Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Ratu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratu. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Tingkatkan Hubungan Ekonomi, Indonesia-Cina Bentuk Komisi Bersama

BEIJING –- Pemerintah Indonesia dan Cina bersepakat untuk membentuk komisi bersama. Hal itu untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
“Komisi ini langsung melapor ke Presiden jika di Indonesia. Sedangkan jika di Cina melapor langsung ke Presiden dan Perdana Menteri,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti dilaporkan wartawan Republika, Nasihin Masha dari Beijing, Cina, Sabtu (24/3).
Di hari terakhir kunjungannya ke Cina, Presiden mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan poin-poin penting hasil pertemuannya dengan para pemimpin Cina. Presiden mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao, PM Cina Wen Jiabao, dan Ketua Polit Biro Partai Komunis Cina Li Changchun.
Dalam lawatannya ini, Presiden didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, Mendikbud M Nuh, Menpora Andi A Mallarangeng, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Selain itu, turut pula empat anggota parlemen dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah. Juga ikut pula Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung. Selain itu, para pengusaha Indonesia juga dihadirkan untuk dipertemukan dengan pengusaha Cina. Para pengusaha itu berhasil melakukan 15 penandatangan kerja sama, sedangkan pemerintah menandatangani enam kesepakatan.
Adapun komisi-komisi itu, kata Presiden, di antaranya Komisi Perdagangan dan Investasi, Komisi Pertanian, Komisi Pariwisata, Komisi Energi, dan Komisi Pertahanan. Pembentukan komisi-komisi tersebut bertujuan untuk melancarkan hubungan kedua negara. “Sehingga makin efektif dan fokus,” katanya.
Sejak 2005, kata SBY, Indonesia menetapkan Cina menjadi mitra strategis. Hal itu dilakukan ketika Hu Jintao melakukan kunjungan ke Indonesia. Sejak itu, hubungan Indonesia dan Cina meningkat di segala bidang. Presiden juga menjelaskan, saat ini Indonesia telah menetapkan 14 negara sebagai mitra strategis. Di antaranya, Korea Selatan, Jepang, India, Brasil, Australia, Amerika Serikat, Rusia, dan Afrika Selatan.
“Kemitraan strategis itu kemitraan yang komprehensif untuk kepentingan nasional,” katanya.
Lebih lanjut SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus pandai menangkap dan mencari peluang. Cina bersama India dan Indonesia adalah tiga negara yang tetap mencapai pertumbuhan yang tinggi  dan konsisten selama krisis 2008. Cina merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Asia dan kedua di dunia.

Sedangkan Indonesia terkuat di Asia Tenggara dan keenam belas di dunia. Dengan saling bersinergi di antara kedua negara maka diharapkan akan saling menguntungkan kedua negara bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu strateginya adalah dengan kerja sama ekonomi karena bisa memberi manfaat riil.
Karena di saat krisis yang lalu, kata Presiden, justeru kedua negara mengalami peningkatan volume perdagangan. Sedangkan di bidang investasi, katanya, walau berkembang tapi belum sesuai potensi. Di bidanfg energi, katanya, perlu frame work yang baru dengan mengutamakan kepentingan dalam negeri. Sedangkan untuk bidang hukum, politik, dan pertahanan juga terus berkembang. “We are on the right track,” katanya.
Presiden mengakui ada hal-hal yang kemudian menimbulkan “kegaduhan”. Untuk itu, ia menyelesaikannya satu demi satu untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Di antaranya ia menyampaikan langsung soal kesulitan Bank Mandiri untuk membuka cabang di Shanghai. Ada masalah yang tersisa dari pembangunan pembangkit listrik. Juga menyangkut kasus gas di Tangguh. “Semua sepakat untuk duduk bersama untuk mencapai solusi yang diterima bersama,” katanya.

http://www.republika.co.id//berita/nasional/umum/12/03/24/m1dwpv-tingkatkan-hubungan-ekonomi-indonesiacina-bentuk-komisi-bersama

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Minggu, 30 Oktober 2011

Ratu Atut–Rano Karno Menangi Pilgub Banten 49,64 %

ratu atut rano karnoSerang - Pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten 2011. Perolehan suara itu terungkap dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Pilkada Banten di Serang, Minggu, 30 Oktober 2011.
Pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara terbanyak di tujuh kabupaten/kota dari delapan kabupaten/kota di Banten yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Serang.
Sementara di Kota Tangerang suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari delapan KPU kabupaten/kota menunjukkan, pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno meraih 2.136.035 suara atau 49,64 persen, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita memperoleh 1.674.957 suara atau 38,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki memperoleh 491.432 suara atau meraih 11,42 persen dari total suara sah 4.302.424 suara.
Rapat Pleno terbuka KPU Banten dipimpin Ketua KPU Hambali dan dihadiri empat anggota KPU Banten Didi M Sudih, Nasrullah, Lukman Hakim, dan Agus Supriyatna. Pleno KPU Banten juga dihadiri KPU kabupaten/kota dan Panwas provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat Pleno KPU Banten juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kol Inf Joko Warsito serta unsur Muspida Provinsi Banten.
Namun, rapat pleno terbuka KPU Banten tersebut tidak dihadiri pasangan calon gubernur nomor urut dua dan tiga dan hanya pasangan nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Rano Karno yang datang menjelang akhir rapat pleno.

