Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Rano Karno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rano Karno. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten

20111125-A1-3-SK-HASIL-PELAKSANAAN-PEMILUKADA-BANTEN-DISERAHKAN-KEPADA-GUBERNUR-1Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).

SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.

Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.

Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.

Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.

Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.

“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.

Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.

Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.

“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.

Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.

“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.

“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.

(hms)

Technorati Tags: ,,,

Rabu, 23 November 2011

Kemenangan Atut-Rano Kemenangan Rakyat Banten

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh dalil yang diajukan pemohon, yaitu Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki, dalam gugatan sengketa hasil Pemilukada Banten 2011, Selasa (22/11/2011). Dengan putusan ini, pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno menang secara bersih dan terhormat dan dipastikan menjadi Gubernur Banten periode 2012-2017.
"Permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya," kata Ketua MK, Mahfud MD, dilanjutkan dengan ketukan palu sidang sebanyak tiga kali di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Beberapa saat kemudian ledakan kegembiraan pun terjadi di luar ruang sidang. Para pendukung Atut-Rano bersorak-sorai, berjingkrak-jikrak dan bernyanyi: "Ratu Atut menang lagi, Ratu Atut menang lagi...Ratu Atut menang lagi...". Tak juga kalah gembiranya para pendukung Atut-Rano yang berada di luar gedung MK. Mereka juga saling berjabatan tangan dan bernyanyi-nyanyi.
Menurut MK sebagaimana dibacakan para hakim secara bergantian, semua bukti yang diajukan oleh pihak Wahidin maupun Jazuli, tidak terbukti merupakan kecurangan Pemilukada yang terstruktur, sistematis dan masif. Sehingga, tidak mempengaruhi suara dalam Pemilukada, dan tidak perlu diulang.
Dalam penggunaan program excel yang dibuat menghitung suara. Versi kubu Wahidin, program itu membuat suara Ratu Atut terdongkrak sebanyak 212 suara. Namun MK telah melakukan simulasi perhitungan ulang dengan mengambil sampel di Kec. Cipondoh, Benda, Larangan dan Karang Tengah. Ternyata hasilnya tidak berpengaruh dan program tersebut hanya program biasa. Bukan aplikasi sebagaimana dalil pemohon.
Begitu pula dengan dalil-dalil yang yang diajukan pemohon seperti intimidasi, penghilangan DPT, duplikasi DPT, politik uang, dalm lain-lainnya tidak ada satupun yang diterima dan terbukti secara hukum.
Ada tiga pihak yang menggugat kemenangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. Mereka adalah para calon yang kalah, yakni pasangan Wahidin Hali-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki. Selain itu calon yang sempat maju namun tak lolos verifikasi Dwi Jatmiko-Tjejep Mulyadinata juga ikut melakukan gugatan. Namun, seluruh gugatan ketiga pihak tersebut ditolak oleh MK.

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Jumat, 04 November 2011

BPS: Daya Beli Petani Banten Meningkat

atut-ical-padiSERANG - Kesejahteraan petani Banten terindikasi mengalami peningkatan, dengan terjadinya penguatan daya beli secara signifikan. Hal itu diindikasikan dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2011 sebesar 105,63 atau meningkat 0,17% dibandingkan September yang sebesar 105,45.
Berdasarkan sajian data terbaru dari Biro Pusat Statistik (BPS) Banten, pada awal November lalu, tiga subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08, tanaman perkebunan rakyat naik 0,51% atau naik dari 104,06 menjadi 104,59, dan peternakan naik 0,27% dari 101,02 menjadi 101,29.
Ketua BPS Banten, Nanan Suhandi, menjelaskan NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.
"NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian yang dihasilkan petani dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP berarti semakin kuat pula tingkat daya beli petani," tuturnya.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 4 Kabupaten (Pandeglang, Lebak, Tangerang dan Serang) pada bulan Oktober 2011, NTP Banten mengalami kenaikan sebesar 0,17% dibandingkan bulan September yaitu dari 105,45 menjadi 105,63. Hal ini disebabkan karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih cepat dibandingkan laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani.
Indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,37% yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,21% dari 134,42 pada bulan September menjadi 134,69 pada bulan Oktober
2011. Bila melihat NTP per subsektor pada Oktober 2011 ini, dari lima subsektor ternyata tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35%, tanaman perkebunan naik 0,51%, dan peternakan mengalami kenaikan sebesar 0,27%.
Indeks harga yang diterima petani menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Oktober 2011, indeks harga yang diterima petani Banten mengalami kenaikan sebesar 0,37% dibandingkan September, yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Dari lima subsektor tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0.54%, perkebunan naik 0,62%, dan peternakan naik 0,50%.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan naiknya harga cabe rawit 16,41%, kopi biji kering (1,96%), kerbau 1,02%, kepiting laut 11,63% serta yang lainnya. Sedangkan subsektor Tanaman Pangan/Padi dan Palawija (NTP-P) pada bulan Oktober mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08.
Hal ini terjadi karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani (0,54%) lebih cepat dibanding laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani (0,20%). Kenaikan indeks harga yang diterima petani Banten pada subsektor tanaman pangan terjadi karena adanya kenaikan indeks pada subkelompok padi sebesar 0,59% dan indeks subkelompok palawija sebesar 0,20%. Kenaikan indeks subkelompok padi dipengaruhi naiknya harga gabah kering giling sebesar 0,59%, sedang kenaikan indeks palawija disebabkan naiknya harga ketela rambat 3,48%, dan ketela pohon 0,54%.
Di sisi lain kenaikan pada indeks dibayar petani karena pengaruh naiknya Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,20% dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,20%. Untuk BPPBM kenaikan indeks ini dipengaruhi kenaikan tiga subkelompok yaitu bibit 0,27%, obat-obatan dan pupuk 0,58%, dan penambahan barang modal 0,40%.
Lima komoditi yang menyebabkan kenaikan indeks pada subkelompok BPPBM adalah kenaikan harga urea 2,16%, cangkul 1,70%, arit/sabit 1,14%, dan sewa traktor tangan 0,76%. Sedangkan komoditi yang menghambat kenaikan indeks BPPBM adalah penurunan harga TSP 0,98%, golok 0,55% dan oli 0,09%.
Harga Gabah
Berdasarkan observasi sebanyak 35 transaksi gabah di tiga kabupaten sentra pertanian (Pandeglang, Serang dan Lebak), rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Oktober 2011 dibandingkan keadaan September untuk dua kualitas mengalami kenaikan. yaitu Gabah Kering Giling (GKG) naik sebesar 8,64 persen, dan Gabah Kualitas Rendah naik sebesar 4,49 persen.
Pemantauan harga ini dilakukan melalui pencacahan rutin bulanan. Observasi dilakukan terhadap kelompok kualitas yaitu: GKG 15 observasi (42,86%), GKP 12 observasi (34,29%), dan gabah kualitas rendah sebanyak 8 observasi (22,86%).
Harga tertinggi di tingkat petani sebesar Rp.4.600,- per kg dan di tingkat penggilingan
sebesar Rp.4.650,- untuk kualitas GKG varietas Ciherang, berada di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.
Untuk rata – rata komponen mutu yang terdiri dari kadar air (KA) dan kadar hampa/kotoran (KH) , yaitu untuk GKG KA nya sebesar 11,94 persen dan KH-nya sebesar 2,70 persen. Untuk gabah dengan kualitas GKP KA nya sebesar 14,16 persen dan KH nya 7,53 persen sedangkan untuk Kualitas Rendah KA nya 14,73 persen dan KH 12,55 persen.
Rata-rata harga gabah kualitas kering giling (GKG) di Provinsi Banten sebesar Rp.4.203,- per kg di tingkat penggilingan atau naik 8,64% dan di tingkat petani sebesar Rp. 4.118,- per kg atau naik 8,14%. Sedangkan untuk gabah kualitas rendah di tingkat penggilingan mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 4,49% atau naik dari Rp. 3.554,- menjadi Rp. 3.721,- per kg dan ditingkat petani mengalami kenaikan rata-rata harga 4,83.

