Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Gubernur Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubernur Banten. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten

20111125-A1-3-SK-HASIL-PELAKSANAAN-PEMILUKADA-BANTEN-DISERAHKAN-KEPADA-GUBERNUR-1Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).

SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.

Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.

Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.

Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.

Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.

“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.

Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.

Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.

“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.

Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.

“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.

“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.

(hms)

Technorati Tags: ,,,

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Jumat, 22 Juli 2011

Ulama Serpong Puji Ratu Atut

ratu atut

SERPONG - Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, memberikan acungan jempol sebagai pujian terhadap perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap kelembagaan agama dan kehidupan umat beragama.
"Apresiasi layak diberikan kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya, tidak hanya terhadap MUI melainkan juga terhadap eksistensi dan peran para guru ngaji di Banten," kata Ketua MUI Kecamatan Serpong, KH. Abdul Rozak, saat Gubernur Banten melakukan kunjungan kerja, Jumat (22/07/2011).
Abdul Rozak mengutarakan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur, antara lain memberikan dukungan dan dorongan nyata terhadap berbagai kegiatan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga agama-agama lain yang ada di Banten. "Khusus untuk agama Islam, Ibu Gubernur juga memberikan perhatian yang sangat besar kepada para guru ngaji," tambahnya.
Gubernur, masih menurut Abdul Rozak, juga selalu menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, MUI dan lainnya dalam menjaga suasana kondusif di antara umat beragama. "Ke depan saya berharap Ibu Gubernur juga akan memberikan perhatian kepada Dewan Kesejahteraan Masjid termasuk para marbot masjid," tandasnya.
Selain itu, Gubernur juga bekerja sama dengan MUI Porvinsi Banten dengan menghasilkan sebuah Al Qur'an Mushaf Al-Bantani. "Al Qur'an ini sebuah karya besar para ulama Banten, karena menjadi Al Qur'an yang sangat khas dan menjadi kebanggaan umat Islam di Banten. Apalagi, Ibu Gubernur membagikan Al Qur'an ini secara cuma-cuma kepada semua umat," kata Abdul Rozak, disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah langsung merespon pujian tersebut dengan kerendahan hati. "Suasana kondusif antar umat beragama di Banten merupakan hasil kerjasama yang harmonis dari seluruh pihak, termasuk masyarakat Banten pada umumnya yang tidak menginginkan adanya gesekan antar umat beragama," ujarnya.
Ratu Atut berpesan kepada MUI Kecamatan Serpong khususnya dan di seluruh Banten pada umumnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan dengan semua pihak seperti Polri, TNI, dan pihak-pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya gesekan antar umat beragama.
"Saya menyampaikan apresiasi terhadap MUI Kecamatan Serpong yang hingga sejauh ini dapat berperan aktif dalam menjaga suasana tenang dan damai di wilayahnya dengan terus menerus menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Saya berharap suasana kondusif ini terus dijaga dan dipelihara," kata Atut.
Selanjutnya, Ratu Atut mengimbau kepada MUI Kecamatan Serpong untuk segera membentuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), yang selanjutnya akan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, dalam kaitan pelaksanaan program-program bidang keagamaan khususnya umat Islam.
Ratu Atut selanjutnya juga menanggapi laporan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Serpong dan Forum Kader Posyandu. Gubernur berencana akan melakukan sinergi dengan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH MH, terkait pembangunan SMA Negeri yang belum ada di Kecamatan Serpong.
"Ibu Gubernur akan berkoordinasi dengan Ibu Walikota untuk membangun SMA Negeri di Kecamatan Serpong dan mudah-mudahan bisa cepat selesai dibangun. Sedangkan soal lahan akan dipelajari dulu oleh Bapak Camat," kata Ratu Atut.***
(wp, as, ml, ratuatut.com)

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :

Kamis, 07 Juli 2011

Hadiah Ratu Atut Kepada Masyarakat berupa Mushaf Al-Quran

SERANG - Semangat dan upaya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam menanamkan nilai-nilai kandungan Al Qur'an kepada masyarakat, ternyata bukan isapan jempol. Dalam setiap kunjungan kerjanya, ia selalu membagikan ratusan Kitab Suci Al Qur'an Mushaf Al-Bantani secara cuma-cuma kepada masyarakat, khususnya para guru ngaji.

Ratu Atut berjanji akan terus mencetak Kitab Suci Al Qur'an Mushaf Al-Bantani dan membagikannya kepada seluruh masyarakat Banten secara gratis. Lewat Al Qur'an, gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, selain untuk mengajak masyarakat kembali kepada nilai-nilai kehidupan yang ada dalam kandungan Al Qur'an, juga diharapkan akan menghidupkan kembali budaya lama yang semakin terlupakan, yaitu mengaji selepas shalat maghrib.

"Al Qur'an merupakan kitab suci umat Islam, yang akan menjadi obat bagi seluruh penyakit sosial di masyarakat dan merupakan solusi terbaik dalam menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan. Apapun persoalan hidup yang kita hadapi, akan bisa kita selesaikan bersama-sama apabila kita membuka kembali Al Qur'an," tutur Ratu Atut, baru-baru ini dalam suatu kesempatan.

