Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut Chosiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut Chosiyah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Tingkatkan Hubungan Ekonomi, Indonesia-Cina Bentuk Komisi Bersama

BEIJING –- Pemerintah Indonesia dan Cina bersepakat untuk membentuk komisi bersama. Hal itu untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
“Komisi ini langsung melapor ke Presiden jika di Indonesia. Sedangkan jika di Cina melapor langsung ke Presiden dan Perdana Menteri,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti dilaporkan wartawan Republika, Nasihin Masha dari Beijing, Cina, Sabtu (24/3).
Di hari terakhir kunjungannya ke Cina, Presiden mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan poin-poin penting hasil pertemuannya dengan para pemimpin Cina. Presiden mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao, PM Cina Wen Jiabao, dan Ketua Polit Biro Partai Komunis Cina Li Changchun.
Dalam lawatannya ini, Presiden didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, Mendikbud M Nuh, Menpora Andi A Mallarangeng, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Selain itu, turut pula empat anggota parlemen dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah. Juga ikut pula Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung. Selain itu, para pengusaha Indonesia juga dihadirkan untuk dipertemukan dengan pengusaha Cina. Para pengusaha itu berhasil melakukan 15 penandatangan kerja sama, sedangkan pemerintah menandatangani enam kesepakatan.
Adapun komisi-komisi itu, kata Presiden, di antaranya Komisi Perdagangan dan Investasi, Komisi Pertanian, Komisi Pariwisata, Komisi Energi, dan Komisi Pertahanan. Pembentukan komisi-komisi tersebut bertujuan untuk melancarkan hubungan kedua negara. “Sehingga makin efektif dan fokus,” katanya.
Sejak 2005, kata SBY, Indonesia menetapkan Cina menjadi mitra strategis. Hal itu dilakukan ketika Hu Jintao melakukan kunjungan ke Indonesia. Sejak itu, hubungan Indonesia dan Cina meningkat di segala bidang. Presiden juga menjelaskan, saat ini Indonesia telah menetapkan 14 negara sebagai mitra strategis. Di antaranya, Korea Selatan, Jepang, India, Brasil, Australia, Amerika Serikat, Rusia, dan Afrika Selatan.
“Kemitraan strategis itu kemitraan yang komprehensif untuk kepentingan nasional,” katanya.
Lebih lanjut SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus pandai menangkap dan mencari peluang. Cina bersama India dan Indonesia adalah tiga negara yang tetap mencapai pertumbuhan yang tinggi  dan konsisten selama krisis 2008. Cina merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Asia dan kedua di dunia.

Sedangkan Indonesia terkuat di Asia Tenggara dan keenam belas di dunia. Dengan saling bersinergi di antara kedua negara maka diharapkan akan saling menguntungkan kedua negara bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu strateginya adalah dengan kerja sama ekonomi karena bisa memberi manfaat riil.
Karena di saat krisis yang lalu, kata Presiden, justeru kedua negara mengalami peningkatan volume perdagangan. Sedangkan di bidang investasi, katanya, walau berkembang tapi belum sesuai potensi. Di bidanfg energi, katanya, perlu frame work yang baru dengan mengutamakan kepentingan dalam negeri. Sedangkan untuk bidang hukum, politik, dan pertahanan juga terus berkembang. “We are on the right track,” katanya.
Presiden mengakui ada hal-hal yang kemudian menimbulkan “kegaduhan”. Untuk itu, ia menyelesaikannya satu demi satu untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Di antaranya ia menyampaikan langsung soal kesulitan Bank Mandiri untuk membuka cabang di Shanghai. Ada masalah yang tersisa dari pembangunan pembangkit listrik. Juga menyangkut kasus gas di Tangguh. “Semua sepakat untuk duduk bersama untuk mencapai solusi yang diterima bersama,” katanya.

http://www.republika.co.id//berita/nasional/umum/12/03/24/m1dwpv-tingkatkan-hubungan-ekonomi-indonesiacina-bentuk-komisi-bersama

Kamis, 22 Maret 2012

Ada Dua Sisi Investasi di Banten

Serang- Saat ini, Indonesia menghadapi pasar bebas Asia Fasifik. Dengan jumlah penduduknya lebih dari 250 juta, Indonesia menjadi pasar tersendiri. Kalau tidak dilindungi, produk dalam negeri, atau melindungi pasar domestik, pertumbuhan ekonomi akan menjadi kurang bagus. Demikian dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Nurul Mutaqin, kepada koranbanten.com, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

“Untuk kebutuhan masyarakat Indonesia atau masyarakat Provinsi Banten harus dipenuhi dengan produk kita sendiri atau produk dalam Negeri. Jadi produk impor kita coba investornya untuk investasi di Indonesia. Itu kebijakan secara umum,” ujar Nurul.

Menurut Nurul, Banten juga memiliki potensi di bidang pertanian. Investasi di bidang pertanian ini bagaimana memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Investasinya adalah masyarakat itu sendiri. Karena jumlah tabungan masyarakat Provinsi Banten berbanding dengan jumlah uang yang dikreditkan kembali kepada masyarakat masih ada sekitar 13.000 per tahun,” ujarnya.

Upaya ini, kata Nurul, untuk memperkuat reinvestmen (investasi lokal-red). Ini juga berkaitan tentang sektor lumpur hijau (pertanian), kemudian perikanan, perkebunan.

“Kita akan perkuat dengan pembiayaan investasi dari lembaga keuangan. Kita arahkan agar investasi lembaga keuangan ini mau menyentuh dunia usaha pertanian,” kata Nurul.

Di satu sisi, kata Nurul, pertanian masyarakat, khususnya petani kecil tidak mempunyai jaminan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten akan membuat lembaga penjamin kredit daerah. Upaya ini dilakukan untuk memfasilitasi kesulitan kolektoral jaminan di masyarakat supaya menjadi bankable.