(ibuatut.com)

Minggu, 30 Oktober 2011

Ratu Atut–Rano Karno Menangi Pilgub Banten 49,64 %

ratu atut rano karnoSerang - Pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten 2011. Perolehan suara itu terungkap dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Pilkada Banten di Serang, Minggu, 30 Oktober 2011.
Pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara terbanyak di tujuh kabupaten/kota dari delapan kabupaten/kota di Banten yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Serang.
Sementara di Kota Tangerang suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari delapan KPU kabupaten/kota menunjukkan, pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno meraih 2.136.035 suara atau 49,64 persen, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita memperoleh 1.674.957 suara atau 38,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki memperoleh 491.432 suara atau meraih 11,42 persen dari total suara sah 4.302.424 suara.
Rapat Pleno terbuka KPU Banten dipimpin Ketua KPU Hambali dan dihadiri empat anggota KPU Banten Didi M Sudih, Nasrullah, Lukman Hakim, dan Agus Supriyatna. Pleno KPU Banten juga dihadiri KPU kabupaten/kota dan Panwas provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat Pleno KPU Banten juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kol Inf Joko Warsito serta unsur Muspida Provinsi Banten.
Namun, rapat pleno terbuka KPU Banten tersebut tidak dihadiri pasangan calon gubernur nomor urut dua dan tiga dan hanya pasangan nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Rano Karno yang datang menjelang akhir rapat pleno.

Jumat, 28 Oktober 2011

Optimisme para Petani atas Kemenangan Ratu Atut-Rano Karno

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG – Petani Banten bersukur dan sangat optimistis terhadap dunia pertanian Banten akan mengalami kemajuan apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali menjadi Gubernur. Dengan dukungan H. Rano Karno sebagai wakilnya, sosok yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap masyarakat menengah-bawah di perkotaan juga para petani di pedesaan.

Demikian pendapat sejumlah tokoh petani di Banten, yang dihubungi Jumat (28/10/2011). "Selama ini Ratu Atut memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan di bidang pertanian, karena beliau memang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian di Ciomas (daerah asal Ratu Atut.Red)," kata H. Ade Junaedi, Ketua KTNA Kabupaten Pandeglang.
Keseriusan dan semangat Ratu Atut dalam memajukan pertanian diakui Ade, Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni, Bendahara KTNA Banten Elan, dan Ketua Gapoktan Talagawangi Anis Fuad. "Ibu Atut sangat serius mengejar target surplus beras dan mengkhawatirkan terjadinya krisis petani. Itu yang paling saya ingat," kata Ade.
Dalam setiap kunjungan kerja, di mana selalu bertemu dengan kalangan petani, menurut Ade, Ratu Atut selalu memberikan dorongan semangat kerja kepada para petani untuk meningkatkan produksi. Beliau juga berusaha menggandeng kalangan industri swasta untuk secara aktif bekerja sama secara aktif membangun pertanian. "Responnya terhadap masalah-masalah pertanian juga sangat cepat," tambah Ade.
Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni mengatakan, optimistis pertanian Banten khususnya Lebak akan lebih maju dan berkembang ke arah meningkatnya kesejahteraan hidup para petani, apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali memimpin baten. Hal itu bisa dilihat dari beberapa program yang akan dilaksanakannya ke depan, antara lain pembangunan infrastruktur dan pengembangan lembaga.
Menurut Oong, selama lima tahun kepemimpinannya di masa yang lalu, Ratu Atut telah membuktikan bukti nyata keberhasilannya membangun dan mengembangkan pertanian Banten. Keberhasilan itu diakui pula oleh pemerintah pusat dengan diberikannya penghargaan Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian kepada Ibu Atut. "Ia juga berhasil membawa Banten masuk dalam jajaran daerah lumbung padi nasional," tambahnya.
"Itu suatu prestasi yang tidak datang begitu saja, melainkan diraih oleh kepemimpinan yang memiliki visi dan misi ke depan yang jelas dan terarah terhadap bidang pertanian. Saya optimis ke depan, pertanian Banten akan semakin diperhitungkan secara nasional dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan," katanya.
Sedangkan Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, mengharapkan perhatian yang lebih besar terhadap kondisi sarana prasarana infrastruktur pertanian, khususnya untuk mengantisipasi kondisi iklim yang ekstrim seperti bencana banjir dan kekeringan. "Upaya yang telah dilakukan selama ini harus diteruskan dan ditingkatkan lagi," tambahnya.
Ia menyebutkan, langkah pemerintah provinsi merehabilitasi Sungai Cilemer dan membangun sodetan sungai perlu dipercepat penyelesaiannya agar masalah banjir dan kekeringan yang sering dihadapi petani di Kabupaten Pandeglang dapat teratasi. "Saya yakin pertanian akan lebih maju dan berkembang apabila Banten kembali dipimpin oleh tokoh yang memiliki visi kuat tentang pertanian seperti Ibu Atut," katanya.

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Minggu, 23 Oktober 2011

Ratu Atut akan Prioritaskan Program Pro-Rakyat

SERANG - Jika kembali memenangkan Pemilukada Banten, calon gubernur nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah akan meneruskan program-program pembangunan yang bersifat pro-rakyat, khususnya dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten secara merata dan berkeadilan.
"Program-program pro-rakyat akan menjadi prioritas saya pada periode lima tahun ke depan, setelah pada periode lima tahun lalu konsentrasi pembangunan lebih pada menata pondasi-pondasi agar semakin kokoh. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi di masa depan," katanya, usai menggunakan hak pilihnya di TPS V Lingkungan Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (22/10/2011).
Salah satu rencana yang akan direalisasikan antara lain pembangunan Bendungan Karian, yang bisa menjawab kebutuhan air bagi seluruh masyarakat Banten di masa mendatang. Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini, terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten.
"Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai tantangan terutama dengan adanya perubahan iklim (climate change). Seiring dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan sistem penyediaan air yang kuat mutlak diperlukan," katanya.
Potensi air di Banten sangat besar. Tetapi, sambung Atut, Banten sampai saat ini belum mempunyai bendungan berskala besar. Padahal, kebutuhan air baku di wilayah Provinsi Banten saat musim kemarau
cukup tinggi, terutama di pantai-pantai utara Banten.
Pembangunan Bendungan Karian akan sangat membantu suplai air untuk Banten, yang lambat laun mendekati kritis. Bendungan Karian rencananya akan memiliki kapasitas hingga 310 juta meter kubik, sehingga dapat menjamin penyediaan air baku 20–30 tahun mendatang.
"Dengan adanya Bendungan Karian, kebutuhan air baku untuk domestic municipal dan industry yang terus meningkat cepat dan pesat, dapat terpenuhi khususnya daerah Banten. Bahkan, Banten bisa membantu Jakarta bagian barat dan sebagian kecil wilayah Jawa Barat khususnya bagian barat laut," tutur Ratu Atut.