Selaku Gubernur, Ratu Atut tidak hanya berupaya membangun Banten menjadi daerah yang dapat mensejahterakan masyarakatnya secara ekonomi, melainkan juga memberikan kenyamanan dan kesejukan karena tumbuh sumburnya keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha Esa. "Saya ingin Banten sejahtera berlandaskan iman dan taqwa bukan hanya sekadar slogan atau cita-cita. Tapi, itu benar-benar nyata," tandasnya.

Oleh sebab itu, Gubernur mengharapkan Al Qur'an Mushaf Al Bantani yang dibagikan secara gratis kepada seluruh masyarakat, jangan hanya menjadi pajangan di rumah. "Saya harapkan Al Qur'an menjadi bacaan rutin selepas shalat maghrib, untuk kemudian dipelajari, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Al Qur'an Mushaf Al-Bantani merupakan karya fenomenal para ulama Banten di masa kepemimpinan Hj. Ratu Chosiyah sebagai gubernur. Mushaf Al-Bantani 30 iluminasi atau hiasan ditepi halaman Al Qur'an yang mengadopsi benda-benda dan ornamen peninggalan sejarah Kesultanan Maulana Hasanuddin dan menjadi khas Provinsi Banten.

Oleh sebab itu, menurut Atut, masyarakat Provinsi Banten patut berbangga hati, karena telah memiliki Al Qur'an dengan mushaf yang disusun berdasarkan benda cagar budaya daerah. Iluminasi atau hiasan yang ada pada Quran tersebut merupakan artefak berupa ornamen mimbar masjid-masjid tua di Banten, mahkota kesultanan Banten, hiasan gerabah Banten, gapura makam, gapura Surosowan serta berbagai artefak lainnya.
"Al Qur'an Mushaf Al Bantani sudah menjadi milik masyarakat Banten dan hanya ada di Banten. Saya akan terus mencetak dalam jumlah yang tidak terbatas dan membagikan kepada seluruh masyarakat secara cuma-cuma, hingga Insya Allah tidak ada satu rumah pun di daerah ini yang tidak punya," tuturnya.

Hingga sejauh ini, Ratu Atut yang telah melakukan kunjungan kerja ke sekitar 110 kecamatan telah menyebarkan sedikitnya 500 Kitab Suci Al Qur'an Mushaf Al Bantani di setiap kecamatan.***

Selasa, 05 Juli 2011

Megawati restui Ratu Atut- Rano Karno Maju Pigub banten

Cilegon - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan rekomendasi bagi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, untuk maju kembali dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2011, bersama Rano Karno sebagai wakilnya.

Rekomendasi terhadap Atut-Rano tersebut disampaikan Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Banten, yang juga Ketua DPP PDIP, Sidarto, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Khusus Daerah (Rakerdasus) PDIP Banten, Selasa (5/7).

"Saya menyampaikan pesan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PDIP, yang menyebutkan Ratu Atut Chosiyah sebagai Calon Gubernur Banten, dan Rano Karno sebagai Calon Wakil Gubernur Banten," katanya menjelaskan.

Rekomendasi yang telah dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan pertimbangan partai. "Hasil survei yang dilakukan oleh DPP PDIP, pasangan tersebut mendapatkan suara tersebut," katanya menambahkan.

Sementara itu, Rano Karno mengatakan, keputusan yang sudah dikeluarkan merupakan amanat yang harus dijalankan. "Saya akan menjalankan amanat yang sudah dikeluarkan dalam rekomendasi DPP," katanya.

Dalam penyampaian rekomendasi Atut-Rano dalam Rakerdasus PDIP yang diselenggarakan di hotel di Kota Cilegon, Ratu Atut Chosiyah tidak hadir. Rano Karno tampak duduk di kursi depan.

Pada Pilgub Banten 2006, PDIP juga merekomendasikan Ratu Atut Chosiyah sebagai Cagub, dan mencoret Marisa Haque, yang saat itu kader dan Anggota DPR RI Fraksi PDIP.

Hadir dalam acara tersebut, Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo, Ketua DPP PDIP Bidang Pemberdayaan Perempuan Ribka Tjiptaning dan Ketua Bidang Komunikasi Infokom DPP PDIP Suyadi. [TMA, Ant]

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut


SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Guru Penting bagi Kualitas SDM Banten

Baliho-stiker PortraitSerang - Ratu Atut sangat perhatian terhadap kondisi guru, baik di negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal.  Setiap terjun ke masyarakat, Ratu Atut selalu mendengarkan keluhan masyarakat khususnya para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan bahkan guru ngaji. laporan disampaikan juga oleh beberapa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan, Ketua Himpaudi (Himpunan Paud Indonesia) menceritakan kondisi terkini tentang lembaga PAUD dan guru-guru yang dinaunginya. Ratu Atut mengetahui dan meyakini betul bahwa kunci untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) Banten yang berkualitas dan berkompeten di masa akan datang, terletak pada guru.

"Guru merupakan komponen yang sangat strategis dan mendasar untuk mendukung dan mendorong setiap upaya pembangunan pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan komponen utama dalam setiap upaya percepatan dan perluasan pembangunan di sektor lainnya," tutur Ratu Atut dalam suatu kesempatan saat kunjungan kerja ke Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, (28/6/2011).