Rabu, 05 Oktober 2011

Visi Misi Ratu Atut Rano Karno

ratu atut rano karnoSERANG - Pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno mengusung semangat pembaruan dalam penyampaian visi dan misi cagub-wagub pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Banten, di KP3B, Serang, Rabu (5/10/2011).
"Banten yang akan mengawali dasawarsa kedua berada pada momentum yang sangat menentukan dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk melangkah lebih maju dari haril-hasil pembangunan yang telah dicapai pada dasawarsa pertama sejak berdirinya pada tahun 2000," kata Ratu Atut.
Selama 11 tahun berdiri, Banten telah menimba banyak pengalaman sekaligus memperlihatkan perubahan dan kemajuan di berbagai sektor pembangunan. Oleh sebab itu, pengalaman tersebut haru menjadi pijakan awal untuk merancang dan menciptakan "suasana baru" yang disesuaikan dengan perkembangan dan dinamika masyarakatnya.
"Suasana baru itu hanya dapat diwujudkan oleh pemimpin yang telah memiliki pengalaman mumpuni untuk menerapkan konsep kepemimpinan yang inovatif dalam sistem birokrasi dan dan tata kelola pemerintahan," tambahnya.
Pemimpin Banten ke depan, sambung Ratu Atut, haruslah merupakan representasi seorang figur yang telah membuktikan diri mampu mendayagunakan dan mengembangkan berbagai potensi daerah dalam rangka meningkatakan kesejahteraan masyarakat. Ia juga harus mampu memainkan peran sebagai penggerak dalam memberdayakan masyarakat agar siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
"Oleh sebab itu, Banten ke depan, harus dikelola oleh aparatur yang bukan sekadar memiliki keterampilan dan kemampuan profesional dalam melaksanakaan tugas dan fungsi pelayanan publik, melainkan juga memiliki semangat pembaruan, semangat perubahan, dengan menjunjung tinggi etika dan moral, berdedikasi dan memiliki loyalitas," paparnya.
Dalam penyampaian Visi dan Misi Pembangunan Daerah 2012-2017, Ratu Atut juga meluncurkan 12 Program Unggulan yang merupakan implementasi dari 5 misi. Ia mengatakan 12 program unggulan merupakan rumusan yang dapat lebih mudah diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya.
Misi yang pertama adalah peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah dan kawasan untuk pemenuhan layanan dasar dan peningkatan daya saing daerah. Misi ini direalisasikan dalam dua program, yaitu pengembangan infrastruktur wilayah dan kawasan, serta peningkatan pengelolaan sumber daya alam, ruang dan lingkungan hidup.
Sedangkan misi kedua adalah pemantapan iklim investasi yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misi ini akan direalisasikan dalam tiga program, yaitu peningkatan peluang usaha dan kesempatan kerja, pengembangan produk unggulan daerah yang inovatif dan peningkatan aksesibilitas usaha ekonomi masyarakat.
Misi ketiga, peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang religius, cerdas dan berdaya saing. Ada tiga program unggulan yang melepat pada misi ini, yaitu peningkatan kesadaran beragama dan keragaman budaya dalam kehidupan bermasyarakat, peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakaat yang berkualitas dan terjangkau, serta pengembangan kreativitas dan inovasi teknologi dalam meningkatakn SDM yang berdaya saing.
Sementara misi keempat adalah penguatan semangat kebersamaan antar-pelaku pembangunan dan sinergitas pemerintahan Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota menuju kehidupan masyarakat yang selaras, serasi dan seimbang. Dalam misi ini ada tiga program yang akan dilaksanakan, yaitu peningkatan partisipasi dan keterwakilan masyarakat dalam pembangunan daerah, penguatan peran pemerintah provinsi dalam pembangunan daerah, dan peningkatan kualitas penyelenggaraan kerjasama pemerintahan dan pembangunan.
Dan misi terakhir, kelima, adalah peningkatan mutu dan kinerja pemerintahan daerah yang berwibawa menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Khusus di misi ini hanya akan dilakukan satu program, yaitu pengembangan kapasitas kelembagaan dan aparatus pemerintahan daerah dalam meningkatkan pelayanan publik.
Dalam perspektif lima tahun ke depan, pasangan Ratu Atut-Rano Karno menyatakan niat besarnya untuk mewujudkan visi dan misi, sebagai langkah-langkah berkelanjutan dari yang telah dilakukannya selama lima tahun terakhir menjadi Gubernur Banten.
Mereka menyatakan optimistis, berbagai program pembangunan di Provinsi Banten akan mencapai keberhasilan apabila seluruh proses penyelenggaraan dilakukan dengan mengacu pada prinsip dasar penyelenggarakan pemerintahan, yaitu Good Governanace dan Clean Government, Integritas, Akuntabilitas, Kesetaraan dan Keadilan serta transparasi dan partisipatif dalam semangat kebersatuan. Demikian Ratu Atut.

(ibuatut.com)

Kamis, 01 September 2011

Ratu Atut: Idul Fitri waktu yang tepat untuk Bersatu

Serang - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, mengatakan, rekonsiliasi antar-elit politik dan pejabat negara harus dilakukan dengan perbuatan yang nyata dan bukan hanya dengan ucapan saja.
"Dengan momentum Idul Fitri kita kembali ke fitrah dan saling memaafkan untuk memberikan contoh baik kepada masyarakat," kata Atut saat menggelar "silaturahim terbuka" di Serang, Rabu (31/8/2011).
Ia mengatakan, rekonsiliasi dilaksanakan dengan perbuatan secara nyata, sikap, perilaku, moral dan tidak saling hujat menghujat sesama anak bangsa.
Perbuatan tersebut harus dilakukan para elit politik setiap saat dan bukan hanya omong belaka.
Apalagi, saat ini umat Islam merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Momentum Idul Fitri sangat tepat untuk memulai perbuatan baik dan benar tanpa saling bertikai maupun hujat menghujat.
"Jika para elit politik melakukan perbuatan baik dan benar tentu negara akan damai sentosa juga memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, momentum Lebaran bisa dijadikan rekonsiliasi para elit politik untuk memperjuangkan kepentingan bangsa yang besar dengan tanpa kepentingan golongan tertentu.
Selama ini, kata dia, rekonsiliasi antar-elit politik cukup baik dan ke depan terus semakin damai tanpa pertikaian.
Karena itu, silaturahim para elit politik yang dilakukan setiap Idul Fitri bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dengan damai.
Apabila negara damai dan bersatu tanpa perselisihan dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri.
Atut menambahkan, pihaknya pada Idul Fitri 1432 Hijriah meminta maaf kepada seluruh masyarakat, pejabat daerah maupun pengurus partai politik di wilayah Banten bila ada kesalahan. "Manusia tidak lepas dengan kesalahan dan kekhilafan," ujarnya.

(ant)