“Banten bukan hanya layak ekonomi saja. Bankable (kelayakan bank) adalah kelayakan ekonomi, dan resiko bank. Jadi ada dua sisi investasi. Di sektor manufaktur, kita juga berupaya menarik investor guna memperkuat komoditas produksi dalam negeri khususnya di Provinsi Banten,” terangnya.

Menurut Nurul, Banten memiliki keuntungan karena terdapat industri dari hulu sampai ke hilir. Hulunya yaitu keberadaan PT. Chandra Asri. Dengan adanya industri hlu ini, maka lebih mudah menarik investasinya. Karena sektor antara dari hulu ke hilir ini industrinya banyak sekali.

“Sekitar 50%, produk-produk yang kita pakai sehari-hari itu dimulai dari petrokimia. Kendaraan yang kita pakai, kursi-kursi, meja, dan hampir dimulai dari ujungnya industri petrokimia. Bisa ratusan, bahkan ribuan komunitas investasi yang bisa ditarik. Terkait pertumbuhan dan perkembangan ekonomi itukan investasi ekspor impor,” jelasnya.

Menurut Nurul, investasi berkaitan juga dengan daya saing daerah. Daya saing daerah itu adalah kemampuan untuk menarik investor. Daya tariknya yang pertama lokasi harus strategis. Namun strategis saja tidak cukup.

“Harus ada persiapan infrastruktur guna mendukung keberadaan kawasan industri. Misalnya, pembangunan akses jalan. Infrastruktur itu menjadi keharusan. Kedua adalah pemberian insentif. Kita usulkan insentif dengan melakukan reduksi pajak (pengurangan pajak). Karena pajak itu salah satu faktor produksi,” ujarnya.

Saat ini, kata Nurul, Banten sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yaitu di daerah Tanjung Lesung. KEK ini untuk menarik investasi di bidang Pariwisata.

“Untuk menyosong KEK, akan disiapkan bandara, jalan tol, dan sarana infrastruktur lainnya. Namun insentif pajaknya belum ditentukan. Promosi pengembangannya dilakukan oleh pihak pengembang. Mereka sudah memasarkan ke berbagai negara diantaranya Arab, Dubai, dan lainnya,” ujarnya. @HEMI/MANSAR

Senin, 28 November 2011

3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten

20111125-A1-3-SK-HASIL-PELAKSANAAN-PEMILUKADA-BANTEN-DISERAHKAN-KEPADA-GUBERNUR-1Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).

SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.

Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.

Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.

Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.

Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.

“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.

Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.

Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.

“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.

Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.

“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.

“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.

(hms)

Technorati Tags: ,,,

Rabu, 23 November 2011

Kemenangan Atut-Rano Kemenangan Rakyat Banten

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh dalil yang diajukan pemohon, yaitu Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki, dalam gugatan sengketa hasil Pemilukada Banten 2011, Selasa (22/11/2011). Dengan putusan ini, pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno menang secara bersih dan terhormat dan dipastikan menjadi Gubernur Banten periode 2012-2017.
"Permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya," kata Ketua MK, Mahfud MD, dilanjutkan dengan ketukan palu sidang sebanyak tiga kali di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Beberapa saat kemudian ledakan kegembiraan pun terjadi di luar ruang sidang. Para pendukung Atut-Rano bersorak-sorai, berjingkrak-jikrak dan bernyanyi: "Ratu Atut menang lagi, Ratu Atut menang lagi...Ratu Atut menang lagi...". Tak juga kalah gembiranya para pendukung Atut-Rano yang berada di luar gedung MK. Mereka juga saling berjabatan tangan dan bernyanyi-nyanyi.
Menurut MK sebagaimana dibacakan para hakim secara bergantian, semua bukti yang diajukan oleh pihak Wahidin maupun Jazuli, tidak terbukti merupakan kecurangan Pemilukada yang terstruktur, sistematis dan masif. Sehingga, tidak mempengaruhi suara dalam Pemilukada, dan tidak perlu diulang.
Dalam penggunaan program excel yang dibuat menghitung suara. Versi kubu Wahidin, program itu membuat suara Ratu Atut terdongkrak sebanyak 212 suara. Namun MK telah melakukan simulasi perhitungan ulang dengan mengambil sampel di Kec. Cipondoh, Benda, Larangan dan Karang Tengah. Ternyata hasilnya tidak berpengaruh dan program tersebut hanya program biasa. Bukan aplikasi sebagaimana dalil pemohon.
Begitu pula dengan dalil-dalil yang yang diajukan pemohon seperti intimidasi, penghilangan DPT, duplikasi DPT, politik uang, dalm lain-lainnya tidak ada satupun yang diterima dan terbukti secara hukum.
Ada tiga pihak yang menggugat kemenangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. Mereka adalah para calon yang kalah, yakni pasangan Wahidin Hali-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki. Selain itu calon yang sempat maju namun tak lolos verifikasi Dwi Jatmiko-Tjejep Mulyadinata juga ikut melakukan gugatan. Namun, seluruh gugatan ketiga pihak tersebut ditolak oleh MK.