Menurut Atut, pendidikan mempengaruhi secara penuh terhadap pertumbuhan ekonomi dan peradaban suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga terhadap fertilitas, mortalitas dan migrasi masyarakat.

Pendidikan, lanjut Atut, juga faktor penting dalam proses transformasi sosial. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila negara yang berpenduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Secara filosofis, pendidikan sangat bermanfaat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan.

"Bagi masyarakat, pendidikan bermanfaat dalam memperkuat kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Pendidikan juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi SDM jangka panjang," tambahnya.

Ratu Atut secara konsisten memacu para guru untuk meningkatkan kualitasnya. Ia selalu mendorong dan menyemangati para guru yang masih berijazah SMA untuk kuliah mengambil gelar S1. Sedangkan yang masih berijazah SMP (biasanya guru PAUD) mengikuti Paket C untuk mendapatkan ijazah SMA dan berlanjut sampai kuliah.

"Bagi yang masih harus mengambil Paket C, tidak usah malu-malu. Kalau kita mau maju dan mengembangkan kemampuan harus membuang jauh-jauh rasa malu," ujarnya memberi semangat.

Khusus kepada para guru ngaji, Ratu Atut, juga menaruh perhatian yang besar. Sebab, menurutnya, guru ngaji merupakan komponen strategis dalam meletakkan dasar nilai-nilai akhlakul karimah berlandaskan iman dan taqwa. "Ilmu duniawi tanpa dilandasi keimanan dan ketaqwaan justru potensial menimbulkan bencana," tuturnya.

(as)

Selasa, 28 Juni 2011

Ratu Atut Menghimbau Masyarakat mempopulerkan Batik Banten

sambil santai silahkan kunjungi: www.ratuatut.com www.bantenbersatu.com (adv) Smile

Jakarta - Ratu Atut Chosiah yang juga Gubernur Banten mengimbau masyarakat untuk lebih mempopulerkan baju batik, terutama corak khas Banten, agar makin dikenal dan kelanjutan tradisinya menjadi identitas budaya asli Indonesia.

``Langkah ini untuk melestarikan budaya batik Banten sehingga tidak mudah diklaim negara lain seperti beberapa kasus sebelumnya," ujar Atut dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu (26 juni 2011)

Sejak awal September 2009, ujarnya, Pemprov Banten telah mewajibkan semua PNS menggunakan batik setiap hari Jumat. "Melestarikan budaya batik tidak hanya oleh aparatur pemerintahan. Masyarakat luas juga diharapkan turut serta melestarikan dan mengembangkan budaya batik Banten," ujar Atut.

Hari Batik tersebut, ia menambahkan, digunakan juga untuk mengkampanyekan Batik Banten. Apalagi, kata dia, Banten sudah memiliki motif Batik yang berbeda dengan batik lainnya di Indonesia.

Lebih lanjut Atut menjelaskan bahwa pemakaian batik merupakan keistimewaan tersendiri karena batik sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Dia meminta kepada seluruh masyarakat di Banten untuk terus mensosialisasikan baju batik tersebut.

Batik Banten mulai terdengar sekitar tahun 2003 setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Banten Oktober 2003 tentang pembentukan panitia peneliti batik Banten yang memicu batik ini dibudidayakan.

Menurut Uke Kurniawan, wakil ketua panitia penelitian batik Banten saat itu, sejak adanya SK Gubernur Banten itu telah dilakukan pengkajian motif. Pada dasarnya pengkajian itu telah dilakukan sejak tahun 2002 dan setelah dibentuk panitia penelitian pada Oktober 2003, mulai dilakukan studi banding ke Pekalongan dan Solo.

"Sumber daya arkeologi yang memiliki seni hias Banten belum banyak terungkap. Hal ini yang menjadi bahan pemikiran bersama. Di antara sumber daya arkeologi yang telah terungkap secara sistematik antara lain pada Artefak Terwengkal, hasil penggalian Pusat Penelitian Arkeologi Universitas Indonesia tahun 1976," kata Uke.

Dijelaskannya bahwa transformasi motif dari Terwengkal ke suatu kain batik Banten merupakan upaya-upaya menghidupkan kembali seni hias Banten yang telah hilang sejak abad ke-17. Penyelamatan dan pelestarian potensi kekayaan intelektual masyarakat Banten yang telah hidup ratusan tahun itu telah diwujudkan ke dalam berbagai wahana, baik pada seni hias ornamental bangunan maupun pada seni hias kain yaitu batik.

"Setelah studi banding tersebut, kita mulai membuat contoh batik yang akan diproduksi. Pada bulan Januari, produk batik tersebut kita patenkan di HAKI Tangerang," ujar Uke.(*)

Minggu, 26 Juni 2011

Ratu Atut: Ayo Jauhi Narkoba untuk Banten Sehat


Serang- Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah, SE menghadiri Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tingkat Kabupaten Serang  yang diawali jalan santai oleh masyarakat Anyer di Tajung Tum-anyer hari Minggu (26 Juni 2011).