 

(wp,joy)

Kamis, 20 Oktober 2011

Ratu Atut Memimpin Banten, Membangun Ketahanan Pangan

Atut menanam 4SERANG - Hari ini, Kamis (20/10/2011), Indonesia ikut memperingati Hari Pangan Sedunia ke-31, yang dipusatkan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Peringatan ini dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menteri Pertanian Suswono, Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), James Mc Grane, serta sejumlah perwakilan negara sahabat.
Bagi Banten, isu ancaman ketahanan pangan dunia telah menjadi perhatian serius Hj. Ratu Atut Chosiyah selama lima tahun periode lalu masa kepemimpinannya. Berbagai program dan bantuan pertanian ia salurkan kepada kelompok masyarakat petani, serta secara bertahap dan konsisten meningkatkan kualitas sarana prasarana infrastrukturnya.
Pemerintah Provinsi Banten terus bekerja keras secara intensif untuk membangun ketahanan pangan regional Banten, yang pada gilirannya juga akan memberikan kontribusi besar terhadap produksi bahan pangan dan ketahanan pangan secara nasional, khususnya di sektor beras.
Tahun lalu, Provinsi Banten mencatat namanya dalam daftar "10 besar" lumbung padi nasional di urutan ke-9 dengan peningkatan sebesar 199,04 ribu ton (10,76 persen). Peningkatan produksi padi ini sangat dipengaruhi oleh peningkatan luas panen padi yang signifikan baik untuk padi sawah maupun padi ladang.
Luas panen padi sawah tahun 2010 meningkat 35,23 ribu hektar atau naik 10,59 persen, sedangkan luas panen padi ladang meningkat 5,04 ribu hektar atau naik 15,11 persen dibandingkan luas panen tahun 2009. Hal ini membuktikan keseriusan Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam agenda pembangunan di bidang pertanian.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh petani di wilayah Banten dan pemerintah kabupaten/kota serta provinsi dalam upaya memacu laju produksi pertanian, guna memenuhi kebutuhan rakyat Banten terhadap bahan pangan. Namun, kita jangan lantas berpuas diri, tetapi harus lebih giat lagi dalam bekerja," kata Atut, yang tahun lalu menerima tanda penghargaan Satya Lencana Wirakarya Pertanian.
Ke depan, Ratu Atut juga sudah mengantongi rencana akan memperkuatkan kerjasama antara para petani dan perusahaan, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah dalam bentuk suatu Badan Usaha Milik Petani (BUMP). "Saya harapkan BUMP akan mampu mendorong peningkatan dan stabilitas produksi beras di wilayah Banten," katanya.
BUMP, menurut Ratu Atut, merupakan kontribusi industri terhadap Banten dalam pembangunan pertanian. Pengusaha yang bergerak di Banten, juga harus memiliki kepedulian dan ikut berperan aktif dalam pemberdayaan petani, baik secara kelembagaan maupun individu.
"Misalnya, salah satu persoalan yang selalu melilit petani adalah kepastian tersedianya sarana prasarana seperti bibit, pupuk, dan sebagainya. Dengan adanya BUMP, maka semua masalah tersebut akan dapat diselesaikan pada waktunya, termasuk kepastian pemasaran dengan harga dasar yang baik," jelasnya.
Ratu Atut tahun ini, juga membangun kerjasama dengan Badan Usaha Milik Nasional (BUMN), yaitu PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Pusri Grup, PT PLN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT ASKES, PT ANTAM Tbk. Kerjasama ini merealisasikan penanaman padi dalam program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K).
Program ini akan meliputi 400.185 hektar sawah di Banten atau 70,21% dari target sekitar 570.000 ha. Dengan realisasi program GP3K, produksi beras di Banten yang selama ini masih pada kisaran 5 ton per hektar diharapkan bisa meningkat hingga 7 ton per hektar. "Dengan demikian kontribusi Banten terhadap produksi beras nasional juga akan naik," tambah Ratu Atut.
Hal ini juga sebagai langkah antisipasi terhadap angka ramalan (AREM) produksi beras Banten 2011 yang diperkirakan akan kembali menurun sebesar 94,54 ribu ton (4,62 persen) dibandingkan tahun 2010, yaitu hanya mencapai 1,95 juta ton GKG. "Oleh sebab itu, saya mengajak para petani bekerja lebih giat untuk mematahkan ramalam tersebut. Saya yakin petani Banten mampu dan bisa," tandasnya.

 

(ibuatut.com)

Rabu, 19 Oktober 2011

Investasi Tumbuh Subur Ketika Ratu Atut Jadi Gubernur Banten

ratu atut rano karno puan maharaniSERANG - Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menyatakan salah satu prestasi Hj. Ratu Atut Chosiyah saat memegang jabatan Gubernur Banten pada periode lima tahun lalu adalah keberhasilannya menggaet banyak investor asing mau menanamkan investasi. Pendek kata, jika Ratu Atut kembali menjadi Gubernur, investasi akan tumbuh subur di Banten.
"Hal inilah yang kemudian mendorong Banten cepat mengalami kemajuan di berbagai bidang pembangunan, termasuk tentunya meningkatlah kesejahteraan rakyat Banten. Sebab, masuknya investasi telah memacu laju perekonomian regional Banten dan menyerap banyak tenaga kerja," katanya, usai memberikan orasi pada putaran terakhir kampanye pasangan nomor urut 1, Ratu Atut - Rano Karno, di Tangerang, belum lama ini.
Provinsi Banten akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) pada 22 Oktober mendatang. Hj. Ratu Atut Chosiyah mencalonkan kembali dirinya, bersama H. Rano Karno yang masih menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Tangerang. Mereka merupakan pasangan nomor urut 1, yang paling diunggulkan muncul sebagai pemenang.
Selain didukung banyak partai dalam koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", Ratu Atut juga telah menimba banyak pengalaman memimpin sejak Banten berdiri sebagai sebuah provinsi pada 2000. Di samping itu, kepemimpinannya sebagai Gubernur pada periode 1996-2011 dinilai telah banyak mencapai keberhasilan.
Oleh sebab itu, menurut Priyo Budi Santoso yang juga Wakil Ketua DPR RI, Partai Golkar pantas merekomendasikan kembali Hj. Ratu Atut Chosiyah memimpin Banten satu periode lagi. "Tentu saja keberhasilannya pula yang menjadi alasan utama begitu banyak partai besar yang mendukung dengan bergabung dalam koalisi," tambahnya.
Menurut Priyo, koalisi yang dibangun Golkar bersama PDI Perjuangan, PAN, PKB, Gerindra, Hanura, PPD dan lainnya menunjukkan keberhasilan Ratu Atut dalam membangun semangat kebersamaan dan kebersatuan di wilayah Banten. Hal ini cukup menggambarkan dapat berjalan dalam iklim yang demokratis dan kondusif.
"Jika secara politis maupun sosial iklimnya sangat kondusif seperti di Banten, tentu saja menjadi nilai positif bagi investor yang ingin menanamkan uangnya. Selain itu percepatan pembangunan juga dapat berjalan sesuai dengan harapan rakyat Banten," tambah Priyo dengan nada optimistis.
Salah satu proyek besar yang memiliki nilai strategis secara regional maupun nasional adalah menyatukan dua pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera dan Jawa, dengan dibangunnya Jembatan Selat Sunda. "Saya optimistis jembatan ini akan mengubah iklim perekonomi secara besar-besaran dan menjadi sejarah besar dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa," katanya.
Keberhasilan Ratu Atut mengundang investor untuk membangun jembatan Selat Sunda dengan panjang mencapai 32 km, mulai dari Merak, Banten (Jawa) menuju Bakauheni, Lampung (Sumatera), merupakan prestasi monumental. Oleh sebab itu, menurut Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, pasangan Ratu Atut - Rano Karno pantas diberi kepercayaan memimpin Banten ke depan.
Menurut Idrus, koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang didukung oleh sejumlah partai lainnya, merupakan kontrak politik jangka panjang yang mencerminkan niat luhur, yaitu menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi rakyat Banten. "Saya optimistis Banten ke depan akan berlari lebih kencang dan lebih cepat mencapai target-target pembangunan," tambah Idrus.
Lima tahun kepemimpinan Ratu Atut yang lalu, sudah memberikan bukti nyata yang tak terbantahkan dan patut disyukuri oleh rakyat Banten, sebagai daerah yang terkenal agamis religius. Sebagian kecil yang tidak puas dan selalu mengkritisi kepemimpinan Ratu Atut, menurut Idrus, juga menunjukkan kecintaan. "Sikap kritis juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan berdemokrasi," tandasnya.
Dengan nada tegas, Idrus menyatakan, selama masa kepemimpinannya lima tahun terakhir lalu, Ratu Atut telah bekerja keras bersama seluruh pelaku pembangunan dan membuat banyak perubahan bagi Banten. Perubahan yang paling menonjol adalah meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat, derajat kesehatan masyarakat, kualitas tenaga pendidik dan pendidikan.
"Dia (Ratu Atut) bukan baru akan melakukan perubahan di Banten, seperti yang dijanjikan dalam slogan-slogan kandidat calon gubernur yang lain. Atut sudah melakukan perubahan dan harus diberikan kesempatan dan waktu lagi untuk meneruskan perubahan-perubahan yang lebih besar di Banten," tuturnya.

