Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Pemilukada Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilukada Banten. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :

Selasa, 05 Juli 2011

Megawati restui Ratu Atut- Rano Karno Maju Pigub banten

Cilegon - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan rekomendasi bagi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, untuk maju kembali dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2011, bersama Rano Karno sebagai wakilnya.

Rekomendasi terhadap Atut-Rano tersebut disampaikan Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Banten, yang juga Ketua DPP PDIP, Sidarto, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Khusus Daerah (Rakerdasus) PDIP Banten, Selasa (5/7).

"Saya menyampaikan pesan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PDIP, yang menyebutkan Ratu Atut Chosiyah sebagai Calon Gubernur Banten, dan Rano Karno sebagai Calon Wakil Gubernur Banten," katanya menjelaskan.

Rekomendasi yang telah dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan pertimbangan partai. "Hasil survei yang dilakukan oleh DPP PDIP, pasangan tersebut mendapatkan suara tersebut," katanya menambahkan.

Sementara itu, Rano Karno mengatakan, keputusan yang sudah dikeluarkan merupakan amanat yang harus dijalankan. "Saya akan menjalankan amanat yang sudah dikeluarkan dalam rekomendasi DPP," katanya.

Dalam penyampaian rekomendasi Atut-Rano dalam Rakerdasus PDIP yang diselenggarakan di hotel di Kota Cilegon, Ratu Atut Chosiyah tidak hadir. Rano Karno tampak duduk di kursi depan.

Pada Pilgub Banten 2006, PDIP juga merekomendasikan Ratu Atut Chosiyah sebagai Cagub, dan mencoret Marisa Haque, yang saat itu kader dan Anggota DPR RI Fraksi PDIP.

Hadir dalam acara tersebut, Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo, Ketua DPP PDIP Bidang Pemberdayaan Perempuan Ribka Tjiptaning dan Ketua Bidang Komunikasi Infokom DPP PDIP Suyadi. [TMA, Ant]

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut


SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Guru Penting bagi Kualitas SDM Banten

Baliho-stiker PortraitSerang - Ratu Atut sangat perhatian terhadap kondisi guru, baik di negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal.  Setiap terjun ke masyarakat, Ratu Atut selalu mendengarkan keluhan masyarakat khususnya para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan bahkan guru ngaji. laporan disampaikan juga oleh beberapa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan, Ketua Himpaudi (Himpunan Paud Indonesia) menceritakan kondisi terkini tentang lembaga PAUD dan guru-guru yang dinaunginya. Ratu Atut mengetahui dan meyakini betul bahwa kunci untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) Banten yang berkualitas dan berkompeten di masa akan datang, terletak pada guru.

"Guru merupakan komponen yang sangat strategis dan mendasar untuk mendukung dan mendorong setiap upaya pembangunan pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan komponen utama dalam setiap upaya percepatan dan perluasan pembangunan di sektor lainnya," tutur Ratu Atut dalam suatu kesempatan saat kunjungan kerja ke Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, (28/6/2011).

Menurut Atut, pendidikan mempengaruhi secara penuh terhadap pertumbuhan ekonomi dan peradaban suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga terhadap fertilitas, mortalitas dan migrasi masyarakat.

Pendidikan, lanjut Atut, juga faktor penting dalam proses transformasi sosial. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila negara yang berpenduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Secara filosofis, pendidikan sangat bermanfaat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan.

"Bagi masyarakat, pendidikan bermanfaat dalam memperkuat kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Pendidikan juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi SDM jangka panjang," tambahnya.

Ratu Atut secara konsisten memacu para guru untuk meningkatkan kualitasnya. Ia selalu mendorong dan menyemangati para guru yang masih berijazah SMA untuk kuliah mengambil gelar S1. Sedangkan yang masih berijazah SMP (biasanya guru PAUD) mengikuti Paket C untuk mendapatkan ijazah SMA dan berlanjut sampai kuliah.

"Bagi yang masih harus mengambil Paket C, tidak usah malu-malu. Kalau kita mau maju dan mengembangkan kemampuan harus membuang jauh-jauh rasa malu," ujarnya memberi semangat.

Khusus kepada para guru ngaji, Ratu Atut, juga menaruh perhatian yang besar. Sebab, menurutnya, guru ngaji merupakan komponen strategis dalam meletakkan dasar nilai-nilai akhlakul karimah berlandaskan iman dan taqwa. "Ilmu duniawi tanpa dilandasi keimanan dan ketaqwaan justru potensial menimbulkan bencana," tuturnya.

(as)

Jumat, 10 Juni 2011

Mengaji dan Mengkaji al-Quran dengan Gemmar Mengaji


Ratu Atut Chosiyah


PROVINSI Banten merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan penerapan program "Gerakan Maghrib Mengaji" (Gemmar Mengaji), di samping DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya sebagai Gubernur sangat antusias untuk menyukseskan program ini. Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, saya selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat khususya warga Muslim untuk aktif ikut mengembali kebiasaan mengaji selepas melaksanakan shalat maghrib.

Mengaji sesudah shalat maghrib, dulu menjadi kebiasaan yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banten. Namun, kebiasan tersebut lambat laun makin menghilang. Sudah semakin jarang terlihat anak-anak berbondong-bondong membawa Al-Qur'an ke masjid maupun ke rumah guru ngaji. Padahal, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan remaja dan pemuda. Dengan mengaji dan mengkaji Al-Qur'an merupakan solusi efektif dalam membentengi anak-anak dari segala pengaruh buruk.

al-Quran Mushaf Al-Bantani yang saya bagikan dalam setiap kesempatan berkunjung ke masyarakat saya menekankan pentingnya peran kaum ibu untuk menghidupkan kembali kebiasaan mengaji maghrib dalam kehidupan masyarakat.

Para ibu biasanya lebih dekat dengan anak-anaknya. Kaum perempuan sangat potensial untuk dapat menyukseskan program Gemmar Mengaji. Sehabis menunaikan sholat Maghrib, anak-anak dibimbing untuk belajar mengaji, baik mengajarkan sendiri di rumah maupun melalui guru ngaji yang ada di lingkungan masing-masing. Mengaji merupakan upaya mengenalkan dan memperdalam isi kandungan Al-Qur’an agar umat manusia bisa memahami dan melaksanakan makna yang terkandung di dalamnya.

Saya mengingatkan kepada seluruh warga Banten terhadap tayangan media yang negatif khususnya televisi, tugas orang tua mendampingi dan memberikan masukan positif bagi anak, agar dapat menyaring dan memilah yang baik.

Program Gemmar Mengaji akan sukses jika dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah, khususnya melakukan pembinaan bidang pendidikan agama. Melalui keluarga yang kokoh tingkat keyakinan dan pemahamannya terhadap ajaran agama, akan mewujudkan bangsa atau daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun gofuur.