Ratu Atut menyambut baik dilaksanakanya kegiatan ini sebagai semangat Bupati Serang menjadikan masyarakat kabupaten Serang tahun 2015  bebas narkotika. “Tentunya cita-cita ini amat sangat mulya dan harus didukung bersama-sama terutama kepada  ibu–ibu dan bapak-bapak selaku orang tua  agar mengawasi dengan baik yaitu prilaku atau pergaulan puta-putri kita agar supaya tidak terjerumus  dan berikanlah putra-puri kita aktivitas yang positif  supaya tidak ada waktu luang untuk bergaul dengan kelompok yang menjerumuskan karena narkotika tidak hanya tesebar dikalangan sekolah dasar, SMP mapun SMA, tapi juga merahmbah perguruan tinggi.” Jelas Ratu Atut.

“Untuk itu pada peringatan hari anti narkoba internasional tingkat kabupaten serang  gubernur mengajak kepada seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Banten, khusnya jajaran aparatur pemerintah baik Provinsi, Kabupaten/Kota dan jajaran muspidanya, kepolisian, camat, kepala Desa dan RT/RW mari kita eratkan kebersamaan kita dan bulatkan tekad kita untuk memerangi narkotika, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Serang ini.” Sambung Ratu Atut dengan semangat.

Jumat, 10 Juni 2011

Mengaji dan Mengkaji al-Quran dengan Gemmar Mengaji


Ratu Atut Chosiyah


PROVINSI Banten merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan penerapan program "Gerakan Maghrib Mengaji" (Gemmar Mengaji), di samping DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya sebagai Gubernur sangat antusias untuk menyukseskan program ini. Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, saya selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat khususya warga Muslim untuk aktif ikut mengembali kebiasaan mengaji selepas melaksanakan shalat maghrib.

Mengaji sesudah shalat maghrib, dulu menjadi kebiasaan yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banten. Namun, kebiasan tersebut lambat laun makin menghilang. Sudah semakin jarang terlihat anak-anak berbondong-bondong membawa Al-Qur'an ke masjid maupun ke rumah guru ngaji. Padahal, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan remaja dan pemuda. Dengan mengaji dan mengkaji Al-Qur'an merupakan solusi efektif dalam membentengi anak-anak dari segala pengaruh buruk.

al-Quran Mushaf Al-Bantani yang saya bagikan dalam setiap kesempatan berkunjung ke masyarakat saya menekankan pentingnya peran kaum ibu untuk menghidupkan kembali kebiasaan mengaji maghrib dalam kehidupan masyarakat.

Para ibu biasanya lebih dekat dengan anak-anaknya. Kaum perempuan sangat potensial untuk dapat menyukseskan program Gemmar Mengaji. Sehabis menunaikan sholat Maghrib, anak-anak dibimbing untuk belajar mengaji, baik mengajarkan sendiri di rumah maupun melalui guru ngaji yang ada di lingkungan masing-masing. Mengaji merupakan upaya mengenalkan dan memperdalam isi kandungan Al-Qur’an agar umat manusia bisa memahami dan melaksanakan makna yang terkandung di dalamnya.

Saya mengingatkan kepada seluruh warga Banten terhadap tayangan media yang negatif khususnya televisi, tugas orang tua mendampingi dan memberikan masukan positif bagi anak, agar dapat menyaring dan memilah yang baik.

Program Gemmar Mengaji akan sukses jika dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah, khususnya melakukan pembinaan bidang pendidikan agama. Melalui keluarga yang kokoh tingkat keyakinan dan pemahamannya terhadap ajaran agama, akan mewujudkan bangsa atau daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun gofuur.

Terimakasih.

Kamis, 09 Juni 2011

Gubernur Atut Kian Digandrungi Remaja

Ratu Atut Chosiyah Kibarkan Bendera PMI saat Peringatan PMI Internasional

Serpong, Tapos. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur mendatang kian mendapat dukungan dari masyarakat. Kalangan Anak Baru Gede (ABG) juga tak mau kalah menggandrungi Bubernur yang akrab disapa atau dipanggil ibu ini.

Hal itu setidaknya terlihat disela-sela Rapat Kerja (Rakerprov) KNPI Propinsi Banten yang diadakan di Country Padang golf Modernland Kota Tangerang baru-baru ini, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah masih sempat berbincang dan berfoto ria asyik dengan para Cady golf layaknya orang selebritis ternama yang sedang dielu-elukan para penggemarnya terutama kaum ABG.

Dengan senyum manis Atut berpesan kepada Cady tersebut untuk menggunakan hak pilihnya sebagai generasi penerus bangsa. “Kalian semua adalah penerus generasi muda bangsa,” kata Atut dismbut dengan senyuman manis dari para Cady yang usianya baru meningjak ABG ini.

Salah satu Cady yang sempat berbincang dengan Bantenpost, Ayu mengatakan dirinya sangat kagum dengan penampilan Gubernur Atut serta baru kali ini bertemu langsung dengan Atut, sehingga dia pun tak sungkan untk ikut foto bareng dengan gubernur yang menurutnya sangat cantik.

“Aku baru kali ini mas ketemu langsung dengan gubernur Atut, ternyata cantik juga yah orangnya, ramah lagi. Makanya kami bersama teman-teman foto bareng dengan bu Atut, lumayanlah buat kenang-kenangan, kan entar bisa di upoad di Facebook saya hee...,” cetus gadis manis yang sudah tiga tahun bekerja sebagai cady ini sambil tersenyum simpul.