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Minggu, 30 Oktober 2011

Ratu Atut–Rano Karno Menangi Pilgub Banten 49,64 %

ratu atut rano karnoSerang - Pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten 2011. Perolehan suara itu terungkap dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Pilkada Banten di Serang, Minggu, 30 Oktober 2011.
Pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara terbanyak di tujuh kabupaten/kota dari delapan kabupaten/kota di Banten yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Serang.
Sementara di Kota Tangerang suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari delapan KPU kabupaten/kota menunjukkan, pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno meraih 2.136.035 suara atau 49,64 persen, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita memperoleh 1.674.957 suara atau 38,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki memperoleh 491.432 suara atau meraih 11,42 persen dari total suara sah 4.302.424 suara.
Rapat Pleno terbuka KPU Banten dipimpin Ketua KPU Hambali dan dihadiri empat anggota KPU Banten Didi M Sudih, Nasrullah, Lukman Hakim, dan Agus Supriyatna. Pleno KPU Banten juga dihadiri KPU kabupaten/kota dan Panwas provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat Pleno KPU Banten juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kol Inf Joko Warsito serta unsur Muspida Provinsi Banten.
Namun, rapat pleno terbuka KPU Banten tersebut tidak dihadiri pasangan calon gubernur nomor urut dua dan tiga dan hanya pasangan nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Rano Karno yang datang menjelang akhir rapat pleno.

Jumat, 28 Oktober 2011

Optimisme para Petani atas Kemenangan Ratu Atut-Rano Karno

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG – Petani Banten bersukur dan sangat optimistis terhadap dunia pertanian Banten akan mengalami kemajuan apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali menjadi Gubernur. Dengan dukungan H. Rano Karno sebagai wakilnya, sosok yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap masyarakat menengah-bawah di perkotaan juga para petani di pedesaan.

Demikian pendapat sejumlah tokoh petani di Banten, yang dihubungi Jumat (28/10/2011). "Selama ini Ratu Atut memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan di bidang pertanian, karena beliau memang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian di Ciomas (daerah asal Ratu Atut.Red)," kata H. Ade Junaedi, Ketua KTNA Kabupaten Pandeglang.
Keseriusan dan semangat Ratu Atut dalam memajukan pertanian diakui Ade, Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni, Bendahara KTNA Banten Elan, dan Ketua Gapoktan Talagawangi Anis Fuad. "Ibu Atut sangat serius mengejar target surplus beras dan mengkhawatirkan terjadinya krisis petani. Itu yang paling saya ingat," kata Ade.
Dalam setiap kunjungan kerja, di mana selalu bertemu dengan kalangan petani, menurut Ade, Ratu Atut selalu memberikan dorongan semangat kerja kepada para petani untuk meningkatkan produksi. Beliau juga berusaha menggandeng kalangan industri swasta untuk secara aktif bekerja sama secara aktif membangun pertanian. "Responnya terhadap masalah-masalah pertanian juga sangat cepat," tambah Ade.
Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni mengatakan, optimistis pertanian Banten khususnya Lebak akan lebih maju dan berkembang ke arah meningkatnya kesejahteraan hidup para petani, apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali memimpin baten. Hal itu bisa dilihat dari beberapa program yang akan dilaksanakannya ke depan, antara lain pembangunan infrastruktur dan pengembangan lembaga.
Menurut Oong, selama lima tahun kepemimpinannya di masa yang lalu, Ratu Atut telah membuktikan bukti nyata keberhasilannya membangun dan mengembangkan pertanian Banten. Keberhasilan itu diakui pula oleh pemerintah pusat dengan diberikannya penghargaan Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian kepada Ibu Atut. "Ia juga berhasil membawa Banten masuk dalam jajaran daerah lumbung padi nasional," tambahnya.
"Itu suatu prestasi yang tidak datang begitu saja, melainkan diraih oleh kepemimpinan yang memiliki visi dan misi ke depan yang jelas dan terarah terhadap bidang pertanian. Saya optimis ke depan, pertanian Banten akan semakin diperhitungkan secara nasional dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan," katanya.
Sedangkan Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, mengharapkan perhatian yang lebih besar terhadap kondisi sarana prasarana infrastruktur pertanian, khususnya untuk mengantisipasi kondisi iklim yang ekstrim seperti bencana banjir dan kekeringan. "Upaya yang telah dilakukan selama ini harus diteruskan dan ditingkatkan lagi," tambahnya.
Ia menyebutkan, langkah pemerintah provinsi merehabilitasi Sungai Cilemer dan membangun sodetan sungai perlu dipercepat penyelesaiannya agar masalah banjir dan kekeringan yang sering dihadapi petani di Kabupaten Pandeglang dapat teratasi. "Saya yakin pertanian akan lebih maju dan berkembang apabila Banten kembali dipimpin oleh tokoh yang memiliki visi kuat tentang pertanian seperti Ibu Atut," katanya.

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Minggu, 23 Oktober 2011

Ratu Atut akan Prioritaskan Program Pro-Rakyat

SERANG - Jika kembali memenangkan Pemilukada Banten, calon gubernur nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah akan meneruskan program-program pembangunan yang bersifat pro-rakyat, khususnya dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten secara merata dan berkeadilan.
"Program-program pro-rakyat akan menjadi prioritas saya pada periode lima tahun ke depan, setelah pada periode lima tahun lalu konsentrasi pembangunan lebih pada menata pondasi-pondasi agar semakin kokoh. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi di masa depan," katanya, usai menggunakan hak pilihnya di TPS V Lingkungan Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (22/10/2011).
Salah satu rencana yang akan direalisasikan antara lain pembangunan Bendungan Karian, yang bisa menjawab kebutuhan air bagi seluruh masyarakat Banten di masa mendatang. Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini, terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten.
"Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai tantangan terutama dengan adanya perubahan iklim (climate change). Seiring dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan sistem penyediaan air yang kuat mutlak diperlukan," katanya.
Potensi air di Banten sangat besar. Tetapi, sambung Atut, Banten sampai saat ini belum mempunyai bendungan berskala besar. Padahal, kebutuhan air baku di wilayah Provinsi Banten saat musim kemarau
cukup tinggi, terutama di pantai-pantai utara Banten.
Pembangunan Bendungan Karian akan sangat membantu suplai air untuk Banten, yang lambat laun mendekati kritis. Bendungan Karian rencananya akan memiliki kapasitas hingga 310 juta meter kubik, sehingga dapat menjamin penyediaan air baku 20–30 tahun mendatang.
"Dengan adanya Bendungan Karian, kebutuhan air baku untuk domestic municipal dan industry yang terus meningkat cepat dan pesat, dapat terpenuhi khususnya daerah Banten. Bahkan, Banten bisa membantu Jakarta bagian barat dan sebagian kecil wilayah Jawa Barat khususnya bagian barat laut," tutur Ratu Atut.

