Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Minapolitan Akan Percepat Kesejahteraan Nelayan



SERANG-Sedia payung sebelum hujan. Ungkapan itu sepertinya pas menggambarkan program Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.

''Ibu berusaha menghidupkan potensi ekonomi laut dan pesisir seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya, rumput laut, pariwisata dan sektor turunan lainnya,'' tutur Atut seraya menambahkan tahun depan dirinya akan menggenjot program nasional Kawasan Minapolitan pesisir Banten, dari Tanjung Pasir di Kabupaten Tangerang sampai Sawarna di Kabupaten Lebak.
Tahun ini Ratu Atut telah menetapkan lokasi-lokasi pengembangan kawasan perikanan terpadu yang disebut "Minapolitan Banten", berdasarkan potensinya masing-masing. Lima kawasan tersebut meliputi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu dan kawasan budidaya rumput laut Pontang (Kota Serang), Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan (Kab. Pandeglang), kawasan budidaya kerang Panimbang dan kawasan pangkalan pendaratan ikan (PPI) Binuangeun.
''Lokasi itu merupakan sentra pengembangan perikanan yang diprioritaskan. Mulai 2012 empat kawasan pelabuhan perikanan tersebut akan menjadi kawasan Minapolitan Banten untuk jenis perikanan tangkap. Di samping itu, juga akan dikembangkan perikanan budidaya di wilayah pesisir,'' tambah Atut.
Atut meyakini, strategi ini tidak hanya akan memacu kesejahteraan masyarakat pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, tetapi juga akan mempercepat laju pembangunan dan pemerataan perekonomian Banten.

Kondisi geografis suatu daerah mempunyai peranan penting dalam kemajuan pembangunan. Daerah yang berada di wilayah strategis sangat signifikan dalam mempercepat dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Sebagai contoh, Provinsi Banten yang secara geografis bisa dibagi dalam dua wilayah pembangunan, yaitu utara dan selatan. Bagian utara meliputi Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Cilegon. Sedangkan bagian selatan meliputi Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang.
Daerah bagian utara relatif lebih maju dibanding daerah selatan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB 2009 di Kabupaten Pandeglang dan Lebak bagian selatan masing-masing mencapai Rp 3,9 miliar dan Rp3,8 miliar. Sedangkan bagian utara seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang mencapai Rp. 17 miliar dan Rp. 27 miliar. Padahal, Kabupaten Lebak dan Pandeglang luasnya 63,89 persen dari luas Banten. Sementara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang hanya 12.06 persen luas Banten.
Kondisi tersebut disebabkan oleh geografi-strategis daerah bagian utara yang sangat dekat dengan kota metropolis DKI Jakarta. Posisi Tangerang dan Kota Tangerang sebelah utara merupakan hinterland bagi DKI Jakarta. Tangerang lebih melayani Jakarta dibandingkan wilayah selatan. Sebaliknya, bagian selatan seolah menjadi daerah yang berdiri sendiri. Di samping itu, kawasan bagian utara merupakan spill over (tumpahan) pembangunan di DKI Jakarta. Bisa dilihat misalnya, Kota Tangsel yang relatif baru sudah memiliki indikator pembangunan sangat baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel sudah mencapai 75,1 dan pendapatan per kapita Rp8.459 juta lebih.
''Ketimpangan itulah yang menjadi perhatian ibu untuk segera diatasi. Tentu saja, melalui strategi pembangunan jangka panjang dengan memaksimalkan potensi daerah pesisir. Konsep utamanya adalah pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis kawasan dengan keterpaduan lintas sektor untuk peningkatan taraf hidup masyarakat. Sedangkan prinsipnya adalah pengembangan kewilayahan yang efektif, efisien disertai dukungan lintas sektor,'' urai Atut.
Anggaran sektoral pada DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Banten akan difokuskan untuk memberikan input produksi serta sarana dan prasarana pokok. Sedangkan yang lintas sektoral berupa penyediaan prasarana pendukung seperti jalan, saluran irigasi serta dukungan lain yang diperlukan. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar yang dimiliki akan difokuskan pada lokasi "Minapolitan Banten".
Proyek pengembangan kawasan "Minapolitan Banten" ditargetkan akan menjadi pilot project bagi sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir lainnya di Banten, serta bagi daerah lainnya di Indonesia.
Karena itu, proyek ini perlu dikawal oleh seluruh elemen masyarakat agar berhasil. Pengembangan kawasan minapolitan harus menjadi prioritas utama yang dikerjakan sungguh-sungguh di masing-masing daerah. Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program strategis ini, sehingga kesenjangan pembangunan dapat teratasi. (BB)

Rabu, 28 Maret 2012

Ratu Atut Hadiri Acara SBY dengan Pengusaha Korsel

Seoul, Korsel: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri pertemuan Bisnis Forum Indonesia-Korea Selatan di Ruang Diamond, Hotel Renaissance, Seoul, Rabu (28/3) pagi. Pertemuan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Korea Selatan tersebut dihadiri sekitar 200 pengusaha dari Korsel dan Indonesia. Hadir pada acara tersebut antara lain, Menlu Marty Natalegawa, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Ketua Komisi Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung, dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Ketua Kamar Dagang Korsel Sohn Kyung-shik menjelaskan bahwa kerja sama Korsel-Indonesia di bidang investasi sangat aktif. "Sampai saat ini investasi Korea di Indonesia mencapai 9,3 miliar dollar AS dan sekitar 1.500 perusahaan Korea telah masuk dan beraktivitas secara aktif di Indonesia. Baru-baru ini sedang dilaksanakan pembangunan pabrik baja terintegrasi, pembangunan pabrik ban, dan proyek kerja sama besar di bidang sirkulasi pasar," kata Sohn Kyung-shik.
"Para pengusaha Korea akan mempelajari tentang ekonomi dan investasi Indonesia dan menengok kemungkinan untuk melakukan kerja sama dalam forum bisnis ini. Pengusaha dari kedua negara akan terus berusaha sebaik-baiknya agar apa yang dibicarakan dalam forum bisnis hari ini dapat terlaksana secara riil," Sohn Kyung-shik menerangkan.
Untuk itu Sohn Kyung-shik meminta pemerintah kedua negara agar turut mendukung dan menaruh minat pada usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ini agar dapat mencapai hasilnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulistyo menyampaikan, Indonesia dan Korsel mempunya sejarah hubungan diplomatik dan hubungan bisnis yang sangat panjang yang merefleksikan dinamisnya kedua negara. "Pemerintah Indonesia secara aktif membantu meningkatkan kerja sama ekonomi, termasuk mendukung negosiasi kemitraan ekonomi komprehensif," ujar Suryo Bambang Sulistyo.
"Pagi ini kita akan membicarakan kebutuhan bagi dunia usaha untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan keinginan untuk menegaskan pentingnya pertumbuhan inklusif ketika kita bergerak maju. Ini berarti memastikan usaha kecil dan menengah dapat berpartisipasi dan masuk dalam pertumbuhan ekonomi kita," tambahnya.
"Saya yakin Presiden Yudhoyono dan para menteri juga memiliki sudut pandang yang sama, demikian juga dengan rekan-rekan dari Korea Selatan. Mari kita menggunakan kesempatan ini untuk semakin meningkatkan hubungan kerja sama ini," Bambang Sulistyo menambahkan.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengundang para pengusaha untuk berinvestasi dan berbisnis di Indonesia. "Kami pastikan akan memfasilitasi partisipasi anda pada perekonomian Indonesia. Kami juga akan melipatgandakan usaha untuk menyediakan iklim investasi yang bersahabat," tegas Presiden SBY.
(osa/yun)

Senin, 26 Maret 2012

Tingkatkan Hubungan Ekonomi, Indonesia-Cina Bentuk Komisi Bersama

BEIJING –- Pemerintah Indonesia dan Cina bersepakat untuk membentuk komisi bersama. Hal itu untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
“Komisi ini langsung melapor ke Presiden jika di Indonesia. Sedangkan jika di Cina melapor langsung ke Presiden dan Perdana Menteri,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti dilaporkan wartawan Republika, Nasihin Masha dari Beijing, Cina, Sabtu (24/3).
Di hari terakhir kunjungannya ke Cina, Presiden mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan poin-poin penting hasil pertemuannya dengan para pemimpin Cina. Presiden mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao, PM Cina Wen Jiabao, dan Ketua Polit Biro Partai Komunis Cina Li Changchun.
Dalam lawatannya ini, Presiden didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, Mendikbud M Nuh, Menpora Andi A Mallarangeng, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Selain itu, turut pula empat anggota parlemen dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah. Juga ikut pula Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung. Selain itu, para pengusaha Indonesia juga dihadirkan untuk dipertemukan dengan pengusaha Cina. Para pengusaha itu berhasil melakukan 15 penandatangan kerja sama, sedangkan pemerintah menandatangani enam kesepakatan.
Adapun komisi-komisi itu, kata Presiden, di antaranya Komisi Perdagangan dan Investasi, Komisi Pertanian, Komisi Pariwisata, Komisi Energi, dan Komisi Pertahanan. Pembentukan komisi-komisi tersebut bertujuan untuk melancarkan hubungan kedua negara. “Sehingga makin efektif dan fokus,” katanya.
Sejak 2005, kata SBY, Indonesia menetapkan Cina menjadi mitra strategis. Hal itu dilakukan ketika Hu Jintao melakukan kunjungan ke Indonesia. Sejak itu, hubungan Indonesia dan Cina meningkat di segala bidang. Presiden juga menjelaskan, saat ini Indonesia telah menetapkan 14 negara sebagai mitra strategis. Di antaranya, Korea Selatan, Jepang, India, Brasil, Australia, Amerika Serikat, Rusia, dan Afrika Selatan.
“Kemitraan strategis itu kemitraan yang komprehensif untuk kepentingan nasional,” katanya.
Lebih lanjut SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus pandai menangkap dan mencari peluang. Cina bersama India dan Indonesia adalah tiga negara yang tetap mencapai pertumbuhan yang tinggi  dan konsisten selama krisis 2008. Cina merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Asia dan kedua di dunia.

