, pendidikan sangat bermanfaat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan.

"Bagi masyarakat, pendidikan bermanfaat dalam memperkuat kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Pendidikan juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi SDM jangka panjang," tambahnya.

Ratu Atut secara konsisten memacu para guru untuk meningkatkan kualitasnya. Ia selalu mendorong dan menyemangati para guru yang masih berijazah SMA untuk kuliah mengambil gelar S1. Sedangkan yang masih berijazah SMP (biasanya guru PAUD) mengikuti Paket C untuk mendapatkan ijazah SMA dan berlanjut sampai kuliah.

"Bagi yang masih harus mengambil Paket C, tidak usah malu-malu. Kalau kita mau maju dan mengembangkan kemampuan harus membuang jauh-jauh rasa malu," ujarnya memberi semangat.

Khusus kepada para guru ngaji, Ratu Atut, juga menaruh perhatian yang besar. Sebab, menurutnya, guru ngaji merupakan komponen strategis dalam meletakkan dasar nilai-nilai akhlakul karimah berlandaskan iman dan taqwa. "Ilmu duniawi tanpa dilandasi keimanan dan ketaqwaan justru potensial menimbulkan bencana," tuturnya.

(as)

Selasa, 28 Juni 2011

Ratu Atut Menghimbau Masyarakat mempopulerkan Batik Banten

sambil santai silahkan kunjungi: www.ratuatut.com www.bantenbersatu.com (adv) Smile

Jakarta - Ratu Atut Chosiah yang juga Gubernur Banten mengimbau masyarakat untuk lebih mempopulerkan baju batik, terutama corak khas Banten, agar makin dikenal dan kelanjutan tradisinya menjadi identitas budaya asli Indonesia.

``Langkah ini untuk melestarikan budaya batik Banten sehingga tidak mudah diklaim negara lain seperti beberapa kasus sebelumnya," ujar Atut dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu (26 juni 2011)

Sejak awal September 2009, ujarnya, Pemprov Banten telah mewajibkan semua PNS menggunakan batik setiap hari Jumat. "Melestarikan budaya batik tidak hanya oleh aparatur pemerintahan. Masyarakat luas juga diharapkan turut serta melestarikan dan mengembangkan budaya batik Banten," ujar Atut.

Hari Batik tersebut, ia menambahkan, digunakan juga untuk mengkampanyekan Batik Banten. Apalagi, kata dia, Banten sudah memiliki motif Batik yang berbeda dengan batik lainnya di Indonesia.

Lebih lanjut Atut menjelaskan bahwa pemakaian batik merupakan keistimewaan tersendiri karena batik sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Dia meminta kepada seluruh masyarakat di Banten untuk terus mensosialisasikan baju batik tersebut.

Batik Banten mulai terdengar sekitar tahun 2003 setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Banten Oktober 2003 tentang pembentukan panitia peneliti batik Banten yang memicu batik ini dibudidayakan.

Menurut Uke Kurniawan, wakil ketua panitia penelitian batik Banten saat itu, sejak adanya SK Gubernur Banten itu telah dilakukan pengkajian motif. Pada dasarnya pengkajian itu telah dilakukan sejak tahun 2002 dan setelah dibentuk panitia penelitian pada Oktober 2003, mulai dilakukan studi banding ke Pekalongan dan Solo.

"Sumber daya arkeologi yang memiliki seni hias Banten belum banyak terungkap. Hal ini yang menjadi bahan pemikiran bersama. Di antara sumber daya arkeologi yang telah terungkap secara sistematik antara lain pada Artefak Terwengkal, hasil penggalian Pusat Penelitian Arkeologi Universitas Indonesia tahun 1976," kata Uke.

Dijelaskannya bahwa transformasi motif dari Terwengkal ke suatu kain batik Banten merupakan upaya-upaya menghidupkan kembali seni hias Banten yang telah hilang sejak abad ke-17. Penyelamatan dan pelestarian potensi kekayaan intelektual masyarakat Banten yang telah hidup ratusan tahun itu telah diwujudkan ke dalam berbagai wahana, baik pada seni hias ornamental bangunan maupun pada seni hias kain yaitu batik.

"Setelah studi banding tersebut, kita mulai membuat contoh batik yang akan diproduksi. Pada bulan Januari, produk batik tersebut kita patenkan di HAKI Tangerang," ujar Uke.(*)

Minggu, 26 Juni 2011

Ratu Atut: Ayo Jauhi Narkoba untuk Banten Sehat


Serang- Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah, SE menghadiri Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tingkat Kabupaten Serang  yang diawali jalan santai oleh masyarakat Anyer di Tajung Tum-anyer hari Minggu (26 Juni 2011).

Ratu Atut menyambut baik dilaksanakanya kegiatan ini sebagai semangat Bupati Serang menjadikan masyarakat kabupaten Serang tahun 2015  bebas narkotika. “Tentunya cita-cita ini amat sangat mulya dan harus didukung bersama-sama terutama kepada  ibu–ibu dan bapak-bapak selaku orang tua  agar mengawasi dengan baik yaitu prilaku atau pergaulan puta-putri kita agar supaya tidak terjerumus  dan berikanlah putra-puri kita aktivitas yang positif  supaya tidak ada waktu luang untuk bergaul dengan kelompok yang menjerumuskan karena narkotika tidak hanya tesebar dikalangan sekolah dasar, SMP mapun SMA, tapi juga merahmbah perguruan tinggi.” Jelas Ratu Atut.

“Untuk itu pada peringatan hari anti narkoba internasional tingkat kabupaten serang  gubernur mengajak kepada seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Banten, khusnya jajaran aparatur pemerintah baik Provinsi, Kabupaten/Kota dan jajaran muspidanya, kepolisian, camat, kepala Desa dan RT/RW mari kita eratkan kebersamaan kita dan bulatkan tekad kita untuk memerangi narkotika, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Serang ini.” Sambung Ratu Atut dengan semangat.