 

(wp)

Selasa, 18 Oktober 2011

Ayu Ting Ting Getarkan Panggung Kampanye Atut-Rano

TANGERANG - Goyang penyanyi dangdut Ayu Ting Ting ketika mendendangkan lagu "Keong Racun" dan dilanjutkan dengan lagu andalannya "Alamat Palsu", seolah mampu menggetarkan panggung kampanye pasangan Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Selasa (18/10/2011).
Massa pun ikut berjoged dan berteriak histeris ketika Ayu Ting Ting menunjukkan kebolehannya bergoyang dangdut di atas panggung. Penampilan penyanyi dangdut yang namanya sedang berada di puncak popularitas ini, memang sudah dinanti-nantikan massa pendukung dan simpatisan Atut-Rano. Bahkan, ketika muncul di panggung massa langsung berteriak meminta lagu "Alamat Palsu".
"Alamat bisa saja palsu, tetapi hati kita tidak boleh palsu... betuuul... betuuul...," kata Ayu Ting Ting dan disambut teriakan massa "Betuuul...". Penyanyi asal Kota Depok, Jawa Barat inipun melanjutkan,"Hati kita tidak boleh palsu pada 22 Oktober nanti, yaitu mencoblos pasangan nomor urut 1 Ibu Atut dan Bang Rano, oke... oke..."
Melihat massa sudah tidak sabar, Ayu pun langsung mendendangkan lagu "Keong Racun" yang dipopulerkan Shinta dan Jojo. Saat Ayu bergoyang, massa pun berjoged dan berteriak histeris hingga membuat panggung kampanye bergetar. Sejumlah petugas keamanan pun berusaha menurunkan orang-orang yang memenuhi panggung, karena khawatir ambruk akibat kelebihan kapasitas.
Massa tak hanya berjoged tapi juga ikut bernyanyi ketika Ayu melantungkan lagu "Alamat Palsu". Bahkan, sejumlah kaum ibu yang berada di tengah kerumunan anak-anak muda di depan panggung, ikut bergoyang sambil mengacungkan jari telunjuknya. Teriknya sengatan sinar matahari seakan tak mereka hiraukan lagi. Setiap Ayu bergoyang pinggul, massa selalu berteriak histeris.
Setelah Ayu Ting Ting mengakhiri penampilannya, giliran Denada yang menjadi bintang panggung. Ia membawa beberapa buah lagu di antaranya "Bujangan" dan mengajak empat pria yang diajak dari kerumunan massa untuk berjoged di atas panggung. Setelah Denada disusul kemudian penampilan Pasha "Ungu" yang langsung menyanyikan lagi "Hampa Hatiku".
Kemeriahan kampanye pasangan nomor urut 1, Atut-Rano, mencapai puncaknya ketika ST12 tampil dengan vokalisnya Charli. Massa tampak begitu puas dengan penampilan sederet artis papan atas, yang dapat mereka nikmati secara gratis. Tak heran bila massa terkonsentrasi di lapangan A. Yani hingga acara berakhir.
Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Banten, Veri Muchlis, ditampilkannya artis-artis kelas wahid selain sebagai simbol nomor 1, yaitu pasangan Ratu Atut-Rano Karno, juga untuk membuat massa hanya terkonsentrasi di lokasi kampanye. "Dengan begitu kegiatan kampanye keliling kota dengan kendaraan bermotor dapat diminimalisir," tandasnya.
Menurutnya, kampanye dalam bentuk iring-iringan kendaraan bermotor oleh massa pendukung dan simpatisan, akan menimbulkan gangguan lalu lintas. "Cara ini kami minimalisir semaksimal mungkin, agar masyarakat pengguna jalan tidak merasa terganggu dan dapat beraktivitas dengan lancar. Artinya, kampanye dengan iring-iringan kendaraan kami nilai kurang produktif," jelasnya.
Namun demikian, Veri atas nama Partai Golkar dan partai koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan" menyampaikan permohonan maaf apabila ada sedikit hambatan lalu lintas di sekitar lokasi kampanye. Pasalnya, kondisi tersebut memang sangat sulit dihindari, ketika kendaraan massa mengalir ke lapangan A. Yani. "Sekali lagi kami mohon maaf dan mohon dimaklumi," tandasnya.
Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat gabungan Polri dan TNI yang telah menjalankan tugas melakukan pengamanan selama berlangsungnya massa kampanye, khususnya saat pasangan Atut-Rano mendapat giliran kampanye. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh organisasi masyarakat dan organisasi pemuda yang berafiliasi dengan partai politik, atas bantuan pengamanannya.
"Alhamdulillah selama kampanye Atut-Rano tidak terjadi sesuatu hal yang menganggu ketertiban dan keamanan. Kampanye berlangsung aman dan tertib. Hal ini merupakan keberhasilan semua pihak, termasuk massa kampanye yang dapat bersikap dewasa, serta menjaga ketertiban dan keamanan," katanya.