 

(wp,joy)

Kamis, 01 September 2011

Ratu Atut: Idul Fitri waktu yang tepat untuk Bersatu

Serang - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, mengatakan, rekonsiliasi antar-elit politik dan pejabat negara harus dilakukan dengan perbuatan yang nyata dan bukan hanya dengan ucapan saja.
"Dengan momentum Idul Fitri kita kembali ke fitrah dan saling memaafkan untuk memberikan contoh baik kepada masyarakat," kata Atut saat menggelar "silaturahim terbuka" di Serang, Rabu (31/8/2011).
Ia mengatakan, rekonsiliasi dilaksanakan dengan perbuatan secara nyata, sikap, perilaku, moral dan tidak saling hujat menghujat sesama anak bangsa.
Perbuatan tersebut harus dilakukan para elit politik setiap saat dan bukan hanya omong belaka.
Apalagi, saat ini umat Islam merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Momentum Idul Fitri sangat tepat untuk memulai perbuatan baik dan benar tanpa saling bertikai maupun hujat menghujat.
"Jika para elit politik melakukan perbuatan baik dan benar tentu negara akan damai sentosa juga memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, momentum Lebaran bisa dijadikan rekonsiliasi para elit politik untuk memperjuangkan kepentingan bangsa yang besar dengan tanpa kepentingan golongan tertentu.
Selama ini, kata dia, rekonsiliasi antar-elit politik cukup baik dan ke depan terus semakin damai tanpa pertikaian.
Karena itu, silaturahim para elit politik yang dilakukan setiap Idul Fitri bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dengan damai.
Apabila negara damai dan bersatu tanpa perselisihan dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri.
Atut menambahkan, pihaknya pada Idul Fitri 1432 Hijriah meminta maaf kepada seluruh masyarakat, pejabat daerah maupun pengurus partai politik di wilayah Banten bila ada kesalahan. "Manusia tidak lepas dengan kesalahan dan kekhilafan," ujarnya.

(ant)

Sabtu, 30 Juli 2011

Ratu Atut: BUMP Tingkatkan Kesejahteraan Hidup Petani

ratu-atut-dan-bump

SERANG - Para petani di provinsi Banten, tidak akan lama lagi akan memiliki sebuah lembaga perusahaan bernama Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Langkah ke arah itu sudah semakin dekat, setelah digelarnya Workshop Pengembangan BUMP dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, di Ratu Hotel Bidakara, Serang, Jumat (28/07/2011).
Wrokhop yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten dengan dukungan dari PT. Vitafarm Indonesia, menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya pakar CSR, Prof. Dr. Is. Totok Mardikanto, MS, SQM, pakar pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dirjen Hortikultura Deptan RI, Prof. Dr. Ir. Ahmad Dimyati, serta Prof. Guru Bear Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Dr. Ir. Taular Simarmata, MS.
Gubernur Banten yang tampil sebagai "keynote speech" mengatakan, dukungannya terhadap pembentukan BUMP karena lembaga ini tidak saja akan berdampak besar terhadap pemberdayaan petani, di sisi lain bisa menjadi solusi percepatan dalam meningkatkan kesejahteraan hidup para petani di Banten. "Kita harapkan BUMP juga akan memperkokoh ketahanan pangan," tandasnya.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Atut, telah berkomitmen akan memberikan dukungan pada sektor pertanian dengan meningkatkan sarana-prasarana infrastruktur, dengan mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar satu kecamatan yang akan disalurkan pengelolaannya melalui PNPM Pedesaan. "Satu milyar itu pemanfaatannya akan lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur pedesaan termasuk pertanian," tambah Ratu Atut.
Di sisi lain, Pemprov juga berusaha semaksimal mungkin mempertahankan luas lahan pertanian, dengan menetapkan wilayah-wilayah pertanian yang tidak bisa diganggu gugat fungsinya oleh siapapun, baik pemerintah, kalangan swasta atau pihak manapun. Sementara juga terus berupaya mengkondisi wilayah yang masih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian.
"Saya sebagai gubernur yang berasal dari desa, harus memperhatikan pentingnya lahan pertanian dan kesejahteraan para petani, karena hasil kerja keras mereka merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Pemerintah telah berkomitmen akan memprotek lahan-lahan pertanian, terutama daerah lumbung padi seperti Pandeglang dan Lebak," katanya.
Dalam setiap kunjungan kerjanya ke berbagai kecamatan, gubernur wanita pertama dan satu-satunhya di Indonesia ini, juga selalu mengingatkan kepada kalangan petani agar memperhatikan regenerasi tenaga pelaku pertanian dengan menggiatkan pembinaan Kelompok Pemuda Tani. "Sebab, saya khawatir anak-anak muda di pedesaan lebih tertarik mengejar lapangan pekerjaan di sektor industri. Padahal, potensi di sektor pertanian tak kalah bagusnya," tambah Atut.
Ratu Atut mengharapkan, dengan terbentuknya BUMP nanti akan membuka harapan yang lebih cerah bagi para petani, dengan lebih terbukanya kemungkinan sinergi dengan badan usaha daerah (BUMD) maupun badan usaha negara (BUMN), bahkan termasuk dengan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Banten.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Ir. H. Agus M. Tauhid, S. M.Si mengatakan, selain keuntungan dari kepemilikan saham petani, keberadaan BUMP juga memberikan jaminan pasar dan berbagai kebutuhan setiap menghadapi musim tanam. Adanya kepastian akan keuntungan dan kesiapan sarana-prasarana menjelas musim tanam, maka akan memberikan nilai tambah kepada seluruh komponen dalam usaha pertanian. "Tentu saja tidak meninggalkan budaya dan kearifan lokal Banten," tandasnya.