Sedangkan Indonesia terkuat di Asia Tenggara dan keenam belas di dunia. Dengan saling bersinergi di antara kedua negara maka diharapkan akan saling menguntungkan kedua negara bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu strateginya adalah dengan kerja sama ekonomi karena bisa memberi manfaat riil.
Karena di saat krisis yang lalu, kata Presiden, justeru kedua negara mengalami peningkatan volume perdagangan. Sedangkan di bidang investasi, katanya, walau berkembang tapi belum sesuai potensi. Di bidanfg energi, katanya, perlu frame work yang baru dengan mengutamakan kepentingan dalam negeri. Sedangkan untuk bidang hukum, politik, dan pertahanan juga terus berkembang. “We are on the right track,” katanya.
Presiden mengakui ada hal-hal yang kemudian menimbulkan “kegaduhan”. Untuk itu, ia menyelesaikannya satu demi satu untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Di antaranya ia menyampaikan langsung soal kesulitan Bank Mandiri untuk membuka cabang di Shanghai. Ada masalah yang tersisa dari pembangunan pembangkit listrik. Juga menyangkut kasus gas di Tangguh. “Semua sepakat untuk duduk bersama untuk mencapai solusi yang diterima bersama,” katanya.

http://www.republika.co.id//berita/nasional/umum/12/03/24/m1dwpv-tingkatkan-hubungan-ekonomi-indonesiacina-bentuk-komisi-bersama

Kamis, 22 Maret 2012

Ada Dua Sisi Investasi di Banten

Serang- Saat ini, Indonesia menghadapi pasar bebas Asia Fasifik. Dengan jumlah penduduknya lebih dari 250 juta, Indonesia menjadi pasar tersendiri. Kalau tidak dilindungi, produk dalam negeri, atau melindungi pasar domestik, pertumbuhan ekonomi akan menjadi kurang bagus. Demikian dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Nurul Mutaqin, kepada koranbanten.com, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

“Untuk kebutuhan masyarakat Indonesia atau masyarakat Provinsi Banten harus dipenuhi dengan produk kita sendiri atau produk dalam Negeri. Jadi produk impor kita coba investornya untuk investasi di Indonesia. Itu kebijakan secara umum,” ujar Nurul.

Menurut Nurul, Banten juga memiliki potensi di bidang pertanian. Investasi di bidang pertanian ini bagaimana memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Investasinya adalah masyarakat itu sendiri. Karena jumlah tabungan masyarakat Provinsi Banten berbanding dengan jumlah uang yang dikreditkan kembali kepada masyarakat masih ada sekitar 13.000 per tahun,” ujarnya.

Upaya ini, kata Nurul, untuk memperkuat reinvestmen (investasi lokal-red). Ini juga berkaitan tentang sektor lumpur hijau (pertanian), kemudian perikanan, perkebunan.

“Kita akan perkuat dengan pembiayaan investasi dari lembaga keuangan. Kita arahkan agar investasi lembaga keuangan ini mau menyentuh dunia usaha pertanian,” kata Nurul.

Di satu sisi, kata Nurul, pertanian masyarakat, khususnya petani kecil tidak mempunyai jaminan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten akan membuat lembaga penjamin kredit daerah. Upaya ini dilakukan untuk memfasilitasi kesulitan kolektoral jaminan di masyarakat supaya menjadi bankable.

“Banten bukan hanya layak ekonomi saja. Bankable (kelayakan bank) adalah kelayakan ekonomi, dan resiko bank. Jadi ada dua sisi investasi. Di sektor manufaktur, kita juga berupaya menarik investor guna memperkuat komoditas produksi dalam negeri khususnya di Provinsi Banten,” terangnya.

Menurut Nurul, Banten memiliki keuntungan karena terdapat industri dari hulu sampai ke hilir. Hulunya yaitu keberadaan PT. Chandra Asri. Dengan adanya industri hlu ini, maka lebih mudah menarik investasinya. Karena sektor antara dari hulu ke hilir ini industrinya banyak sekali.

“Sekitar 50%, produk-produk yang kita pakai sehari-hari itu dimulai dari petrokimia. Kendaraan yang kita pakai, kursi-kursi, meja, dan hampir dimulai dari ujungnya industri petrokimia. Bisa ratusan, bahkan ribuan komunitas investasi yang bisa ditarik. Terkait pertumbuhan dan perkembangan ekonomi itukan investasi ekspor impor,” jelasnya.

Menurut Nurul, investasi berkaitan juga dengan daya saing daerah. Daya saing daerah itu adalah kemampuan untuk menarik investor. Daya tariknya yang pertama lokasi harus strategis. Namun strategis saja tidak cukup.

“Harus ada persiapan infrastruktur guna mendukung keberadaan kawasan industri. Misalnya, pembangunan akses jalan. Infrastruktur itu menjadi keharusan. Kedua adalah pemberian insentif. Kita usulkan insentif dengan melakukan reduksi pajak (pengurangan pajak). Karena pajak itu salah satu faktor produksi,” ujarnya.

Saat ini, kata Nurul, Banten sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yaitu di daerah Tanjung Lesung. KEK ini untuk menarik investasi di bidang Pariwisata.

“Untuk menyosong KEK, akan disiapkan bandara, jalan tol, dan sarana infrastruktur lainnya. Namun insentif pajaknya belum ditentukan. Promosi pengembangannya dilakukan oleh pihak pengembang. Mereka sudah memasarkan ke berbagai negara diantaranya Arab, Dubai, dan lainnya,” ujarnya. @HEMI/MANSAR

Senin, 28 November 2011

3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten

20111125-A1-3-SK-HASIL-PELAKSANAAN-PEMILUKADA-BANTEN-DISERAHKAN-KEPADA-GUBERNUR-1Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).

SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.

Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.

Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.

Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.

Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.

“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.

Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.

Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.

“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.

Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.

“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.

“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.

(hms)

Technorati Tags: ,,,

Rabu, 23 November 2011

Kemenangan Atut-Rano Kemenangan Rakyat Banten

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh dalil yang diajukan pemohon, yaitu Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki, dalam gugatan sengketa hasil Pemilukada Banten 2011, Selasa (22/11/2011). Dengan putusan ini, pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno menang secara bersih dan terhormat dan dipastikan menjadi Gubernur Banten periode 2012-2017.
"Permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya," kata Ketua MK, Mahfud MD, dilanjutkan dengan ketukan palu sidang sebanyak tiga kali di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Beberapa saat kemudian ledakan kegembiraan pun terjadi di luar ruang sidang. Para pendukung Atut-Rano bersorak-sorai, berjingkrak-jikrak dan bernyanyi: "Ratu Atut menang lagi, Ratu Atut menang lagi...Ratu Atut menang lagi...". Tak juga kalah gembiranya para pendukung Atut-Rano yang berada di luar gedung MK. Mereka juga saling berjabatan tangan dan bernyanyi-nyanyi.
Menurut MK sebagaimana dibacakan para hakim secara bergantian, semua bukti yang diajukan oleh pihak Wahidin maupun Jazuli, tidak terbukti merupakan kecurangan Pemilukada yang terstruktur, sistematis dan masif. Sehingga, tidak mempengaruhi suara dalam Pemilukada, dan tidak perlu diulang.
Dalam penggunaan program excel yang dibuat menghitung suara. Versi kubu Wahidin, program itu membuat suara Ratu Atut terdongkrak sebanyak 212 suara. Namun MK telah melakukan simulasi perhitungan ulang dengan mengambil sampel di Kec. Cipondoh, Benda, Larangan dan Karang Tengah. Ternyata hasilnya tidak berpengaruh dan program tersebut hanya program biasa. Bukan aplikasi sebagaimana dalil pemohon.
Begitu pula dengan dalil-dalil yang yang diajukan pemohon seperti intimidasi, penghilangan DPT, duplikasi DPT, politik uang, dalm lain-lainnya tidak ada satupun yang diterima dan terbukti secara hukum.
Ada tiga pihak yang menggugat kemenangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. Mereka adalah para calon yang kalah, yakni pasangan Wahidin Hali-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki. Selain itu calon yang sempat maju namun tak lolos verifikasi Dwi Jatmiko-Tjejep Mulyadinata juga ikut melakukan gugatan. Namun, seluruh gugatan ketiga pihak tersebut ditolak oleh MK.