( wp/joy)

Senin, 17 Oktober 2011

Banten Butuh Pemimpin Pengalaman, Memahami Kearifan Lokal dan Keberagaman Masyarakat

kampanye ratu atut rano karnoSERANG - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, Banten memiliki potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya ekonomi yang luar biasa besarnya. oleh sebab itu, Banten membutuhkan seorang pemimpin yang tidak saja berpengalaman, tetapi juga paham betul karakter dan dinamika masyarakatnya secara keseluruhan.
"Dalam soal pengalaman memimpin di Banten, tidak seorang pun meragukan Hj. Ratu Atut Chosiyah. Dan tentu saja sebagai perempuan asli Banten, ia juga pahal betul karakter dan dinamika masyarakat Banten. Hasil-hasil yang telah dicapai selama masa kepemimpinannya lima tahun lalu menjadi bukti yang tak terbantahkan," kata Menko Kesra lagi.
Agung Laksono dijumpai setelah memberikan orasinya dalam kampanye pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 1, Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno, di Serang, beberapa hari lalu (15/11/2011).

Menurutnya, Ratu Atut termasuk salah satu kader Golkar yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap partai. Di samping itu, beliau juga telah berbuat banyak bagi daerahnya selama menjabat sebagai gubernur.
"Karena itu tidak ada keraguan sedikitpun pada Partai Golkar untuk mengusungnya kembali menjadi gubernur Banten periode 2012-2017. Kepada seluruh kader, pendukung dan simpatisan Partai Golkar saya berpesan untuk memenangkan Ratu Atut dan Rano Karno pada Pemilukada 22 Oktober yang akan datang. Golkar merupakan partai yang kenyang pengalaman dalam menghadapi pemilu," paparnya.
Agung memuji kepemimpinan Ratu Atut yang membawa Provinsi Banten ke depan lebih maju, tetapi seluruh programnya tetap berbasis pada kearifan lokal (local wisdom). Menurutnya, pemimpin Banten ke depan haruslah menyatu dengan masyarakatnya dan mempunyai akar yang kuat terhadap budaya lokal. Banten membutuhkan pemimpin yang memahami benar kebutuhan masyarakat ke depan.
"Semua itu ada dalam diri Ratu Atut sebagai pemimpin yang dilahirkan dan dibesarkan oleh karakter dan budaya asli Banten. Namun, di sisi lain ia juga mengedepankan pluralisme yang tumbuh subur di tengah masyarakat. Itu sebabnya ia selalu mampu meminimalisir konflik yang muncul sejalan dengan semakin pluralnya masyarakat Banten," tutur Agung.
Sementara itu Hj. Ratu Atut Chosiyah mengatakan, dirinya menyadari betul betapa peka persoalan pluralisme yang kini terus berkembang di tengah masyarakat. "Strategi yang paling menyentuh persoalan, sebagai pemimpin dirinya selalu berupaya mengubah energi negatif yang disintegratif menjadi energi positif dan integratif. Dengan begitu akan terdorong mekanisme institusi politik yang dibangun oleh masyarakat lokal menjadi lebih dinamis dan kondusif," papar Atut.
Dikatakan, jika masyarakat memberinya kembali kepercayaan untuk meneruskan pembangunan Banten ke depan, dirinya akan lebih memperluas dan meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam merancang model pembangunan yang sesuai dengan karakteristik kedaerahannya. Dengan cara itu, sambungnya, akan terjadi penguatan akar-akar demokrasi secara substantif dan berdampak positif terhadap dimensi pembangunan secara demokrasi dan berkeadilan.
"Saya akan mengevaluasi kembali kerja dan kinerja kebijakan-kebijakan pembangunan yang pernah dilakukan, menganalisa data dan fakta yang sedang berjalan dan mencermaati secara tajam dan tepat berbagai tantangan, peluang serta kecenderungan-kecenderungan baru yang sedang dan akan terus berlangsung di masa mendatang," katanya.
Dengan nada tegas, Atut menyatakan, agenda pembangunan Banten ke depan juga harus memperhitungkan kecenderungan nasional dan global, sehingga akan terwujud suasana baru abad ke-21 tanpa meninggalkan kearifan lokal.

(wpjoy)

Minggu, 16 Oktober 2011

Ratu Atut-Rano Karno Beri Bukti, Bukan Janji

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG - Pasangan Calon Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah selama ini telah memberikan banyak bukti hasil-hasil pembangunan bagi masyarakat Banten. Dan nantipun, bersama Calon Wakil Gubernur H. Rano Karno, akan terus memberikan bukti dengan agenda-agenda pembangunan. Bukan sekadar janji-janji kosong.
Demikian inti dari orasi sejumlah partai koalisi seperti PAN, PKB, Gerindra, Hanura dan lainnya dalam kampanye keempat pasangan nomor urut 1, yaitu Cagub dan Cawagub Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno di lapangan Kramatwatu, Kota Serang, Sabtu (15/10/2011).
"Selama lima tahun kepemimpinannya, Ratu Atut telah memberikan banyak bukti hasil pembangunan di berbagai bidang dan mendapatkan pengakuan melalui berbagai penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Bahkan Pendapatan Asli Daerah hanya dalam waktu dua tahun terakhir mengalami kenaikan Rp 1,5 milyar," kata Ketua DPW PAN Banten Tb. Luay Sofhani.
Disebutkan, Banten kini telah menjadi salah satu lumbung padi nasional, kemudian Laju Pertumbuhan Ekonomi Banten juga naik secara signifikan hingga melampaui angka nasional, jumlah lembaga pendidikan juga mengalami kenaikan, angka kemiskinan absolut berhasil diturunkan, dan derajat kesehatan masyarakat pun berhasil ditingkatkan.
"Semua itu merupakan keberhasilan yang patut disyukuri oleh masyarakat Banten, yang dikenal agamis dan religius. Ciri masyarakat agamis adalah senantiasa bersyukur. Dan oleh sebab itu, mari kita berikan kesempatan kepada Ibu Ratu Atut Chosiyah untuk kembali meneruskan pembangunan di Banten," katanya.
Sementara itu  Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam orasinya menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat selama lima tahun terakhir masa kepemimpinannya. "Saya mengaja mari kita terus memperkuat kebersamaan dan kebersatuan untuk melanjutkan percepatan pembangunan agar Banten lebih cepat mencapai kesejahteraan yang adil dan merata," tambahnya.
Atut berjanji akan bekerja lebih keras dan memberikan yang terbaik bagi Banten, dan tentu saja bersama segenap elemen masyarakat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sangat besar terhadap kemajuan yang telah dicapai Banten selama ini. "Mari kita terus kembangkan kebersamaan dan kebersatuan dengan semangat untuk melakukan pembaruan," tandas wanita pertama yang menjadi gubernur di Indonesia ini.
Sedangkan H. Rano Karno juga mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah menerima dan memberikan dukungan pada dirinya untuk membantu Ratu Atut Chosiyah. Ia mengingatkan kembali pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada segenap kader, pendukung dan simpatisan agar semakin intensif berkonsolidasi untuk memenangkan Pemilukada Banten pada 22 Oktober mendatang.
Rano mengacungkan jempolnya kepada massa pendukung dan simpatisan koalisi partai "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", yang menunjukkan betapa besarnya dukungan yang diberikan dalam setiap kampanye. "Saya melihat sejak kampanye damai hingga hari ini dukungan massa begitu besar. Salut!" kata Rano disambut tepuk sorak massa.
Kampanye keempat di Kramatwatu setelah Rajeg, Cilenggang dan Malingping, menurut Rano, membuktikan betapa kuatnya kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap Banten. "Oleh sebab itu, saya tidak ragukan lagi bahwa pada 22 Oktober nanti anda-anda semua yang hadir maupun tidak dalam kampanye ini akan mencoblos nomor 1," katanya.
Kampanye di lapangan Kramatwatu yang dihadiri sekitar 25.000 massa pendukung dan simpatisan, tak pelak menimbulkan kemacetan yang parah di poros jalan Serang-Cilegon. Sejak pagi hari, arus lalu lintas menuju Serang maupun sebaliknya ke Cilegon sudah sangat padat di sekitar Kramatwatu. Menjelang siang kemacetan total pun tak lagi bisa dihindarkan.
Akibatnya, ribuan massa terpaksa harus berjalan kaki hingga sekitar tiga kilometer untuk sampai ke lokasi kampanye di lapangan Kramatwatu. Penyebabnya, mobil yang mengangkut massa sudah tidak bisa bergerak. Pihak kepolisian pun berupaya mengalihkan arus lalu lintas dari Cilegon ke arah Karangantu.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Banten Very Muchlis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, yang terjebak dalam kemacetan. Ia meminta kepada masyarakat pengguna jalan yang merasa terhambat perjalanannya dan terganggu, dapat memaklumi kondisi yang ditimbulkan akibat kampanye Atut-Rano.
"Kampanye Atut-Rano memang selalu dihadiri puluhan ribu massa pendukung dan simpatisan, sehingga kemacetan lalu lintas sulit dihindarkan. Kami sekali lagi mohon maaf kepada segenap masyarakat," kata Very.