Sumber: Banten Pos, 8 Juni 2011

Masyarakat Antusias Sukseskan Gemmar Mengaji


LEBAK—Sejumlah kaum ibu, tokoh agama dan guru ngaji mendukung program Gemmar Mengaji sebagai sebuah gerakan dalam upaya lebih meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
Dukungan itu disampaikan dalam acara tabligh akbar yang digelar di lapangan Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Senin (6/6). Acara tersebut dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah disertai penyerahan bantuan al-Qur’an mushaf al-Bantani oleh Gubernur.
Hj.Encop Sopiah dan Hj. Ipah Suhadi yang aktif dalam kegiatan majelis ta’lim dan juga sebagai guru ngaji menyatakan sampai saat ini masih banyak anak-anak yang mengaji, khususnya pada waktu magrib.
“Dengan adanya program Gemmar Mengaji yang saat ini disosialisasikan langsung oleh gubernur, akan lebih mendorong kaum ibu untuk lebih memprioritaskan pendidikan agama bagi anak-anaknya” tutur keduanya.
“Jangan sampai kebiasaan magrib mengaji, khususnya di Banten menjadi luntur akibat pengaruh perubahan zaman, terutama terhadap perubahan perilaku masyarakat atau generasi muda” ujar Ketua MUI Banjarsari- Kiayi Dede.
MenurutRatu Atut Chosiyah, dengan terus membiasakan mengaji, khususnya setelah maghrib dapat meminimalir pengaruh-pengaruh negatif anak dari dampak tayangan-tayangan media televisi yang cenderung kurang pas pada jam tayangnya.
Karena itu, lanjutnya, agar program Gemmar Mengaji ini sukses maka dibutuhkan dukungan semua pihak terutama keluarga. Karena menuerutnya, keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah, khususnya melakukan pembinaan bidang pendidikan agama.

Minggu, 05 Juni 2011

Ratu Atut Support Fun Bike di Tangerang


AddThis Social Bookmark Button

Tangerang - Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah didampingi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP-Sukmawijaya, Ketua Badan Pembina Vihara Tri Maha Dharma- Endang Halim dan Ketua Vihara, Ismet Junaedi serta unsur muspika Teluk Naga menghadiri acara “Fun Bike” dalam rangka HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dengan tema “Kita Ciptakan kreativitas, Sportivitas di Kalangan Muda” di Lapangan Tunas Jaya Kp. Melayu Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Minggu (5/6).

Gubernur Banten Hj. Rt. Atut Chosiyah menyampaikan selamat HUT Vihara Tri Maha Dharma ke-30 khusus umat Budha yang mengikuti ibadah di Vihara Tri Maha Dharma, semoga HUT ke-30 memberikan manfaat bagi umat Budha dalam peningkatan kualitas ibadah serta keimanannya.

Gubernur memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 yang telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti fun bike di mana merupakan olahraga yang dapat menjaga kesehatan sekaligus memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat.

Gubernur sangat mensupport kegiatan seperti fun bike untuk bisa terus dilaksanakan karena kesehatan merupakan anugerah Tuhan bagi kita yang harus dijaga, dipelihara dan terkait dengan menjaga kesehatan tubuh.

“Kepada keluarga besar umat budha Vihara Tri Maha Dharma dapat memberikan pelayanan tidak hanya untuk umat budha sendiri, melainkan kepada umat-umat lainnya di Provinsi Banten”, harap Gubernur.

Sementara itu Edi selaku Ketua Penyelenggara mengatakan bahwa fun bike ini merupakan rangkaian dari HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dihadiri + dua ribu orang peserta, selain itu juga disediakan door price bagi peserta fun bike berupa sepeda motor, beberapa sepeda santai dan beberapa door price lainnya.

(bb)

Ribuan Kader Beringin Lebak Siap Menangkan Pilkada


AddThis Social Bookmark Button

Lebak - (Suara Karya): Ribuan "kader beringin" menyatakan siap memenangkan sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada). Hal itu antara lain disampaikan Partai Golkar di Kabupaten Lebak, Banten. Golkar Lebak menargetkan sebanyak 5.000 kader untuk kemenangan pilkada gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Banten.

"Kami optimistis targetkan kader sebanyak itu akan tercapai," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lebak Kasmin Saelan, di Rangkasbitung, kemarin.

Kasmin mengatakan, pihaknya saat ini terus konsolidasi partai untuk memenangkan calon yang diusung oleh Golkar yakni Ratu Atut Chosiyah yang akan diselenggarakan pemilihan Oktober mendatang.

Partai Golkar hingga kini basis terkuat di Kabupaten Lebak, sehingga tidak begitu sulit untuk memenuhi target kader sebanyak 5.000 orang.
Kader partai tersebut mulai tingkat pengurus desa, kecamatan hingga kabupaten. "Saya kira Partai Golkar di sini tidak diragukan lagi untuk meraih kemenangan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten," katanya seperti dikutip Antara.
Kader Terbaik

Dia mengatakan, pihaknya saat ini terus menjalin komunikasi politik dengan pengurus tingkat bawah hingga kabupaten, karena calon gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah merupakan kader terbaik Golkar.

