Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Rabu, 28 Maret 2012
Ratu Atut Hadiri Acara SBY dengan Pengusaha Korsel
"Pagi ini kita akan membicarakan kebutuhan bagi dunia usaha untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan keinginan untuk menegaskan pentingnya pertumbuhan inklusif ketika kita bergerak maju. Ini berarti memastikan usaha kecil dan menengah dapat berpartisipasi dan masuk dalam pertumbuhan ekonomi kita," tambahnya.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengundang para pengusaha untuk berinvestasi dan berbisnis di Indonesia. "Kami pastikan akan memfasilitasi partisipasi anda pada perekonomian Indonesia. Kami juga akan melipatgandakan usaha untuk menyediakan iklim investasi yang bersahabat," tegas Presiden SBY.
Senin, 28 November 2011
3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten
Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).
SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.
Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.
Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.
“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.
Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.
Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.
“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.
Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.
Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.
“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.
Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.
“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.
Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.
“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.
“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.
(hms)
Senin, 24 Oktober 2011
Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon
Cilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.
(ratuatut.com / ant)
Minggu, 23 Oktober 2011
Ratu Atut akan Prioritaskan Program Pro-Rakyat
SERANG - Jika kembali memenangkan Pemilukada Banten, calon gubernur nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah akan meneruskan program-program pembangunan yang bersifat pro-rakyat, khususnya dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten secara merata dan berkeadilan.
"Program-program pro-rakyat akan menjadi prioritas saya pada periode lima tahun ke depan, setelah pada periode lima tahun lalu konsentrasi pembangunan lebih pada menata pondasi-pondasi agar semakin kokoh. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi di masa depan," katanya, usai menggunakan hak pilihnya di TPS V Lingkungan Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (22/10/2011).
Salah satu rencana yang akan direalisasikan antara lain pembangunan Bendungan Karian, yang bisa menjawab kebutuhan air bagi seluruh masyarakat Banten di masa mendatang. Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini, terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten.
"Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai tantangan terutama dengan adanya perubahan iklim (climate change). Seiring dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan sistem penyediaan air yang kuat mutlak diperlukan," katanya.
Potensi air di Banten sangat besar. Tetapi, sambung Atut, Banten sampai saat ini belum mempunyai bendungan berskala besar. Padahal, kebutuhan air baku di wilayah Provinsi Banten saat musim kemarau
cukup tinggi, terutama di pantai-pantai utara Banten.
Pembangunan Bendungan Karian akan sangat membantu suplai air untuk Banten, yang lambat laun mendekati kritis. Bendungan Karian rencananya akan memiliki kapasitas hingga 310 juta meter kubik, sehingga dapat menjamin penyediaan air baku 20–30 tahun mendatang.
"Dengan adanya Bendungan Karian, kebutuhan air baku untuk domestic municipal dan industry yang terus meningkat cepat dan pesat, dapat terpenuhi khususnya daerah Banten. Bahkan, Banten bisa membantu Jakarta bagian barat dan sebagian kecil wilayah Jawa Barat khususnya bagian barat laut," tutur Ratu Atut.
(wp,joy)
Minggu, 14 Agustus 2011
Amien Rais Doakan Atut Kembali Pimpin Banten
TANGERANG, Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais berharap, incumbent Ratu Atut Chosiyah yang kembali mencalonkan diri pada pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Banten Oktober 2011 ini kembali terpilih untuk memimpin Banten selama lima tahun ke depan. Amien menilai, selama memimpin Banten, apa yang dicapai Atut sudah sangat bagus.
““Mudah-mudahan Ibu Atut akan kembali menjadi gubernur Banten untuk meneruskan pembangunan, saya berharap semua kader dan simpatisan PAN di Banten untuk berjuang memenangkan pilgub kali ini, insya Allah kita pasti menang,” ungkap Amin dihadapan ratusan kader PAN dalam acara Safari Ramadhan yang digagas oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Propinsi Banten, di Kelurahan Nusa Jaya Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, kemarin.
Sementara itu, DPD PAN Kabupaten Serang berjanji All out mendukung pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno. Ketua DPD PAN Kabupaten Serang Ferry Teruna mengatakan, sejak DPP PAN memutuskan mengusung Atut sebagai calon gubernur, pihaknya langsung melakukan konsolidasi untuk menggerakkan mesin partai guna membangun infrastruktur pemenangan Atut-Rano. Mesin partai yang digerakkan mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkatan ranting. “Kami sudah menginstruksikan seluruh kader partai di tingkat kecamatan hingga ke ranting untuk memenangkan Atut-Rano,” ujar Ferry, usai acara konsolidasi dan buka puasa bersama di kantor DPD PAN
Kabupaten Serang, Sabtu (13/8).
Ferry menambahkan, keputusan memenangkan Atut-Rano sudah menjadi kewajiban, karena sudah menjadi keputusan partai baik di DPW maupun di DPP. "Jadi kami harus mengawal kebijakan pemenangan Atut-Rano, sebagai bagian dari komitmen dan konsistensi partai kami," kata Ferry.
Secara internal, lanjut Ferry, tim pemenangan Atut-Rano akan berkoordinasi dengan tim pemenangan di partai koalisi yang mengusung dan mendukung Atut-Rano. “Untuk di Kabupaten Serang sendiri, kami sudah komitmen akan menargetkan perolehan suara sekitar 60 hingga 70 persen untuk Atut-Rano,” kata Ferry optimis. (loh)
Selasa, 05 Juli 2011
Megawati restui Ratu Atut- Rano Karno Maju Pigub banten
Cilegon - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan rekomendasi bagi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, untuk maju kembali dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2011, bersama Rano Karno sebagai wakilnya.
Rekomendasi terhadap Atut-Rano tersebut disampaikan Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Banten, yang juga Ketua DPP PDIP, Sidarto, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Khusus Daerah (Rakerdasus) PDIP Banten, Selasa (5/7).
"Saya menyampaikan pesan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PDIP, yang menyebutkan Ratu Atut Chosiyah sebagai Calon Gubernur Banten, dan Rano Karno sebagai Calon Wakil Gubernur Banten," katanya menjelaskan.
Rekomendasi yang telah dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan pertimbangan partai. "Hasil survei yang dilakukan oleh DPP PDIP, pasangan tersebut mendapatkan suara tersebut," katanya menambahkan.