(wp)

Sabtu, 15 Oktober 2011

Ratu Atut Akan Kembangkan "Multigates System"

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG - Dalam agenda pembangunan lima tahun ke depan, calon gubernur nomor urut 1, Hj. Ratu Atut Chosiyah, berencana akan melakukan penguatan pengembangan kawasan dan wilayah strategis melalui multigates system yang didukung oleh pengembangan kawasan-kawasan pendukung sebagai Feeder System.
Stretegi tersebut akan difokuskan pada pengembangan wilayah di sekitar tiga pintu keluar dan masuk Banten, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Bojonegara dan Stasiun KA Rangkasbitung. Pengembangan di wilayah Bandara Soetta dengan dukungan aksessibilitas jaringan transportasi darat.
Sementara di Pelabuhan Bojonegara akan dikembangkan dengan penyediaan aksessibilitas jaringan transportasai barang dan penyediaan infrastruktur dasar penunjang pelabuhan seperti listrik, telekomunikasi, air dan jalan.
Sementara di Stasiun KA Rangkasbitung akan lebih diprioritaskan penyediaan jaringan transportasi rakyat dan usaha agro dalam mempelancar sistem distribusi dan produksi agro dengan memfungsikan kemali jaringan kereta api sebagai modal utama.
Oleh sebab itu, menjadi sangat penting pula mengembangkan Feeder System dan Koridor dalam menunjang fgunsi multigates system, yang terbagi dalam tiga titik. Pertama koridor kawasan Teluk Naga, Bumi Serpong Damai dan Kota Tangerang. Dukungan proyesk strategis andalan Nasional antara lain adalah pengembangan Tangerang International City, PLTU Kemiri, JORR II dan perluang Bandara Soetta.
Kedua, koridor kawasan ekonomi-industri Pulomerak, Cilegon dan Bojonegara Serang, serta kawasan pariwisata Anyer. Dukungan proyek strategis andalan Nasional di kawasan ini antara lain pengembangan industri baja KS-POSCO, kawasan ekonomi khusus KIEC dan Bojonegara, pembangunan Jembatan Selat Sunda, pembangunan TPA, pembangunan Interchange Cikande Serang, terminal agribisnis di Cikande dan pembangunan Refinery di Kramatwatu, Serang.
Ketiga, koridoe pengembangan kawasan Panimbang, Malingping dan Bayah di bagian selatang, di samping pengembangan kawasan Kekerabatan Maja. Dukungan proyek strategis andalan Nasional di kawasan ini antara lain pembangunan rel KA doble track Jakarta-Rangkasbitung, pengembangan Bandara Panimbang, pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung, pembangunan Bendungan Karian, pengoperasian PLTU Labuan dan pengembangan industri semen swasta nasional di Bayah.
Strategi pembangunan tersebut, selain menciptakan kemajuan di wilayah Banten dengan tetap mempertahankan ciri khas lokal, juga meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat secara lebih luas dan merata. "Oleh sebab itu, masyarakat harus membangun kebersatuan dengan menghargai pluralisme agar tercipta suasana kondusif di Banten," katanya.
Menurut Ratu Atut, strategi pembangunan sehebat apapun tidak akan dapat berjalan dengan baik dan cepat, apabila suasana dan kondisi sosial-politik tidak kondusif. "Suasana aman dan damai sangat dibutuhkan dalam upaya pembangunan kualitas ekonomi, kesehatan dan pendidikan masyarakat," tambahnya.
Selain itu, sambung Ratu Atut Chosiyah, jika dirinya masih diberikan kepercayaan masyarakat untuk memimpin pembangunan di Banten lima tahun ke depan, memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk berpartisipasi sebesar-besarnya dan seluas-luasnya, bukan lagi sebuah janji melainkan bukti. "Sebab, proses tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama, hanya saja intensitas dan kecepatannya jaris semakin melaju di tahun-tahun mendatang," katanya.
(ratuatut.com )