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Jumat, 04 November 2011

BPS: Daya Beli Petani Banten Meningkat

atut-ical-padiSERANG - Kesejahteraan petani Banten terindikasi mengalami peningkatan, dengan terjadinya penguatan daya beli secara signifikan. Hal itu diindikasikan dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2011 sebesar 105,63 atau meningkat 0,17% dibandingkan September yang sebesar 105,45.
Berdasarkan sajian data terbaru dari Biro Pusat Statistik (BPS) Banten, pada awal November lalu, tiga subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08, tanaman perkebunan rakyat naik 0,51% atau naik dari 104,06 menjadi 104,59, dan peternakan naik 0,27% dari 101,02 menjadi 101,29.
Ketua BPS Banten, Nanan Suhandi, menjelaskan NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.
"NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian yang dihasilkan petani dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP berarti semakin kuat pula tingkat daya beli petani," tuturnya.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 4 Kabupaten (Pandeglang, Lebak, Tangerang dan Serang) pada bulan Oktober 2011, NTP Banten mengalami kenaikan sebesar 0,17% dibandingkan bulan September yaitu dari 105,45 menjadi 105,63. Hal ini disebabkan karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih cepat dibandingkan laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani.
Indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,37% yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,21% dari 134,42 pada bulan September menjadi 134,69 pada bulan Oktober
2011. Bila melihat NTP per subsektor pada Oktober 2011 ini, dari lima subsektor ternyata tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35%, tanaman perkebunan naik 0,51%, dan peternakan mengalami kenaikan sebesar 0,27%.
Indeks harga yang diterima petani menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Oktober 2011, indeks harga yang diterima petani Banten mengalami kenaikan sebesar 0,37% dibandingkan September, yaitu dari 141,75 menjadi 142,27. Dari lima subsektor tiga subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu tanaman pangan naik 0.54%, perkebunan naik 0,62%, dan peternakan naik 0,50%.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan naiknya harga cabe rawit 16,41%, kopi biji kering (1,96%), kerbau 1,02%, kepiting laut 11,63% serta yang lainnya. Sedangkan subsektor Tanaman Pangan/Padi dan Palawija (NTP-P) pada bulan Oktober mengalami kenaikan indeks sebesar 0,35% dari 105,72 menjadi 106,08.
Hal ini terjadi karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani (0,54%) lebih cepat dibanding laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani (0,20%). Kenaikan indeks harga yang diterima petani Banten pada subsektor tanaman pangan terjadi karena adanya kenaikan indeks pada subkelompok padi sebesar 0,59% dan indeks subkelompok palawija sebesar 0,20%. Kenaikan indeks subkelompok padi dipengaruhi naiknya harga gabah kering giling sebesar 0,59%, sedang kenaikan indeks palawija disebabkan naiknya harga ketela rambat 3,48%, dan ketela pohon 0,54%.
Di sisi lain kenaikan pada indeks dibayar petani karena pengaruh naiknya Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,20% dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,20%. Untuk BPPBM kenaikan indeks ini dipengaruhi kenaikan tiga subkelompok yaitu bibit 0,27%, obat-obatan dan pupuk 0,58%, dan penambahan barang modal 0,40%.
Lima komoditi yang menyebabkan kenaikan indeks pada subkelompok BPPBM adalah kenaikan harga urea 2,16%, cangkul 1,70%, arit/sabit 1,14%, dan sewa traktor tangan 0,76%. Sedangkan komoditi yang menghambat kenaikan indeks BPPBM adalah penurunan harga TSP 0,98%, golok 0,55% dan oli 0,09%.
Harga Gabah
Berdasarkan observasi sebanyak 35 transaksi gabah di tiga kabupaten sentra pertanian (Pandeglang, Serang dan Lebak), rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Oktober 2011 dibandingkan keadaan September untuk dua kualitas mengalami kenaikan. yaitu Gabah Kering Giling (GKG) naik sebesar 8,64 persen, dan Gabah Kualitas Rendah naik sebesar 4,49 persen.
Pemantauan harga ini dilakukan melalui pencacahan rutin bulanan. Observasi dilakukan terhadap kelompok kualitas yaitu: GKG 15 observasi (42,86%), GKP 12 observasi (34,29%), dan gabah kualitas rendah sebanyak 8 observasi (22,86%).
Harga tertinggi di tingkat petani sebesar Rp.4.600,- per kg dan di tingkat penggilingan
sebesar Rp.4.650,- untuk kualitas GKG varietas Ciherang, berada di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.
Untuk rata – rata komponen mutu yang terdiri dari kadar air (KA) dan kadar hampa/kotoran (KH) , yaitu untuk GKG KA nya sebesar 11,94 persen dan KH-nya sebesar 2,70 persen. Untuk gabah dengan kualitas GKP KA nya sebesar 14,16 persen dan KH nya 7,53 persen sedangkan untuk Kualitas Rendah KA nya 14,73 persen dan KH 12,55 persen.
Rata-rata harga gabah kualitas kering giling (GKG) di Provinsi Banten sebesar Rp.4.203,- per kg di tingkat penggilingan atau naik 8,64% dan di tingkat petani sebesar Rp. 4.118,- per kg atau naik 8,14%. Sedangkan untuk gabah kualitas rendah di tingkat penggilingan mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 4,49% atau naik dari Rp. 3.554,- menjadi Rp. 3.721,- per kg dan ditingkat petani mengalami kenaikan rata-rata harga 4,83.

(ibuatut.com)

Minggu, 30 Oktober 2011

Ratu Atut–Rano Karno Menangi Pilgub Banten 49,64 %

ratu atut rano karnoSerang - Pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten 2011. Perolehan suara itu terungkap dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Pilkada Banten di Serang, Minggu, 30 Oktober 2011.
Pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara terbanyak di tujuh kabupaten/kota dari delapan kabupaten/kota di Banten yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Serang.
Sementara di Kota Tangerang suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari delapan KPU kabupaten/kota menunjukkan, pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno meraih 2.136.035 suara atau 49,64 persen, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita memperoleh 1.674.957 suara atau 38,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki memperoleh 491.432 suara atau meraih 11,42 persen dari total suara sah 4.302.424 suara.
Rapat Pleno terbuka KPU Banten dipimpin Ketua KPU Hambali dan dihadiri empat anggota KPU Banten Didi M Sudih, Nasrullah, Lukman Hakim, dan Agus Supriyatna. Pleno KPU Banten juga dihadiri KPU kabupaten/kota dan Panwas provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat Pleno KPU Banten juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kol Inf Joko Warsito serta unsur Muspida Provinsi Banten.
Namun, rapat pleno terbuka KPU Banten tersebut tidak dihadiri pasangan calon gubernur nomor urut dua dan tiga dan hanya pasangan nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Rano Karno yang datang menjelang akhir rapat pleno.

Jumat, 28 Oktober 2011

Optimisme para Petani atas Kemenangan Ratu Atut-Rano Karno

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG – Petani Banten bersukur dan sangat optimistis terhadap dunia pertanian Banten akan mengalami kemajuan apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali menjadi Gubernur. Dengan dukungan H. Rano Karno sebagai wakilnya, sosok yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap masyarakat menengah-bawah di perkotaan juga para petani di pedesaan.