Sabtu, 30 Juli 2011

Ratu Atut: BUMP Tingkatkan Kesejahteraan Hidup Petani

ratu-atut-dan-bump

SERANG - Para petani di provinsi Banten, tidak akan lama lagi akan memiliki sebuah lembaga perusahaan bernama Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Langkah ke arah itu sudah semakin dekat, setelah digelarnya Workshop Pengembangan BUMP dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, di Ratu Hotel Bidakara, Serang, Jumat (28/07/2011).
Wrokhop yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten dengan dukungan dari PT. Vitafarm Indonesia, menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya pakar CSR, Prof. Dr. Is. Totok Mardikanto, MS, SQM, pakar pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dirjen Hortikultura Deptan RI, Prof. Dr. Ir. Ahmad Dimyati, serta Prof. Guru Bear Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Dr. Ir. Taular Simarmata, MS.
Gubernur Banten yang tampil sebagai "keynote speech" mengatakan, dukungannya terhadap pembentukan BUMP karena lembaga ini tidak saja akan berdampak besar terhadap pemberdayaan petani, di sisi lain bisa menjadi solusi percepatan dalam meningkatkan kesejahteraan hidup para petani di Banten. "Kita harapkan BUMP juga akan memperkokoh ketahanan pangan," tandasnya.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Atut, telah berkomitmen akan memberikan dukungan pada sektor pertanian dengan meningkatkan sarana-prasarana infrastruktur, dengan mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar satu kecamatan yang akan disalurkan pengelolaannya melalui PNPM Pedesaan. "Satu milyar itu pemanfaatannya akan lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur pedesaan termasuk pertanian," tambah Ratu Atut.
Di sisi lain, Pemprov juga berusaha semaksimal mungkin mempertahankan luas lahan pertanian, dengan menetapkan wilayah-wilayah pertanian yang tidak bisa diganggu gugat fungsinya oleh siapapun, baik pemerintah, kalangan swasta atau pihak manapun. Sementara juga terus berupaya mengkondisi wilayah yang masih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian.
"Saya sebagai gubernur yang berasal dari desa, harus memperhatikan pentingnya lahan pertanian dan kesejahteraan para petani, karena hasil kerja keras mereka merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Pemerintah telah berkomitmen akan memprotek lahan-lahan pertanian, terutama daerah lumbung padi seperti Pandeglang dan Lebak," katanya.
Dalam setiap kunjungan kerjanya ke berbagai kecamatan, gubernur wanita pertama dan satu-satunhya di Indonesia ini, juga selalu mengingatkan kepada kalangan petani agar memperhatikan regenerasi tenaga pelaku pertanian dengan menggiatkan pembinaan Kelompok Pemuda Tani. "Sebab, saya khawatir anak-anak muda di pedesaan lebih tertarik mengejar lapangan pekerjaan di sektor industri. Padahal, potensi di sektor pertanian tak kalah bagusnya," tambah Atut.
Ratu Atut mengharapkan, dengan terbentuknya BUMP nanti akan membuka harapan yang lebih cerah bagi para petani, dengan lebih terbukanya kemungkinan sinergi dengan badan usaha daerah (BUMD) maupun badan usaha negara (BUMN), bahkan termasuk dengan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Banten.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Ir. H. Agus M. Tauhid, S. M.Si mengatakan, selain keuntungan dari kepemilikan saham petani, keberadaan BUMP juga memberikan jaminan pasar dan berbagai kebutuhan setiap menghadapi musim tanam. Adanya kepastian akan keuntungan dan kesiapan sarana-prasarana menjelas musim tanam, maka akan memberikan nilai tambah kepada seluruh komponen dalam usaha pertanian. "Tentu saja tidak meninggalkan budaya dan kearifan lokal Banten," tandasnya.

(as, ratuatut.com)

Technorati Tags:

Sabtu, 02 Juli 2011

Guru Penting bagi Kualitas SDM Banten

Baliho-stiker PortraitSerang - Ratu Atut sangat perhatian terhadap kondisi guru, baik di negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal.  Setiap terjun ke masyarakat, Ratu Atut selalu mendengarkan keluhan masyarakat khususnya para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan bahkan guru ngaji. laporan disampaikan juga oleh beberapa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan, Ketua Himpaudi (Himpunan Paud Indonesia) menceritakan kondisi terkini tentang lembaga PAUD dan guru-guru yang dinaunginya. Ratu Atut mengetahui dan meyakini betul bahwa kunci untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) Banten yang berkualitas dan berkompeten di masa akan datang, terletak pada guru.

"Guru merupakan komponen yang sangat strategis dan mendasar untuk mendukung dan mendorong setiap upaya pembangunan pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan komponen utama dalam setiap upaya percepatan dan perluasan pembangunan di sektor lainnya," tutur Ratu Atut dalam suatu kesempatan saat kunjungan kerja ke Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, (28/6/2011).

Menurut Atut, pendidikan mempengaruhi secara penuh terhadap pertumbuhan ekonomi dan peradaban suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga terhadap fertilitas, mortalitas dan migrasi masyarakat.

Pendidikan, lanjut Atut, juga faktor penting dalam proses transformasi sosial. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila negara yang berpenduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Secara filosofis, pendidikan sangat bermanfaat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan.

"Bagi masyarakat, pendidikan bermanfaat dalam memperkuat kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Pendidikan juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi SDM jangka panjang," tambahnya.

Ratu Atut secara konsisten memacu para guru untuk meningkatkan kualitasnya. Ia selalu mendorong dan menyemangati para guru yang masih berijazah SMA untuk kuliah mengambil gelar S1. Sedangkan yang masih berijazah SMP (biasanya guru PAUD) mengikuti Paket C untuk mendapatkan ijazah SMA dan berlanjut sampai kuliah.

"Bagi yang masih harus mengambil Paket C, tidak usah malu-malu. Kalau kita mau maju dan mengembangkan kemampuan harus membuang jauh-jauh rasa malu," ujarnya memberi semangat.

Khusus kepada para guru ngaji, Ratu Atut, juga menaruh perhatian yang besar. Sebab, menurutnya, guru ngaji merupakan komponen strategis dalam meletakkan dasar nilai-nilai akhlakul karimah berlandaskan iman dan taqwa. "Ilmu duniawi tanpa dilandasi keimanan dan ketaqwaan justru potensial menimbulkan bencana," tuturnya.

(as)

Rabu, 29 Juni 2011

Ratu Atut: Swasembada Beras Perlu diLANJUTKAN

www.ratuatut.com www.bantenbersatu.com www.twitter.com/hjratuatut  www.facebook.com/ratuatutchosiyah www.ratuatut.blogspot.com

Ratu Atut Chosiyah, perempuan cantik yang juga Gubernur Banten, optimistis daerahnya mampu melanjutkan dan meneruskan swasembada beras sekaligus sebagai kontributor terbesar produksi beras nasional.

Menurut Ratu Atut, panggilan perempuan yang selalu tersenyum indah ini di gubernuran, Selasa (28/6), peningkatan produksi beras Banten siap disumbangkan dari Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Technorati Tags: ,

Tahun lalu, ujar dia, Kaduhejo berhasil menaikkan produksinya sekitar 1 ton per hektar lahan berkat program-program yang dicanangkan Departemen Pertanian dan Distanak Provinsi Banten, seperti SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) dan Gerakan Aksi Membangun Pertanian Rakyat Terpadu.

"Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, saya juga tidak bosan-bosan menggaungkan target surplus produksi beras pada 2011 ini, khususnya di kecamatan yang menjadi sentra tanaman padi, seperti Kecamatan Cikeusal dan Padarincang," ujarnya.

Lebih lanjut, Atut mengatakan bahwa pihaknya juga berupaya memberikan dorongan terhadap pengembangkan pertanian.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi, mengatakan, selama ini Pandeglang memberikan kontribusi sangat tinggi terhadap produksi beras Banten, sedangkan Kaduhejo merupakan kecamatan dengan produksi beras yang cukup tinggi.