(as, ratuatut.com)

Technorati Tags:

Jumat, 22 Juli 2011

Ulama Serpong Puji Ratu Atut

ratu atut

SERPONG - Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, memberikan acungan jempol sebagai pujian terhadap perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap kelembagaan agama dan kehidupan umat beragama.
"Apresiasi layak diberikan kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya, tidak hanya terhadap MUI melainkan juga terhadap eksistensi dan peran para guru ngaji di Banten," kata Ketua MUI Kecamatan Serpong, KH. Abdul Rozak, saat Gubernur Banten melakukan kunjungan kerja, Jumat (22/07/2011).
Abdul Rozak mengutarakan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur, antara lain memberikan dukungan dan dorongan nyata terhadap berbagai kegiatan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga agama-agama lain yang ada di Banten. "Khusus untuk agama Islam, Ibu Gubernur juga memberikan perhatian yang sangat besar kepada para guru ngaji," tambahnya.
Gubernur, masih menurut Abdul Rozak, juga selalu menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, MUI dan lainnya dalam menjaga suasana kondusif di antara umat beragama. "Ke depan saya berharap Ibu Gubernur juga akan memberikan perhatian kepada Dewan Kesejahteraan Masjid termasuk para marbot masjid," tandasnya.
Selain itu, Gubernur juga bekerja sama dengan MUI Porvinsi Banten dengan menghasilkan sebuah Al Qur'an Mushaf Al-Bantani. "Al Qur'an ini sebuah karya besar para ulama Banten, karena menjadi Al Qur'an yang sangat khas dan menjadi kebanggaan umat Islam di Banten. Apalagi, Ibu Gubernur membagikan Al Qur'an ini secara cuma-cuma kepada semua umat," kata Abdul Rozak, disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah langsung merespon pujian tersebut dengan kerendahan hati. "Suasana kondusif antar umat beragama di Banten merupakan hasil kerjasama yang harmonis dari seluruh pihak, termasuk masyarakat Banten pada umumnya yang tidak menginginkan adanya gesekan antar umat beragama," ujarnya.
Ratu Atut berpesan kepada MUI Kecamatan Serpong khususnya dan di seluruh Banten pada umumnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan dengan semua pihak seperti Polri, TNI, dan pihak-pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya gesekan antar umat beragama.
"Saya menyampaikan apresiasi terhadap MUI Kecamatan Serpong yang hingga sejauh ini dapat berperan aktif dalam menjaga suasana tenang dan damai di wilayahnya dengan terus menerus menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Saya berharap suasana kondusif ini terus dijaga dan dipelihara," kata Atut.
Selanjutnya, Ratu Atut mengimbau kepada MUI Kecamatan Serpong untuk segera membentuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), yang selanjutnya akan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, dalam kaitan pelaksanaan program-program bidang keagamaan khususnya umat Islam.
Ratu Atut selanjutnya juga menanggapi laporan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Serpong dan Forum Kader Posyandu. Gubernur berencana akan melakukan sinergi dengan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH MH, terkait pembangunan SMA Negeri yang belum ada di Kecamatan Serpong.
"Ibu Gubernur akan berkoordinasi dengan Ibu Walikota untuk membangun SMA Negeri di Kecamatan Serpong dan mudah-mudahan bisa cepat selesai dibangun. Sedangkan soal lahan akan dipelajari dulu oleh Bapak Camat," kata Ratu Atut.***
(wp, as, ml, ratuatut.com)

102.462 Siswa SD Banten Dapat Beasiswa

SERANG—Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Melalui sarana pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan dan pesan-pesan konstitusi dapat ditanamkan dalam rangka membentuk karakter bangsa (nation character building).

Namun saat ini, masih ada kelompok masyarakat yang tidak mampu/miskin, sehingga tidak dapat mengenyam pendidikan. Untuk itu, Gubernur Banten Ratu Atut bertekad mewujudkan pengalokasian anggaran pendidikan hingga mencapai 20 persen dari APBD.

“Di masa akan datang, peningkatan anggaran pendidikan hingga mencapai 20 persen dari APBD harus terwujud, guna melanjutkan usaha-usaha pemerataan dan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas,” kata Ratu Atut di Pendopo Gubernur, beberapa waktu lalu.

Sementara khusus untuk tahun ini, Banten mendapat kuota Beasiswa Miskin Sekolah Dasar (BSM-SD) sebanyak 102.462 orang/siswa. Beasiswa itu diluncurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, Ajak Muslim, beasiswa itu sesuai dengan UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12 (1) c yang menyebutkan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya”, dan huruf d menyebutkan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya,”.

“Untuk mempermudah dan mempercepat akses penyaluran dana BSM-SD, pada tahun anggaran 2011 sebagian besar pengalokasian dana BSM-SD disalurkan dengan dekonsentrasi. Sisanya dilakukan oleh pusat yang pelaksanaannya berpedoman pada emapat asas, yaiitu: efektif, efisien, akuntabel, dan transparan,” kata Ajak Muslim, Kamis (21/7).