Demikian pendapat sejumlah tokoh petani di Banten, yang dihubungi Jumat (28/10/2011). "Selama ini Ratu Atut memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan di bidang pertanian, karena beliau memang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian di Ciomas (daerah asal Ratu Atut.Red)," kata H. Ade Junaedi, Ketua KTNA Kabupaten Pandeglang.
Keseriusan dan semangat Ratu Atut dalam memajukan pertanian diakui Ade, Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni, Bendahara KTNA Banten Elan, dan Ketua Gapoktan Talagawangi Anis Fuad. "Ibu Atut sangat serius mengejar target surplus beras dan mengkhawatirkan terjadinya krisis petani. Itu yang paling saya ingat," kata Ade.
Dalam setiap kunjungan kerja, di mana selalu bertemu dengan kalangan petani, menurut Ade, Ratu Atut selalu memberikan dorongan semangat kerja kepada para petani untuk meningkatkan produksi. Beliau juga berusaha menggandeng kalangan industri swasta untuk secara aktif bekerja sama secara aktif membangun pertanian. "Responnya terhadap masalah-masalah pertanian juga sangat cepat," tambah Ade.
Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni mengatakan, optimistis pertanian Banten khususnya Lebak akan lebih maju dan berkembang ke arah meningkatnya kesejahteraan hidup para petani, apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali memimpin baten. Hal itu bisa dilihat dari beberapa program yang akan dilaksanakannya ke depan, antara lain pembangunan infrastruktur dan pengembangan lembaga.
Menurut Oong, selama lima tahun kepemimpinannya di masa yang lalu, Ratu Atut telah membuktikan bukti nyata keberhasilannya membangun dan mengembangkan pertanian Banten. Keberhasilan itu diakui pula oleh pemerintah pusat dengan diberikannya penghargaan Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian kepada Ibu Atut. "Ia juga berhasil membawa Banten masuk dalam jajaran daerah lumbung padi nasional," tambahnya.
"Itu suatu prestasi yang tidak datang begitu saja, melainkan diraih oleh kepemimpinan yang memiliki visi dan misi ke depan yang jelas dan terarah terhadap bidang pertanian. Saya optimis ke depan, pertanian Banten akan semakin diperhitungkan secara nasional dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan," katanya.
Sedangkan Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, mengharapkan perhatian yang lebih besar terhadap kondisi sarana prasarana infrastruktur pertanian, khususnya untuk mengantisipasi kondisi iklim yang ekstrim seperti bencana banjir dan kekeringan. "Upaya yang telah dilakukan selama ini harus diteruskan dan ditingkatkan lagi," tambahnya.
Ia menyebutkan, langkah pemerintah provinsi merehabilitasi Sungai Cilemer dan membangun sodetan sungai perlu dipercepat penyelesaiannya agar masalah banjir dan kekeringan yang sering dihadapi petani di Kabupaten Pandeglang dapat teratasi. "Saya yakin pertanian akan lebih maju dan berkembang apabila Banten kembali dipimpin oleh tokoh yang memiliki visi kuat tentang pertanian seperti Ibu Atut," katanya.

Minggu, 23 Oktober 2011

Ratu Atut akan Prioritaskan Program Pro-Rakyat

SERANG - Jika kembali memenangkan Pemilukada Banten, calon gubernur nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah akan meneruskan program-program pembangunan yang bersifat pro-rakyat, khususnya dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten secara merata dan berkeadilan.
"Program-program pro-rakyat akan menjadi prioritas saya pada periode lima tahun ke depan, setelah pada periode lima tahun lalu konsentrasi pembangunan lebih pada menata pondasi-pondasi agar semakin kokoh. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi di masa depan," katanya, usai menggunakan hak pilihnya di TPS V Lingkungan Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (22/10/2011).
Salah satu rencana yang akan direalisasikan antara lain pembangunan Bendungan Karian, yang bisa menjawab kebutuhan air bagi seluruh masyarakat Banten di masa mendatang. Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini, terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten.
"Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai tantangan terutama dengan adanya perubahan iklim (climate change). Seiring dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan sistem penyediaan air yang kuat mutlak diperlukan," katanya.
Potensi air di Banten sangat besar. Tetapi, sambung Atut, Banten sampai saat ini belum mempunyai bendungan berskala besar. Padahal, kebutuhan air baku di wilayah Provinsi Banten saat musim kemarau
cukup tinggi, terutama di pantai-pantai utara Banten.
Pembangunan Bendungan Karian akan sangat membantu suplai air untuk Banten, yang lambat laun mendekati kritis. Bendungan Karian rencananya akan memiliki kapasitas hingga 310 juta meter kubik, sehingga dapat menjamin penyediaan air baku 20–30 tahun mendatang.
"Dengan adanya Bendungan Karian, kebutuhan air baku untuk domestic municipal dan industry yang terus meningkat cepat dan pesat, dapat terpenuhi khususnya daerah Banten. Bahkan, Banten bisa membantu Jakarta bagian barat dan sebagian kecil wilayah Jawa Barat khususnya bagian barat laut," tutur Ratu Atut.

 

(wp,joy)

Kamis, 20 Oktober 2011

Ratu Atut Memimpin Banten, Membangun Ketahanan Pangan

Atut menanam 4SERANG - Hari ini, Kamis (20/10/2011), Indonesia ikut memperingati Hari Pangan Sedunia ke-31, yang dipusatkan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Peringatan ini dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menteri Pertanian Suswono, Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), James Mc Grane, serta sejumlah perwakilan negara sahabat.
Bagi Banten, isu ancaman ketahanan pangan dunia telah menjadi perhatian serius Hj. Ratu Atut Chosiyah selama lima tahun periode lalu masa kepemimpinannya. Berbagai program dan bantuan pertanian ia salurkan kepada kelompok masyarakat petani, serta secara bertahap dan konsisten meningkatkan kualitas sarana prasarana infrastrukturnya.
Pemerintah Provinsi Banten terus bekerja keras secara intensif untuk membangun ketahanan pangan regional Banten, yang pada gilirannya juga akan memberikan kontribusi besar terhadap produksi bahan pangan dan ketahanan pangan secara nasional, khususnya di sektor beras.
Tahun lalu, Provinsi Banten mencatat namanya dalam daftar "10 besar" lumbung padi nasional di urutan ke-9 dengan peningkatan sebesar 199,04 ribu ton (10,76 persen). Peningkatan produksi padi ini sangat dipengaruhi oleh peningkatan luas panen padi yang signifikan baik untuk padi sawah maupun padi ladang.
Luas panen padi sawah tahun 2010 meningkat 35,23 ribu hektar atau naik 10,59 persen, sedangkan luas panen padi ladang meningkat 5,04 ribu hektar atau naik 15,11 persen dibandingkan luas panen tahun 2009. Hal ini membuktikan keseriusan Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam agenda pembangunan di bidang pertanian.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh petani di wilayah Banten dan pemerintah kabupaten/kota serta provinsi dalam upaya memacu laju produksi pertanian, guna memenuhi kebutuhan rakyat Banten terhadap bahan pangan. Namun, kita jangan lantas berpuas diri, tetapi harus lebih giat lagi dalam bekerja," kata Atut, yang tahun lalu menerima tanda penghargaan Satya Lencana Wirakarya Pertanian.
Ke depan, Ratu Atut juga sudah mengantongi rencana akan memperkuatkan kerjasama antara para petani dan perusahaan, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah dalam bentuk suatu Badan Usaha Milik Petani (BUMP). "Saya harapkan BUMP akan mampu mendorong peningkatan dan stabilitas produksi beras di wilayah Banten," katanya.
BUMP, menurut Ratu Atut, merupakan kontribusi industri terhadap Banten dalam pembangunan pertanian. Pengusaha yang bergerak di Banten, juga harus memiliki kepedulian dan ikut berperan aktif dalam pemberdayaan petani, baik secara kelembagaan maupun individu.
"Misalnya, salah satu persoalan yang selalu melilit petani adalah kepastian tersedianya sarana prasarana seperti bibit, pupuk, dan sebagainya. Dengan adanya BUMP, maka semua masalah tersebut akan dapat diselesaikan pada waktunya, termasuk kepastian pemasaran dengan harga dasar yang baik," jelasnya.
Ratu Atut tahun ini, juga membangun kerjasama dengan Badan Usaha Milik Nasional (BUMN), yaitu PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Pusri Grup, PT PLN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT ASKES, PT ANTAM Tbk. Kerjasama ini merealisasikan penanaman padi dalam program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K).
Program ini akan meliputi 400.185 hektar sawah di Banten atau 70,21% dari target sekitar 570.000 ha. Dengan realisasi program GP3K, produksi beras di Banten yang selama ini masih pada kisaran 5 ton per hektar diharapkan bisa meningkat hingga 7 ton per hektar. "Dengan demikian kontribusi Banten terhadap produksi beras nasional juga akan naik," tambah Ratu Atut.
Hal ini juga sebagai langkah antisipasi terhadap angka ramalan (AREM) produksi beras Banten 2011 yang diperkirakan akan kembali menurun sebesar 94,54 ribu ton (4,62 persen) dibandingkan tahun 2010, yaitu hanya mencapai 1,95 juta ton GKG. "Oleh sebab itu, saya mengajak para petani bekerja lebih giat untuk mematahkan ramalam tersebut. Saya yakin petani Banten mampu dan bisa," tandasnya.