Terimakasih.

Minggu, 05 Juni 2011

Ratu Atut Support Fun Bike di Tangerang


AddThis Social Bookmark Button

Tangerang - Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah didampingi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP-Sukmawijaya, Ketua Badan Pembina Vihara Tri Maha Dharma- Endang Halim dan Ketua Vihara, Ismet Junaedi serta unsur muspika Teluk Naga menghadiri acara “Fun Bike” dalam rangka HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dengan tema “Kita Ciptakan kreativitas, Sportivitas di Kalangan Muda” di Lapangan Tunas Jaya Kp. Melayu Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Minggu (5/6).

Gubernur Banten Hj. Rt. Atut Chosiyah menyampaikan selamat HUT Vihara Tri Maha Dharma ke-30 khusus umat Budha yang mengikuti ibadah di Vihara Tri Maha Dharma, semoga HUT ke-30 memberikan manfaat bagi umat Budha dalam peningkatan kualitas ibadah serta keimanannya.

Gubernur memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 yang telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti fun bike di mana merupakan olahraga yang dapat menjaga kesehatan sekaligus memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat.

Gubernur sangat mensupport kegiatan seperti fun bike untuk bisa terus dilaksanakan karena kesehatan merupakan anugerah Tuhan bagi kita yang harus dijaga, dipelihara dan terkait dengan menjaga kesehatan tubuh.

“Kepada keluarga besar umat budha Vihara Tri Maha Dharma dapat memberikan pelayanan tidak hanya untuk umat budha sendiri, melainkan kepada umat-umat lainnya di Provinsi Banten”, harap Gubernur.

Sementara itu Edi selaku Ketua Penyelenggara mengatakan bahwa fun bike ini merupakan rangkaian dari HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dihadiri + dua ribu orang peserta, selain itu juga disediakan door price bagi peserta fun bike berupa sepeda motor, beberapa sepeda santai dan beberapa door price lainnya.

(bb)

Ribuan Kader Beringin Lebak Siap Menangkan Pilkada


AddThis Social Bookmark Button

Lebak - (Suara Karya): Ribuan "kader beringin" menyatakan siap memenangkan sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada). Hal itu antara lain disampaikan Partai Golkar di Kabupaten Lebak, Banten. Golkar Lebak menargetkan sebanyak 5.000 kader untuk kemenangan pilkada gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Banten.

"Kami optimistis targetkan kader sebanyak itu akan tercapai," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lebak Kasmin Saelan, di Rangkasbitung, kemarin.

Kasmin mengatakan, pihaknya saat ini terus konsolidasi partai untuk memenangkan calon yang diusung oleh Golkar yakni Ratu Atut Chosiyah yang akan diselenggarakan pemilihan Oktober mendatang.

Partai Golkar hingga kini basis terkuat di Kabupaten Lebak, sehingga tidak begitu sulit untuk memenuhi target kader sebanyak 5.000 orang.
Kader partai tersebut mulai tingkat pengurus desa, kecamatan hingga kabupaten. "Saya kira Partai Golkar di sini tidak diragukan lagi untuk meraih kemenangan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten," katanya seperti dikutip Antara.
Kader Terbaik

Dia mengatakan, pihaknya saat ini terus menjalin komunikasi politik dengan pengurus tingkat bawah hingga kabupaten, karena calon gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah merupakan kader terbaik Golkar.

Ratu Atut Chosiyah, selain kader Golkar, selama memimpin Banten berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami akan berjuang keras untuk meraih suara terbanyak pada pemilihan kepala daerah itu," ujarnya.

(Wisnu/Tri Handayani)

suara karya, Jumat, 3 Juni 2011

Amankan Pilgub Banten, Polda Siagakan Sniper


AddThis Social Bookmark Button
SERANG - Jajaran Polda Banten tidak setengah-setengah mengamankan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten yang akan digelar 22 Oktober mendatang. Apalagi, diprediksi persaingan perebutan orang nomor satu di provinsi ke-30 itu bakal berjalan keras. Karena itu, Polda mengerahkan puluhan penembak jitu (sniper) menjaga jalannya Pemilukada Banten.

Kapolda Banten, Brigjen Eko Hadi Sutedjo mengatakan personel yang disiapkan mengamankan Pemilukada Banten terdiri dari 4.500 orang. Namun jika saat tertentu dibutuhkan bantuan, Polda Banten bisa menyiapkan hingga 8.000 personel. ”Puluhan sniper ini akan disebar di setiap wilayah,” terangnya usai gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten di Mapolda Banten.

Dikatakannya juga, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pemilukada Banten, kantor KPUD, kantor panwaslukada, sarana dan pra sarana Pilgub Banten hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.

Dia juga menegaskan, tim intelijen sudah mendeteksi kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub Banten. Diantaranya bentrok antarmassa pendukung kandidat saat kampanye, kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub lain, serta perusakan terhadap alat peraga hingga adanya money politics.

”Saya kira semua daerah rawan. Tapi pada dasarnya letak kerawanan ditentukan calon gubernur. Siapa calonnya itu yang menentukan letak kerawanan di daerah. Karena kita juga melihat dinamika masyarakat di daerah. Kalau homogen tidak masalah, tapi kalau basic-nya heterogen itu akan berpotensi menimbulkan gesekan antarpendukung,” ungkapnya juga. Karena itu, perhatian khusus keamanan akan dilakukan diantaranya pada awal pendaftaran.

Karena dikhawatirkan ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak lolos lalu membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya proses pilgub. ”Saat kampanye juga kami antisipasi karena khawatir bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu. Tentunya juga, saat pemungutan suara,” ungkap jenderal bintang satu itu.

Meski demikian, dia mengatakan pengamanan yang dilakukan akan mengedepankan cara pencegahan. ”Karena itu tindakan keras adalah langkah terakhir yang dilakukan apabila sudah mengancam keselamatan jiwa dan raga seseorang,” pungkasnya juga.

Sementara itu, untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya, akan diserahkan kepada Polda Metro Jaya. Pasalnya, wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel masih masuk yuridiksi Polda Metro Jaya. ”Namun, akan tetap berkoordinasi dengan Polda Banten. Sebagai pengatur sistem pengamanan Pilgub Banten,” cetusnya juga.

Keseriusan polisi mendeteksi ancaman saat Pilgub Banten terlihat dari simulasi pengamanan salah satu pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Banten 2011 yang diberondong senjata api oleh sekelompok separatis. Aksi baku tembak pun tak terhindarkan. Akhirnya, petugas dari Brimob Polda Banten dan sniper Polda Banten yang mengawal berhasil membalas serangan dan melumpuhkan kelompok bersenjata itu.

Selain itu, juga ditampilkan simulasi pengamanan aksi unjukrasa yang berakhir anarkis dan diakhiri dengan penjinakan bom oleh tim Gegana Polda Banten. Simulasi itu digelar untuk kali kedua. Setelah sebelumnya, juga digelar aksi simulasi serupa beberapa hari lalu. Dalam pengamanan itu juga diterjunkan tim pengamanan dari Mabes Polri.

Sementara Gubernur Banten, Rt Atut Chosiyah mengapresiasi kesiapan Polda Banten dalam pengamanan Pemilukada Banten 2011. Atut mengatakan, dari peralatan hingga SDM personel jajaran Polda Banten sudah begitu matang. ”Saya lihat simulasi tadi, semuanya matang. Semoga pada pelaksanaan bisa berjalan dengan baik, aman dan damai,” terang incumbent yang akan maju bersaing lagi dalam Pilgub 2011 itu.

Dikatakannya juga, perbedaan memang selalu ada dalam proses demokrasi. Akan tetapi hal tersebut jangan dijadikan sebagai ajang permusuhan bahkan menjadi anarkis antarmasyarakat. ”Saya harap masyarakat Banten lebih dewasa dalam berpolitik. Sehingga bentrokan saat Pilgub Banten tidak akan terjadi,” harapnya. (bud)
jpnn
Jum'at, 03 Juni 2011 , 14:16:00

Banten Tak Bisa Dibandingkan dengan Provinsi Tetangga


AddThis Social Bookmark Button

TANGERANG - Banten yang baru berusia sepuluh tahun tak bisa serta merta diban­dingkan dengan provinsi tetangganya, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kendati demikian, Banten yang dinilai relatif sepi penduduknya dibanding dengan dua provinsi tersebut mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Analis Kebijakan Publik Universitas Islam Syarif Hidayatullah Ciputat Kota Tangsel Djaka Badranaya mengakui, Banten yang me­miliki penduduk 9,78 jiwa (sensus penduduk 2009-red) menunjukkan perkembangan yang signifikan. “IPM Banten pada 2009 mencapai 70,06. Angka ini melesat jauh dari IPM 2002 yang tercatat 66,6,” kata Djaka dalam keterangan persnya kepada Radar Banten, Kamis (1/6).
Djaka mengakui, untuk IPM, DKI Jakarta ma­sih memimpin perolehan tertinggi di Indo­nesia dengan angka 77,36. Sedangkan Jawa Barat meraih urutan ke–15 dengan angka 71,64.
Berdasar sensus penduduk 2010, penduduk Jawa Barat terbanyak di Indonesia dengan jumlah 43.021.826 jiwa. ‘’Nah, data–data ter­sebut, sangat sulit untuk membandingkan hasil pembangunan yang ada di Banten dengan provinsi tetangga seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta,’’ kata Djaka.
Sementara, masih dalam keterangan persnya, Iwan Kusuma mengatakan, anggapan pem­bangunan Banten terkesan berjalan di tem­pat dinilai tak mendasar. Pada 2009,
Banten mampu mencetak PDRB (product domestic regional brutto-red) sebesar Rp 133,05 triliun. ‘’Angka ini relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan PDRB Jawa Barat yakni Rp 656,32 triliun. Apalagi dengan DKI Jakarta, yakni Rp 757,02 triliun yang tercacat memiliki PDRB tertinggi di Indonesia. Namun nilai ini me­nunjukkan capaian Banten yang terus meng­geliat. Nilainya meningkat dibandingkan dengan PDRB 2008 yang besarnya Rp 122,49 triliun,’’ katanya.
Diketahui, Banten menjadi provinsi ketiga puluh pada 4 Oktober 2000 atau relatif lebih muda dibandingkan dengan dua provinsi tetangganya, yakni Jawa Barat yang berdiri pada 19 Agustus 1945 dan DKI Jakarta yang berdiri pada tahun 1961. (dai/man/del)

Radar Banten, Jumat, 03 Juni 2011 | 11:03 WIB

Kamis, 02 Juni 2011

Ratu Atut hadiri Apel Operasi Mantap Praja 2011

Serang - Kepolisian Daerah (Polda) Banten mulai 'menerjunkan' personil pengamanan Pemilihan Umum Gubernur dan wakil gubernur Banten 2011 melalui apel gelar pasukan pengamanan Pilgub dengan sandi operasi 'Mantap Praja 2011' di Mapolda Banten kemarin (1/6/2011).

"Pada eskalasi biasa-biasa kemampuan personil yang kami siapkan sekitar 4.500 orang. Namun jika dalam eskalasi tertentu kami akan meminta bantuan dengan menyiapkan personil hingga delapan ribu," kata Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo usai gelar pasukan pengamanan Pilgub di Mapolda Banten di Serang, rabu.

Ia mengatakan, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten 2011 tersebut yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pilgub, kantor KPU, Panwaslu sarana dan prasarana Pilgub hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.

Kapola Banten mengatakan, kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub tersebut diantaranya bentrok antara masa pendukung peserta Pilgub pada saat kampanye, karena kemungkinan jadwal kampanye yang bersamaan. Kemudian kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub atau kelompok tertentu serta perusakan terhadap alat peraga atau pelanggaran terhadap alat peraga hingga antisipasi pengamanan kemungkinan terjadinya 'money politik' pada saat pemungutan dan penghitungan suara.

Sedangkan objek dan waktu-waktu tertentu yang menjadi perhatian khusus petugas keamanan diantaranya disaat awal pendaftaran, karena khawatir ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan, lalu mereka membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya pemilihan gubernur. Kemudian pada saat kampanye karena ada khawatir terjadi bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu serta pada saat pemungutan suara. "Namun saya tekankan dalam pengamanan ini harus mengedepankan kegiatan pencegahan, oleh karena itu tindakan keras dan terukur adalah langkah terakhir yang perlu dilakukan apabila sudah ada kegiatan masyarakat yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan raga," kata Brigjen Eko Hadi Sutedjo.

Sementara untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya akan dilakukan pihak kepolisian Polda Metro jaya yang berkordinasi dengan Polda Banten sebagai penanggung jawab operasi pengamanan Pilgub Banten 2011. Dalam apel gelar pasukan tersebut dilakukan simulasi pengamanan dan pengawalan calon gubernur yang sedang melakukan perjalanan kampanye ke suatu daerah, namun tiba-tiba ada penyerangan dari kelompok tertentu yang menggunakan senjata api, kemudian simulasi pengamanan saat terjadi unjukrasa besar-besaran serta simulasi operasi penjinakan bom dan penembak jitu.

Apel gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten tersebut dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, unsur Muspida Banten serta tokoh masyarakat dan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat. "Saya mengapresiasi kesiapan pengamanan jajaran Polda Banten dan unsur lainnya dalam menghadapi Pilgub Banten, karena dipersiapkan dengan lebih matang dibanding Pilgub Banten sebelumnya," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

(as, bantenbersatu.com / hmsbanten)

Selasa, 31 Mei 2011

Perekonomian Banten Berbenah Kejar Ketertinggalan Sejajar dengan Ekonomi Nasional


SERANG-Perekonomian Banten berhasil mensejajarkan diri dengan pertumbuhanekonomi nasional. Dalam kajian yang dirilis Kantor Bank Indonesia awal Mei lalu,disebutkan, kinerja perekonomian Banten triwulan I 2011mengalami peningkatkan. Angkanya cukup signifikan, menembus besaran 6,52% atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,50%. Ini merupakan level pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah Banten hingga saat ini. Dalam rilisnya, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR). Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional. ''Semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi yang strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama tersebut menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini,'' demikian dalam rilis Kantor Bank Indonesia.

Sementara itu, tekanan Inflasi Banten pada triwulan I 2011 sedikit menurun dengan membaiknya pasokan bahan makanan. Peningkatan inflasi Banten pada triwulan IV 2010 terutama dari sisi suplai mulai menurun pada Triwulan I 2011. Inflasi tahunan Banten pada akhir triwulan I 2011 adalah sebesar 5,76%. Ini relatif membaik dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 6,10% . Masuknya masa panen padi di Banten dan meningkatnya pasokan bahan makanan lainnya baik dari sentra produksi di Banten maupun luar Banten yang didukung oleh membaiknya kondisi cuaca mendorong terjadinya peningkatan pasokan bahan makanan di Banten. Hal tersebut menyebabkan tekanan dari kelompok volatile foods (bahan makanan yang harganya fluktuatif,red) pun menurun.

Terus membaiknya konsumsi, investasi dan ekspor, akan turut menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II 2011 dengan proyeksi pertumbuhan pada kisaran 6,58%-6,62% . Kinerja sektor utama perekonomian Banten, yaitu sektor industri pengolahan akan terus meningkat seiring terus membaiknya permintaan barang dan jasa baik dari daerah lain di luar Banten maupun luar negeri. Struktur industri yang erat kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk seperti petrokimia, tekstil dan alas kaki menyebabkan pelaku usaha/investor di sektor utama tersebut terus melakukan ekspansi bisnis melalui investasi peningkatan kapasitas industri dan memperluas pasar produk baik domestik dan luar negeri.

Ekspektasi percepatan realisasi belanja pemerintah serta prakiraan semakin tingginya kinerja ekspor dan impor menjadi faktor-faktor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan mendatang dari sisi permintaan. Sementara itu, dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor di Banten diperkirakan tumbuh meningkat. Kondisi tersebut secara simultan akan mendorong perekonomian Banten bertumbuh lebih tinggi pada periode mendatang. Peningkatan kinerja ekonomi diperkirakan berdampak pada peningkatan tekanan inflasi dari sisi permintaan meskipun tidak signifikan. Namun dengan stabilnya pasokan bahan makanan dari sisi penawaran, inflasi Banten diprakirakan berada pada kisaran 4,75% - 5,25% atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I 2011.

Pencapaian kinerja ini tentu saja pantas disambut gembira oleh seluruh stakeholder di wilayah Banten. ''Namun tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justrumenjadi tantangan bagi kita semua, untuk bekerja lebih keras, lebih bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan laju kinerja pertumbuhan ekonomi Banten,'' kata Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten akhir pekan lalu di Lippo Karawaci seraya menambahkan hal ini seiring dan selaras dengan program pemerintah pusat melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang dicanangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Mei 2011 lalu. Ditambahkan Atut, pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut sempat dilaporkan dirinya dalam video conference dengan Presiden SBY.

Dalam kesempatan itu, Ratu Atut juga melaporkan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di wilayah Banten sebagai bagian dari program MP3EI 2011-2025. Proyek tersebut antara lain pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon, yang merupakan kerjasama investasi antara PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and Steels Company (Posco). Proyek tersebut menelan investasi senilai 6 miliar dolar AS, dengan kemampuan produksi baja hingga 6 juta ton per tahun. Pembangunannya direncanakan akan selesai pada 2013. Pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan dalam dua tahan ini, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 149.000 orang.

Pekerjaan fisiknya sendiri akan dimulai Agustus atau September tahun depan. Sementara untuk tahap kedua, sekitar 30 persen produknya akan diekspor ke Vietnam, sebagai negara yang memiliki industri hilir siap menerima produk pabrik KS-Posco. Pabrik hasil kerja sama ini menjanjikan produk berkualitas tinggi. Pabrik akan menghasilkan plat mill dengan spefikasi baru, yakni ukuran panjang 4 meter dan ketebalan 100 milimeter. Baja jenis ini digunakan untuk industri kapal-kapal samudera yang berukuran besar. Bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sedang sisanya, kemungkinan akan diimpor dari negara terdekat, seperti Australia. Pendirian pabrik baja terpadu ini, diperkirakan akan membuat impor baja nasional turun 20 persen. Tahun ini produksi baja nasional mencapai 5,9 juta ton. Tahun depan, produksi baja nasional ditargetkan bisa mencapai 7,4 juta ton atau sama dengan produksi 2008. (bb)

Pengukuhan dan Rapat Kerja DKM Al-Bantani


SERANG – Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor : 451.05/Kep.769-Huk/2010, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al-bantani periode2010-2012, “diharapkan dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan”, ungkap Gubernur pada Pengukuhkan dan Rapat Kerja Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al-bantani di Aula Masjid Raya Al-bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kec amatan Curug, Selasa (31/5/2011).

Gubernur memiliki kebanggaan terhadap kita bersama serta masyrakat banten karena telah diresmikannya Mesjid Raya Al-bantani yang diharapkan dapat dimanfaatkan Khususnya oleh aparatur Pemerintah provinsi Banten, Lingkungan Kanwil Kementerian Agama, lingkungan instansi vertical yang ada di kawasan pusat pemerintahan provinsi Banten dan umumnya seluruh masyarakat Banten untuk melaksanakan Ibadah Sholat berjama’ah.

“selaku Gubernur terus berupaya untuk melakukan optimalisasi percepatan pembangunan di Banten kearah yang lebih baik lagi di berbagai bidang khususnya di bidang keagamaan,”ujar Gubernur.

Kemudian, keberadaan Mesjid ini dapat dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan ukhuwah, silaturrahim dan mengoptimalkan Mesjid ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyrakat banten Khususnya umat islam dan untuk menyebarkan syi’ar Islam di Provinsi Banten.

“terkait penanganan kesehatan, Gubernur akan mintakan Sekda untuk membuat Poliklinik di Mesjid Raya Al-bantani untuk melayani masyarakat Banten dan Poliklinik di sini tidak untuk dikomersilkan hanya untuk melayani siapa yang datang sakit diobati secara gratis,” ungkap Gubernur.

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten-Drs.H.Iding Mujtahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mesjid yang ada di Banten berjumlah 7.766 Mesjid dari mulai tingkat Desa sampai tingkat Provinsi dan ini di Kementerian Agama akan dijadikan direktori, Mushola berjumlah 10.012, 10 Mesjid Bersejarah berada di tiap Kabupaten/Kota dan Mesjid Raya Al-bantani yang monumental bagi kita semua.

“Diharapkan Mesjid ini pemanfaatannya 24 jam, sehingga benar-benar bermanfaat dan menjadi pusat informasi ke Islaman,” ungkap H.Iding Mujtahid.

Panitia penyelenggara-H. Fatah Sulaiman,MP melaporkan bahwa Kegitan ini diantaranya membahas Legalitas Formal Dewan kemakmuran Masjid Raya Al-bantani tersusunnya Anggaran dasar, Anggaran Rumah Tangga dan program kerja yang telah disepakati dan dipahami oleh seluruh pengurus sehingga didirikannya Mesjid Raya Al-bantani ini dapat dirasakan manfaatnya demi kemaslahatan umat khususnya masayarakat Banten, Seluruh anggaran murni didukung dari APBD Provinsi Banten.

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Raya AL-bantani Periode 2010-2012 yaitu: Ketua Umum-H.Makmur Masyhar, Wakil Ketua-H.Rodani, Ketua I-H.Rasna Dahlan, Ketua II-H.Rd. Hidayatullah, Ketua III-KH. Matin Jawahir, Ketua IV-H.T.Jaka Rooseno, Sekretaris Umum-H.Endad Musaddad, Wakil Sekretaris-H. Zaenal Abidin Suja’i, Bendahara Umum-H. Anisul Fuad, Wakil Bendahara-Eka Surya Lesmana.

Selanjutnya Gubernur, menyerahkan Mushaf AL-qor’an Al-bantani kepada DMI Provinsi, Kabupaten/kota dan penyerahan Bantuan kepada anak yatim piatu sebanyak 100 orang yang secara simbolis diberikan kepada empat orang anak yatim piatu kabupaten/kota.

Turut hadir, Ketua MUI Provinsi Banten-KH Wahab Afif, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten-Drs.H.Iding Mujtahid, ASDA III Provinsi Banten- H. Zaenal Muttaqin, Muspida Provinsi Banten, Rektor IAIN SHM, Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten -Prof.Dr.H.E.Syibli Sarjaya, alim ulama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

(Bantenbersatu.com)

Senin, 30 Mei 2011

Rilis Bank Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi Banten Cukup Pesat


SERANG-Perekonomian Banten berhasil mensejajarkan diri dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kajian yang dirilis Kantor Bank Indonesia awal Mei lalu, disebutkan, kinerja perekonomian Banten triwulan I 2011mengalami peningkatkan. Angkanya cukup signifikan, menembus besaran 6,52% atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,50%. Ini merupakan level pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah Banten hingga saat ini.

Dalam rilisnya, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR). Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional.

''Semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi yang strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama tersebut menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini,'' demikian dalam rilis Kantor Bank Indonesia.

Sementara itu, tekanan Inflasi Banten pada triwulan I 2011 sedikit menurun dengan membaiknya pasokan bahan makanan. Peningkatan inflasi Banten pada triwulan IV 2010 terutama dari sisi suplai mulai menurun pada Triwulan I 2011. Inflasi tahunan Banten pada akhir triwulan I 2011 adalah sebesar 5,76%. Ini relatif membaik dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 6,10% .

Masuknya masa panen padi di Banten dan meningkatnya pasokan bahan makanan lainnya baik dari sentra produksi di Banten maupun luar Banten yang didukung oleh membaiknya kondisi cuaca mendorong terjadinya peningkatan pasokan bahan makanan di Banten. Hal tersebut menyebabkan tekanan dari kelompok volatile foods (bahan makanan yang harganya fluktuatif,red) pun menurun.

Terus membaiknya konsumsi, investasi dan ekspor, akan turut menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II 2011 dengan proyeksi pertumbuhan pada kisaran 6,58%-6,62% . Kinerja sektor utama perekonomian Banten, yaitu sektor industri pengolahan akan terus meningkat seiring terus membaiknya permintaan barang dan jasa baik dari daerah lain di luar Banten maupun luar negeri.

Struktur industri yang erat kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk seperti petrokimia, tekstil dan alas kaki menyebabkan pelaku usaha/investor di sektor utama tersebut terus melakukan ekspansi bisnis melalui investasi peningkatan kapasitas industri dan memperluas pasar produk baik domestik dan luar negeri. Ekspektasi percepatan realisasi belanja pemerintah serta prakiraan semakin tingginya kinerja ekspor dan impor menjadi faktor-faktor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan mendatang dari sisi permintaan.

Sementara itu, dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor di Banten diperkirakan tumbuh meningkat. Kondisi tersebut secara simultan akan mendorong perekonomian Banten bertumbuh lebih tinggi pada periode mendatang. Peningkatan kinerja ekonomi diperkirakan berdampak pada peningkatan tekanan inflasi dari sisi permintaan meskipun tidak signifikan. Namun dengan stabilnya pasokan bahan makanan dari sisi penawaran, inflasi Banten diprakirakan berada pada kisaran 4,75% - 5,25% atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I 2011. Pencapaian kinerja ini tentu saja pantas disambut gembira oleh seluruh stakeholder di wilayah Banten.

''Namun tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justru
menjadi tantangan bagi kita semua, untuk bekerja lebih keras, lebih bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan laju kinerja pertumbuhan ekonomi Banten,'' kata Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten akhir pekan lalu di Lippo Karawaci seraya menambahkan, hal ini seiring dan selaras dengan program pemerintah pusat melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang dicanangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Mei 2011 lalu.

Ditambahkan Atut, pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut sempat dilaporkan dirinya dalam video conference dengan Presiden SBY. Dalam kesempatan itu, Ratu Atut juga melaporkan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di wilayah Banten sebagai bagian dari program MP3EI 2011-2025. Proyek tersebut antara lain pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon, yang merupakan kerjasama investasi antara PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and Steels Company (Posco). Proyek tersebut menelan investasi senilai 6 miliar dolar AS, dengan kemampuan produksi baja hingga 6 juta ton per tahun. Pembangunannya direncanakan akan selesai pada 2013.

Pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan dalam dua tahan ini, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 149.000 orang. Pekerjaan fisiknya sendiri akan dimulai Agustus atau September tahun depan. Sementara untuk tahap kedua, sekitar 30 persen produknya akan diekspor ke Vietnam, sebagai negara yang memiliki industri hilir siap menerima produk pabrik KS-Posco.

Pabrik hasil kerja sama ini menjanjikan produk berkualitas tinggi. Pabrik akan menghasilkan plat mill dengan spefikasi baru, yakni ukuran panjang 4 meter dan ketebalan 100 milimeter. Baja jenis ini digunakan untuk industri kapal-kapal samudera yang berukuran besar. Bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sedang sisanya, kemungkinan akan diimpor dari negara terdekat, seperti Australia.

Pendirian pabrik baja terpadu ini, diperkirakan akan membuat impor baja nasional turun 20 persen. Tahun ini produksi baja nasional mencapai 5,9 juta ton. Tahun depan, produksi baja nasional ditargetkan bisa mencapai 7,4 juta ton atau sama dengan produksi 2008. (bb)

Produksi Beras di Banten Meningkat


Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten menargetkan produksi beras sebanyak 2.190.632 ton gabah kering keliling (GKG). Dengan estimasi produksi padi dari Januari-April mencapai 859.401 ton, dan estimasi pada Mei-Desember mencapai 1.328.797 ton. Sehingga dirapkan pada tahun 2011 ini surplus beras Banten mencapai 305.648 ton. Karena kebutuhan konsumsi beras masyarkat Banten pada tahun 2011 mencapai 1.072.918 beras.

Kepala Distanak Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, target produksi beras tersebut bisa tercapai, karena dari tahun ke tahun trendnya terjadi peningkatan.

Semula pada tahun 2010 lalu, target produksi beras mencapai 2.048.047 ton kg. produksi beras tahun 2010 itu mengalami kenaikan sebesar 10,7 persen, di mana pada tahun 2009 lalu target produksi beras Banten mecapai 1.849.008 ton gkg. Sehingga mengalami surplus beras mecapai 87.004 ton.

“Peningkatan produksi beras 10,7 ton itu hanya cukup sebagai cadangan beras selama satu bulan saja. Kita berharap dengan strategi tersebut, mak a upaya surplus sebesar 305.648 ton menjadi kenyataan,” katanya sebelum menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanian di Aula Kantor Distanak Provinsi Banten, (26/5).

Agus menerangkan, luas lahan pertanian di Banten pada tahun 2009 mencapai 366.138 hektar, dan tahun 2010 luas areal pertanian bertambah menjadi 406.411 hektar. Kontribusi sebesar 2.048.047 ton gkg itu tersebar di empat sentra daerah penghasil padi Banten, yakni Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang dan Kabupaten Tangerang.

“Adapun rinciannya, Kabupaten Pandeglang kontribusinya sebesar 30,82 persen, Kabupaten Lebak sebesa 23,69 persen, Kabupaten Serang sebesar 20,54 persen, dan Kabupaten Tangerang sebesar 20,01 persen,” katanya.

Agus mengatakan, kebijakan peningkatan produksi padi didukung dengan Pergub no.1 Tahun 2010 tentang Gerakan Aksi Membangun Pertanian Rakyat Terpadu. Selain itu juga melanjutkan dan memantapkan kegiatan tahun sebelumnya yang terbukti sangat baik kinerjanya dan hasilnya, antara lain bantuan benih, subsidi pupuk, alsintan, pengelolaan tanaman terpadu melalui sekolah lapangan.

“Serta pembangunan sentra-sentra pupuk organik berbasis kelompok tani serta peningkatan dan penerapan manajemen pembangunan pertanian yang akuntabel dan good governance,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten HM Masduki menyatakan, tujuan rapat koordinasi dengan Distanak Kabupaten/kota se-Banten ini adalah untuk mencari strategi musim tanam padi yang akan dilakukan pada Agustus 2011 mendatang. Pihaknya merasa bersyukur bahwa pada tahun 2010 berdasarkan laporan pertanian mendapatkan surplus 87 ribu ton beras. Hal ini sangat membanggakan dan merupakan sutu prestasi yang dicapi serta kerjasama Dinas Pertaniaan.

“Pada tahun 2011 diperkirakan menurut Presiden RI akan mengalami krisis pangan dunia, tetapi kita mengharapkan bila hal tersebut terjadi tidak berdampak pada Indonesia. Mudah-mudahan tidak di Indonesia, terutama di Provinsi Banten mengingat huja terus, sehingga air untuk pertanian cukup dan tidak melimpah,” uajarnya sat menghadiri Evaluasi Keragaman Produksi dan Produktivitas Serealia dalam rangka Pembinaan, Pengawalan, Pendampingan, Monev dan Pelaporan Sekolah Laporan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2011 di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten.

Wagub berharap, upaya Pemprov Banten untuk meningkatkan produktivitas kembali dengan memberikan pemahaman kepada petani. Peran Penyuluh Pertanian Lapngan (PPL) harus lebih intensif lagi memberikan pemahaman kepada masyarakat pertania untuk meningkatkan usaha intensifikasi (ang/asp).

Sumber: Radar Tangsel-Tangerang Ekspres.

Jembatan Cicaringin Mulai Dibangun

SERANG-Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menepati janjinya. Jembatan gantung Leuwi Lember, Desa Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak sudah mulai dibangun. Meski belum bersifat permanen, namun pembangunan jembatan gantung itu diharapkan dapat membantu warga yang akan melintas dengan perasaan nyaman.
“Sudah, sudah mulai dibangun jembatan sementara. Kalau untuk yang permanen belum bisa. Karena masih menunggu di anggaran perubahan,” ujar Atut di sela-sela menghadiri isbath nikah 200 pasangan di The Dome of The Harvest, Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, Jumat (27/5) pekan lalu.

Atut berharap agar warga Desa Cicaringin bisa bersabar menunggu pembangunan jembatan yang permanen. Dan, dananya akan diusahakan bisa masuk dalam anggaran perubahan tahun ini juga. “Ibu akan bantu Pemerintah Kabupaten Lebak membuatkan jembatan permanen. Yang terpenting buat ibu, infrastruktur didahulukan, jangan sampai membahayakan rakyat,” ujar Atut.

Atut menambahkan, Pemprov akan membuka pembangunan padat karya dengan memberdayakan masyarakat. Pemprov juga akan mengalokasikan anggaran untuk 154 kecamatan se-Banten masing-masing Rp1 miliar. Program ini diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan.

Seperti diketahui, jembatan gantung Leuwi Lember, itu putus awal Maret 2011 lalu. Sebuah majalah mingguan nasional pernah menerbitkan foto yang memerlihatkan, sejumlah siswa kelas enam SD Negeri Cicaringin 3 meniti jembatan kawat seperti sedang outbound. Putusnya jembatan yang hanya menyisakan kawat baja (sling) memaksa mereka meniti kawat baja menyeberangi Sungai Ciliman saat akan mengikuti ujian nasional di Desa Cicaringin, Senin (9/5) lalu.

Mendapat laporan soal putusnya jembatan itu, usai penutupan pekan daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lebak di Gedung LPMP, Rangkasbitung, Lebak, Kamis (21/4) lalu, Atut berjanji pembangunan jembatan itu menjadi prioritas. Dia langsung memerintahkan pejabat Binamarga dan Tata Ruang (BMTR) Pemprov Banten untuk segera membantu Pemkab Lebak membangun kembali jembatan tersebut.

"Ibu merasa sedih dan prihatin melihat siswa SD menyeberangi sungai naik perahu rakit, dan menggunakan tali sling jembatan, akibat jembatan itu terputus. Jelas, kondisi ini mengundang bahaya. Kasus jembatan ambruk ini sampai terekspos di televisi nasional dan di salah satu media massa Banten. Ibu siap membangun jembatan itu," kata Atut.

Tak cuma siap, Selasa (17/5) lalu, Ratu Atut Chosiyah berkunjung langsung ke lokasi jembatan Leuwi Lember. Di sana, Atut menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp100 juta kepada masyarakat untuk digunakan membiayai pembangunan jembatan tersebut. Uang bantuan pribadi gubernur itu diserahkan secara simbolis kepada tokoh masyarakat Cicaringin, Sunta. (bb)

Minggu, 29 Mei 2011

Ratu Atut: TNI AD berkontribusi terhadap percepatan pembangunan

SERANG- Ratu Atut mempunyai pendapat positif bagi TNI AD yang telah memberikan banyak kontribusi besar bagi percepatan pembangunan di Provinsi Banten. “Keberadaan TNI AD telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa terhadap percepatan pembangunan di Provinsi Banten di berbagai bidang” tutur Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah saat menghadiri HUT ke 65 Kodam III SLW dan HUT ke 45 Korem 064 MY Tahun 2011 di Alun-alun Barat Kota Serang, Jum’at (27/5).

Gubernur mengungkapkan bahwa sebagai masyarakat Banten mestinya berbangga, karena Banten termasuk daerah yang sangat kondusif kemanannya. “Selaku Gubernur Banten, saya merasa terbantu oleh kinerja TNI AD, baik wilayah teritorial Korem 064 MY maupun wilayah teritorial Korem 052 Wijayakrama”, ungkap nya.

Gubernur berharap momentum HUT TNI AD ini dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap kinerja TNI Angkatan Darat satu tahun kebelakang dan dapat meningkatkan eksistensinya dan perannya yaitu dalam rangka mengemban tugas amanat mempertahankan wilayah NKRI termasuk Provinsi Banten dan semoga sinergi antara pemerintah dan TNI dalam menata kehidupan masyarakat Banten kearah yang lebih baik lagi senantiasa dapat dilaksanakan dengan kebersamaan.

Gubernur mengajak kepada masyakat banten agar senantiasa menjaga stabilitas keamanan, rasa persaudaraan diantara kita, agar terwujud apa yang menjadi harapan yaitu percepatan pembangunan di Provinsi Banten dapat tercapai. Banten memperoleh wilayah rangking tertinggi diminati oleh investor.

Sementara itu Danrem 064/MY Kolonel Inf Joko Warsito menyampaikan bahwa pada masanya dahulu ketika Banten belum berpisah dengan Jabar, Siliwangi sampai ke Banten, sehingga rakyat Jawa Barat dan Banten adalah Siliwangi, siliwangi adalah masyarakat Jabar dan Banten. Pada awal berdirinya dimulai tahun 1962 memang ada operasi terhadap gerakan DI TII dan kemudian berkelanjutan diresmikanlah pada masanya oleh Menteri Angkatan Darat menjadi Korem 064 Maulana Yusuf. Wilayahnya meliputi 3 kodim yaitu kodim cilegon, kodim Pandeglang dan Kodim Serang. Sekarang bertambah dengan kodim lebak. “Kita Berjuang demi kepentingan masyarakat dan ke Indonesiaan kita dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” Kata Danrem. Danrem menambahkan bahwa dalam rangka ulangtahun ini terdapat kegiatan-kegiatan seperti bhakti TNI, kegiatan sosial, olah raga bersama dan puncaknya diadakannya pentas seni bersama-sama dengan masyarakat. Kami sadar betul bahwa TNI dengan rakyat seperti ikan dengan air dalam arti tidak bisa dipisahkan dan tidak boleh dipisahkan, untuk itu TNI bersama-sama dengan masyarakat menghadapi permasalahan apapun yang dihadapi. Kedepan yang dihadapi tidak lebihringan dari sebelumnya untuk itu perlu dibutuhkan kembali soliditas kebersamaan diantara kita semua, kita kembangkan dan ditingkatkan.

Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ir. H.Muhadi, MSP, DPRD Banten, Kapolda, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Negeri, dan para Kasepuhan Banten.

(as, humas banten, ratuatut.com)

Wapres Boediono resmikan STIE Prasetya Mulya


TANGERANG - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Boediono meresmikan program S-1 dan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prasetiya Mulya, di Bumi Serpong Damai Barat I Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (27/5/2011) . Peresmian ditandai penandatanganan batu prasasti oleh Wapres Boediono.

Turut hadir dalam peresmian itu, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Wakil Bupati Tangerang Rano Karno, dan Chairman Executive Board Yayasan Prasetiya Mulya Djisman S Simanjuntak.

Wapres berbicara mengenai pentingnya pendidikan untuk menyiapkan generasi muda masuk ke dunia kerja. Menurut Wapres, ke depan akan makin banyak generasi-generasi muda produktif yang muncul. Namun, jika tidak disiapkan, deviden demografi ini bisa mendatangkan kerugian.

"Ini potensial, tapi ada aspek di mana mereka tidak dapat pekerjaan dan akhirya timbul gonjang-ganjing. Ke depan harus dibuka jalan bagi anak-anak ini untuk mendapat kerja atau mendapat ruang untuk berkiprah secara produktif," kata Wapres.

Gubernur Banten, dalam sambutannya mengaku sangat bahagia dengan didirikannya STIE Prasetiya Mulya dilingkungan Provinsi Banten. Dia berharap, STIE Prasetiya Mulya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Banten. Di usia yang ke-11, Provinsi Banten memiliki 104 perguruan tinggi, empat di antaranya perguruan tinggi negeri. ”Semakin banyak sarana pendidikan yang menelurkan bibit unggul penerus bangsa, " terangnya.

Gubernur menaruh harapan besar pemerintah pusat memberi perhatian lebih pada pendidikan menengah atas di Provinsi Banten. Pasalnya, angka partisipasi kasar (APK) sekolah menegah atau setingkat MA/SMK/SMA/LB di Banten masih di bawah rata-rata Nasional. “Penyebabnya salah satunya karena kekurangan ruangan kelas,”ujar Gubernur.

"STIE Prasetiya Mulya memiliki visi besar mendukung program mencerdaskan anak bangsa. Peresmian program sarjana Strata 1 (S-1) merupakan wujud dari keseriusan tersebut," ujar Djisman dalam kata sambutannya.

(humasbanten)

Sabtu, 28 Mei 2011

Investasi Banten Masuk Masterplan MP3EI 2011-2015


KOTA CILEGON—Pemerintah mencanangkan/meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 dengan menetapkan program-program yang menunjukkan komitmen dari semua atas rencana pencapaian pembangunan ekonomi Indonesia.

MP3EI diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia-Susilo Bambang Yudhoyono di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Masterplan ini mencakup 22 aktivitas ekonomi utama Indonesia dan merupakan adaptasi serta integrasi dari RPJPN 2002-2025, sekaligus menandai pencanangan dimulainya proyek-proyek gorundbreaking yang dipusatkan di empat lokasi di antaranya Kota Cilegon Provinsi Banten.

Acara peluncuran melalui siaran langsung dengan dialog jarak jauh (Video Conference/Teleconference) Presiden RI dengan Gubernur Banten, Hj.Ratu Atut Chosiyah di lapangan PT. Krakatau-Posco, Kota Cilegon, Jum’at (27/5) sedangkan Wakil Gubernur Banten, HM. Masduki, menghadiri peluncuran ini langsung bersama Presiden RI.

Presiden Republik Indonesia dalam pidato kenegaraannya menuturkan bahwa rencana investasi yang dilakukan oleh pemerintah, badan-badan usaha milik negara dan oleh swasta nasional jumlahnya mencapai Rp 3 ribu triliun.

Presiden mengatakan akan dimulainya pelaksanaan pembangunan proyek-proyek tertentu di 6 koridor dengan 17 proyek, semua itu membuktikan bahwa MP3EI bukan kertas kosong, tetapi ada bukti dan ada implementasi yang tentu saja akan mencapai tujuan dan sasaran” ungkap Presiden.

Proyek-proyek tersebut akan dilaporkan langsung oleh empat gubernur dari masing-masing kota yaitu Gubernur Banten di Cilegon, Gubernur Papua di Timika, Gubernur Nusa Tenggara Barat di Lombok, dan Gubernur Sumatera Utara di Semangke, via telekonferensi.

“Kita memerlukan masterplan agar arah dan kebijakan yang kita tempuh jelas, kita juga mesti mempercepat dan memperluas pembangunan Indonesia agar ekonomi nasional kita tumbuh kuat di seluruh tanah air dengan pertumbuhan yang kuat tersebut kita dapat mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran dan pada akhirnya kesejahteraan rakyat akan meningkat” tutur Presiden.

Sementara itu Gubernur Banten menyampaikan kepada Presiden RI melalui Video Conference bahwa di Kota Cilegon terdapat Pembangunan Integrated Steel Mill PT. Krakatau Posco, Kota Cilegon, yaitu perusahaan patungan antara PT. KS dan POSCO Korea berkapasitas total 6 juta ton/tahun dalam dua tahapan pembangunan dengan nilai investasi US$ 6 milyar yang akan dibangun ke dalam 2 tahap. Tahap pertama dibangun pabrik dengan kapasitas 3 juta ton dan dilanjutkan pada tahap kedua dengan kapasitas 3 juta ton, dan akan menyerap tenaga kerja.

“Selain itu proyek ekspansi PT Krakatau Steel sebanyak 7 proyek ekspansi fasilitas produksi dan infrastruktur dengan total nilai investasi Rp 11 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 2,4 juta ton/tahun menjadi 5 juta ton/tahun pada tahun 2014, menambah pasokan listrik dan perluasan dermaga-dermaga pelabuhan dan pengolahan air bersih,” kata Gubernur.

Acara Video Conference/Teleconference tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Banten-H.Muhadi, Ketua DPRD Banten-H.Aeng Haerudin, Walikota Cilegon-H.Tb. Imam Ariadi serta unsur muspida Provinsi Banten.

Sumber: humasprotokol, 27 Mei, 2011

TTG Banten Ditutup, 7 Produk Unggulan Jadi Perhatian


KAB. TANGERANG—Gubernur Banten, Hj.Ratu Atut Chosiyah, Kamis (26/5), menutup secara resmi Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) VII tingkat Provinsi Banten tahun 2011 di Mardi Gras Citra Raya, Kabupaten Tangerang.

Gubernur menyampaikan Gelar Teknologi Tepat Guna ini merupakan ajang untuk menyediakan dan menginformasikan jenis-jenis teknologi tepat guna hasil inovasi masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah, lembaga swasta serta Dinas/Badan/Biro bail di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten maupun Kabupaten/Kota.

“Melalui Gelar TTG ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pemasaran produk unggulan daerah dari lingkup lokal, menuju lingkup regional bahkan internasional” tambah Gubernur.

Kepala BPPMD Provinsi Banten, Sigit Suwitarto, melaporkan selama kegiatan Gelar TTG ini yang berlangsung sejak tanggal 23 hingga 26 Mei 2011 telah terjadi transaksi jual beli dari berbagai jenis produk yang dipamerkan lebih dari Rp. 197 Juta dengan jumlah pengunjung mencapai 7.500 orang dari berbagai elemen masyarakat.

7 produk unggulan yang ada pada Gelar TTG ini yaitu :

  • Alat Kesehatan (Meja Operasi Manual) dari Kabupaten Tangerang
  • Alat Pembuat Batu Bata Tercepat dari Kota Serang
  • Helm 3G dari Kota Tangerang
  • Pengolahan Minyak Jelantah menjadi Bio Diesel dari Kota Cilegon
  • Alat Sensor Lampu dari Kabupaten Lebak
  • Mesin Pembuat Gerabah dari Kabupaten Serang
  • Industri Kreatif Akar Pohon dari Kabupaten Pandeglang

Ketua Tim Penilai TTG–Bayu Priyanto menyampaikan elemen penilaian pada TTG yaitu dari segi teknis, ekonomi dan sosial budaya. Berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai, Juara I diraih oleh Kabupaten Tangerang, Juara II diraih Kota Serang dan Juara III diraih Kota Tangerang Selatan.

Salah satu produk andalan yang dipamerkan dari Kabupaten Tangerang yaitu Meja Operasi Manual (Manual Operation Table) dan Mesin Penggiling Serbaguna.

Sumber: editorhumasprotokol, Kamis, 26 Mei, 2011