Sementara itu, menurut kepala Seksi Sekolah Dasar Dindik Banten, Didin Sihabudin, bantuan/subsisdi itu berupa sejumlah uang tunai yang diberikan secara langsung kepada siswa sesuai criteria yang telah ditetapkan. Penerima beasiswa adalah siswa SD baik negeri maupun swasta yang duduk di kelas I, II, III, IV, V yang ditetapkan sebagai penerima BSM-SD yang ada dalam surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Orang tua miskin adalah orang tua yang tidak dapat membiayai pendidikan anaknya di SD yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah. Sedangkan Lembaga Penyalur adalah Lembaga Penyalur Indonesia yang menyalurkan BSM-SD di daerah.

“Ada 2.025.500 siswa SD se Indonesia yang mendapatkan dana BSM-SD tahun 2011. Nantinya setiap siswa yang masuk kategori miskin tersebut akan menerima dana BSM-SD sebesar Rp360.000 per tahun,” katanya.

Dana tersebut diperuntukkan untuk pembelian buku, baju seragam sekolah, pembelian alat olahraga dan alat keterampilan, pembayaran alat transportasi sekolah, dan keperluan lain yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah.

“Adapun waktu penyaluran beasiswa miskin SD itu mulai bulan Juli sampai dengan 31 Desember,” tegasnya.

(ratuatut.com)

Ratu Atut Akan Perjuangkan Sertifikasi Guru PAUD

ratu atutPANDEGLANG - Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah akan memperjuangkan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat mengikuti program sertifikasi. "Guru PAUD juga memiliki peran dan posisi yang sangat strategis dalam pembangunan pendidikan, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas di masa akan datang. Para guru PAUD juga harus perlu mendapat perhatian," kata Gubernur Banten saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Rabu (20/07/2011).
Ratu Atut menjelaskan, berdasarkan konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak asasi anak=anak, salah satunya adalah hak mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu. Di sinilai para guru PAUD memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia sedini mungkin dengan harapan dapat berperan besar dalam pembangunan bangsa, khususnya Banten di masa akan datang. Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan apabila kesejahteraan para guru PAUD juga perlu mendapatkan perhatian seperti yang sudah diberikan kepada guru TK, SD, SMP dan SMA.
"Saya ingin menghapus moto bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Moto itu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, sehingga ke depan guru adalah pahlawan dengan tanda jasa. Saya akan berjuang agar guru-guru di Banten dapat terus ditingkatkan. Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada guru yang belum memiliki gelar S1 harus kuliah lagi, karena gelar tersebut merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan sertifikasi," tutur Ratu Atut.
Di Kecamatan Cipeucang saat ini terdapat 346 guru dengan 192 guru di antaranya sudah berstatus Pegawai Negeri Sippil dan 58 guru sudah memiliki sertifikasi. Sementara yang sudah memiliki gelar pendidikan S1 berjumlah 160 guru atau sekitar 46,2% dari jumlah guru. Ratu Atu mengimbau kepada seluruh guru yang belum memiliki gelar pendidikan S1 agar kuliah lagi, dengan target seluruh guru di Banten dan khsusunya di Kecamatan Cipeucang sudah sarjana semua pada 2014. Sementara Pemprov Banten akan terus berjuang mendapatkan kuota sebanyak mungkin sertifikasi dari Pemerintah Pusat.
Ratu Atut juga tak luput memperhatikan kondisi para murid yang rumahnya belum mendapatkan aliran listrik. Pemprov Banten melalui program Listrik Pedesaan mengucurkan dana untuk mengalirkan listrik secara cuma-cuma kepada 285 rumah dari 6 desa di Kecamatan Cipeucang. "Ibu ingin anak-anak di Cipeucang dapat belajar di rumah lebih nyaman dan semakin rajin, setelah rumahnya mendapat aliran listrik," kata Ratu Atut, disambut tepuk tangan para pelajar SD, SMP dan SMA yang hadir dalam acara tersebut.
Sementara menanggapi laporan dari PNPM Mandiri Pedesaan, di mana tingkat pengembalian dana pinjaman Simpan Pinjam Perempuan yang baru sebesar 69,75% dari total dana yang disalurkan yaitu Rp 1,384 milyar lebih, Ratu Atut mengimbau agar dapat terus ditingkatkan hingga melebihi 80%. Menurutnya, jika tingkat pengembalian bisa melebihi 80% maka kondisi keuangan spp bisa dikatakan sehat dan dapat menyalurkan kembali pinjaman pada program berikutnya.***

 

(wp, as, ratuatut.com)

Selasa, 19 Juli 2011

Ratu Atut Imbau Waspadai Eksodus Pemilih

SERANG  – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menghimbau kepada panitia Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten /kota, untuk mewaspadai adanya eksodus pemilih.

Pasalnya, ada beberapa daerah di Provinsi Banten berbatasan langsung dengan tiga wilayah, yakni Provinsi Jawa Barat, Jakarta, dan Lampung.

“Para penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Banten, harus mengantisipasi sejumlah wilayah perbatasan di Banten. Menurut dia, biasanya selain adanya sejumlah warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), perlu juga diwaspadai adanya mobilisasi massa, ketika menjelang Pilgub untuk pindah dan menjadi pemilih,”ungkap Atut, usai mengikuti pemutakhiran data pemilih (PPDP), yang didampingi langsung oleh KPU Kota Serang, dan pantia pengawas (Panwas) Pilgub Banten, Senin (18/7).

Selain itu, ujar Atut, ia berharap KPU dapat mengoptimalkan tahapan
pencoklitan, sehingga tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya,
akibat tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

DPT kerap kali yang dijadikan gugatan, katanya. Karena dinilai bermasalah, oleh para kandidat, setelah hasil pemilihan di umumkan.

“Berkaca pada pemilihan presiden (Pilpres), atau pemilu legislativ (Pileg), DPT sering dijadikan materi gugatan oleh para calon yang kalah. Hal inilah yang harus diantispasi oleh para penyelenggara dengan mengoptimalkan pencoklitan, jangan sampai ada warga yang kehilangan hak pilihnya, akibat tidak terdaftar,” tuturnya.