 

(ibuatut.com)

Rabu, 19 Oktober 2011

Investasi Tumbuh Subur Ketika Ratu Atut Jadi Gubernur Banten

ratu atut rano karno puan maharaniSERANG - Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menyatakan salah satu prestasi Hj. Ratu Atut Chosiyah saat memegang jabatan Gubernur Banten pada periode lima tahun lalu adalah keberhasilannya menggaet banyak investor asing mau menanamkan investasi. Pendek kata, jika Ratu Atut kembali menjadi Gubernur, investasi akan tumbuh subur di Banten.
"Hal inilah yang kemudian mendorong Banten cepat mengalami kemajuan di berbagai bidang pembangunan, termasuk tentunya meningkatlah kesejahteraan rakyat Banten. Sebab, masuknya investasi telah memacu laju perekonomian regional Banten dan menyerap banyak tenaga kerja," katanya, usai memberikan orasi pada putaran terakhir kampanye pasangan nomor urut 1, Ratu Atut - Rano Karno, di Tangerang, belum lama ini.
Provinsi Banten akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) pada 22 Oktober mendatang. Hj. Ratu Atut Chosiyah mencalonkan kembali dirinya, bersama H. Rano Karno yang masih menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Tangerang. Mereka merupakan pasangan nomor urut 1, yang paling diunggulkan muncul sebagai pemenang.
Selain didukung banyak partai dalam koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", Ratu Atut juga telah menimba banyak pengalaman memimpin sejak Banten berdiri sebagai sebuah provinsi pada 2000. Di samping itu, kepemimpinannya sebagai Gubernur pada periode 1996-2011 dinilai telah banyak mencapai keberhasilan.
Oleh sebab itu, menurut Priyo Budi Santoso yang juga Wakil Ketua DPR RI, Partai Golkar pantas merekomendasikan kembali Hj. Ratu Atut Chosiyah memimpin Banten satu periode lagi. "Tentu saja keberhasilannya pula yang menjadi alasan utama begitu banyak partai besar yang mendukung dengan bergabung dalam koalisi," tambahnya.
Menurut Priyo, koalisi yang dibangun Golkar bersama PDI Perjuangan, PAN, PKB, Gerindra, Hanura, PPD dan lainnya menunjukkan keberhasilan Ratu Atut dalam membangun semangat kebersamaan dan kebersatuan di wilayah Banten. Hal ini cukup menggambarkan dapat berjalan dalam iklim yang demokratis dan kondusif.
"Jika secara politis maupun sosial iklimnya sangat kondusif seperti di Banten, tentu saja menjadi nilai positif bagi investor yang ingin menanamkan uangnya. Selain itu percepatan pembangunan juga dapat berjalan sesuai dengan harapan rakyat Banten," tambah Priyo dengan nada optimistis.
Salah satu proyek besar yang memiliki nilai strategis secara regional maupun nasional adalah menyatukan dua pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera dan Jawa, dengan dibangunnya Jembatan Selat Sunda. "Saya optimistis jembatan ini akan mengubah iklim perekonomi secara besar-besaran dan menjadi sejarah besar dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa," katanya.
Keberhasilan Ratu Atut mengundang investor untuk membangun jembatan Selat Sunda dengan panjang mencapai 32 km, mulai dari Merak, Banten (Jawa) menuju Bakauheni, Lampung (Sumatera), merupakan prestasi monumental. Oleh sebab itu, menurut Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, pasangan Ratu Atut - Rano Karno pantas diberi kepercayaan memimpin Banten ke depan.
Menurut Idrus, koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang didukung oleh sejumlah partai lainnya, merupakan kontrak politik jangka panjang yang mencerminkan niat luhur, yaitu menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi rakyat Banten. "Saya optimistis Banten ke depan akan berlari lebih kencang dan lebih cepat mencapai target-target pembangunan," tambah Idrus.
Lima tahun kepemimpinan Ratu Atut yang lalu, sudah memberikan bukti nyata yang tak terbantahkan dan patut disyukuri oleh rakyat Banten, sebagai daerah yang terkenal agamis religius. Sebagian kecil yang tidak puas dan selalu mengkritisi kepemimpinan Ratu Atut, menurut Idrus, juga menunjukkan kecintaan. "Sikap kritis juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan berdemokrasi," tandasnya.
Dengan nada tegas, Idrus menyatakan, selama masa kepemimpinannya lima tahun terakhir lalu, Ratu Atut telah bekerja keras bersama seluruh pelaku pembangunan dan membuat banyak perubahan bagi Banten. Perubahan yang paling menonjol adalah meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat, derajat kesehatan masyarakat, kualitas tenaga pendidik dan pendidikan.
"Dia (Ratu Atut) bukan baru akan melakukan perubahan di Banten, seperti yang dijanjikan dalam slogan-slogan kandidat calon gubernur yang lain. Atut sudah melakukan perubahan dan harus diberikan kesempatan dan waktu lagi untuk meneruskan perubahan-perubahan yang lebih besar di Banten," tuturnya.

 

(wp)

Selasa, 18 Oktober 2011

Ayu Ting Ting Getarkan Panggung Kampanye Atut-Rano

TANGERANG - Goyang penyanyi dangdut Ayu Ting Ting ketika mendendangkan lagu "Keong Racun" dan dilanjutkan dengan lagu andalannya "Alamat Palsu", seolah mampu menggetarkan panggung kampanye pasangan Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Selasa (18/10/2011).
Massa pun ikut berjoged dan berteriak histeris ketika Ayu Ting Ting menunjukkan kebolehannya bergoyang dangdut di atas panggung. Penampilan penyanyi dangdut yang namanya sedang berada di puncak popularitas ini, memang sudah dinanti-nantikan massa pendukung dan simpatisan Atut-Rano. Bahkan, ketika muncul di panggung massa langsung berteriak meminta lagu "Alamat Palsu".
"Alamat bisa saja palsu, tetapi hati kita tidak boleh palsu... betuuul... betuuul...," kata Ayu Ting Ting dan disambut teriakan massa "Betuuul...". Penyanyi asal Kota Depok, Jawa Barat inipun melanjutkan,"Hati kita tidak boleh palsu pada 22 Oktober nanti, yaitu mencoblos pasangan nomor urut 1 Ibu Atut dan Bang Rano, oke... oke..."
Melihat massa sudah tidak sabar, Ayu pun langsung mendendangkan lagu "Keong Racun" yang dipopulerkan Shinta dan Jojo. Saat Ayu bergoyang, massa pun berjoged dan berteriak histeris hingga membuat panggung kampanye bergetar. Sejumlah petugas keamanan pun berusaha menurunkan orang-orang yang memenuhi panggung, karena khawatir ambruk akibat kelebihan kapasitas.
Massa tak hanya berjoged tapi juga ikut bernyanyi ketika Ayu melantungkan lagu "Alamat Palsu". Bahkan, sejumlah kaum ibu yang berada di tengah kerumunan anak-anak muda di depan panggung, ikut bergoyang sambil mengacungkan jari telunjuknya. Teriknya sengatan sinar matahari seakan tak mereka hiraukan lagi. Setiap Ayu bergoyang pinggul, massa selalu berteriak histeris.
Setelah Ayu Ting Ting mengakhiri penampilannya, giliran Denada yang menjadi bintang panggung. Ia membawa beberapa buah lagu di antaranya "Bujangan" dan mengajak empat pria yang diajak dari kerumunan massa untuk berjoged di atas panggung. Setelah Denada disusul kemudian penampilan Pasha "Ungu" yang langsung menyanyikan lagi "Hampa Hatiku".
Kemeriahan kampanye pasangan nomor urut 1, Atut-Rano, mencapai puncaknya ketika ST12 tampil dengan vokalisnya Charli. Massa tampak begitu puas dengan penampilan sederet artis papan atas, yang dapat mereka nikmati secara gratis. Tak heran bila massa terkonsentrasi di lapangan A. Yani hingga acara berakhir.
Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Banten, Veri Muchlis, ditampilkannya artis-artis kelas wahid selain sebagai simbol nomor 1, yaitu pasangan Ratu Atut-Rano Karno, juga untuk membuat massa hanya terkonsentrasi di lokasi kampanye. "Dengan begitu kegiatan kampanye keliling kota dengan kendaraan bermotor dapat diminimalisir," tandasnya.
Menurutnya, kampanye dalam bentuk iring-iringan kendaraan bermotor oleh massa pendukung dan simpatisan, akan menimbulkan gangguan lalu lintas. "Cara ini kami minimalisir semaksimal mungkin, agar masyarakat pengguna jalan tidak merasa terganggu dan dapat beraktivitas dengan lancar. Artinya, kampanye dengan iring-iringan kendaraan kami nilai kurang produktif," jelasnya.
Namun demikian, Veri atas nama Partai Golkar dan partai koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan" menyampaikan permohonan maaf apabila ada sedikit hambatan lalu lintas di sekitar lokasi kampanye. Pasalnya, kondisi tersebut memang sangat sulit dihindari, ketika kendaraan massa mengalir ke lapangan A. Yani. "Sekali lagi kami mohon maaf dan mohon dimaklumi," tandasnya.
Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat gabungan Polri dan TNI yang telah menjalankan tugas melakukan pengamanan selama berlangsungnya massa kampanye, khususnya saat pasangan Atut-Rano mendapat giliran kampanye. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh organisasi masyarakat dan organisasi pemuda yang berafiliasi dengan partai politik, atas bantuan pengamanannya.
"Alhamdulillah selama kampanye Atut-Rano tidak terjadi sesuatu hal yang menganggu ketertiban dan keamanan. Kampanye berlangsung aman dan tertib. Hal ini merupakan keberhasilan semua pihak, termasuk massa kampanye yang dapat bersikap dewasa, serta menjaga ketertiban dan keamanan," katanya.