Sementara itu, Rano Karno mengatakan, keputusan yang sudah dikeluarkan merupakan amanat yang harus dijalankan. "Saya akan menjalankan amanat yang sudah dikeluarkan dalam rekomendasi DPP," katanya.
Dalam penyampaian rekomendasi Atut-Rano dalam Rakerdasus PDIP yang diselenggarakan di hotel di Kota Cilegon, Ratu Atut Chosiyah tidak hadir. Rano Karno tampak duduk di kursi depan.
Pada Pilgub Banten 2006, PDIP juga merekomendasikan Ratu Atut Chosiyah sebagai Cagub, dan mencoret Marisa Haque, yang saat itu kader dan Anggota DPR RI Fraksi PDIP.
Hadir dalam acara tersebut, Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo, Ketua DPP PDIP Bidang Pemberdayaan Perempuan Ribka Tjiptaning dan Ketua Bidang Komunikasi Infokom DPP PDIP Suyadi. [TMA, Ant]
Sabtu, 02 Juli 2011
Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut
SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.
Jumat, 10 Juni 2011
Mengaji dan Mengkaji al-Quran dengan Gemmar Mengaji
Ratu Atut Chosiyah
PROVINSI Banten merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan penerapan program "Gerakan Maghrib Mengaji" (Gemmar Mengaji), di samping DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saya sebagai Gubernur sangat antusias untuk menyukseskan program ini. Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, saya selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat khususya warga Muslim untuk aktif ikut mengembali kebiasaan mengaji selepas melaksanakan shalat maghrib.
Mengaji sesudah shalat maghrib, dulu menjadi kebiasaan yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banten. Namun, kebiasan tersebut lambat laun makin menghilang. Sudah semakin jarang terlihat anak-anak berbondong-bondong membawa Al-Qur'an ke masjid maupun ke rumah guru ngaji. Padahal, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan remaja dan pemuda. Dengan mengaji dan mengkaji Al-Qur'an merupakan solusi efektif dalam membentengi anak-anak dari segala pengaruh buruk.
al-Quran Mushaf Al-Bantani yang saya bagikan dalam setiap kesempatan berkunjung ke masyarakat saya menekankan pentingnya peran kaum ibu untuk menghidupkan kembali kebiasaan mengaji maghrib dalam kehidupan masyarakat.
Para ibu biasanya lebih dekat dengan anak-anaknya. Kaum perempuan sangat potensial untuk dapat menyukseskan program Gemmar Mengaji. Sehabis menunaikan sholat Maghrib, anak-anak dibimbing untuk belajar mengaji, baik mengajarkan sendiri di rumah maupun melalui guru ngaji yang ada di lingkungan masing-masing. Mengaji merupakan upaya mengenalkan dan memperdalam isi kandungan Al-Qur’an agar umat manusia bisa memahami dan melaksanakan makna yang terkandung di dalamnya.
Saya mengingatkan kepada seluruh warga Banten terhadap tayangan media yang negatif khususnya televisi, tugas orang tua mendampingi dan memberikan masukan positif bagi anak, agar dapat menyaring dan memilah yang baik.
Program Gemmar Mengaji akan sukses jika dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah, khususnya melakukan pembinaan bidang pendidikan agama. Melalui keluarga yang kokoh tingkat keyakinan dan pemahamannya terhadap ajaran agama, akan mewujudkan bangsa atau daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun gofuur.
Terimakasih.
Kamis, 09 Juni 2011
BI: Investasi di Banten Makin Meningkat
“Pada triwulan 1/2011, peningkatan investasi banyak direalisasikan, terutama untuk proyek infrastruktur pemerintah, pembangunan properti residensial maupun komersial, dan pembangunan pabrik untuk industri pengolahan khususnya di wilayah Tangerang, Serang, dan Cilegon yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi Banten,” kata Andang Setyobudi, Pemimpin Kantor BI Serang seperti dikutip dari media online nasional, Sabtu (4/6) lalu.
Ia mengatakan, perbaikan infrastruktur di wilayah Tangerang untuk proyek konstruksi penambahan lajur ruas simpang susun Kebon Jeruk-Tangerang atau pada ruas jalan tol Jakarta-Tangerang. Proyek tersebut telah dimulai sejak triwulan 1/2011 hingga akhir tahun ini.
Selain itu, progres proyek perbaikan jalan tol dari Bitung-Merak pada triwulan 1/2011 telah mencapai 30 persen dari total proyek, sehingga pada tahun 2012 diperkirakan telah dapat diselesaikan. Penyelesaian proyek fly over Balaraja di Kabupaten Tangerang dan di sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, juga sudah dalam tahap akhir.
Sementara itu, investasi di sektor perumahan, drainase, apartemen, pusat pembelanjaan, dan hotel terjadi di berbagai daerah terutama di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang.
Andang mengatakan, dengan perbaikan infrastruktur tersebut, pembangunan pada sektor-sektor lainnya akan dapat terdorong secara lebih baik dan pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2011 diharapkan dapat lebih tinggi dari perkiraan semula.
Sementara itu, investasi yang dilakukan oleh swasta juga terus menunjukkan peningkatan. Perusahaan petrokimia terbesar di Banten yang juga telah melakukan merger pada triwulan 1/2011 sedang melakukan peningkatan produksi ethylene, polyethylene, polypropylene dan berbagai produk petrokimia lainnya.
“Peningkatan kapasitas petrokimia perusahaan tersebut dilakukan mulai Maret 2011. Produksi polypropylene akan ditingkatkan dari 360.000 ton menjadi 480.000 ton pertahun melalui investasi penambahan mesin baru dengan nilai investasi mencapai Rp 300 miliar. Pada sektor bangunan, salah satu pengembang (developer) di Triwulan 1/2011,” katanya.
Kemudian di Kota Tangerang Selatan telah menginvestasikan US$70 juta atau sekitar Rp 630 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun superblock di Komples Alam Sutra Serpong Tangerang Selatan dengan fokus pembangunan superblock yang terdiri dari pusat perbelanjaan, hotel apartemen, dan gedung perkantoran.