Atut menambahkan, pada tahapan pencoklitan panitian pemungutan suara (PPS), sebagai bagian dari KPU, harus bekerjasama dengana aparat keluarahan atau desa. Terkadang warga kebingungan ketika akan mengcek dirinya sudah terdaftar atau belum.

“Masyarakat awam, terkadang tidak mengerti terkait PPS, mereka hanya tahu kelurahan atau desa. Oleh karena itu, dengan kerjasama tersebut, masyarakat dapat terlayani, meski tidak bertemu langusng dengan PPS,” papar Ratu Atut.

KURANG ENAM BULAN

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Serang, M Arif Ikbal mengatakan, sebagai upaya mengantisipasi mobilisasi atau eksodus pemilih, pihaknya akan kembali mensosialisasikan serta menegaskan kepada para PPDP, bahwa warga pindahan bisa dimasukan ke daftar pemilih, jika sudah tinggal di Banten minimal enam bulan. Kurang enam bulan dilarang.

“Warga pindahan yang kurang dari enam bulan, tidak diperbolehkan masuk dalam DPT, ini sebagai antisipasi eksodus atau mobilisasi massa, sedangkan terkait warga Banten yang memiliki KTP lintas provinsi atau ganda, kami akan meminta warga tersebut memilih, apakah akan masuk DPT di Banten, atau daerah lainnya, jika memilih di Banten baru kami masukan menjadi pemilih,” ungkap Ikbal.  (PosKota)

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :

Minggu, 17 Juli 2011

Ratu Atut dan Rano Karno Jalan Santai dengan Atlet PON

ratu atut dan rano karno

Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, bersama Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno, melakukan jalan santai bersama warga dan sejumlah atlet PON XVIII di komplek perumahan Palem Semi, Tangerang, Minggu (17/7).

StarStarStarStar
 

TANGERANG-Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah,  mengikuti  jalan santai bersama masyarakat dan atlet Banten dalam rangka menuju Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 di Palem Semi, Kota Tangerang, Minggu (17/7) .

Dalam kegiatan tersebut Atut memberi semangat kepada para atlet untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. "Saya berharap para atlet Banten mampu masuk 10 besar dalam perolehan medali di PON XVIII," ujarnya.

Sementara itu, menurut  Ketua KONI Banten, Ady Surya Darma, dari 42 cabang olah raga di PON XVIII, enam cabang olah raga dipastikan akan diikuti atlet Banten.

Jalan santai Bareng Gubernur yang diselenggarakan KONI Banten ini, juga bertujuan untuk memasyarakatkan atlet-atlet Banten yang yang diberangkatkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau dan Jakarta.

Oleh sebab itu, seluruh atlet Pelatda diikutsertakan dalam jalan santai ini. Banten sudah meloloskan atlet-atletnya ke PON pada enam cabang olahraga.Ketua KONI Banten, H. Adi Suryadharma, sempat memperkenalkan kepada masyarakat atlet nasional layar asal Banten yang bernama Atiyah.

(TNews, FUA)

Senin, 11 Juli 2011

Ratu Atut Ajak Pemuda Banten Minati Pertanian

PANDEGLANG - Semakin besarnya minat anak muda dalam mengejar lapangan pekerjaan di sektor industri, belakangan ternyata cukup menggelisahkan Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah. Ia mengkhawatirkan semakin rendahnya minat kalangan pemuda untuk terjun ke bidang pertanian.

Disadari, pertumbuhan sektor industri pengolahan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 5,14% pada triwulan I 2011, seiring meningkatnya perekonomian nasional yang tumbuh pada level 6,50%, memang menimbulkan tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Meningkatnya investasi yang cukup besar pada industri pengolahan terjadai melalui pembangunan berbagai pabrik baru maupun perluasan dan penambahan pabrik dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pada periode sebelumnya hingga periode ke depan. Indikator realisasi kegiatan usaha sektor industri dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha pun menunjukkan tren yang meningkat.

Hal ini diperkirakan telah mendorong minat kalangan pemuda di wilayah pedesaan pergi ke pusat-pusat industri dengan tujuan mendapatkan pekerjaan. Tentu positif jika dilihat dari sisi upaya menekan angka pengangguran. Namun di sisi lain, muncul masalah baru di pedesaan, di mana proses regenerasi profesi pertanian menjadi terganggu.

Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah pun cukup mengkhawatirkan kecenderungan semakin menurunnya minat kalangan pemuda untuk menekuni profesi di bidang pertanian. Jika tidak segera mendapat perhatian, hal ini akan dapat menganggu kinerja pertanian Banten di masa akan datang. "Kalau semua beralih ke industri, siapa yang akan memproduksi beras," kata Atut bernada tanya.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan kepada berbagai elemen di bidang pertanian seperti Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan), KWT (Kelompok Wanita Tani) dan lain sebagainya untuk mulai melibatkan kalangan remaja maupun pemuda dalam berbagai program kegiatan yang dilaksanakan. "Hal ini akan dapat menahan laju minat kalangan muda ke industri," tambahnya.
Provinsi Banten memiliki lahan sawah seluas 197.914 ha terdiri dari sawah irigasi 48.401 ha, irigasi setengah teknis 17.275 ha, irigasi sederhana 18.597 ha, irigasi perdesaan 23.767 ha, tadah hujan 88.688 ha dan pasang surut 1.026 ha. Lahan seluas ini, menurutnya, juga membutuhkan banyak tenaga kerja dari kalangan anak muda, sehingga produksi beras Banten dapat berkesinambungan.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Jiput, di Kabupaten Pandeglang, Ratu Atut mengharapkan kepada semua elemen masyarakat di sektor pertanian untuk mengantisipasi masalah kecenderungan minat anak mudanya menacari lapangan pekerjaan di sektor industri. "Mereka harus dibina sejak dini agar mencintai profesi di bidang pertanian," tandasnya.