Ratu Atut Chosiyah, selain kader Golkar, selama memimpin Banten berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami akan berjuang keras untuk meraih suara terbanyak pada pemilihan kepala daerah itu," ujarnya.

(Wisnu/Tri Handayani)

suara karya, Jumat, 3 Juni 2011

Amankan Pilgub Banten, Polda Siagakan Sniper


AddThis Social Bookmark Button
SERANG - Jajaran Polda Banten tidak setengah-setengah mengamankan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten yang akan digelar 22 Oktober mendatang. Apalagi, diprediksi persaingan perebutan orang nomor satu di provinsi ke-30 itu bakal berjalan keras. Karena itu, Polda mengerahkan puluhan penembak jitu (sniper) menjaga jalannya Pemilukada Banten.

Kapolda Banten, Brigjen Eko Hadi Sutedjo mengatakan personel yang disiapkan mengamankan Pemilukada Banten terdiri dari 4.500 orang. Namun jika saat tertentu dibutuhkan bantuan, Polda Banten bisa menyiapkan hingga 8.000 personel. ”Puluhan sniper ini akan disebar di setiap wilayah,” terangnya usai gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten di Mapolda Banten.

Dikatakannya juga, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pemilukada Banten, kantor KPUD, kantor panwaslukada, sarana dan pra sarana Pilgub Banten hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.

Dia juga menegaskan, tim intelijen sudah mendeteksi kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub Banten. Diantaranya bentrok antarmassa pendukung kandidat saat kampanye, kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub lain, serta perusakan terhadap alat peraga hingga adanya money politics.

”Saya kira semua daerah rawan. Tapi pada dasarnya letak kerawanan ditentukan calon gubernur. Siapa calonnya itu yang menentukan letak kerawanan di daerah. Karena kita juga melihat dinamika masyarakat di daerah. Kalau homogen tidak masalah, tapi kalau basic-nya heterogen itu akan berpotensi menimbulkan gesekan antarpendukung,” ungkapnya juga. Karena itu, perhatian khusus keamanan akan dilakukan diantaranya pada awal pendaftaran.

Karena dikhawatirkan ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak lolos lalu membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya proses pilgub. ”Saat kampanye juga kami antisipasi karena khawatir bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu. Tentunya juga, saat pemungutan suara,” ungkap jenderal bintang satu itu.

Meski demikian, dia mengatakan pengamanan yang dilakukan akan mengedepankan cara pencegahan. ”Karena itu tindakan keras adalah langkah terakhir yang dilakukan apabila sudah mengancam keselamatan jiwa dan raga seseorang,” pungkasnya juga.

Sementara itu, untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya, akan diserahkan kepada Polda Metro Jaya. Pasalnya, wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel masih masuk yuridiksi Polda Metro Jaya. ”Namun, akan tetap berkoordinasi dengan Polda Banten. Sebagai pengatur sistem pengamanan Pilgub Banten,” cetusnya juga.

Keseriusan polisi mendeteksi ancaman saat Pilgub Banten terlihat dari simulasi pengamanan salah satu pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Banten 2011 yang diberondong senjata api oleh sekelompok separatis. Aksi baku tembak pun tak terhindarkan. Akhirnya, petugas dari Brimob Polda Banten dan sniper Polda Banten yang mengawal berhasil membalas serangan dan melumpuhkan kelompok bersenjata itu.

Selain itu, juga ditampilkan simulasi pengamanan aksi unjukrasa yang berakhir anarkis dan diakhiri dengan penjinakan bom oleh tim Gegana Polda Banten. Simulasi itu digelar untuk kali kedua. Setelah sebelumnya, juga digelar aksi simulasi serupa beberapa hari lalu. Dalam pengamanan itu juga diterjunkan tim pengamanan dari Mabes Polri.

Sementara Gubernur Banten, Rt Atut Chosiyah mengapresiasi kesiapan Polda Banten dalam pengamanan Pemilukada Banten 2011. Atut mengatakan, dari peralatan hingga SDM personel jajaran Polda Banten sudah begitu matang. ”Saya lihat simulasi tadi, semuanya matang. Semoga pada pelaksanaan bisa berjalan dengan baik, aman dan damai,” terang incumbent yang akan maju bersaing lagi dalam Pilgub 2011 itu.

Dikatakannya juga, perbedaan memang selalu ada dalam proses demokrasi. Akan tetapi hal tersebut jangan dijadikan sebagai ajang permusuhan bahkan menjadi anarkis antarmasyarakat. ”Saya harap masyarakat Banten lebih dewasa dalam berpolitik. Sehingga bentrokan saat Pilgub Banten tidak akan terjadi,” harapnya. (bud)
jpnn
Jum'at, 03 Juni 2011 , 14:16:00