( wp/joy)

Senin, 17 Oktober 2011

Banten Butuh Pemimpin Pengalaman, Memahami Kearifan Lokal dan Keberagaman Masyarakat

kampanye ratu atut rano karnoSERANG - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, Banten memiliki potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya ekonomi yang luar biasa besarnya. oleh sebab itu, Banten membutuhkan seorang pemimpin yang tidak saja berpengalaman, tetapi juga paham betul karakter dan dinamika masyarakatnya secara keseluruhan.
"Dalam soal pengalaman memimpin di Banten, tidak seorang pun meragukan Hj. Ratu Atut Chosiyah. Dan tentu saja sebagai perempuan asli Banten, ia juga pahal betul karakter dan dinamika masyarakat Banten. Hasil-hasil yang telah dicapai selama masa kepemimpinannya lima tahun lalu menjadi bukti yang tak terbantahkan," kata Menko Kesra lagi.
Agung Laksono dijumpai setelah memberikan orasinya dalam kampanye pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 1, Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno, di Serang, beberapa hari lalu (15/11/2011).

Menurutnya, Ratu Atut termasuk salah satu kader Golkar yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap partai. Di samping itu, beliau juga telah berbuat banyak bagi daerahnya selama menjabat sebagai gubernur.
"Karena itu tidak ada keraguan sedikitpun pada Partai Golkar untuk mengusungnya kembali menjadi gubernur Banten periode 2012-2017. Kepada seluruh kader, pendukung dan simpatisan Partai Golkar saya berpesan untuk memenangkan Ratu Atut dan Rano Karno pada Pemilukada 22 Oktober yang akan datang. Golkar merupakan partai yang kenyang pengalaman dalam menghadapi pemilu," paparnya.
Agung memuji kepemimpinan Ratu Atut yang membawa Provinsi Banten ke depan lebih maju, tetapi seluruh programnya tetap berbasis pada kearifan lokal (local wisdom). Menurutnya, pemimpin Banten ke depan haruslah menyatu dengan masyarakatnya dan mempunyai akar yang kuat terhadap budaya lokal. Banten membutuhkan pemimpin yang memahami benar kebutuhan masyarakat ke depan.
"Semua itu ada dalam diri Ratu Atut sebagai pemimpin yang dilahirkan dan dibesarkan oleh karakter dan budaya asli Banten. Namun, di sisi lain ia juga mengedepankan pluralisme yang tumbuh subur di tengah masyarakat. Itu sebabnya ia selalu mampu meminimalisir konflik yang muncul sejalan dengan semakin pluralnya masyarakat Banten," tutur Agung.
Sementara itu Hj. Ratu Atut Chosiyah mengatakan, dirinya menyadari betul betapa peka persoalan pluralisme yang kini terus berkembang di tengah masyarakat. "Strategi yang paling menyentuh persoalan, sebagai pemimpin dirinya selalu berupaya mengubah energi negatif yang disintegratif menjadi energi positif dan integratif. Dengan begitu akan terdorong mekanisme institusi politik yang dibangun oleh masyarakat lokal menjadi lebih dinamis dan kondusif," papar Atut.
Dikatakan, jika masyarakat memberinya kembali kepercayaan untuk meneruskan pembangunan Banten ke depan, dirinya akan lebih memperluas dan meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam merancang model pembangunan yang sesuai dengan karakteristik kedaerahannya. Dengan cara itu, sambungnya, akan terjadi penguatan akar-akar demokrasi secara substantif dan berdampak positif terhadap dimensi pembangunan secara demokrasi dan berkeadilan.
"Saya akan mengevaluasi kembali kerja dan kinerja kebijakan-kebijakan pembangunan yang pernah dilakukan, menganalisa data dan fakta yang sedang berjalan dan mencermaati secara tajam dan tepat berbagai tantangan, peluang serta kecenderungan-kecenderungan baru yang sedang dan akan terus berlangsung di masa mendatang," katanya.
Dengan nada tegas, Atut menyatakan, agenda pembangunan Banten ke depan juga harus memperhitungkan kecenderungan nasional dan global, sehingga akan terwujud suasana baru abad ke-21 tanpa meninggalkan kearifan lokal.

(wpjoy)

Minggu, 16 Oktober 2011

Ratu Atut Serius Angkat Kesejahteraan Petani

atut-ical-padiPANDEGLANG - Kabupaten Pandeglang merupakan jantung bagi ketahanan pangan wilayah Provinsi Banten. Pasalnya, daerah ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap produksi pangan dari bidang pertanian. Oleh sebab itu, meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan hidup para petani tetap akan menjadi perhatian serius Hj. Ratu Atut Chosiyah, apabila kembali diberi kepercayaan memimpin Banten.
"Banten sebagai wilayah agraris harus menempatkan petani sebagai sosok penting, dengan lebih memberi perhatian terhdap upaya meningkatkan kualitas hidupnya. Sebab harus diingat, dunia sudah mulai mengalami krisis bahan pangan. Karena itu, petani memiliki peranan yang sangat besar dalam upaya mencapai ketahanan pangan," kata Ratu Atut.
Seperti diketahui, selama masa lima tahun kepemimpinannya yang baru lalu, Ratu Atut memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan bidang pertanian. Hasilnya, Banten termasuk salah satu dari 10 provinsi yang menjadi lumbung padi nasional. Atas pencapaian tersebut, Hj. Ratu Atut Chosiyah dinobatkan bintang tanda jasa Satya Lencana Wirakarya oleh Pemerintah Pusat.
"Berbagai program pertanian sudah saya luncurkan dengan target surplus beras di Banten. Terakhir, kita menggandeng perusaha-perusahaan BUMN untuk mendukung program GP3K atau Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi. Salah satu sasaran dari gerakan ini adalah meningkatnya kesejahteraan hidup para petani," kata Ratu Atut.
Besarnya perhatian Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap pembangunan bidang pertanian diakui, oleh sejumlah Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), di antaranya Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, Ketua Gapoktan Kecamatan Panimbang Mardi Sumardi, dan Ketua Gapoktan Galang Balang, Cimanuk, Itang Sulaiman. "Kami bangga memiliki pemimpin yang sangat memperhatikan nasib petani dan pembangunan pertanian," kata Sukija.
Sedangkan menurut Mardi, program-program pertanian yang telah diberikan selama kepemimpinan Hj. Ratu Atut Chosiyah lima tahun lalu, sangatlah tepat dan dipandang perlu diteruskan agar dapat lebih dioptimalkan untuk mencapai surplus produksi beras Banten khususnya dan nasional pada umumnya. "Ibu Ratu Atut membuat kami lebih bersemangat dalam bekerja," tambahnya.
Itang Sulaiman mengatakan, Ibu Ratu Atut sangat resposif terhadap semua aspirasi petani selama ini. Salah satunya Ibu Ratu Atut dengan jajarannya langsung beraksi dengan melakukan rehabilitasi Sungai Cilember dan mebuat sodetan. Hal ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir di wilayah Pandeglang saat musim hujan. Kemudian, juga memperbaiki infrastruktur jalan poros pertanian.
Ketiga Ketua Gapoktan tersebut optimistis, seluruh petani di Banten akan memberikan dukungannya terhadap kepemimpinan Hj. Ratu Atut Chosiyah pada Pilgub 22 Oktober mendatang. "Sebab, Ibu Ratu sudah memberikan banyak bukti terhadap pembangunan bidang pertanian, bukan baru memberi janji-janji," tambah Itang.