Pembangunan pusat pembelanjaan diperkirakan akan menyerap dana sebesar Rp 520 miliar, sementara untuk pembangunan apartemen mencapai Rp 300 miliar dan gedung perkantoran sebesar Rp 150 miliar.
Peningkatan investasi juga tercermin dari tren meningkatnya perkembangan konsumsi semen dan penyaluran kredit/pembiayaan investasi oleh perbankan. Tren penggunaan/konsumsi semen di wilayah Banten untuk pembangunan di berbagai sector terindikasi meningkat.
Ditambahkan Andang, peningkatan investasi juga didorong oleh meningkatnya pembiayaan perbankan melalui kredit investasi dengan pertumbuhan yang mencapai lebih dari 30 persen pada triwulan 1/2011.
(Dari berbagai Sumber)
Minggu, 05 Juni 2011
Ratu Atut Support Fun Bike di Tangerang
Sunday, 05 June 2011 17:11
Tangerang - Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah didampingi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP-Sukmawijaya, Ketua Badan Pembina Vihara Tri Maha Dharma- Endang Halim dan Ketua Vihara, Ismet Junaedi serta unsur muspika Teluk Naga menghadiri acara “Fun Bike” dalam rangka HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dengan tema “Kita Ciptakan kreativitas, Sportivitas di Kalangan Muda” di Lapangan Tunas Jaya Kp. Melayu Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Minggu (5/6).
Gubernur Banten Hj. Rt. Atut Chosiyah menyampaikan selamat HUT Vihara Tri Maha Dharma ke-30 khusus umat Budha yang mengikuti ibadah di Vihara Tri Maha Dharma, semoga HUT ke-30 memberikan manfaat bagi umat Budha dalam peningkatan kualitas ibadah serta keimanannya.
Gubernur memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 yang telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti fun bike di mana merupakan olahraga yang dapat menjaga kesehatan sekaligus memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat.
Gubernur sangat mensupport kegiatan seperti fun bike untuk bisa terus dilaksanakan karena kesehatan merupakan anugerah Tuhan bagi kita yang harus dijaga, dipelihara dan terkait dengan menjaga kesehatan tubuh.
“Kepada keluarga besar umat budha Vihara Tri Maha Dharma dapat memberikan pelayanan tidak hanya untuk umat budha sendiri, melainkan kepada umat-umat lainnya di Provinsi Banten”, harap Gubernur.
Sementara itu Edi selaku Ketua Penyelenggara mengatakan bahwa fun bike ini merupakan rangkaian dari HUT Vihara Tri Maha Dharma ke 30 dihadiri + dua ribu orang peserta, selain itu juga disediakan door price bagi peserta fun bike berupa sepeda motor, beberapa sepeda santai dan beberapa door price lainnya.
(bb)
Ribuan Kader Beringin Lebak Siap Menangkan Pilkada
Saturday, 04 June 2011 09:38
Lebak - (Suara Karya): Ribuan "kader beringin" menyatakan siap memenangkan sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada). Hal itu antara lain disampaikan Partai Golkar di Kabupaten Lebak, Banten. Golkar Lebak menargetkan sebanyak 5.000 kader untuk kemenangan pilkada gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Banten.
"Kami optimistis targetkan kader sebanyak itu akan tercapai," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lebak Kasmin Saelan, di Rangkasbitung, kemarin.
Kasmin mengatakan, pihaknya saat ini terus konsolidasi partai untuk memenangkan calon yang diusung oleh Golkar yakni Ratu Atut Chosiyah yang akan diselenggarakan pemilihan Oktober mendatang.
Partai Golkar hingga kini basis terkuat di Kabupaten Lebak, sehingga tidak begitu sulit untuk memenuhi target kader sebanyak 5.000 orang.
Kader partai tersebut mulai tingkat pengurus desa, kecamatan hingga kabupaten. "Saya kira Partai Golkar di sini tidak diragukan lagi untuk meraih kemenangan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten," katanya seperti dikutip Antara.
Kader Terbaik
Dia mengatakan, pihaknya saat ini terus menjalin komunikasi politik dengan pengurus tingkat bawah hingga kabupaten, karena calon gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah merupakan kader terbaik Golkar.
Ratu Atut Chosiyah, selain kader Golkar, selama memimpin Banten berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami akan berjuang keras untuk meraih suara terbanyak pada pemilihan kepala daerah itu," ujarnya.
(Wisnu/Tri Handayani)
suara karya, Jumat, 3 Juni 2011
Amankan Pilgub Banten, Polda Siagakan Sniper
Saturday, 04 June 2011 06:34
Kapolda Banten, Brigjen Eko Hadi Sutedjo mengatakan personel yang disiapkan mengamankan Pemilukada Banten terdiri dari 4.500 orang. Namun jika saat tertentu dibutuhkan bantuan, Polda Banten bisa menyiapkan hingga 8.000 personel. ”Puluhan sniper ini akan disebar di setiap wilayah,” terangnya usai gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten di Mapolda Banten.
Dikatakannya juga, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pemilukada Banten, kantor KPUD, kantor panwaslukada, sarana dan pra sarana Pilgub Banten hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.
Dia juga menegaskan, tim intelijen sudah mendeteksi kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub Banten. Diantaranya bentrok antarmassa pendukung kandidat saat kampanye, kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub lain, serta perusakan terhadap alat peraga hingga adanya money politics.
”Saya kira semua daerah rawan. Tapi pada dasarnya letak kerawanan ditentukan calon gubernur. Siapa calonnya itu yang menentukan letak kerawanan di daerah. Karena kita juga melihat dinamika masyarakat di daerah. Kalau homogen tidak masalah, tapi kalau basic-nya heterogen itu akan berpotensi menimbulkan gesekan antarpendukung,” ungkapnya juga. Karena itu, perhatian khusus keamanan akan dilakukan diantaranya pada awal pendaftaran.
Karena dikhawatirkan ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak lolos lalu membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya proses pilgub. ”Saat kampanye juga kami antisipasi karena khawatir bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu. Tentunya juga, saat pemungutan suara,” ungkap jenderal bintang satu itu.
Meski demikian, dia mengatakan pengamanan yang dilakukan akan mengedepankan cara pencegahan. ”Karena itu tindakan keras adalah langkah terakhir yang dilakukan apabila sudah mengancam keselamatan jiwa dan raga seseorang,” pungkasnya juga.