Banten Tak Bisa Dibandingkan dengan Provinsi Tetangga


AddThis Social Bookmark Button

TANGERANG - Banten yang baru berusia sepuluh tahun tak bisa serta merta diban­dingkan dengan provinsi tetangganya, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kendati demikian, Banten yang dinilai relatif sepi penduduknya dibanding dengan dua provinsi tersebut mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Analis Kebijakan Publik Universitas Islam Syarif Hidayatullah Ciputat Kota Tangsel Djaka Badranaya mengakui, Banten yang me­miliki penduduk 9,78 jiwa (sensus penduduk 2009-red) menunjukkan perkembangan yang signifikan. “IPM Banten pada 2009 mencapai 70,06. Angka ini melesat jauh dari IPM 2002 yang tercatat 66,6,” kata Djaka dalam keterangan persnya kepada Radar Banten, Kamis (1/6).
Djaka mengakui, untuk IPM, DKI Jakarta ma­sih memimpin perolehan tertinggi di Indo­nesia dengan angka 77,36. Sedangkan Jawa Barat meraih urutan ke–15 dengan angka 71,64.
Berdasar sensus penduduk 2010, penduduk Jawa Barat terbanyak di Indonesia dengan jumlah 43.021.826 jiwa. ‘’Nah, data–data ter­sebut, sangat sulit untuk membandingkan hasil pembangunan yang ada di Banten dengan provinsi tetangga seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta,’’ kata Djaka.
Sementara, masih dalam keterangan persnya, Iwan Kusuma mengatakan, anggapan pem­bangunan Banten terkesan berjalan di tem­pat dinilai tak mendasar. Pada 2009,
Banten mampu mencetak PDRB (product domestic regional brutto-red) sebesar Rp 133,05 triliun. ‘’Angka ini relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan PDRB Jawa Barat yakni Rp 656,32 triliun. Apalagi dengan DKI Jakarta, yakni Rp 757,02 triliun yang tercacat memiliki PDRB tertinggi di Indonesia. Namun nilai ini me­nunjukkan capaian Banten yang terus meng­geliat. Nilainya meningkat dibandingkan dengan PDRB 2008 yang besarnya Rp 122,49 triliun,’’ katanya.
Diketahui, Banten menjadi provinsi ketiga puluh pada 4 Oktober 2000 atau relatif lebih muda dibandingkan dengan dua provinsi tetangganya, yakni Jawa Barat yang berdiri pada 19 Agustus 1945 dan DKI Jakarta yang berdiri pada tahun 1961. (dai/man/del)

Radar Banten, Jumat, 03 Juni 2011 | 11:03 WIB

Kamis, 02 Juni 2011

Ratu Atut hadiri Apel Operasi Mantap Praja 2011

Serang - Kepolisian Daerah (Polda) Banten mulai 'menerjunkan' personil pengamanan Pemilihan Umum Gubernur dan wakil gubernur Banten 2011 melalui apel gelar pasukan pengamanan Pilgub dengan sandi operasi 'Mantap Praja 2011' di Mapolda Banten kemarin (1/6/2011).

"Pada eskalasi biasa-biasa kemampuan personil yang kami siapkan sekitar 4.500 orang. Namun jika dalam eskalasi tertentu kami akan meminta bantuan dengan menyiapkan personil hingga delapan ribu," kata Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo usai gelar pasukan pengamanan Pilgub di Mapolda Banten di Serang, rabu.

Ia mengatakan, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten 2011 tersebut yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pilgub, kantor KPU, Panwaslu sarana dan prasarana Pilgub hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.

Kapola Banten mengatakan, kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub tersebut diantaranya bentrok antara masa pendukung peserta Pilgub pada saat kampanye, karena kemungkinan jadwal kampanye yang bersamaan. Kemudian kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub atau kelompok tertentu serta perusakan terhadap alat peraga atau pelanggaran terhadap alat peraga hingga antisipasi pengamanan kemungkinan terjadinya 'money politik' pada saat pemungutan dan penghitungan suara.

Sedangkan objek dan waktu-waktu tertentu yang menjadi perhatian khusus petugas keamanan diantaranya disaat awal pendaftaran, karena khawatir ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan, lalu mereka membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya pemilihan gubernur. Kemudian pada saat kampanye karena ada khawatir terjadi bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu serta pada saat pemungutan suara. "Namun saya tekankan dalam pengamanan ini harus mengedepankan kegiatan pencegahan, oleh karena itu tindakan keras dan terukur adalah langkah terakhir yang perlu dilakukan apabila sudah ada kegiatan masyarakat yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan raga," kata Brigjen Eko Hadi Sutedjo.

Sementara untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya akan dilakukan pihak kepolisian Polda Metro jaya yang berkordinasi dengan Polda Banten sebagai penanggung jawab operasi pengamanan Pilgub Banten 2011. Dalam apel gelar pasukan tersebut dilakukan simulasi pengamanan dan pengawalan calon gubernur yang sedang melakukan perjalanan kampanye ke suatu daerah, namun tiba-tiba ada penyerangan dari kelompok tertentu yang menggunakan senjata api, kemudian simulasi pengamanan saat terjadi unjukrasa besar-besaran serta simulasi operasi penjinakan bom dan penembak jitu.