( wp/jy)

Ratu Atut-Rano Karno Beri Bukti, Bukan Janji

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG - Pasangan Calon Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah selama ini telah memberikan banyak bukti hasil-hasil pembangunan bagi masyarakat Banten. Dan nantipun, bersama Calon Wakil Gubernur H. Rano Karno, akan terus memberikan bukti dengan agenda-agenda pembangunan. Bukan sekadar janji-janji kosong.
Demikian inti dari orasi sejumlah partai koalisi seperti PAN, PKB, Gerindra, Hanura dan lainnya dalam kampanye keempat pasangan nomor urut 1, yaitu Cagub dan Cawagub Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno di lapangan Kramatwatu, Kota Serang, Sabtu (15/10/2011).
"Selama lima tahun kepemimpinannya, Ratu Atut telah memberikan banyak bukti hasil pembangunan di berbagai bidang dan mendapatkan pengakuan melalui berbagai penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Bahkan Pendapatan Asli Daerah hanya dalam waktu dua tahun terakhir mengalami kenaikan Rp 1,5 milyar," kata Ketua DPW PAN Banten Tb. Luay Sofhani.
Disebutkan, Banten kini telah menjadi salah satu lumbung padi nasional, kemudian Laju Pertumbuhan Ekonomi Banten juga naik secara signifikan hingga melampaui angka nasional, jumlah lembaga pendidikan juga mengalami kenaikan, angka kemiskinan absolut berhasil diturunkan, dan derajat kesehatan masyarakat pun berhasil ditingkatkan.
"Semua itu merupakan keberhasilan yang patut disyukuri oleh masyarakat Banten, yang dikenal agamis dan religius. Ciri masyarakat agamis adalah senantiasa bersyukur. Dan oleh sebab itu, mari kita berikan kesempatan kepada Ibu Ratu Atut Chosiyah untuk kembali meneruskan pembangunan di Banten," katanya.
Sementara itu  Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam orasinya menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat selama lima tahun terakhir masa kepemimpinannya. "Saya mengaja mari kita terus memperkuat kebersamaan dan kebersatuan untuk melanjutkan percepatan pembangunan agar Banten lebih cepat mencapai kesejahteraan yang adil dan merata," tambahnya.
Atut berjanji akan bekerja lebih keras dan memberikan yang terbaik bagi Banten, dan tentu saja bersama segenap elemen masyarakat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sangat besar terhadap kemajuan yang telah dicapai Banten selama ini. "Mari kita terus kembangkan kebersamaan dan kebersatuan dengan semangat untuk melakukan pembaruan," tandas wanita pertama yang menjadi gubernur di Indonesia ini.
Sedangkan H. Rano Karno juga mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah menerima dan memberikan dukungan pada dirinya untuk membantu Ratu Atut Chosiyah. Ia mengingatkan kembali pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada segenap kader, pendukung dan simpatisan agar semakin intensif berkonsolidasi untuk memenangkan Pemilukada Banten pada 22 Oktober mendatang.
Rano mengacungkan jempolnya kepada massa pendukung dan simpatisan koalisi partai "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", yang menunjukkan betapa besarnya dukungan yang diberikan dalam setiap kampanye. "Saya melihat sejak kampanye damai hingga hari ini dukungan massa begitu besar. Salut!" kata Rano disambut tepuk sorak massa.
Kampanye keempat di Kramatwatu setelah Rajeg, Cilenggang dan Malingping, menurut Rano, membuktikan betapa kuatnya kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap Banten. "Oleh sebab itu, saya tidak ragukan lagi bahwa pada 22 Oktober nanti anda-anda semua yang hadir maupun tidak dalam kampanye ini akan mencoblos nomor 1," katanya.
Kampanye di lapangan Kramatwatu yang dihadiri sekitar 25.000 massa pendukung dan simpatisan, tak pelak menimbulkan kemacetan yang parah di poros jalan Serang-Cilegon. Sejak pagi hari, arus lalu lintas menuju Serang maupun sebaliknya ke Cilegon sudah sangat padat di sekitar Kramatwatu. Menjelang siang kemacetan total pun tak lagi bisa dihindarkan.
Akibatnya, ribuan massa terpaksa harus berjalan kaki hingga sekitar tiga kilometer untuk sampai ke lokasi kampanye di lapangan Kramatwatu. Penyebabnya, mobil yang mengangkut massa sudah tidak bisa bergerak. Pihak kepolisian pun berupaya mengalihkan arus lalu lintas dari Cilegon ke arah Karangantu.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Banten Very Muchlis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, yang terjebak dalam kemacetan. Ia meminta kepada masyarakat pengguna jalan yang merasa terhambat perjalanannya dan terganggu, dapat memaklumi kondisi yang ditimbulkan akibat kampanye Atut-Rano.
"Kampanye Atut-Rano memang selalu dihadiri puluhan ribu massa pendukung dan simpatisan, sehingga kemacetan lalu lintas sulit dihindarkan. Kami sekali lagi mohon maaf kepada segenap masyarakat," kata Very.

(wp)

Sabtu, 15 Oktober 2011

Ratu Atut Akan Kembangkan "Multigates System"

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG - Dalam agenda pembangunan lima tahun ke depan, calon gubernur nomor urut 1, Hj. Ratu Atut Chosiyah, berencana akan melakukan penguatan pengembangan kawasan dan wilayah strategis melalui multigates system yang didukung oleh pengembangan kawasan-kawasan pendukung sebagai Feeder System.
Stretegi tersebut akan difokuskan pada pengembangan wilayah di sekitar tiga pintu keluar dan masuk Banten, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Bojonegara dan Stasiun KA Rangkasbitung. Pengembangan di wilayah Bandara Soetta dengan dukungan aksessibilitas jaringan transportasi darat.
Sementara di Pelabuhan Bojonegara akan dikembangkan dengan penyediaan aksessibilitas jaringan transportasai barang dan penyediaan infrastruktur dasar penunjang pelabuhan seperti listrik, telekomunikasi, air dan jalan.
Sementara di Stasiun KA Rangkasbitung akan lebih diprioritaskan penyediaan jaringan transportasi rakyat dan usaha agro dalam mempelancar sistem distribusi dan produksi agro dengan memfungsikan kemali jaringan kereta api sebagai modal utama.
Oleh sebab itu, menjadi sangat penting pula mengembangkan Feeder System dan Koridor dalam menunjang fgunsi multigates system, yang terbagi dalam tiga titik. Pertama koridor kawasan Teluk Naga, Bumi Serpong Damai dan Kota Tangerang. Dukungan proyesk strategis andalan Nasional antara lain adalah pengembangan Tangerang International City, PLTU Kemiri, JORR II dan perluang Bandara Soetta.
Kedua, koridor kawasan ekonomi-industri Pulomerak, Cilegon dan Bojonegara Serang, serta kawasan pariwisata Anyer. Dukungan proyek strategis andalan Nasional di kawasan ini antara lain pengembangan industri baja KS-POSCO, kawasan ekonomi khusus KIEC dan Bojonegara, pembangunan Jembatan Selat Sunda, pembangunan TPA, pembangunan Interchange Cikande Serang, terminal agribisnis di Cikande dan pembangunan Refinery di Kramatwatu, Serang.
Ketiga, koridoe pengembangan kawasan Panimbang, Malingping dan Bayah di bagian selatang, di samping pengembangan kawasan Kekerabatan Maja. Dukungan proyek strategis andalan Nasional di kawasan ini antara lain pembangunan rel KA doble track Jakarta-Rangkasbitung, pengembangan Bandara Panimbang, pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung, pembangunan Bendungan Karian, pengoperasian PLTU Labuan dan pengembangan industri semen swasta nasional di Bayah.
Strategi pembangunan tersebut, selain menciptakan kemajuan di wilayah Banten dengan tetap mempertahankan ciri khas lokal, juga meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat secara lebih luas dan merata. "Oleh sebab itu, masyarakat harus membangun kebersatuan dengan menghargai pluralisme agar tercipta suasana kondusif di Banten," katanya.
Menurut Ratu Atut, strategi pembangunan sehebat apapun tidak akan dapat berjalan dengan baik dan cepat, apabila suasana dan kondisi sosial-politik tidak kondusif. "Suasana aman dan damai sangat dibutuhkan dalam upaya pembangunan kualitas ekonomi, kesehatan dan pendidikan masyarakat," tambahnya.
Selain itu, sambung Ratu Atut Chosiyah, jika dirinya masih diberikan kepercayaan masyarakat untuk memimpin pembangunan di Banten lima tahun ke depan, memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk berpartisipasi sebesar-besarnya dan seluas-luasnya, bukan lagi sebuah janji melainkan bukti. "Sebab, proses tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama, hanya saja intensitas dan kecepatannya jaris semakin melaju di tahun-tahun mendatang," katanya.
(ratuatut.com )