Berdasarkan catatan yang ada, kontribusi Pandeglang terhadap produksi beras hingga 30,82 persen dari total 2.048.047 ton gabah kering giling (GKG). Hasil itu lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya seperti Lebak (23.69 persen), Kabupaten Serang (20.54 persen) dan Kabupaten Tangerang (20.01 persen).

Peningkatan produksi beras Kaduhejo semakin menonjol sejak adanya aprogram SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu). Program yang diguliskan Departemen Pertanian melalui Dinas Tanbun (Pertanian dan Perkebunan) Kabupaten Pandeglang Banten ini dinilai sangat besar dampaknya.

Dengan adanya SLPTT itu, pada setiap musim tanam produksi pertanian meningkat 1 ton per hektar. Jika sebelumnya rata-rata produksi mksimal sekitar 5,5 ton per hektar, kini meningkat menjadi 6,5 ton per hektar.

Program tersebut tersebar di sembilan desa, di Kaduhejo. Kelompok tani (Poktan) yang menggarap program ini berjumlah 26 poktan penerima program padi dan tiga poktan penerima program jagung.

Areal pertanian yang disediakan untuk mendukung program ini seluas 725 ha, yang terdiri dari 650 ha untuk tamanan padi dan 75 ha untuk tanaman jagung.

Sementara lokasi Laboratorium Lahan Percontohan untuk 29 kelompok seluas 29 ha, yang dialokasikan masing-masing kelompok 1 ha.

Erwan optimistis, produksi beras Kabupaten Pandeglang tahun ini akan meningkat dan bisa mendukung pencapaian target provinsi. Bahkan, bukan mustahil bisa melampaui target.

Provinsi Banten tahun ini manargetkan produksi beras sebanyak 2.190.632 ton gabah kering keliling (GKG), sementara hingga April lalu produksinya sudah mencapai 859.401 ton.

"Kami akan berusaha keras menaikan produksi beras guna mendukung target Banten menjadi daerah swasembada beras dan memberikan kontribusi terbesar bagi produksi tingkat nasional," kata Erwan. (Smile )

Jumat, 10 Juni 2011

Mengaji dan Mengkaji al-Quran dengan Gemmar Mengaji


Ratu Atut Chosiyah


PROVINSI Banten merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan penerapan program "Gerakan Maghrib Mengaji" (Gemmar Mengaji), di samping DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya sebagai Gubernur sangat antusias untuk menyukseskan program ini. Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, saya selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat khususya warga Muslim untuk aktif ikut mengembali kebiasaan mengaji selepas melaksanakan shalat maghrib.

Mengaji sesudah shalat maghrib, dulu menjadi kebiasaan yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banten. Namun, kebiasan tersebut lambat laun makin menghilang. Sudah semakin jarang terlihat anak-anak berbondong-bondong membawa Al-Qur'an ke masjid maupun ke rumah guru ngaji. Padahal, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan remaja dan pemuda. Dengan mengaji dan mengkaji Al-Qur'an merupakan solusi efektif dalam membentengi anak-anak dari segala pengaruh buruk.

al-Quran Mushaf Al-Bantani yang saya bagikan dalam setiap kesempatan berkunjung ke masyarakat saya menekankan pentingnya peran kaum ibu untuk menghidupkan kembali kebiasaan mengaji maghrib dalam kehidupan masyarakat.

Para ibu biasanya lebih dekat dengan anak-anaknya. Kaum perempuan sangat potensial untuk dapat menyukseskan program Gemmar Mengaji. Sehabis menunaikan sholat Maghrib, anak-anak dibimbing untuk belajar mengaji, baik mengajarkan sendiri di rumah maupun melalui guru ngaji yang ada di lingkungan masing-masing. Mengaji merupakan upaya mengenalkan dan memperdalam isi kandungan Al-Qur’an agar umat manusia bisa memahami dan melaksanakan makna yang terkandung di dalamnya.

Saya mengingatkan kepada seluruh warga Banten terhadap tayangan media yang negatif khususnya televisi, tugas orang tua mendampingi dan memberikan masukan positif bagi anak, agar dapat menyaring dan memilah yang baik.

Program Gemmar Mengaji akan sukses jika dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah, khususnya melakukan pembinaan bidang pendidikan agama. Melalui keluarga yang kokoh tingkat keyakinan dan pemahamannya terhadap ajaran agama, akan mewujudkan bangsa atau daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun gofuur.

Terimakasih.

Kamis, 09 Juni 2011

Usung Atut, Golkar Tangsel Targetkan 50 Persen Suara


DPD Partai Golkar akan segera menggelar Rakerda pada 19 Juni mendatang yang salah satu agendanya adalah membentuk tim pemenangan Pilgub Banten untuk wilayah Tangsel. Hal itu dilkukan dalam rangka memenangkan Cagub yang disusung DPP Partai Golkar, yakni Ratu Atut Chosiyah
“Golkar Tangsel akan segera membentuk pengurus kelurahan (Pekel) yang tersebar di 17 Kecamatan yang di Tangsel. Sebab saya yakin, kalau mesin partai berjalan dengan baik, kemenangan Pilgub Banten akan diraih Partai Golkar,” ujar Sihabuddin Hasyim, Ketua Pembina Wilayah DPD Partai Golkar Tangsel.
Sihabuddin melanjutkan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tangerang Selatan menargetkan 50 persen suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten Oktober mendatang. Ini sesuai dengan target suara yang diperoleh Golkar saat mendukung pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam Pemilukada Tangsel.
Menurutnya, patokan Golkar dalam perolehan suara adalah saat Pemilukada Tangsel. Dalam Pemilukada Tangsel, Golkar Tangsel berhasil meraih 50 persen suara.
“Persoalan pasangan siapa saja yang diusung Partai Golkar, kami mengikuti keputusan para petinggi partai. DPD Partai Golkar Tangsel tidak mau merecoki kebijakan partai dalam menetapkan pendamping Cagub (Atut, red),” katanya.
Untuk memenangkannya, pihaknya terus melakukan konsolidasi di internal partai, agar saat tahapan hingga pencoblosan Cagub dan Cawagub Banten, mesin Partai Golkar Kota Tangsel berjalan dengan baik. (mhl).

Gubernur Atut Kian Digandrungi Remaja

Ratu Atut Chosiyah Kibarkan Bendera PMI saat Peringatan PMI Internasional

Serpong, Tapos. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur mendatang kian mendapat dukungan dari masyarakat. Kalangan Anak Baru Gede (ABG) juga tak mau kalah menggandrungi Bubernur yang akrab disapa atau dipanggil ibu ini.

Hal itu setidaknya terlihat disela-sela Rapat Kerja (Rakerprov) KNPI Propinsi Banten yang diadakan di Country Padang golf Modernland Kota Tangerang baru-baru ini, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah masih sempat berbincang dan berfoto ria asyik dengan para Cady golf layaknya orang selebritis ternama yang sedang dielu-elukan para penggemarnya terutama kaum ABG.

Dengan senyum manis Atut berpesan kepada Cady tersebut untuk menggunakan hak pilihnya sebagai generasi penerus bangsa. “Kalian semua adalah penerus generasi muda bangsa,” kata Atut dismbut dengan senyuman manis dari para Cady yang usianya baru meningjak ABG ini.

Salah satu Cady yang sempat berbincang dengan Bantenpost, Ayu mengatakan dirinya sangat kagum dengan penampilan Gubernur Atut serta baru kali ini bertemu langsung dengan Atut, sehingga dia pun tak sungkan untk ikut foto bareng dengan gubernur yang menurutnya sangat cantik.

“Aku baru kali ini mas ketemu langsung dengan gubernur Atut, ternyata cantik juga yah orangnya, ramah lagi. Makanya kami bersama teman-teman foto bareng dengan bu Atut, lumayanlah buat kenang-kenangan, kan entar bisa di upoad di Facebook saya hee...,” cetus gadis manis yang sudah tiga tahun bekerja sebagai cady ini sambil tersenyum simpul.

Sumber: Banten Pos, 8 Juni 2011

BI: Investasi di Banten Makin Meningkat

SERANG-Bank Indonesia (BI) Serang memerkirakan perkembangan investasi di Banten akan terus mengalami peningkatan pada tahun mendatang, terutama pada proyek infrastruktur.
“Pada triwulan 1/2011, peningkatan investasi banyak direalisasikan, terutama untuk proyek infrastruktur pemerintah, pembangunan properti residensial maupun komersial, dan pembangunan pabrik untuk industri pengolahan khususnya di wilayah Tangerang, Serang, dan Cilegon yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi Banten,” kata Andang Setyobudi, Pemimpin Kantor BI Serang seperti dikutip dari media online nasional, Sabtu (4/6) lalu.
Ia mengatakan, perbaikan infrastruktur di wilayah Tangerang untuk proyek konstruksi penambahan lajur ruas simpang susun Kebon Jeruk-Tangerang atau pada ruas jalan tol Jakarta-Tangerang. Proyek tersebut telah dimulai sejak triwulan 1/2011 hingga akhir tahun ini.
Selain itu, progres proyek perbaikan jalan tol dari Bitung-Merak pada triwulan 1/2011 telah mencapai 30 persen dari total proyek, sehingga pada tahun 2012 diperkirakan telah dapat diselesaikan. Penyelesaian proyek fly over Balaraja di Kabupaten Tangerang dan di sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, juga sudah dalam tahap akhir.
Sementara itu, investasi di sektor perumahan, drainase, apartemen, pusat pembelanjaan, dan hotel terjadi di berbagai daerah terutama di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang.
Andang mengatakan, dengan perbaikan infrastruktur tersebut, pembangunan pada sektor-sektor lainnya akan dapat terdorong secara lebih baik dan pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2011 diharapkan dapat lebih tinggi dari perkiraan semula.
Sementara itu, investasi yang dilakukan oleh swasta juga terus menunjukkan peningkatan. Perusahaan petrokimia terbesar di Banten yang juga telah melakukan merger pada triwulan 1/2011 sedang melakukan peningkatan produksi ethylene, polyethylene, polypropylene dan berbagai produk petrokimia lainnya.
“Peningkatan kapasitas petrokimia perusahaan tersebut dilakukan mulai Maret 2011. Produksi polypropylene akan ditingkatkan dari 360.000 ton menjadi 480.000 ton pertahun melalui investasi penambahan mesin baru dengan nilai investasi mencapai Rp 300 miliar. Pada sektor bangunan, salah satu pengembang (developer) di Triwulan 1/2011,” katanya.
Kemudian di Kota Tangerang Selatan telah menginvestasikan US$70 juta atau sekitar Rp 630 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun superblock di Komples Alam Sutra Serpong Tangerang Selatan dengan fokus pembangunan superblock yang terdiri dari pusat perbelanjaan, hotel apartemen, dan gedung perkantoran.
Pembangunan pusat pembelanjaan diperkirakan akan menyerap dana sebesar Rp 520 miliar, sementara untuk pembangunan apartemen mencapai Rp 300 miliar dan gedung perkantoran sebesar Rp 150 miliar.
Peningkatan investasi juga tercermin dari tren meningkatnya perkembangan konsumsi semen dan penyaluran kredit/pembiayaan investasi oleh perbankan. Tren penggunaan/konsumsi semen di wilayah Banten untuk pembangunan di berbagai sector terindikasi meningkat.
Ditambahkan Andang, peningkatan investasi juga didorong oleh meningkatnya pembiayaan perbankan melalui kredit investasi dengan pertumbuhan yang mencapai lebih dari 30 persen pada triwulan 1/2011.
(Dari berbagai Sumber)

Masyarakat Antusias Sukseskan Gemmar Mengaji


LEBAK—Sejumlah kaum ibu, tokoh agama dan guru ngaji mendukung program Gemmar Mengaji sebagai sebuah gerakan dalam upaya lebih meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
Dukungan itu disampaikan dalam acara tabligh akbar yang digelar di lapangan Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Senin (6/6). Acara tersebut dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah disertai penyerahan bantuan al-Qur’an mushaf al-Bantani oleh Gubernur.
Hj.Encop Sopiah dan Hj. Ipah Suhadi yang aktif dalam kegiatan majelis ta’lim dan juga sebagai guru ngaji menyatakan sampai saat ini masih banyak anak-anak yang mengaji, khususnya pada waktu magrib.
“Dengan adanya program Gemmar Mengaji yang saat ini disosialisasikan langsung oleh gubernur, akan lebih mendorong kaum ibu untuk lebih memprioritaskan pendidikan agama bagi anak-anaknya” tutur keduanya.
“Jangan sampai kebiasaan magrib mengaji, khususnya di Banten menjadi luntur akibat pengaruh perubahan zaman, terutama terhadap perubahan perilaku masyarakat atau generasi muda” ujar Ketua MUI Banjarsari- Kiayi Dede.
MenurutRatu Atut Chosiyah, dengan terus membiasakan mengaji, khususnya setelah maghrib dapat meminimalir pengaruh-pengaruh negatif anak dari dampak tayangan-tayangan media televisi yang cenderung kurang pas pada jam tayangnya.
Karena itu, lanjutnya, agar program Gemmar Mengaji ini sukses maka dibutuhkan dukungan semua pihak terutama keluarga. Karena menuerutnya, keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah, khususnya melakukan pembinaan bidang pendidikan agama.