Apel gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten tersebut dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, unsur Muspida Banten serta tokoh masyarakat dan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat. "Saya mengapresiasi kesiapan pengamanan jajaran Polda Banten dan unsur lainnya dalam menghadapi Pilgub Banten, karena dipersiapkan dengan lebih matang dibanding Pilgub Banten sebelumnya," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

(as, bantenbersatu.com / hmsbanten)

Selasa, 31 Mei 2011

Perekonomian Banten Berbenah Kejar Ketertinggalan Sejajar dengan Ekonomi Nasional


SERANG-Perekonomian Banten berhasil mensejajarkan diri dengan pertumbuhanekonomi nasional. Dalam kajian yang dirilis Kantor Bank Indonesia awal Mei lalu,disebutkan, kinerja perekonomian Banten triwulan I 2011mengalami peningkatkan. Angkanya cukup signifikan, menembus besaran 6,52% atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,50%. Ini merupakan level pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah Banten hingga saat ini. Dalam rilisnya, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR). Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional. ''Semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi yang strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama tersebut menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini,'' demikian dalam rilis Kantor Bank Indonesia.

Sementara itu, tekanan Inflasi Banten pada triwulan I 2011 sedikit menurun dengan membaiknya pasokan bahan makanan. Peningkatan inflasi Banten pada triwulan IV 2010 terutama dari sisi suplai mulai menurun pada Triwulan I 2011. Inflasi tahunan Banten pada akhir triwulan I 2011 adalah sebesar 5,76%. Ini relatif membaik dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 6,10% . Masuknya masa panen padi di Banten dan meningkatnya pasokan bahan makanan lainnya baik dari sentra produksi di Banten maupun luar Banten yang didukung oleh membaiknya kondisi cuaca mendorong terjadinya peningkatan pasokan bahan makanan di Banten. Hal tersebut menyebabkan tekanan dari kelompok volatile foods (bahan makanan yang harganya fluktuatif,red) pun menurun.

Terus membaiknya konsumsi, investasi dan ekspor, akan turut menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II 2011 dengan proyeksi pertumbuhan pada kisaran 6,58%-6,62% . Kinerja sektor utama perekonomian Banten, yaitu sektor industri pengolahan akan terus meningkat seiring terus membaiknya permintaan barang dan jasa baik dari daerah lain di luar Banten maupun luar negeri. Struktur industri yang erat kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk seperti petrokimia, tekstil dan alas kaki menyebabkan pelaku usaha/investor di sektor utama tersebut terus melakukan ekspansi bisnis melalui investasi peningkatan kapasitas industri dan memperluas pasar produk baik domestik dan luar negeri.

Ekspektasi percepatan realisasi belanja pemerintah serta prakiraan semakin tingginya kinerja ekspor dan impor menjadi faktor-faktor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan mendatang dari sisi permintaan. Sementara itu, dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor di Banten diperkirakan tumbuh meningkat. Kondisi tersebut secara simultan akan mendorong perekonomian Banten bertumbuh lebih tinggi pada periode mendatang. Peningkatan kinerja ekonomi diperkirakan berdampak pada peningkatan tekanan inflasi dari sisi permintaan meskipun tidak signifikan. Namun dengan stabilnya pasokan bahan makanan dari sisi penawaran, inflasi Banten diprakirakan berada pada kisaran 4,75% - 5,25% atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I 2011.

Pencapaian kinerja ini tentu saja pantas disambut gembira oleh seluruh stakeholder di wilayah Banten. ''Namun tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justrumenjadi tantangan bagi kita semua, untuk bekerja lebih keras, lebih bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan laju kinerja pertumbuhan ekonomi Banten,'' kata Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten akhir pekan lalu di Lippo Karawaci seraya menambahkan hal ini seiring dan selaras dengan program pemerintah pusat melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang dicanangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Mei 2011 lalu. Ditambahkan Atut, pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut sempat dilaporkan dirinya dalam video conference dengan Presiden SBY.

Dalam kesempatan itu, Ratu Atut juga melaporkan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di wilayah Banten sebagai bagian dari program MP3EI 2011-2025. Proyek tersebut antara lain pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon, yang merupakan kerjasama investasi antara PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and Steels Company (Posco). Proyek tersebut menelan investasi senilai 6 miliar dolar AS, dengan kemampuan produksi baja hingga 6 juta ton per tahun. Pembangunannya direncanakan akan selesai pada 2013. Pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan dalam dua tahan ini, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 149.000 orang.

Pekerjaan fisiknya sendiri akan dimulai Agustus atau September tahun depan. Sementara untuk tahap kedua, sekitar 30 persen produknya akan diekspor ke Vietnam, sebagai negara yang memiliki industri hilir siap menerima produk pabrik KS-Posco. Pabrik hasil kerja sama ini menjanjikan produk berkualitas tinggi. Pabrik akan menghasilkan plat mill dengan spefikasi baru, yakni ukuran panjang 4 meter dan ketebalan 100 milimeter. Baja jenis ini digunakan untuk industri kapal-kapal samudera yang berukuran besar. Bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sedang sisanya, kemungkinan akan diimpor dari negara terdekat, seperti Australia. Pendirian pabrik baja terpadu ini, diperkirakan akan membuat impor baja nasional turun 20 persen. Tahun ini produksi baja nasional mencapai 5,9 juta ton. Tahun depan, produksi baja nasional ditargetkan bisa mencapai 7,4 juta ton atau sama dengan produksi 2008. (bb)