Sementara itu, untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya, akan diserahkan kepada Polda Metro Jaya. Pasalnya, wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel masih masuk yuridiksi Polda Metro Jaya. ”Namun, akan tetap berkoordinasi dengan Polda Banten. Sebagai pengatur sistem pengamanan Pilgub Banten,” cetusnya juga.
Keseriusan polisi mendeteksi ancaman saat Pilgub Banten terlihat dari simulasi pengamanan salah satu pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Banten 2011 yang diberondong senjata api oleh sekelompok separatis. Aksi baku tembak pun tak terhindarkan. Akhirnya, petugas dari Brimob Polda Banten dan sniper Polda Banten yang mengawal berhasil membalas serangan dan melumpuhkan kelompok bersenjata itu.
Selain itu, juga ditampilkan simulasi pengamanan aksi unjukrasa yang berakhir anarkis dan diakhiri dengan penjinakan bom oleh tim Gegana Polda Banten. Simulasi itu digelar untuk kali kedua. Setelah sebelumnya, juga digelar aksi simulasi serupa beberapa hari lalu. Dalam pengamanan itu juga diterjunkan tim pengamanan dari Mabes Polri.
Sementara Gubernur Banten, Rt Atut Chosiyah mengapresiasi kesiapan Polda Banten dalam pengamanan Pemilukada Banten 2011. Atut mengatakan, dari peralatan hingga SDM personel jajaran Polda Banten sudah begitu matang. ”Saya lihat simulasi tadi, semuanya matang. Semoga pada pelaksanaan bisa berjalan dengan baik, aman dan damai,” terang incumbent yang akan maju bersaing lagi dalam Pilgub 2011 itu.
Dikatakannya juga, perbedaan memang selalu ada dalam proses demokrasi. Akan tetapi hal tersebut jangan dijadikan sebagai ajang permusuhan bahkan menjadi anarkis antarmasyarakat. ”Saya harap masyarakat Banten lebih dewasa dalam berpolitik. Sehingga bentrokan saat Pilgub Banten tidak akan terjadi,” harapnya. (bud)
Banten Tak Bisa Dibandingkan dengan Provinsi Tetangga
Saturday, 04 June 2011 00:02
TANGERANG - Banten yang baru berusia sepuluh tahun tak bisa serta merta dibandingkan dengan provinsi tetangganya, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kendati demikian, Banten yang dinilai relatif sepi penduduknya dibanding dengan dua provinsi tersebut mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Sementara, masih dalam keterangan persnya, Iwan Kusuma mengatakan, anggapan pembangunan Banten terkesan berjalan di tempat dinilai tak mendasar. Pada 2009,
Radar Banten, Jumat, 03 Juni 2011 | 11:03 WIB
Kamis, 02 Juni 2011
Ratu Atut hadiri Apel Operasi Mantap Praja 2011
"Pada eskalasi biasa-biasa kemampuan personil yang kami siapkan sekitar 4.500 orang. Namun jika dalam eskalasi tertentu kami akan meminta bantuan dengan menyiapkan personil hingga delapan ribu," kata Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo usai gelar pasukan pengamanan Pilgub di Mapolda Banten di Serang, rabu.
Ia mengatakan, prioritas sasaran operasi pengamanan Pilgub Banten 2011 tersebut yakni lokasi dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan Pilgub, kantor KPU, Panwaslu sarana dan prasarana Pilgub hingga lokasi atau tempat yang digunakan untuk pemungutan suara hingga tempat pelantikan kepala daerah terpilih.
Kapola Banten mengatakan, kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilgub tersebut diantaranya bentrok antara masa pendukung peserta Pilgub pada saat kampanye, karena kemungkinan jadwal kampanye yang bersamaan. Kemudian kampanye yang bernuansa menghina peserta pilgub atau kelompok tertentu serta perusakan terhadap alat peraga atau pelanggaran terhadap alat peraga hingga antisipasi pengamanan kemungkinan terjadinya 'money politik' pada saat pemungutan dan penghitungan suara.
Sedangkan objek dan waktu-waktu tertentu yang menjadi perhatian khusus petugas keamanan diantaranya disaat awal pendaftaran, karena khawatir ada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak memenuhi persyaratan, lalu mereka membuat konspirasi yang bisa mengganggu keamanan jalannya pemilihan gubernur. Kemudian pada saat kampanye karena ada khawatir terjadi bentrokan dan kampanye hitam yang bisa memancing emosi pendukung calon tertentu serta pada saat pemungutan suara. "Namun saya tekankan dalam pengamanan ini harus mengedepankan kegiatan pencegahan, oleh karena itu tindakan keras dan terukur adalah langkah terakhir yang perlu dilakukan apabila sudah ada kegiatan masyarakat yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan raga," kata Brigjen Eko Hadi Sutedjo.
Sementara untuk pengamanan wilayah Tangerang dan sekitarnya akan dilakukan pihak kepolisian Polda Metro jaya yang berkordinasi dengan Polda Banten sebagai penanggung jawab operasi pengamanan Pilgub Banten 2011. Dalam apel gelar pasukan tersebut dilakukan simulasi pengamanan dan pengawalan calon gubernur yang sedang melakukan perjalanan kampanye ke suatu daerah, namun tiba-tiba ada penyerangan dari kelompok tertentu yang menggunakan senjata api, kemudian simulasi pengamanan saat terjadi unjukrasa besar-besaran serta simulasi operasi penjinakan bom dan penembak jitu.
Apel gelar pasukan pengamanan Pilgub Banten tersebut dihadiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, unsur Muspida Banten serta tokoh masyarakat dan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat. "Saya mengapresiasi kesiapan pengamanan jajaran Polda Banten dan unsur lainnya dalam menghadapi Pilgub Banten, karena dipersiapkan dengan lebih matang dibanding Pilgub Banten sebelumnya," kata Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
(as, bantenbersatu.com / hmsbanten)
Selasa, 31 Mei 2011
Perekonomian Banten Berbenah Kejar Ketertinggalan Sejajar dengan Ekonomi Nasional
SERANG-Perekonomian Banten berhasil mensejajarkan diri dengan pertumbuhanekonomi nasional. Dalam kajian yang dirilis Kantor Bank Indonesia awal Mei lalu,disebutkan, kinerja perekonomian Banten triwulan I 2011mengalami peningkatkan. Angkanya cukup signifikan, menembus besaran 6,52% atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,50%. Ini merupakan level pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah Banten hingga saat ini. Dalam rilisnya, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR). Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional. ''Semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi yang strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama tersebut menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini,'' demikian dalam rilis Kantor Bank Indonesia.
Sementara itu, tekanan Inflasi Banten pada triwulan I 2011 sedikit menurun dengan membaiknya pasokan bahan makanan. Peningkatan inflasi Banten pada triwulan IV 2010 terutama dari sisi suplai mulai menurun pada Triwulan I 2011. Inflasi tahunan Banten pada akhir triwulan I 2011 adalah sebesar 5,76%. Ini relatif membaik dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 6,10% . Masuknya masa panen padi di Banten dan meningkatnya pasokan bahan makanan lainnya baik dari sentra produksi di Banten maupun luar Banten yang didukung oleh membaiknya kondisi cuaca mendorong terjadinya peningkatan pasokan bahan makanan di Banten. Hal tersebut menyebabkan tekanan dari kelompok volatile foods (bahan makanan yang harganya fluktuatif,red) pun menurun.
Terus membaiknya konsumsi, investasi dan ekspor, akan turut menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II 2011 dengan proyeksi pertumbuhan pada kisaran 6,58%-6,62% . Kinerja sektor utama perekonomian Banten, yaitu sektor industri pengolahan akan terus meningkat seiring terus membaiknya permintaan barang dan jasa baik dari daerah lain di luar Banten maupun luar negeri. Struktur industri yang erat kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk seperti petrokimia, tekstil dan alas kaki menyebabkan pelaku usaha/investor di sektor utama tersebut terus melakukan ekspansi bisnis melalui investasi peningkatan kapasitas industri dan memperluas pasar produk baik domestik dan luar negeri.
Ekspektasi percepatan realisasi belanja pemerintah serta prakiraan semakin tingginya kinerja ekspor dan impor menjadi faktor-faktor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan mendatang dari sisi permintaan. Sementara itu, dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor di Banten diperkirakan tumbuh meningkat. Kondisi tersebut secara simultan akan mendorong perekonomian Banten bertumbuh lebih tinggi pada periode mendatang. Peningkatan kinerja ekonomi diperkirakan berdampak pada peningkatan tekanan inflasi dari sisi permintaan meskipun tidak signifikan. Namun dengan stabilnya pasokan bahan makanan dari sisi penawaran, inflasi Banten diprakirakan berada pada kisaran 4,75% - 5,25% atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I 2011.
Pencapaian kinerja ini tentu saja pantas disambut gembira oleh seluruh stakeholder di wilayah Banten. ''Namun tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justrumenjadi tantangan bagi kita semua, untuk bekerja lebih keras, lebih bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan laju kinerja pertumbuhan ekonomi Banten,'' kata Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten akhir pekan lalu di Lippo Karawaci seraya menambahkan hal ini seiring dan selaras dengan program pemerintah pusat melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang dicanangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Mei 2011 lalu. Ditambahkan Atut, pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut sempat dilaporkan dirinya dalam video conference dengan Presiden SBY.
Dalam kesempatan itu, Ratu Atut juga melaporkan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di wilayah Banten sebagai bagian dari program MP3EI 2011-2025. Proyek tersebut antara lain pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon, yang merupakan kerjasama investasi antara PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and Steels Company (Posco). Proyek tersebut menelan investasi senilai 6 miliar dolar AS, dengan kemampuan produksi baja hingga 6 juta ton per tahun. Pembangunannya direncanakan akan selesai pada 2013. Pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan dalam dua tahan ini, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 149.000 orang.
Pekerjaan fisiknya sendiri akan dimulai Agustus atau September tahun depan. Sementara untuk tahap kedua, sekitar 30 persen produknya akan diekspor ke Vietnam, sebagai negara yang memiliki industri hilir siap menerima produk pabrik KS-Posco. Pabrik hasil kerja sama ini menjanjikan produk berkualitas tinggi. Pabrik akan menghasilkan plat mill dengan spefikasi baru, yakni ukuran panjang 4 meter dan ketebalan 100 milimeter. Baja jenis ini digunakan untuk industri kapal-kapal samudera yang berukuran besar. Bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sedang sisanya, kemungkinan akan diimpor dari negara terdekat, seperti Australia. Pendirian pabrik baja terpadu ini, diperkirakan akan membuat impor baja nasional turun 20 persen. Tahun ini produksi baja nasional mencapai 5,9 juta ton. Tahun depan, produksi baja nasional ditargetkan bisa mencapai 7,4 juta ton atau sama dengan produksi 2008. (bb)
Pengukuhan dan Rapat Kerja DKM Al-Bantani
SERANG – Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor : 451.05/Kep.769-Huk/2010, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al-bantani periode2010-2012, “diharapkan dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan”, ungkap Gubernur pada Pengukuhkan dan Rapat Kerja Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al-bantani di Aula Masjid Raya Al-bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kec amatan Curug, Selasa (31/5/2011).
Gubernur memiliki kebanggaan terhadap kita bersama serta masyrakat banten karena telah diresmikannya Mesjid Raya Al-bantani yang diharapkan dapat dimanfaatkan Khususnya oleh aparatur Pemerintah provinsi Banten, Lingkungan Kanwil Kementerian Agama, lingkungan instansi vertical yang ada di kawasan pusat pemerintahan provinsi Banten dan umumnya seluruh masyarakat Banten untuk melaksanakan Ibadah Sholat berjama’ah.
“selaku Gubernur terus berupaya untuk melakukan optimalisasi percepatan pembangunan di Banten kearah yang lebih baik lagi di berbagai bidang khususnya di bidang keagamaan,”ujar Gubernur.
Kemudian, keberadaan Mesjid ini dapat dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan ukhuwah, silaturrahim dan mengoptimalkan Mesjid ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyrakat banten Khususnya umat islam dan untuk menyebarkan syi’ar Islam di Provinsi Banten.
“terkait penanganan kesehatan, Gubernur akan mintakan Sekda untuk membuat Poliklinik di Mesjid Raya Al-bantani untuk melayani masyarakat Banten dan Poliklinik di sini tidak untuk dikomersilkan hanya untuk melayani siapa yang datang sakit diobati secara gratis,” ungkap Gubernur.
Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten-Drs.H.Iding Mujtahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mesjid yang ada di Banten berjumlah 7.766 Mesjid dari mulai tingkat Desa sampai tingkat Provinsi dan ini di Kementerian Agama akan dijadikan direktori, Mushola berjumlah 10.012, 10 Mesjid Bersejarah berada di tiap Kabupaten/Kota dan Mesjid Raya Al-bantani yang monumental bagi kita semua.
“Diharapkan Mesjid ini pemanfaatannya 24 jam, sehingga benar-benar bermanfaat dan menjadi pusat informasi ke Islaman,” ungkap H.Iding Mujtahid.
Panitia penyelenggara-H. Fatah Sulaiman,MP melaporkan bahwa Kegitan ini diantaranya membahas Legalitas Formal Dewan kemakmuran Masjid Raya Al-bantani tersusunnya Anggaran dasar, Anggaran Rumah Tangga dan program kerja yang telah disepakati dan dipahami oleh seluruh pengurus sehingga didirikannya Mesjid Raya Al-bantani ini dapat dirasakan manfaatnya demi kemaslahatan umat khususnya masayarakat Banten, Seluruh anggaran murni didukung dari APBD Provinsi Banten.
Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Raya AL-bantani Periode 2010-2012 yaitu: Ketua Umum-H.Makmur Masyhar, Wakil Ketua-H.Rodani, Ketua I-H.Rasna Dahlan, Ketua II-H.Rd. Hidayatullah, Ketua III-KH. Matin Jawahir, Ketua IV-H.T.Jaka Rooseno, Sekretaris Umum-H.Endad Musaddad, Wakil Sekretaris-H. Zaenal Abidin Suja’i, Bendahara Umum-H. Anisul Fuad, Wakil Bendahara-Eka Surya Lesmana.
Selanjutnya Gubernur, menyerahkan Mushaf AL-qor’an Al-bantani kepada DMI Provinsi, Kabupaten/kota dan penyerahan Bantuan kepada anak yatim piatu sebanyak 100 orang yang secara simbolis diberikan kepada empat orang anak yatim piatu kabupaten/kota.
Turut hadir, Ketua MUI Provinsi Banten-KH Wahab Afif, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten-Drs.H.Iding Mujtahid, ASDA III Provinsi Banten- H. Zaenal Muttaqin, Muspida Provinsi Banten, Rektor IAIN SHM, Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten -Prof.Dr.H.E.Syibli Sarjaya, alim ulama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
(Bantenbersatu.com)
Senin, 30 Mei 2011
Rilis Bank Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi Banten Cukup Pesat
Dalam rilisnya, peningkatan ini terjadi karena sektor industri yang didukung oleh sektor utama lainnya seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR). Faktor itulah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini bisa sejajar dengan ekonomi nasional.
''Semakin tingginya minat investor pada kedua sektor utama tersebut dan didukung oleh faktor lokasi yang strategis serta tingginya permintaan pasar pada kedua sektor utama tersebut menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Banten saat ini,'' demikian dalam rilis Kantor Bank Indonesia.
Sementara itu, tekanan Inflasi Banten pada triwulan I 2011 sedikit menurun dengan membaiknya pasokan bahan makanan. Peningkatan inflasi Banten pada triwulan IV 2010 terutama dari sisi suplai mulai menurun pada Triwulan I 2011. Inflasi tahunan Banten pada akhir triwulan I 2011 adalah sebesar 5,76%. Ini relatif membaik dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 6,10% .
Masuknya masa panen padi di Banten dan meningkatnya pasokan bahan makanan lainnya baik dari sentra produksi di Banten maupun luar Banten yang didukung oleh membaiknya kondisi cuaca mendorong terjadinya peningkatan pasokan bahan makanan di Banten. Hal tersebut menyebabkan tekanan dari kelompok volatile foods (bahan makanan yang harganya fluktuatif,red) pun menurun.
Terus membaiknya konsumsi, investasi dan ekspor, akan turut menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II 2011 dengan proyeksi pertumbuhan pada kisaran 6,58%-6,62% . Kinerja sektor utama perekonomian Banten, yaitu sektor industri pengolahan akan terus meningkat seiring terus membaiknya permintaan barang dan jasa baik dari daerah lain di luar Banten maupun luar negeri.
Struktur industri yang erat kaitannya dengan peningkatan jumlah penduduk seperti petrokimia, tekstil dan alas kaki menyebabkan pelaku usaha/investor di sektor utama tersebut terus melakukan ekspansi bisnis melalui investasi peningkatan kapasitas industri dan memperluas pasar produk baik domestik dan luar negeri. Ekspektasi percepatan realisasi belanja pemerintah serta prakiraan semakin tingginya kinerja ekspor dan impor menjadi faktor-faktor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan mendatang dari sisi permintaan.
Sementara itu, dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor di Banten diperkirakan tumbuh meningkat. Kondisi tersebut secara simultan akan mendorong perekonomian Banten bertumbuh lebih tinggi pada periode mendatang. Peningkatan kinerja ekonomi diperkirakan berdampak pada peningkatan tekanan inflasi dari sisi permintaan meskipun tidak signifikan. Namun dengan stabilnya pasokan bahan makanan dari sisi penawaran, inflasi Banten diprakirakan berada pada kisaran 4,75% - 5,25% atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I 2011. Pencapaian kinerja ini tentu saja pantas disambut gembira oleh seluruh stakeholder di wilayah Banten.
''Namun tidak lantas membuat kita cepat berpuas diri. Pencapaian tersebut justru
menjadi tantangan bagi kita semua, untuk bekerja lebih keras, lebih bersemangat dan penuh motivasi untuk terus meningkatkan laju kinerja pertumbuhan ekonomi Banten,'' kata Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten akhir pekan lalu di Lippo Karawaci seraya menambahkan, hal ini seiring dan selaras dengan program pemerintah pusat melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang dicanangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Mei 2011 lalu.
Ditambahkan Atut, pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut sempat dilaporkan dirinya dalam video conference dengan Presiden SBY. Dalam kesempatan itu, Ratu Atut juga melaporkan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di wilayah Banten sebagai bagian dari program MP3EI 2011-2025. Proyek tersebut antara lain pembangunan pabrik baja terpadu di Cilegon, yang merupakan kerjasama investasi antara PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and Steels Company (Posco). Proyek tersebut menelan investasi senilai 6 miliar dolar AS, dengan kemampuan produksi baja hingga 6 juta ton per tahun. Pembangunannya direncanakan akan selesai pada 2013.
Pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan dalam dua tahan ini, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 149.000 orang. Pekerjaan fisiknya sendiri akan dimulai Agustus atau September tahun depan. Sementara untuk tahap kedua, sekitar 30 persen produknya akan diekspor ke Vietnam, sebagai negara yang memiliki industri hilir siap menerima produk pabrik KS-Posco.
Pabrik hasil kerja sama ini menjanjikan produk berkualitas tinggi. Pabrik akan menghasilkan plat mill dengan spefikasi baru, yakni ukuran panjang 4 meter dan ketebalan 100 milimeter. Baja jenis ini digunakan untuk industri kapal-kapal samudera yang berukuran besar. Bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sedang sisanya, kemungkinan akan diimpor dari negara terdekat, seperti Australia.
Pendirian pabrik baja terpadu ini, diperkirakan akan membuat impor baja nasional turun 20 persen. Tahun ini produksi baja nasional mencapai 5,9 juta ton. Tahun depan, produksi baja nasional ditargetkan bisa mencapai 7,4 juta ton atau sama dengan produksi 2008. (bb)
Produksi Beras di Banten Meningkat
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten menargetkan produksi beras sebanyak 2.190.632 ton gabah kering keliling (GKG). Dengan estimasi produksi padi dari Januari-April mencapai 859.401 ton, dan estimasi pada Mei-Desember mencapai 1.328.797 ton. Sehingga dirapkan pada tahun 2011 ini surplus beras Banten mencapai 305.648 ton. Karena kebutuhan konsumsi beras masyarkat Banten pada tahun 2011 mencapai 1.072.918 beras.
Kepala Distanak Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, target produksi beras tersebut bisa tercapai, karena dari tahun ke tahun trendnya terjadi peningkatan.
Semula pada tahun 2010 lalu, target produksi beras mencapai 2.048.047 ton kg. produksi beras tahun 2010 itu mengalami kenaikan sebesar 10,7 persen, di mana pada tahun 2009 lalu target produksi beras Banten mecapai 1.849.008 ton gkg. Sehingga mengalami surplus beras mecapai 87.004 ton.
“Peningkatan produksi beras 10,7 ton itu hanya cukup sebagai cadangan beras selama satu bulan saja. Kita berharap dengan strategi tersebut, mak a upaya surplus sebesar 305.648 ton menjadi kenyataan,” katanya sebelum menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanian di Aula Kantor Distanak Provinsi Banten, (26/5).
Agus menerangkan, luas lahan pertanian di Banten pada tahun 2009 mencapai 366.138 hektar, dan tahun 2010 luas areal pertanian bertambah menjadi 406.411 hektar. Kontribusi sebesar 2.048.047 ton gkg itu tersebar di empat sentra daerah penghasil padi Banten, yakni Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang dan Kabupaten Tangerang.
“Adapun rinciannya, Kabupaten Pandeglang kontribusinya sebesar 30,82 persen, Kabupaten Lebak sebesa 23,69 persen, Kabupaten Serang sebesar 20,54 persen, dan Kabupaten Tangerang sebesar 20,01 persen,” katanya.
Agus mengatakan, kebijakan peningkatan produksi padi didukung dengan Pergub no.1 Tahun 2010 tentang Gerakan Aksi Membangun Pertanian Rakyat Terpadu. Selain itu juga melanjutkan dan memantapkan kegiatan tahun sebelumnya yang terbukti sangat baik kinerjanya dan hasilnya, antara lain bantuan benih, subsidi pupuk, alsintan, pengelolaan tanaman terpadu melalui sekolah lapangan.
“Serta pembangunan sentra-sentra pupuk organik berbasis kelompok tani serta peningkatan dan penerapan manajemen pembangunan pertanian yang akuntabel dan good governance,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten HM Masduki menyatakan, tujuan rapat koordinasi dengan Distanak Kabupaten/kota se-Banten ini adalah untuk mencari strategi musim tanam padi yang akan dilakukan pada Agustus 2011 mendatang. Pihaknya merasa bersyukur bahwa pada tahun 2010 berdasarkan laporan pertanian mendapatkan surplus 87 ribu ton beras. Hal ini sangat membanggakan dan merupakan sutu prestasi yang dicapi serta kerjasama Dinas Pertaniaan.
“Pada tahun 2011 diperkirakan menurut Presiden RI akan mengalami krisis pangan dunia, tetapi kita mengharapkan bila hal tersebut terjadi tidak berdampak pada Indonesia. Mudah-mudahan tidak di Indonesia, terutama di Provinsi Banten mengingat huja terus, sehingga air untuk pertanian cukup dan tidak melimpah,” uajarnya sat menghadiri Evaluasi Keragaman Produksi dan Produktivitas Serealia dalam rangka Pembinaan, Pengawalan, Pendampingan, Monev dan Pelaporan Sekolah Laporan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2011 di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten.
Wagub berharap, upaya Pemprov Banten untuk meningkatkan produktivitas kembali dengan memberikan pemahaman kepada petani. Peran Penyuluh Pertanian Lapngan (PPL) harus lebih intensif lagi memberikan pemahaman kepada masyarakat pertania untuk meningkatkan usaha intensifikasi (ang/asp).
Sumber: Radar Tangsel-Tangerang Ekspres.
Jembatan Cicaringin Mulai Dibangun
SERANG-Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menepati janjinya. Jembatan gantung Leuwi Lember, Desa Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak sudah mulai dibangun. Meski belum bersifat permanen, namun pembangunan jembatan gantung itu diharapkan dapat membantu warga yang akan melintas dengan perasaan nyaman.
“Sudah, sudah mulai dibangun jembatan sementara. Kalau untuk yang permanen belum bisa. Karena masih menunggu di anggaran perubahan,” ujar Atut di sela-sela menghadiri isbath nikah 200 pasangan di The Dome of The Harvest, Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, Jumat (27/5) pekan lalu.
Atut berharap agar warga Desa Cicaringin bisa bersabar menunggu pembangunan jembatan yang permanen. Dan, dananya akan diusahakan bisa masuk dalam anggaran perubahan tahun ini juga. “Ibu akan bantu Pemerintah Kabupaten Lebak membuatkan jembatan permanen. Yang terpenting buat ibu, infrastruktur didahulukan, jangan sampai membahayakan rakyat,” ujar Atut.
Atut menambahkan, Pemprov akan membuka pembangunan padat karya dengan memberdayakan masyarakat. Pemprov juga akan mengalokasikan anggaran untuk 154 kecamatan se-Banten masing-masing Rp1 miliar. Program ini diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan.
Seperti diketahui, jembatan gantung Leuwi Lember, itu putus awal Maret 2011 lalu. Sebuah majalah mingguan nasional pernah menerbitkan foto yang memerlihatkan, sejumlah siswa kelas enam SD Negeri Cicaringin 3 meniti jembatan kawat seperti sedang outbound. Putusnya jembatan yang hanya menyisakan kawat baja (sling) memaksa mereka meniti kawat baja menyeberangi Sungai Ciliman saat akan mengikuti ujian nasional di Desa Cicaringin, Senin (9/5) lalu.
Mendapat laporan soal putusnya jembatan itu, usai penutupan pekan daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lebak di Gedung LPMP, Rangkasbitung, Lebak, Kamis (21/4) lalu, Atut berjanji pembangunan jembatan itu menjadi prioritas. Dia langsung memerintahkan pejabat Binamarga dan Tata Ruang (BMTR) Pemprov Banten untuk segera membantu Pemkab Lebak membangun kembali jembatan tersebut.
"Ibu merasa sedih dan prihatin melihat siswa SD menyeberangi sungai naik perahu rakit, dan menggunakan tali sling jembatan, akibat jembatan itu terputus. Jelas, kondisi ini mengundang bahaya. Kasus jembatan ambruk ini sampai terekspos di televisi nasional dan di salah satu media massa Banten. Ibu siap membangun jembatan itu," kata Atut.
Tak cuma siap, Selasa (17/5) lalu, Ratu Atut Chosiyah berkunjung langsung ke lokasi jembatan Leuwi Lember. Di sana, Atut menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp100 juta kepada masyarakat untuk digunakan membiayai pembangunan jembatan tersebut. Uang bantuan pribadi gubernur itu diserahkan secara simbolis kepada tokoh masyarakat Cicaringin, Sunta. (bb)Minggu, 29 Mei 2011
Ratu Atut: TNI AD berkontribusi terhadap percepatan pembangunan
SERANG- Ratu Atut mempunyai pendapat positif bagi TNI AD yang telah memberikan banyak kontribusi besar bagi percepatan pembangunan di Provinsi Banten. “Keberadaan TNI AD telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa terhadap percepatan pembangunan di Provinsi Banten di berbagai bidang” tutur Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah saat menghadiri HUT ke 65 Kodam III SLW dan HUT ke 45 Korem 064 MY Tahun 2011 di Alun-alun Barat Kota Serang, Jum’at (27/5).
Gubernur mengungkapkan bahwa sebagai masyarakat Banten mestinya berbangga, karena Banten termasuk daerah yang sangat kondusif kemanannya. “Selaku Gubernur Banten, saya merasa terbantu oleh kinerja TNI AD, baik wilayah teritorial Korem 064 MY maupun wilayah teritorial Korem 052 Wijayakrama”, ungkap nya.
Gubernur berharap momentum HUT TNI AD ini dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap kinerja TNI Angkatan Darat satu tahun kebelakang dan dapat meningkatkan eksistensinya dan perannya yaitu dalam rangka mengemban tugas amanat mempertahankan wilayah NKRI termasuk Provinsi Banten dan semoga sinergi antara pemerintah dan TNI dalam menata kehidupan masyarakat Banten kearah yang lebih baik lagi senantiasa dapat dilaksanakan dengan kebersamaan.
Gubernur mengajak kepada masyakat banten agar senantiasa menjaga stabilitas keamanan, rasa persaudaraan diantara kita, agar terwujud apa yang menjadi harapan yaitu percepatan pembangunan di Provinsi Banten dapat tercapai. Banten memperoleh wilayah rangking tertinggi diminati oleh investor.
Sementara itu Danrem 064/MY Kolonel Inf Joko Warsito menyampaikan bahwa pada masanya dahulu ketika Banten belum berpisah dengan Jabar, Siliwangi sampai ke Banten, sehingga rakyat Jawa Barat dan Banten adalah Siliwangi, siliwangi adalah masyarakat Jabar dan Banten. Pada awal berdirinya dimulai tahun 1962 memang ada operasi terhadap gerakan DI TII dan kemudian berkelanjutan diresmikanlah pada masanya oleh Menteri Angkatan Darat menjadi Korem 064 Maulana Yusuf. Wilayahnya meliputi 3 kodim yaitu kodim cilegon, kodim Pandeglang dan Kodim Serang. Sekarang bertambah dengan kodim lebak. “Kita Berjuang demi kepentingan masyarakat dan ke Indonesiaan kita dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” Kata Danrem. Danrem menambahkan bahwa dalam rangka ulangtahun ini terdapat kegiatan-kegiatan seperti bhakti TNI, kegiatan sosial, olah raga bersama dan puncaknya diadakannya pentas seni bersama-sama dengan masyarakat. Kami sadar betul bahwa TNI dengan rakyat seperti ikan dengan air dalam arti tidak bisa dipisahkan dan tidak boleh dipisahkan, untuk itu TNI bersama-sama dengan masyarakat menghadapi permasalahan apapun yang dihadapi. Kedepan yang dihadapi tidak lebihringan dari sebelumnya untuk itu perlu dibutuhkan kembali soliditas kebersamaan diantara kita semua, kita kembangkan dan ditingkatkan.
Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ir. H.Muhadi, MSP, DPRD Banten, Kapolda, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Negeri, dan para Kasepuhan Banten.
(as, humas banten, ratuatut.com)