Rabu, 12 Oktober 2011

Ratu Atut: Masyarakat Jangan Termakan Isu Kampanye Hitam

1. portraitMALINGPING - Hj. Ratu Atut Chosiyah, calon Gubernur Banten dengan nomor urut satu, dalam kampanyenya di Lapangan Malingping, Kabupaten Lebak, kembali mengingat agar masyarakat jangan termakan hasutan yang menjelek-jelekkan dirinya. "Saya sudah menemukan adanya upaya kampanye negatif dari lawan-lawan politik, dengan menyebarkan isu dan selebaran yang isinya menjelekkan nama baik," kata Ratu Atut di hadapan lautan manusia yang membanjiri Lapangan Malingping.
Dalam orasinya, Ratu Atut mengatakan, dirinya yakin dan percaya bahwa masyarakat Lebak khususnya maupun Banten pada umumnya, sudah pandai menilai bahwa isu dan isi selabaran yang disebarkan adalah suatu kebohongan. "Saya yakin dan sudah melihat secara langsung ke lapangan bahwa masyarakat telah merasakan adanya kemajuan-kemajuan yang dicapai melalui program pembangunan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir kepemimpinan saya. Saya ingin masyarakat Banten semakin sejahtera dan teman memelihara keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT," katanya.
Dikatakan, sebagai daerah agraris dan agamis, tidak ada tempat bagi upaya berpolitik dengan cara-cara menghasut, memfitnah dan cara buruk lainnya. Masyarakat Lebak khususnya maupun Banten pada umumnya, saat ini sudah semakin cerdas, sehingga tidak mudah termakan provokasi. "Masyarakat Lebak sudah mengalami kemajuan di segala bidang," tandasnya.
Namun demikian, sambung Ratu Atut Chosiyah, masih banyak lagi yang harus ditingkatkan dan dikembangkan di wilayah Lebak dan Banten pada umumnya, untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. Berdasarkan pengalaman memimpin Banten sejak tahun 2000, Ratu Atut meyakinkan masyarakat bahwa dirinya bersama seluruh komponen pembangunan mampu membawa Banten menjadi daerah yang dapat dibanggakan di tingkat nasional bahkan internasional.
Ia menyebutkan, Banten kini telah menjadi target para investor mancanegara untuk menanamkan modal usaha. Oleh sebab itu, Ratu Atut meminta kepada masyarakat untuk bersatu dan menjalin persatuan agar dapat terus tercipta suasana yang kondusif, aman dan damai. "Mari kepada segenap masyarakat Lebak dan Banten umumnya, kita bersatu padu dan bersama-sama melakukan pembaruan agar Banten dapat lebih cepat mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang tetap berlandaskan iman dan taqwa," kata politikus wanita asli Banten ini.
Sementara itu calon pendampingnya sebagai wakil gubernur, H. Rano Karno, juga mengurasi sejumlah keberhasilan yang telah dicapai selama kepemimpinan Hj. Ratu Atut Chosiyah lima tahun terakhir. Ia menjanjikan, dengan kehadirannya sebagai wakil gubernur Insya Allah akan dapat lebih mempercepat laju pembangunan di wilayah Banten.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat Lebak dan Banten pada umumnya agar jangan terpancing atau terhasut oleh isu-isu yang menjelek-jelekkan Ratu Atut. "Saya tegaskan sekali lagi, yang namanya isu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias bohong. Oleh sebab itu abaikan saja semua isu dan tetap memberikan dukungan kepada Ibu (Ratu Atut)," katanya.
Para orator dari partai-partai pengusung anggota koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", juga mengingatkan hal senada terkait penyebaran kabar bohong di wilayah Lebak. "Ibu Ratu Atut telah terbukti berbuat banyak dan melakukan yang terbaik bagi masyarakat Banten. Mari kita beri kesempatan sekali lagi pada Ibu Ratu Atut untuk meneruskan pembangunan," kata Ali Muhadi dari partai Hanura.
Sementara anggota DPR RI dari Partai Golkar, H. Hikmat Tomet, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan yang telah diberikan selama ini dan akan diberikan pada Pemilukada Banten 22 Oktober yang akan datang. "Kami bukan berjanji, tapi sudah memberikan bukti. Dan seterusnya kami akan memberi bukti dengan meneruskan pembangunan di wilayah Banten," katanya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Banten, Very Muchlis, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, personel Polri maupun TNI, yang telah menjalankan tugasnya mengamankan berlangsungnya kampanye pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1, Hj. Ratu Atut Chosiyah dan H. Rano Karno.
"Saya juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila berlangsungnya kapanye di lapangan Malingping, Lebak, menyebabkan kemacetan akibat membludaknya para pendukung yang hadir. Saya juga mohon maaf sekaligus terima kasih kepada masyarakat sekitar yang merelakan rumahnya menjadi tempat parkir kendaraan bermotor yang dibawa massa pendukung," tuturnya.
H. Jumali, salah seorang warga Malingping yang saat kampanye berlangsung, halaman rumahnya dipenuhi kendaraan bermotor roda dua menyatakan ikhlas dan bisa memaklumi keadaan tersebut. "Saya pendukung setia Ibu Ratu Atut, jadi ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap Ibu. Tidak jadi soal halaman rumah buat parkiran motor," katanya.

Rabu, 17 Agustus 2011

Duet Ratu Atut - Rano Karno dinilai mampu pimpin Banten

PILKADA BANTENJakarta  - Tokoh masyarakat Banten KH Nawawi Syahroni menilai pasangan calon gubernur dan wagub Banten, Ratu Atut-Rano Karno, mempunyai kemampuan memadai untuk memimpin kembali masyarakat Banten dan keduanya juga telah berpengalaman.

Kepada pers di Jakarta, Selasa, Nawawi Syahroni menuturkan bahwa kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat dan dia juga sangat memperhatikan sarana-sarana ibadah, termasuk organisasi keagamaan.

"Ia (Ratu Atut) telah menjalin hubungan harmonis dengan kalangan pondok pesantren termasuk di dalamnya santri, hingga ulama dan kyai," ungkap KH Nawawi yang juga Direktur Eksekutif Lajnah Kajian Syekh Nawawi Al Bantany, Banten, tersebut.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa lembaga pendidikan keagamaan pun tak luput dari perhatian Atut.

Selama menjadi Gubernur Banten, menurut Nawawi, sudah banyak sekolah tingkat Madrasah Ibtidiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang dibantu perbaikan gedung sekolah maupun kelengkapan alat pendukung kegiatan belajar mengajar.

Sementara sosok Rano Karno, menurut Nawawi, selama menjadi Wakil Bupati Tangerang juga tidak pernah terbentur masalah. "Rano adalah sosok pemimpin daerah yang lurus," ucapnya.

Karenanya jika nanti terpilih menjadi Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah, KH Nawawi berharap Rano Karno bisa menjadi pasangan yang representatif yang mampu memenuhi keinginan masyarakat Banten.

Pasangan Ratu Atut-Rano Karno didukung 11 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Banten Bersatu Teruskan Pembangunan, 22 partai nonparlemen, puluhan organisasi masyarakat dan berbagai organisasi profesi dan pengusaha di Banten.

Sedangkan kesebelas partai koalisi itu antara lain Partai Golkar, PDIP, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Peduli Bangsa (PKPB).

Selain itu, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), Partai Damai Sejahtera (PDS), dan Partai Persatuan Daerah (PPD).

(D011)

(ANTARA News)