Ratu Atut mengingatkan bahwa Banten merupakan "10 besar" daerah di Indonesia yang menjadai pemasok produk pertanian nasional. Ia mengharapkan keinginan meningkatkan produksi pertanian di masa mendatang menjadi semangat bersama seluruh stakeholder pertanian di Banten. "Termasuk harus menjadi semangat anak-anak muda di pedesaan untuk ikut meningkatkan produksi di masa mendatang," ujarnya.

Menurut Ratu Atut, jika tidak ada upaya semua pihak untuk membandung minat anak-anak muda terjun ke sektor industri, bukan tidak mungkin tiga lima tahun ke depan Banten akan kekurangan sumber daya manusia di bidang pertanian. Dan jika hal ini sampai terjadi, lanjutnya, posisi Banten akan terlembar dari "10 besar" daerah sentra produksi pertanian nasional.***

WordPress Tags: Ratu,Atut,Tarik,Minat,Pemuda,Pertanian,PANDEGLANG,Semakin,Gubernur,Banten,Chosiyah,Disadari,Meningkatnya,Indikator,Survei,Kegiatan,Dunia,Usaha,Tentu,Namun,Jika,Kalau,Oleh,Gapoktan,Gabungan,Kelompok,Tani,KTNA,Nelayan,Andalan,Wanita,Provinsi,Lahan,Saat,Kecamatan,Jiput,Kabupaten,Mereka,Indonesia,Termasuk,Menurut,pada,anak,muda,dalam,lapangan,pekerjaan,sektor,industri,cukup,mengkhawatirkan,kalangan,untuk,terjun,bidang,pengolahan,yang,nasional,banyak,besar,berbagai,pabrik,baru,maupun,meningkatkan,produksi,periode,depan,dari,pedesaan,pusat,sisi,upaya,masalah,profesi,menjadi,kecenderungan,tidak,akan,dapat,masa,semua,beras,mengingatkan,kepada,elemen,sawah,seluas,irigasi,kerja,mengharapkan,harus,daerah,mendatang,semangat

Open-mouthed smile

share :

http://twitter.com/hjRatuAtut
http://ratuatutchosiyah.wordpress.com/
http://ratuatut.blogspot.com/
http://facebook.com/ratuatutchosiyah
http://ratuatut.com
http://ratuatut.blogdetik.com
http://ibuatut.com
http://bantenbersatu.com

Minggu, 10 Juli 2011

JAMBORE NASIONAL IX PRAMUKA RESMI DITUTUP

DSC_5412Sumatera Selatan-Wakil Gubernur Banten-H. M. Masduki selaku Ketua Kwartir Daerah Provinsi Banten didampingi anggota Majelis Pembimbing Daerah Provinsi Banten-H. Hudaya menghadiri penutupan Jambore Nasional IX Pramuka tahun 2011 di bumi perkemahan danau Teluk Gelam Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Sabtu (9/7).

Jambore Nasional (Jamnas) IX Pramuka yang berlangsung sejak tanggal 2 juli lalu di bumi perkemahan secara resmi ditutup Wakil Presiden Republik Indonesia-Budiono. Jamnas yang diikuti pramuka penggalang dari 33 provinsi termasuk Provinsi Banten yang mengirimkan kontingennya dari masing-masing Kwartir Cabang Kabupaten Kota se Provinsi Banten juga dihadiri kontingen pramuka dari Singapura serta  Malaysia berjumlah lebih dari 20 ribu orang.

Wakil Presiden-Budiono menyatakan, Pramuka berdiri sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi munculnya paham-paham radikalisme dan terorisme. Paham-paham radikalisme maupun terorisme tidak boleh dibiarkan mengancam keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selendang merah-putih yang selalu melingkar di leher seorang Pramuka adalah simbol kesetiaan pada cita-cita luhur dan eksistensi NKRI”, jelas Wakil Presiden.

"Sebagai Pandu, pramuka Indonesia, adalah calon pemimpin bangsa. Saya harapkan kalian semua memiliki pegangan, memiliki kompas, mengenai mana yang baik dan mana yang buruk”, tambah Wakil Presiden.

Wakil Presiden Boediono berharap para peserta Jambore Nasional IX Pramuka dapat menerapkan pengalamannya selama di perkemahan. Meskipun banyak godaan yang akan dihadapi namun Pramuka sebagai generasi muda harus siap mengambil alih  tongkat kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang.

Sementara Ketua Kwartir Nasional Pramuka-Azrul Azwar menjelaskan bahwa Jambore berlangsung sukses dengan 58 kegiatan, 75 persen dari jumlah kegiatan dilaksanakan di bumi perkemahan danau teluk gelam 25 persen lainnya diluar kawasan danau teluk gelam.

Technorati Tags: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Windows Live Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

WordPress Tags: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen

Blogger Labels: NASIONAL,PRAMUKA,RESMI,DITUTUP,Sumatera,Selatan,Wakil,Gubernur,Banten,Masduki,Ketua,Kwartir,Daerah,Provinsi,Majelis,Hudaya,Teluk,Gelam,Kecamatan,Kabupaten,Ogan,Ilir,Sabtu,Jamnas,Presiden,Republik,Indonesia,Budiono,Cabang,Kota,Singapura,Malaysia,Paham,Negara,Kesatuan,NKRI,Selendang,Sebagai,Pandu,Saya,Boediono,Meskipun,Sementara,Azrul,Azwar,bumi,perkemahan,danau,yang,berlangsung,dari,radikalisme,terorisme,adalah,cita,bangsa,memiliki,mana,akan,kegiatan,persen
Technorati Tags: ,

ratu atut