Rabu, 12 Oktober 2011

Ratu Atut: Masyarakat Jangan Termakan Isu Kampanye Hitam

1. portraitMALINGPING - Hj. Ratu Atut Chosiyah, calon Gubernur Banten dengan nomor urut satu, dalam kampanyenya di Lapangan Malingping, Kabupaten Lebak, kembali mengingat agar masyarakat jangan termakan hasutan yang menjelek-jelekkan dirinya. "Saya sudah menemukan adanya upaya kampanye negatif dari lawan-lawan politik, dengan menyebarkan isu dan selebaran yang isinya menjelekkan nama baik," kata Ratu Atut di hadapan lautan manusia yang membanjiri Lapangan Malingping.
Dalam orasinya, Ratu Atut mengatakan, dirinya yakin dan percaya bahwa masyarakat Lebak khususnya maupun Banten pada umumnya, sudah pandai menilai bahwa isu dan isi selabaran yang disebarkan adalah suatu kebohongan. "Saya yakin dan sudah melihat secara langsung ke lapangan bahwa masyarakat telah merasakan adanya kemajuan-kemajuan yang dicapai melalui program pembangunan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir kepemimpinan saya. Saya ingin masyarakat Banten semakin sejahtera dan teman memelihara keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT," katanya.
Dikatakan, sebagai daerah agraris dan agamis, tidak ada tempat bagi upaya berpolitik dengan cara-cara menghasut, memfitnah dan cara buruk lainnya. Masyarakat Lebak khususnya maupun Banten pada umumnya, saat ini sudah semakin cerdas, sehingga tidak mudah termakan provokasi. "Masyarakat Lebak sudah mengalami kemajuan di segala bidang," tandasnya.
Namun demikian, sambung Ratu Atut Chosiyah, masih banyak lagi yang harus ditingkatkan dan dikembangkan di wilayah Lebak dan Banten pada umumnya, untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. Berdasarkan pengalaman memimpin Banten sejak tahun 2000, Ratu Atut meyakinkan masyarakat bahwa dirinya bersama seluruh komponen pembangunan mampu membawa Banten menjadi daerah yang dapat dibanggakan di tingkat nasional bahkan internasional.
Ia menyebutkan, Banten kini telah menjadi target para investor mancanegara untuk menanamkan modal usaha. Oleh sebab itu, Ratu Atut meminta kepada masyarakat untuk bersatu dan menjalin persatuan agar dapat terus tercipta suasana yang kondusif, aman dan damai. "Mari kepada segenap masyarakat Lebak dan Banten umumnya, kita bersatu padu dan bersama-sama melakukan pembaruan agar Banten dapat lebih cepat mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang tetap berlandaskan iman dan taqwa," kata politikus wanita asli Banten ini.
Sementara itu calon pendampingnya sebagai wakil gubernur, H. Rano Karno, juga mengurasi sejumlah keberhasilan yang telah dicapai selama kepemimpinan Hj. Ratu Atut Chosiyah lima tahun terakhir. Ia menjanjikan, dengan kehadirannya sebagai wakil gubernur Insya Allah akan dapat lebih mempercepat laju pembangunan di wilayah Banten.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat Lebak dan Banten pada umumnya agar jangan terpancing atau terhasut oleh isu-isu yang menjelek-jelekkan Ratu Atut. "Saya tegaskan sekali lagi, yang namanya isu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias bohong. Oleh sebab itu abaikan saja semua isu dan tetap memberikan dukungan kepada Ibu (Ratu Atut)," katanya.
Para orator dari partai-partai pengusung anggota koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", juga mengingatkan hal senada terkait penyebaran kabar bohong di wilayah Lebak. "Ibu Ratu Atut telah terbukti berbuat banyak dan melakukan yang terbaik bagi masyarakat Banten. Mari kita beri kesempatan sekali lagi pada Ibu Ratu Atut untuk meneruskan pembangunan," kata Ali Muhadi dari partai Hanura.
Sementara anggota DPR RI dari Partai Golkar, H. Hikmat Tomet, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan yang telah diberikan selama ini dan akan diberikan pada Pemilukada Banten 22 Oktober yang akan datang. "Kami bukan berjanji, tapi sudah memberikan bukti. Dan seterusnya kami akan memberi bukti dengan meneruskan pembangunan di wilayah Banten," katanya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Banten, Very Muchlis, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, personel Polri maupun TNI, yang telah menjalankan tugasnya mengamankan berlangsungnya kampanye pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1, Hj. Ratu Atut Chosiyah dan H. Rano Karno.
"Saya juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila berlangsungnya kapanye di lapangan Malingping, Lebak, menyebabkan kemacetan akibat membludaknya para pendukung yang hadir. Saya juga mohon maaf sekaligus terima kasih kepada masyarakat sekitar yang merelakan rumahnya menjadi tempat parkir kendaraan bermotor yang dibawa massa pendukung," tuturnya.
H. Jumali, salah seorang warga Malingping yang saat kampanye berlangsung, halaman rumahnya dipenuhi kendaraan bermotor roda dua menyatakan ikhlas dan bisa memaklumi keadaan tersebut. "Saya pendukung setia Ibu Ratu Atut, jadi ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap Ibu. Tidak jadi soal halaman rumah buat parkiran motor," katanya.

Rabu, 05 Oktober 2011

Visi Misi Ratu Atut Rano Karno

ratu atut rano karnoSERANG - Pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno mengusung semangat pembaruan dalam penyampaian visi dan misi cagub-wagub pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Banten, di KP3B, Serang, Rabu (5/10/2011).
"Banten yang akan mengawali dasawarsa kedua berada pada momentum yang sangat menentukan dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk melangkah lebih maju dari haril-hasil pembangunan yang telah dicapai pada dasawarsa pertama sejak berdirinya pada tahun 2000," kata Ratu Atut.
Selama 11 tahun berdiri, Banten telah menimba banyak pengalaman sekaligus memperlihatkan perubahan dan kemajuan di berbagai sektor pembangunan. Oleh sebab itu, pengalaman tersebut haru menjadi pijakan awal untuk merancang dan menciptakan "suasana baru" yang disesuaikan dengan perkembangan dan dinamika masyarakatnya.
"Suasana baru itu hanya dapat diwujudkan oleh pemimpin yang telah memiliki pengalaman mumpuni untuk menerapkan konsep kepemimpinan yang inovatif dalam sistem birokrasi dan dan tata kelola pemerintahan," tambahnya.
Pemimpin Banten ke depan, sambung Ratu Atut, haruslah merupakan representasi seorang figur yang telah membuktikan diri mampu mendayagunakan dan mengembangkan berbagai potensi daerah dalam rangka meningkatakan kesejahteraan masyarakat. Ia juga harus mampu memainkan peran sebagai penggerak dalam memberdayakan masyarakat agar siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
"Oleh sebab itu, Banten ke depan, harus dikelola oleh aparatur yang bukan sekadar memiliki keterampilan dan kemampuan profesional dalam melaksanakaan tugas dan fungsi pelayanan publik, melainkan juga memiliki semangat pembaruan, semangat perubahan, dengan menjunjung tinggi etika dan moral, berdedikasi dan memiliki loyalitas," paparnya.
Dalam penyampaian Visi dan Misi Pembangunan Daerah 2012-2017, Ratu Atut juga meluncurkan 12 Program Unggulan yang merupakan implementasi dari 5 misi. Ia mengatakan 12 program unggulan merupakan rumusan yang dapat lebih mudah diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya.
Misi yang pertama adalah peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah dan kawasan untuk pemenuhan layanan dasar dan peningkatan daya saing daerah. Misi ini direalisasikan dalam dua program, yaitu pengembangan infrastruktur wilayah dan kawasan, serta peningkatan pengelolaan sumber daya alam, ruang dan lingkungan hidup.
Sedangkan misi kedua adalah pemantapan iklim investasi yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misi ini akan direalisasikan dalam tiga program, yaitu peningkatan peluang usaha dan kesempatan kerja, pengembangan produk unggulan daerah yang inovatif dan peningkatan aksesibilitas usaha ekonomi masyarakat.
Misi ketiga, peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang religius, cerdas dan berdaya saing. Ada tiga program unggulan yang melepat pada misi ini, yaitu peningkatan kesadaran beragama dan keragaman budaya dalam kehidupan bermasyarakat, peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakaat yang berkualitas dan terjangkau, serta pengembangan kreativitas dan inovasi teknologi dalam meningkatakn SDM yang berdaya saing.
Sementara misi keempat adalah penguatan semangat kebersamaan antar-pelaku pembangunan dan sinergitas pemerintahan Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota menuju kehidupan masyarakat yang selaras, serasi dan seimbang. Dalam misi ini ada tiga program yang akan dilaksanakan, yaitu peningkatan partisipasi dan keterwakilan masyarakat dalam pembangunan daerah, penguatan peran pemerintah provinsi dalam pembangunan daerah, dan peningkatan kualitas penyelenggaraan kerjasama pemerintahan dan pembangunan.
Dan misi terakhir, kelima, adalah peningkatan mutu dan kinerja pemerintahan daerah yang berwibawa menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Khusus di misi ini hanya akan dilakukan satu program, yaitu pengembangan kapasitas kelembagaan dan aparatus pemerintahan daerah dalam meningkatkan pelayanan publik.
Dalam perspektif lima tahun ke depan, pasangan Ratu Atut-Rano Karno menyatakan niat besarnya untuk mewujudkan visi dan misi, sebagai langkah-langkah berkelanjutan dari yang telah dilakukannya selama lima tahun terakhir menjadi Gubernur Banten.
Mereka menyatakan optimistis, berbagai program pembangunan di Provinsi Banten akan mencapai keberhasilan apabila seluruh proses penyelenggaraan dilakukan dengan mengacu pada prinsip dasar penyelenggarakan pemerintahan, yaitu Good Governanace dan Clean Government, Integritas, Akuntabilitas, Kesetaraan dan Keadilan serta transparasi dan partisipatif dalam semangat kebersatuan. Demikian Ratu Atut.

(ibuatut.com)