Atut Apresiasi Kelompok Simpan Pinjam Perempuan di Lebak


LEBAK—Gubernur Banten Hj.Ratu Atut Chosiyah mengapresiasi Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, yang telah mampu mengelola dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan dana SPP untuk pemanfaatan dan pengembangan perekonomian masyarakat.
Apresiasi disampaikan Gubernur dalam pertemuan dengan Kelompok SPP di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Selasa (7/6). SPP dapat mengembangkan ekonomi masyarakat. Dengan besaran Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta, anggota kelompok SPP dapat membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dengan usaha kecil.
“Pemerintah Provinsi Banten akan terus berkomitmen memfasilitasi dan membina kelompok SPP guna efektivitas pemanfaatan dana SPP. Tingkat pengembalian pinjaman harus terus ditingkatkan, harus lebih dari 80 persen” ungkap Gubernur.
Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Kec.Muncang, Dewi Hardini mengatakan, untuk meningkatkan persentase pengembalian dana SPP, ia bersama pelaku PNPM melakukan validasi kelompok untuk mengetahui kendala kemacetan pengembalian untuk kemudian menentukan reschedule pola pengembalian.
“Di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, terdapat 173 kelompok dengan jumlah anggota mencapai 1.700 orang. Dari seluruh anggota SPP umumnya dana pinjaman digunakan untuk modal usaha seperti membuka warung, pedagang suluhan, kredit baju, maupun usaha kelontongan” ungkap Dewi Hardini.
Untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2012 telah menganggarkan bantuan untuk 154 kecamatan se-Provinsi Banten. Bantuan akan dikelola oleh PNPM Mandiri dengan program padat karya, fokusnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan, pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sumber: Editorhumasprotokol

Minggu, 05 Juni 2011

Ratu Atut Support Fun Bike di Tangerang


AddThis Social Bookmark Button

Tangerang - Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah didampingi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP-Sukmawijaya, Ketua Badan Pembina Vihara Tri Maha Dharma- Endang Halim dan Ketua Vihara, Ismet Junaedi serta unsur muspika Teluk Naga menghadiri acara “Fun Bike” dalam rangka HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dengan tema “Kita Ciptakan kreativitas, Sportivitas di Kalangan Muda” di Lapangan Tunas Jaya Kp. Melayu Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Minggu (5/6).

Gubernur Banten Hj. Rt. Atut Chosiyah menyampaikan selamat HUT Vihara Tri Maha Dharma ke-30 khusus umat Budha yang mengikuti ibadah di Vihara Tri Maha Dharma, semoga HUT ke-30 memberikan manfaat bagi umat Budha dalam peningkatan kualitas ibadah serta keimanannya.

Gubernur memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 yang telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti fun bike di mana merupakan olahraga yang dapat menjaga kesehatan sekaligus memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat.

Gubernur sangat mensupport kegiatan seperti fun bike untuk bisa terus dilaksanakan karena kesehatan merupakan anugerah Tuhan bagi kita yang harus dijaga, dipelihara dan terkait dengan menjaga kesehatan tubuh.

“Kepada keluarga besar umat budha Vihara Tri Maha Dharma dapat memberikan pelayanan tidak hanya untuk umat budha sendiri, melainkan kepada umat-umat lainnya di Provinsi Banten”, harap Gubernur.

Sementara itu Edi selaku Ketua Penyelenggara mengatakan bahwa fun bike ini merupakan rangkaian dari HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dihadiri + dua ribu orang peserta, selain itu juga disediakan door price bagi peserta fun bike berupa sepeda motor, beberapa sepeda santai dan beberapa door price lainnya.

(bb)

Ribuan Kader Beringin Lebak Siap Menangkan Pilkada


AddThis Social Bookmark Button

Lebak - (Suara Karya): Ribuan "kader beringin" menyatakan siap memenangkan sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada). Hal itu antara lain disampaikan Partai Golkar di Kabupaten Lebak, Banten. Golkar Lebak menargetkan sebanyak 5.000 kader untuk kemenangan pilkada gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Banten.

"Kami optimistis targetkan kader sebanyak itu akan tercapai," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lebak Kasmin Saelan, di Rangkasbitung, kemarin.

Kasmin mengatakan, pihaknya saat ini terus konsolidasi partai untuk memenangkan calon yang diusung oleh Golkar yakni Ratu Atut Chosiyah yang akan diselenggarakan pemilihan Oktober mendatang.

Partai Golkar hingga kini basis terkuat di Kabupaten Lebak, sehingga tidak begitu sulit untuk memenuhi target kader sebanyak 5.000 orang.
Kader partai tersebut mulai tingkat pengurus desa, kecamatan hingga kabupaten. "Saya kira Partai Golkar di sini tidak diragukan lagi untuk meraih kemenangan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten," katanya seperti dikutip Antara.
Kader Terbaik

Dia mengatakan, pihaknya saat ini terus menjalin komunikasi politik dengan pengurus tingkat bawah hingga kabupaten, karena calon gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah merupakan kader terbaik Golkar.

Ratu Atut Chosiyah, selain kader Golkar, selama memimpin Banten berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami akan berjuang keras untuk meraih suara terbanyak pada pemilihan kepala daerah itu," ujarnya.

(Wisnu/Tri Handayani)

suara karya, Jumat, 3 Juni 2011

Amankan Pilgub Banten, Polda Siagakan Sniper


AddThis Social Bookmark Button
SERANG - Jajaran Polda Banten tidak setengah-setengah mengamankan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten yang akan digelar 22 Oktober mendatang. Apalagi, diprediksi persaingan perebutan orang nomor satu di provinsi ke-30 itu bakal berjalan keras. Karena itu, Polda mengerahkan puluhan penembak jitu (sniper) menjaga jalannya Pemilukada Banten.

Kapolda Banten, Brigjen Eko Hadi Sutedjo mengatakan personel yang disiapkan mengamankan Pemilukada Banten terdiri dari 4.500 orang. Namun jika saat tertentu dibutuhkan bantuan, Polda Banten bisa menyiapkan hingga 8.000 personel. ”Puluhan sniper ini akan disebar di setiap wilayah,” terangnya usai gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten di Mapolda Banten.

Dikatakannya juga, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pemilukada Banten, kantor KPUD, kantor panwaslukada, sarana dan pra sarana Pilgub Banten hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.

Dia juga menegaskan, tim intelijen sudah mendeteksi kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub Banten. Diantaranya bentrok antarmassa pendukung kandidat saat kampanye, kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub lain, serta perusakan terhadap alat peraga hingga adanya money politics.

”Saya kira semua daerah rawan. Tapi pada dasarnya letak kerawanan ditentukan calon gubernur. Siapa calonnya itu yang menentukan letak kerawanan di daerah. Karena kita juga melihat dinamika masyarakat di daerah. Kalau homogen tidak masalah, tapi kalau basic-nya heterogen itu akan berpotensi menimbulkan gesekan antarpendukung,” ungkapnya juga. Karena itu, perhatian khusus keamanan akan dilakukan diantaranya pada awal pendaftaran.

Karena dikhawatirkan ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak lolos lalu membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya proses pilgub. ”Saat kampanye juga kami antisipasi karena khawatir bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu. Tentunya juga, saat pemungutan suara,” ungkap jenderal bintang satu itu.

Meski demikian, dia mengatakan pengamanan yang dilakukan akan mengedepankan cara pencegahan. ”Karena itu tindakan keras adalah langkah terakhir yang dilakukan apabila sudah mengancam keselamatan jiwa dan raga seseorang,” pungkasnya juga.

Sementara itu, untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya, akan diserahkan kepada Polda Metro Jaya. Pasalnya, wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel masih masuk yuridiksi Polda Metro Jaya. ”Namun, akan tetap berkoordinasi dengan Polda Banten. Sebagai pengatur sistem pengamanan Pilgub Banten,” cetusnya juga.

Keseriusan polisi mendeteksi ancaman saat Pilgub Banten terlihat dari simulasi pengamanan salah satu pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Banten 2011 yang diberondong senjata api oleh sekelompok separatis. Aksi baku tembak pun tak terhindarkan. Akhirnya, petugas dari Brimob Polda Banten dan sniper Polda Banten yang mengawal berhasil membalas serangan dan melumpuhkan kelompok bersenjata itu.

Selain itu, juga ditampilkan simulasi pengamanan aksi unjukrasa yang berakhir anarkis dan diakhiri dengan penjinakan bom oleh tim Gegana Polda Banten. Simulasi itu digelar untuk kali kedua. Setelah sebelumnya, juga digelar aksi simulasi serupa beberapa hari lalu. Dalam pengamanan itu juga diterjunkan tim pengamanan dari Mabes Polri.

Sementara Gubernur Banten, Rt Atut Chosiyah mengapresiasi kesiapan Polda Banten dalam pengamanan Pemilukada Banten 2011. Atut mengatakan, dari peralatan hingga SDM personel jajaran Polda Banten sudah begitu matang. ”Saya lihat simulasi tadi, semuanya matang. Semoga pada pelaksanaan bisa berjalan dengan baik, aman dan damai,” terang incumbent yang akan maju bersaing lagi dalam Pilgub 2011 itu.

Dikatakannya juga, perbedaan memang selalu ada dalam proses demokrasi. Akan tetapi hal tersebut jangan dijadikan sebagai ajang permusuhan bahkan menjadi anarkis antarmasyarakat. ”Saya harap masyarakat Banten lebih dewasa dalam berpolitik. Sehingga bentrokan saat Pilgub Banten tidak akan terjadi,” harapnya. (bud)
jpnn
Jum'at, 03 Juni 2011 , 14:16:00

Banten Tak Bisa Dibandingkan dengan Provinsi Tetangga


AddThis Social Bookmark Button

TANGERANG - Banten yang baru berusia sepuluh tahun tak bisa serta merta diban­dingkan dengan provinsi tetangganya, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kendati demikian, Banten yang dinilai relatif sepi penduduknya dibanding dengan dua provinsi tersebut mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Analis Kebijakan Publik Universitas Islam Syarif Hidayatullah Ciputat Kota Tangsel Djaka Badranaya mengakui, Banten yang me­miliki penduduk 9,78 jiwa (sensus penduduk 2009-red) menunjukkan perkembangan yang signifikan. “IPM Banten pada 2009 mencapai 70,06. Angka ini melesat jauh dari IPM 2002 yang tercatat 66,6,” kata Djaka dalam keterangan persnya kepada Radar Banten, Kamis (1/6).
Djaka mengakui, untuk IPM, DKI Jakarta ma­sih memimpin perolehan tertinggi di Indo­nesia dengan angka 77,36. Sedangkan Jawa Barat meraih urutan ke–15 dengan angka 71,64.
Berdasar sensus penduduk 2010, penduduk Jawa Barat terbanyak di Indonesia dengan jumlah 43.021.826 jiwa. ‘’Nah, data–data ter­sebut, sangat sulit untuk membandingkan hasil pembangunan yang ada di Banten dengan provinsi tetangga seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta,’’ kata Djaka.
Sementara, masih dalam keterangan persnya, Iwan Kusuma mengatakan, anggapan pem­bangunan Banten terkesan berjalan di tem­pat dinilai tak mendasar. Pada 2009,
Banten mampu mencetak PDRB (product domestic regional brutto-red) sebesar Rp 133,05 triliun. ‘’Angka ini relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan PDRB Jawa Barat yakni Rp 656,32 triliun. Apalagi dengan DKI Jakarta, yakni Rp 757,02 triliun yang tercacat memiliki PDRB tertinggi di Indonesia. Namun nilai ini me­nunjukkan capaian Banten yang terus meng­geliat. Nilainya meningkat dibandingkan dengan PDRB 2008 yang besarnya Rp 122,49 triliun,’’ katanya.
Diketahui, Banten menjadi provinsi ketiga puluh pada 4 Oktober 2000 atau relatif lebih muda dibandingkan dengan dua provinsi tetangganya, yakni Jawa Barat yang berdiri pada 19 Agustus 1945 dan DKI Jakarta yang berdiri pada tahun 1961. (dai/man/del)

Radar Banten, Jumat, 03 Juni 2011 | 11:03 WIB

Kamis, 02 Juni 2011

Ratu Atut hadiri Apel Operasi Mantap Praja 2011

Serang - Kepolisian Daerah (Polda) Banten mulai 'menerjunkan' personil pengamanan Pemilihan Umum Gubernur dan wakil gubernur Banten 2011 melalui apel gelar pasukan pengamanan Pilgub dengan sandi operasi 'Mantap Praja 2011' di Mapolda Banten kemarin (1/6/2011).

"Pada eskalasi biasa-biasa kemampuan personil yang kami siapkan sekitar 4.500 orang. Namun jika dalam eskalasi tertentu kami akan meminta bantuan dengan menyiapkan personil hingga delapan ribu," kata Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo usai gelar pasukan pengamanan Pilgub di Mapolda Banten di Serang, rabu.

Ia mengatakan, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten 2011 tersebut yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pilgub, kantor KPU, Panwaslu sarana dan prasarana Pilgub hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.

Kapola Banten mengatakan, kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub tersebut diantaranya bentrok antara masa pendukung peserta Pilgub pada saat kampanye, karena kemungkinan jadwal kampanye yang bersamaan. Kemudian kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub atau kelompok tertentu serta perusakan terhadap alat peraga atau pelanggaran terhadap alat peraga hingga antisipasi pengamanan kemungkinan terjadinya 'money politik' pada saat pemungutan dan penghitungan suara.

Sedangkan objek dan waktu-waktu tertentu yang menjadi perhatian khusus petugas keamanan diantaranya disaat awal pendaftaran, karena khawatir ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan, lalu mereka membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya pemilihan gubernur. Kemudian pada saat kampanye karena ada khawatir terjadi bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu serta pada saat pemungutan suara. "Namun saya tekankan dalam pengamanan ini harus mengedepankan kegiatan pencegahan, oleh karena itu tindakan keras dan terukur adalah langkah terakhir yang perlu dilakukan apabila sudah ada kegiatan masyarakat yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan raga," kata Brigjen Eko Hadi Sutedjo.

Sementara untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya akan dilakukan pihak kepolisian Polda Metro jaya yang berkordinasi dengan Polda Banten sebagai penanggung jawab operasi pengamanan Pilgub Banten 2011. Dalam apel gelar pasukan tersebut dilakukan simulasi pengamanan dan pengawalan calon gubernur yang sedang melakukan perjalanan kampanye ke suatu daerah, namun tiba-tiba ada penyerangan dari kelompok tertentu yang menggunakan senjata api, kemudian simulasi pengamanan saat terjadi unjukrasa besar-besaran serta simulasi operasi penjinakan bom dan penembak jitu.

Apel gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten tersebut dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, unsur Muspida Banten serta tokoh masyarakat dan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat. "Saya mengapresiasi kesiapan pengamanan jajaran Polda Banten dan unsur lainnya dalam menghadapi Pilgub Banten, karena dipersiapkan dengan lebih matang dibanding Pilgub Banten sebelumnya," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

(as, bantenbersatu.com / hmsbanten)

Selasa, 31 Mei 2011

Perekonomian Banten Berbenah Kejar Ketertinggalan Sejajar dengan Ekonomi Nasional


SERANG-Perekonomian Banten berhasil mensejajarkan diri dengan pertumbuhanekonomi nasional. Dalam kajian yang dirilis Kantor Bank Indonesia awal Mei lalu,disebutkan, kinerja perekonomian Banten triwulan I 2011mengalami peningkatkan. Angkanya cukup signifikan, menembus besaran 6,52% atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,50%. Ini merupakan level pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah Banten hingga saat ini. Dalam rilisnya, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR). Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional. ''Semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi yang strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama tersebut menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini,'' demikian dalam rilis Kantor Bank Indonesia.

Sementara itu, tekanan Inflasi Banten pada triwulan I 2011 sedikit menurun dengan membaiknya pasokan bahan makanan. Peningkatan inflasi Banten pada triwulan IV 2010 terutama dari sisi suplai mulai menurun pada Triwulan I 2011. Inflasi tahunan Banten pada akhir triwulan I 2011 adalah sebesar 5,76%. Ini relatif membaik dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 6,10% . Masuknya masa panen padi di Banten dan meningkatnya pasokan bahan makanan lainnya baik dari sentra produksi di Banten maupun luar Banten yang didukung oleh membaiknya kondisi cuaca mendorong terjadinya peningkatan pasokan bahan makanan di Banten. Hal tersebut menyebabkan tekanan dari kelompok volatile foods (bahan makanan yang harganya fluktuatif,red) pun menurun.

Terus membaiknya konsumsi, investasi dan ekspor, akan turut menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II 2011 dengan proyeksi pertumbuhan pada kisaran 6,58%-6,62% . Kinerja sektor utama perekonomian Banten, yaitu sektor industri pengolahan akan terus meningkat seiring terus membaiknya permintaan barang dan jasa baik dari daerah lain di luar Banten maupun luar negeri. Struktur industri yang erat kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk seperti petrokimia, tekstil dan alas kaki menyebabkan pelaku usaha/investor di sektor utama tersebut terus melakukan ekspansi bisnis melalui investasi peningkatan kapasitas industri dan memperluas pasar produk baik domestik dan luar negeri.

Ekspektasi percepatan realisasi belanja pemerintah serta prakiraan semakin tingginya kinerja ekspor dan impor menjadi faktor-faktor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan mendatang dari sisi permintaan. Sementara itu, dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor di Banten diperkirakan tumbuh meningkat. Kondisi tersebut secara simultan akan mendorong perekonomian Banten bertumbuh lebih tinggi pada periode mendatang. Peningkatan kinerja ekonomi diperkirakan berdampak pada peningkatan tekanan inflasi dari sisi permintaan meskipun tidak signifikan. Namun dengan stabilnya pasokan bahan makanan dari sisi penawaran, inflasi Banten diprakirakan berada pada kisaran 4,75% - 5,25% atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I 2011.

Pencapaian kinerja ini tentu saja pantas disambut gembira oleh seluruh stakeholder di wilayah Banten. ''Namun tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justrumenjadi tantangan bagi kita semua, untuk bekerja lebih keras, lebih bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan laju kinerja pertumbuhan ekonomi Banten,'' kata Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten akhir pekan lalu di Lippo Karawaci seraya menambahkan hal ini seiring dan selaras dengan program pemerintah pusat melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang dicanangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Mei 2011 lalu. Ditambahkan Atut, pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut sempat dilaporkan dirinya dalam video conference dengan Presiden SBY.

Dalam kesempatan itu, Ratu Atut juga melaporkan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di wilayah Banten sebagai bagian dari program MP3EI 2011-2025. Proyek tersebut antara lain pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon, yang merupakan kerjasama investasi antara PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and Steels Company (Posco). Proyek tersebut menelan investasi senilai 6 miliar dolar AS, dengan kemampuan produksi baja hingga 6 juta ton per tahun. Pembangunannya direncanakan akan selesai pada 2013. Pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan dalam dua tahan ini, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 149.000 orang.

Pekerjaan fisiknya sendiri akan dimulai Agustus atau September tahun depan. Sementara untuk tahap kedua, sekitar 30 persen produknya akan diekspor ke Vietnam, sebagai negara yang memiliki industri hilir siap menerima produk pabrik KS-Posco. Pabrik hasil kerja sama ini menjanjikan produk berkualitas tinggi. Pabrik akan menghasilkan plat mill dengan spefikasi baru, yakni ukuran panjang 4 meter dan ketebalan 100 milimeter. Baja jenis ini digunakan untuk industri kapal-kapal samudera yang berukuran besar. Bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sedang sisanya, kemungkinan akan diimpor dari negara terdekat, seperti Australia. Pendirian pabrik baja terpadu ini, diperkirakan akan membuat impor baja nasional turun 20 persen. Tahun ini produksi baja nasional mencapai 5,9 juta ton. Tahun depan, produksi baja nasional ditargetkan bisa mencapai 7,4 juta ton atau sama dengan produksi 2008. (bb)