Jumat, 22 Juli 2011

Ulama Serpong Puji Ratu Atut

ratu atut

SERPONG - Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, memberikan acungan jempol sebagai pujian terhadap perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap kelembagaan agama dan kehidupan umat beragama.
"Apresiasi layak diberikan kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya, tidak hanya terhadap MUI melainkan juga terhadap eksistensi dan peran para guru ngaji di Banten," kata Ketua MUI Kecamatan Serpong, KH. Abdul Rozak, saat Gubernur Banten melakukan kunjungan kerja, Jumat (22/07/2011).
Abdul Rozak mengutarakan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur, antara lain memberikan dukungan dan dorongan nyata terhadap berbagai kegiatan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga agama-agama lain yang ada di Banten. "Khusus untuk agama Islam, Ibu Gubernur juga memberikan perhatian yang sangat besar kepada para guru ngaji," tambahnya.
Gubernur, masih menurut Abdul Rozak, juga selalu menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, MUI dan lainnya dalam menjaga suasana kondusif di antara umat beragama. "Ke depan saya berharap Ibu Gubernur juga akan memberikan perhatian kepada Dewan Kesejahteraan Masjid termasuk para marbot masjid," tandasnya.
Selain itu, Gubernur juga bekerja sama dengan MUI Porvinsi Banten dengan menghasilkan sebuah Al Qur'an Mushaf Al-Bantani. "Al Qur'an ini sebuah karya besar para ulama Banten, karena menjadi Al Qur'an yang sangat khas dan menjadi kebanggaan umat Islam di Banten. Apalagi, Ibu Gubernur membagikan Al Qur'an ini secara cuma-cuma kepada semua umat," kata Abdul Rozak, disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah langsung merespon pujian tersebut dengan kerendahan hati. "Suasana kondusif antar umat beragama di Banten merupakan hasil kerjasama yang harmonis dari seluruh pihak, termasuk masyarakat Banten pada umumnya yang tidak menginginkan adanya gesekan antar umat beragama," ujarnya.
Ratu Atut berpesan kepada MUI Kecamatan Serpong khususnya dan di seluruh Banten pada umumnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan dengan semua pihak seperti Polri, TNI, dan pihak-pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya gesekan antar umat beragama.
"Saya menyampaikan apresiasi terhadap MUI Kecamatan Serpong yang hingga sejauh ini dapat berperan aktif dalam menjaga suasana tenang dan damai di wilayahnya dengan terus menerus menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Saya berharap suasana kondusif ini terus dijaga dan dipelihara," kata Atut.
Selanjutnya, Ratu Atut mengimbau kepada MUI Kecamatan Serpong untuk segera membentuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), yang selanjutnya akan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, dalam kaitan pelaksanaan program-program bidang keagamaan khususnya umat Islam.
Ratu Atut selanjutnya juga menanggapi laporan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Serpong dan Forum Kader Posyandu. Gubernur berencana akan melakukan sinergi dengan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH MH, terkait pembangunan SMA Negeri yang belum ada di Kecamatan Serpong.
"Ibu Gubernur akan berkoordinasi dengan Ibu Walikota untuk membangun SMA Negeri di Kecamatan Serpong dan mudah-mudahan bisa cepat selesai dibangun. Sedangkan soal lahan akan dipelajari dulu oleh Bapak Camat," kata Ratu Atut.***
(wp, as, ml, ratuatut.com)

102.462 Siswa SD Banten Dapat Beasiswa

SERANG—Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Melalui sarana pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan dan pesan-pesan konstitusi dapat ditanamkan dalam rangka membentuk karakter bangsa (nation character building).

Namun saat ini, masih ada kelompok masyarakat yang tidak mampu/miskin, sehingga tidak dapat mengenyam pendidikan. Untuk itu, Gubernur Banten Ratu Atut bertekad mewujudkan pengalokasian anggaran pendidikan hingga mencapai 20 persen dari APBD.

“Di masa akan datang, peningkatan anggaran pendidikan hingga mencapai 20 persen dari APBD harus terwujud, guna melanjutkan usaha-usaha pemerataan dan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas,” kata Ratu Atut di Pendopo Gubernur, beberapa waktu lalu.

Sementara khusus untuk tahun ini, Banten mendapat kuota Beasiswa Miskin Sekolah Dasar (BSM-SD) sebanyak 102.462 orang/siswa. Beasiswa itu diluncurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, Ajak Muslim, beasiswa itu sesuai dengan UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12 (1) c yang menyebutkan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya”, dan huruf d menyebutkan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya,”.

“Untuk mempermudah dan mempercepat akses penyaluran dana BSM-SD, pada tahun anggaran 2011 sebagian besar pengalokasian dana BSM-SD disalurkan dengan dekonsentrasi. Sisanya dilakukan oleh pusat yang pelaksanaannya berpedoman pada emapat asas, yaiitu: efektif, efisien, akuntabel, dan transparan,” kata Ajak Muslim, Kamis (21/7).

Sementara itu, menurut kepala Seksi Sekolah Dasar Dindik Banten, Didin Sihabudin, bantuan/subsisdi itu berupa sejumlah uang tunai yang diberikan secara langsung kepada siswa sesuai criteria yang telah ditetapkan. Penerima beasiswa adalah siswa SD baik negeri maupun swasta yang duduk di kelas I, II, III, IV, V yang ditetapkan sebagai penerima BSM-SD yang ada dalam surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Orang tua miskin adalah orang tua yang tidak dapat membiayai pendidikan anaknya di SD yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah. Sedangkan Lembaga Penyalur adalah Lembaga Penyalur Indonesia yang menyalurkan BSM-SD di daerah.

“Ada 2.025.500 siswa SD se Indonesia yang mendapatkan dana BSM-SD tahun 2011. Nantinya setiap siswa yang masuk kategori miskin tersebut akan menerima dana BSM-SD sebesar Rp360.000 per tahun,” katanya.

Dana tersebut diperuntukkan untuk pembelian buku, baju seragam sekolah, pembelian alat olahraga dan alat keterampilan, pembayaran alat transportasi sekolah, dan keperluan lain yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah.

“Adapun waktu penyaluran beasiswa miskin SD itu mulai bulan Juli sampai dengan 31 Desember,” tegasnya.

(ratuatut.com)

Rabu, 20 Juli 2011

Ratu Atut Lepas KKM Untirta

20110720-A1-GUBERNUR-LEPAS-2226-PESERTA-KKM-UNTIRTA-2

KOTA SERANG – Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah, Rabu (20/7) pagi melepas 2.226 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dari halaman Pendopo Gubernur Banten. Para mahasiswa tersebut akan mengikuti KKM Tematik yang disebar di 2 wilayah di Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.

Dalam pesannnya Gubernur mengingatkan kepada para mahasiswa peserta KKM agar memiliki tekad, kesungguhan, disiplin dan berakhlak mulia dalam melaksanakan KKM Tematik di tengah-tengah masyarakat dengan tidak lupa untuk juga menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan.

“Selama mengikuti KKM, ikuti kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki masing-masing” tegas Gubernur seraya meyakini peserta KKM Tematik Untirta merupakan calon sarjana yang memiliki kualitas, profesionalisme dan akhlak mulia.

Sementara kepada para Kepala Daerah yang menerima para mahasiswa yang akan mengikuti KKM, Gubernur berharap mereka dapat diterima dengan baik , dilayani dengan baik dan dibimbing dengan baik.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unitirta-H. Sholeh Hidayat mengatakan bahwa pelaksanaan KKM Tematik berdasarkan pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional Pasal 20 Ayat 2 yang menegaskan bahwa Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk tema KKM Tematik Untirta tahun ajaran 2010-2011 yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mendorong Partisipasi Aktif dan Kemandirian Masyarakat Terhadap Penguatan Kelembagaan Perdesaan.

Peserta KKM Tematik Untirta tahun 2011 akan diikuti oleh 2.226 mahasiswa yang akan ditempatkan di 7 kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan 4 kecamatan di Kota Cilegon dengan total Desa berjumlah 100 desa.

Kemudian Pembantu Rektor (Purek) Bidang Akademik Untirta-H.Sadeli Hanafi mewakili Rektor Untirta juga menyampaikan hal senada. “Kepada para peserta KKM Tematik telah kami sampaikan agar menjaga nama baik civitas akademika Untirta seperti berperilaku santun di masyarakat sebagaimana perilaku insan akademik dan melakukan pengabdian sebagaimana mestinya” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ketua LPPM Untirta melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) dengan Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten-H.Andika Hazrumy mengenai pengelolaan lingkungan meliputi pembentukan kampung siaga bencana dilanjutkan dengan penyerahan Compact Disk (CD) yang berisi materi penanggulangan bencana dari Tagana kepada LPPM Untirta. Turur hadir dan menyaksikan pada acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten-Ajak Muslim dan Asda II Kabupaten Pandeglang.

(hms banten, kp)

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :