Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Chasan Sochib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chasan Sochib. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Jumat, 22 Juli 2011

Ulama Serpong Puji Ratu Atut

ratu atut

SERPONG - Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, memberikan acungan jempol sebagai pujian terhadap perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap kelembagaan agama dan kehidupan umat beragama.
"Apresiasi layak diberikan kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya, tidak hanya terhadap MUI melainkan juga terhadap eksistensi dan peran para guru ngaji di Banten," kata Ketua MUI Kecamatan Serpong, KH. Abdul Rozak, saat Gubernur Banten melakukan kunjungan kerja, Jumat (22/07/2011).
Abdul Rozak mengutarakan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur, antara lain memberikan dukungan dan dorongan nyata terhadap berbagai kegiatan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga agama-agama lain yang ada di Banten. "Khusus untuk agama Islam, Ibu Gubernur juga memberikan perhatian yang sangat besar kepada para guru ngaji," tambahnya.
Gubernur, masih menurut Abdul Rozak, juga selalu menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, MUI dan lainnya dalam menjaga suasana kondusif di antara umat beragama. "Ke depan saya berharap Ibu Gubernur juga akan memberikan perhatian kepada Dewan Kesejahteraan Masjid termasuk para marbot masjid," tandasnya.
Selain itu, Gubernur juga bekerja sama dengan MUI Porvinsi Banten dengan menghasilkan sebuah Al Qur'an Mushaf Al-Bantani. "Al Qur'an ini sebuah karya besar para ulama Banten, karena menjadi Al Qur'an yang sangat khas dan menjadi kebanggaan umat Islam di Banten. Apalagi, Ibu Gubernur membagikan Al Qur'an ini secara cuma-cuma kepada semua umat," kata Abdul Rozak, disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah langsung merespon pujian tersebut dengan kerendahan hati. "Suasana kondusif antar umat beragama di Banten merupakan hasil kerjasama yang harmonis dari seluruh pihak, termasuk masyarakat Banten pada umumnya yang tidak menginginkan adanya gesekan antar umat beragama," ujarnya.
Ratu Atut berpesan kepada MUI Kecamatan Serpong khususnya dan di seluruh Banten pada umumnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan dengan semua pihak seperti Polri, TNI, dan pihak-pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya gesekan antar umat beragama.
"Saya menyampaikan apresiasi terhadap MUI Kecamatan Serpong yang hingga sejauh ini dapat berperan aktif dalam menjaga suasana tenang dan damai di wilayahnya dengan terus menerus menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Saya berharap suasana kondusif ini terus dijaga dan dipelihara," kata Atut.
Selanjutnya, Ratu Atut mengimbau kepada MUI Kecamatan Serpong untuk segera membentuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), yang selanjutnya akan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, dalam kaitan pelaksanaan program-program bidang keagamaan khususnya umat Islam.
Ratu Atut selanjutnya juga menanggapi laporan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Serpong dan Forum Kader Posyandu. Gubernur berencana akan melakukan sinergi dengan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH MH, terkait pembangunan SMA Negeri yang belum ada di Kecamatan Serpong.
"Ibu Gubernur akan berkoordinasi dengan Ibu Walikota untuk membangun SMA Negeri di Kecamatan Serpong dan mudah-mudahan bisa cepat selesai dibangun. Sedangkan soal lahan akan dipelajari dulu oleh Bapak Camat," kata Ratu Atut.***
(wp, as, ml, ratuatut.com)

Minggu, 03 Juli 2011

Abah Meninggal, Atut Tetap Ngantor

tahlilanSERANG - Gubernur Ratu Atut Chosiyah mengaku aktivitasnya melayani publik tidak terganggu dengan wafatnya ayahanda (alm) Prof DR (HC) H Tb Chasan Sochib. Kata Atut, kepergian Abah menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

“Semasa hidup ayahanda selalu berpesan kepada kami anak-anaknya untuk bekerja dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk rakyat. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi Ibu (Atut menyebut dirinya-red) untuk mengurangi intensitas sebagai kepala daerah,” ujar Atut saat ditemui usai menggelar tahlilan di Masjid Al-Chosiyah yang berada di depan kediamannya di Jalan Bhayangkara No 51, Cipocok Jaya, Kota Serang, tadi malam.

Atut mengaku, kemarin dirinya sudah masuk kantor untuk menandatangani berbagai berkas yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya. Hari ini, Atut bahkan sudah diagendakan untuk hadir di Pandeglang dalam sebuah acara. “Tadi pagi (ke­marin-red) Ibu masuk kantor langsung disodorkan setumpuk berkas yang harus ditandatangani. Sesuai pesan ayahanda, Ibu akan lebih memacu semangat untuk bekerja dan mengabdi kepada masyarakat lebih baik lagi. Ibu tidak mau mengecewakan almar­hum ayahanda,” ungkap Atut yang hampir meneteskan air mata.

Dihubungi terpisah, Sekda Banten Muhadi mengatakan, aktivitas Gubernur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja, kata Muhadi, intensitas memang sedikit dikurangi karena masih dalam suasana berkabung. “Wajar karena memang masih berkabung. Selama sepekan ini intensitas aktivitas di luar kantor dinas memang agak dikurangi,” jelas Muhadi.

Namun demikian, Muhadi memastikan tidak ada masalah meski aktivitas Gubernur di luar ruangan sedikit dikurangi. Me­nurutnya, sudah ada pendelegasi­an setiap acara yang seharusnya menjadi agenda Gubernur. “Bisa Pak Wagub atau saya sendiri. Ter­masuk acara di Alun-alun Barat dalam rangka HUT Bha­yang­kara nanti malam (semalam-red), perwakilan dari Pemprov Banten tetap hadir,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, memang aktivitas di lingkungan Pemprov Banten relatif lebih sepi dari biasanya. Suasana berkabung juga masih terasa. Bahkan topik perbincangan orang-orang yang berada di area kantor gubernur, masih membahas soal mening­gal­nya Chasan Sochib.

Aktivitas di malam hari juga masih sama dengan malam ke­marin. Keluarga besar Atut masih melakukan tahlilan. Jika sebelum­nya hanya di lima titik, malam ini ditambah hingga 10 titik termasuk dua titik di Tangerang. Rencananya, tahlilan akan dilakukan selama tujuh hari. Atut yang menggelar tahlilan di Masjid Al-Chosiyah tampak ditemani oleh Wakil Gubernur Masduki dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten. Masyarakat sekitar juga tampak memadati lokasi tahlilan. Atut yang malam itu meng­gunakan pakaian serbahitam sudah mulai tampak segar dibandingkan hari sebelumnya. Sekira pukul 21.00 WIB, tahlilan selesai digelar. (bon/alt/ndu)

sumber: radarbanten.com

Terus Mengalir Karangan Bunga ke Rumah Duka, Chasan Sochib

BANTEN – Hingga tiga hari sejak Kamis (30/6) karangan bunga sebagai ucapan duka-cita dari berbagai pihak untuk deklarator pembentukan Provinsi Banten Chasan Sochib, di Jalan KH Fatah Chasan, Ciceri Serang, masih berdatangan. Suasana di rumah duka tokoh Banten, yang juga ayah kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ini, berhimpitan memenuhi kiri kanan Jalan Raya dan sekitar kediaman keluarga.

Berbagai kendaraan pelayat yang datang tidak saja dari daerah setempat, namun dari luar daerah seperti Lampung, Jakarta dan Bandung berjajar hingga tiga lapis di kiri kanan jalan yang biasa dilalui oleh kendaraan tujuan Kabupaten Pandeglang dari arah Jakarta.

Akibatnya petugas kepolisian lalu-lintas dan LLAJR terpaksa menutup sebagian ruas jalan tersebut dan mengalihkan lalu lalang kendaraan ke jalan lain. Sementara di rumah duka, ratusan orang membacakan surat yasin, untuk mendoakan almarhum.

Pelayat yang tidak kebagian tempat duduk di dalam rumah, berdoa di dalam tenda yang disediakan sambil memegang surat yasin. Namun tenda berukuran sekitar 500 meter persegi dan ratusan kursi itu-pun nampaknya masih kekurangan.

Pantauan Suara Karya, di lokasi rumah duka, karangan bunga diantaranya datang dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo Kapolda Bengkulu BigjenPol Gunawan dan lain-lain.

Sebelumnya, isak tangis mewarnai pemakaman Tubagus Chasan Sochib, di Pemakaman Ratu, Desa Pesangrahan, Kampung Lemburjero, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Chasan Sochib dikebumikan di sisi makam ayahnya, Tubagus Sochib dan ibunya, Ratu Rofiah.

Pemakaman dilakukan secara militer dipimpin Dandim Serang, Letnan Kolonel Wahyu Widodo. Dia di baringkan berdekatan dengan makam anak angkatnya, Ratno Timoer, aktor era tahun 70-an yang terkenal sebagai pemeran pendekar buta, Badra Mandrawata, Si Buta dari Goa Hantu.

Saat prosesi pemakamnan, Hadir juga sejumlah tokoh nasional seperti Ketua Penasehat Partai Golkar, Akbar Tanjung, dan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiqurrahman Ruqi.

Chasan Sochib meninggal di usia 84 tahun. Almarhum meninggalkan 3 orang istri dan 24 anak. “Kami minta maaf apabila ada kesalahan yang dilakukan almarhum semasa hidupnya, baik yang disengaja maupun tak disengaja.“Semoga iman Islam dan amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,” kata anak Ratu Atut Chosiyah, saat menyampaikan sambutan di acara pemakaman.

Ratusan warga Banten memadati lokasi pemakaman untuk melepas kepergian almarhum. Sejumlah kepala daerah dan pejabat teras di lingkungan Provinsi Banten tampak hadir dalam upacara pemakaman.

Dikalangan kerabat, penasehat Partai Golkar Provinsi Banten ini, tidak saja konsisten dalam memimpin berbagai organisasi politik dan organisasi social kemasyarakatan namun juga seorang pekerja keras dan berani berkorban terlebih keuangan. “ Untuk ukuran royal dan loyal serta konsisten sebagai pemimpin, abah Chasan tak perlu diragukan,” kata Hikmat Tomet. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten. (Darmawan)

Abah Meninggal, Atut Tetap Ngantor

tahlilanSERANG - Gubernur Ratu Atut Chosiyah mengaku aktivitasnya melayani publik tidak terganggu dengan wafatnya ayahanda (alm) Prof DR (HC) H Tb Chasan Sochib. Kata Atut, kepergian Abah menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

“Semasa hidup ayahanda selalu berpesan kepada kami anak-anaknya untuk bekerja dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk rakyat. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi Ibu (Atut menyebut dirinya-red) untuk mengurangi intensitas sebagai kepala daerah,” ujar Atut saat ditemui usai menggelar tahlilan di Masjid Al-Chosiyah yang berada di depan kediamannya di Jalan Bhayangkara No 51, Cipocok Jaya, Kota Serang, tadi malam.

Atut mengaku, kemarin dirinya sudah masuk kantor untuk menandatangani berbagai berkas yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya. Hari ini, Atut bahkan sudah diagendakan untuk hadir di Pandeglang dalam sebuah acara. “Tadi pagi (ke­marin-red) Ibu masuk kantor langsung disodorkan setumpuk berkas yang harus ditandatangani. Sesuai pesan ayahanda, Ibu akan lebih memacu semangat untuk bekerja dan mengabdi kepada masyarakat lebih baik lagi. Ibu tidak mau mengecewakan almar­hum ayahanda,” ungkap Atut yang hampir meneteskan air mata.

Dihubungi terpisah, Sekda Banten Muhadi mengatakan, aktivitas Gubernur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja, kata Muhadi, intensitas memang sedikit dikurangi karena masih dalam suasana berkabung. “Wajar karena memang masih berkabung. Selama sepekan ini intensitas aktivitas di luar kantor dinas memang agak dikurangi,” jelas Muhadi.

Namun demikian, Muhadi memastikan tidak ada masalah meski aktivitas Gubernur di luar ruangan sedikit dikurangi. Me­nurutnya, sudah ada pendelegasi­an setiap acara yang seharusnya menjadi agenda Gubernur. “Bisa Pak Wagub atau saya sendiri. Ter­masuk acara di Alun-alun Barat dalam rangka HUT Bha­yang­kara nanti malam (semalam-red), perwakilan dari Pemprov Banten tetap hadir,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, memang aktivitas di lingkungan Pemprov Banten relatif lebih sepi dari biasanya. Suasana berkabung juga masih terasa. Bahkan topik perbincangan orang-orang yang berada di area kantor gubernur, masih membahas soal mening­gal­nya Chasan Sochib.

Aktivitas di malam hari juga masih sama dengan malam ke­marin. Keluarga besar Atut masih melakukan tahlilan. Jika sebelum­nya hanya di lima titik, malam ini ditambah hingga 10 titik termasuk dua titik di Tangerang. Rencananya, tahlilan akan dilakukan selama tujuh hari. Atut yang menggelar tahlilan di Masjid Al-Chosiyah tampak ditemani oleh Wakil Gubernur Masduki dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten. Masyarakat sekitar juga tampak memadati lokasi tahlilan. Atut yang malam itu meng­gunakan pakaian serbahitam sudah mulai tampak segar dibandingkan hari sebelumnya. Sekira pukul 21.00 WIB, tahlilan selesai digelar. (bon/alt/ndu)

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut


SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Guru Penting bagi Kualitas SDM Banten

Baliho-stiker PortraitSerang - Ratu Atut sangat perhatian terhadap kondisi guru, baik di negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal.  Setiap terjun ke masyarakat, Ratu Atut selalu mendengarkan keluhan masyarakat khususnya para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan bahkan guru ngaji. laporan disampaikan juga oleh beberapa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan, Ketua Himpaudi (Himpunan Paud Indonesia) menceritakan kondisi terkini tentang lembaga PAUD dan guru-guru yang dinaunginya. Ratu Atut mengetahui dan meyakini betul bahwa kunci untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) Banten yang berkualitas dan berkompeten di masa akan datang, terletak pada guru.

"Guru merupakan komponen yang sangat strategis dan mendasar untuk mendukung dan mendorong setiap upaya pembangunan pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan komponen utama dalam setiap upaya percepatan dan perluasan pembangunan di sektor lainnya," tutur Ratu Atut dalam suatu kesempatan saat kunjungan kerja ke Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, (28/6/2011).

Menurut Atut, pendidikan mempengaruhi secara penuh terhadap pertumbuhan ekonomi dan peradaban suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga terhadap fertilitas, mortalitas dan migrasi masyarakat.

Pendidikan, lanjut Atut, juga faktor penting dalam proses transformasi sosial. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila negara yang berpenduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Secara filosofis, pendidikan sangat bermanfaat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan.

"Bagi masyarakat, pendidikan bermanfaat dalam memperkuat kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Pendidikan juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi SDM jangka panjang," tambahnya.

Ratu Atut secara konsisten memacu para guru untuk meningkatkan kualitasnya. Ia selalu mendorong dan menyemangati para guru yang masih berijazah SMA untuk kuliah mengambil gelar S1. Sedangkan yang masih berijazah SMP (biasanya guru PAUD) mengikuti Paket C untuk mendapatkan ijazah SMA dan berlanjut sampai kuliah.

"Bagi yang masih harus mengambil Paket C, tidak usah malu-malu. Kalau kita mau maju dan mengembangkan kemampuan harus membuang jauh-jauh rasa malu," ujarnya memberi semangat.

Khusus kepada para guru ngaji, Ratu Atut, juga menaruh perhatian yang besar. Sebab, menurutnya, guru ngaji merupakan komponen strategis dalam meletakkan dasar nilai-nilai akhlakul karimah berlandaskan iman dan taqwa. "Ilmu duniawi tanpa dilandasi keimanan dan ketaqwaan justru potensial menimbulkan bencana," tuturnya.

(as)

Kamis, 30 Juni 2011

Ratu Atut Janji Lanjutkan Perjuangan Abah

tetap semangat kunjungi www.ratuatut.com

ratu atut persemayaman abah

SERANG - Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah mengucapkan janjinya untuk melanjutkan perjuangan Abah untuk mensejahterakan Banten khususnya dan bangsa Indonesia, sebagaimana diajarkan almarhum ayahandanya tercinta, Prof. Dr. TB. Chasan Sochib. TB. Chasan Sochib meninggal dunia pada Kamis 30 Mei 2011, pukul 03.55 WIB di Rumash Sakit Sari Asih, Kota Serang, akibat penyakit yang dideritanya. Kepergian tokoh paling berpengaruh di Banten yang akrab dipanggil Abah ini, merupakan kehilangan besar bagi masyarakat kota para jawara itu.

Putri kesayangannya, Ratu Atut Chosiyah, tak kuasa membendung air mata kesedihan pada awal sambutannya dalam upacara pemakanan keluarga di Pesanggrahan, Kabupaten Serang. Ribuan pelayat yang hadir di pemakaman pun tenggelam dalam duka yang mendalam.

"Kami anak-anaknya telah mendapatkan banyak nasehat dan pelajaran berharga dari almarhum ayahanda kami tercinta. Dan, kami akan melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat, daerah dan bangsa," tutur Ratu Atut, sambil berulang kali mengusap air matanya.

Sebagai putra daerah, jasa Tb Chasan Sochib terhadap pembangunan Provinsi Banten sangat besar. Salah satu yang terbesar adalah perannya sebagai salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten. Beliau adalah tokoh yang mampu mengangkat budaya Banten tentang pendekar maupun pencetus organisasi profesi.

"Secara pribadi saya orang paling dekat dengan almarhum. Beliau adalah orang yang paling besar jasanya untuk pembangunan Banten," kata salah satu pendiri Pembentukan Provinsi Banten, H Embay Mulya Syarif. Ia mengharapkan, akan bermunculan tokoh-tokoh Banten selanjutnya yang kuat dan peduli dengan pembangunan Banten.

Ribuan masyarakat Banten memadati rumah duka almarhum TB Chasan Sochib di kawasan Ciceri, Kota Serang, saat dishalatkan di Masjid Al-Bantani di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Banten dan saat pemakaman di Pesanggrahan, Ciomas. Mereka yang datang bukan saja dari kalangan masyarakat biasa, namun juga sejumlah pejabat.
Chasan Sochib lahir di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, tahun 1930. Almarhum merupakan putra pasangan H TB Sochib dan Hj Ratu Rafiah. Semasa hidupnya, almarhum adalah pendiri dan Ketua Umum Pengurus Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) dari tahun 1971 sampai sekarang, Ketua Umum DPP Satkar Ulama Indonesia 2022-2015, pendiri Kadin dan Gapensi Provinsi Banten 1977, pendiri Untirta Banten 1981.

Selain itu, almarhum merupakan Ketua Umum DHD'45 Provinsi Banten, pendiri dan Pembina Ikatan Qori dan Qoriah Banten 1985, Pendiri Museum Krakatau di Carita, Pandeglang 1987, Penasehat Himpunan Keluarga Sulawesi Selatan (HKSS) 1980 sampai sekarang.

Chasan Sochib juga sebagai pendiri Koperasi Wasta Karya 1987, Pendiri Museum Banten Lama 1988, Ketua Yayangan Pembangunan Banten 1990 sampai sekarang, anggota Dewan Pertimbangan Gapensi Pusat 1990 sampai sekarang.

Usai dishalatkan, jenazah langsung diserahkan ke negara, oleh perwakilan keluarga yang juga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kemudian menyerahkan ke Korem 063 Maulana Yusuf untuk dilakukan prosesi secara militer. Setelah kurang lebih 15 menit proses penyerahan dan upacara militer, pukul 09:45 WIB, jenazah langsung dibawa ke peristirahatan terakahirnya di Pemakaman Ratu, Desa Pesangrahan, Kampung Lemburjero, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

Chasan Sochib dikuburkan di sisi makam ayahnya, Tubagus Sochib dan ibunya, Ratu Rofiah. Kuburannya juga berdekatan dengan makam anak angkatnya, Ratno Timoer, aktor era tahun 70-an yang terkenal sebagai pemeran pendekat buta, Badra Mandrawata, Si Buta dari Goa Hantu.

Prosesi pemakaman dilakukan secara militer dipimpin Dandim Serang, Letnan Kolonel Wahyu Widodo. Ratusan warga Banten memadati lokasi pemakaman untuk melepas kepergian almarhum. Sejumlah kepala daerah dan pejabat teras di lingkungan Provinsi Banten tampak hadir dalam upacara pemakaman. Hadir juga sejumlah tokoh nasional seperti Ketua Penasehat Partai Golkar, Akbar Tanjung, dan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiqurrahman Ruqi.***