Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Provinsi Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Provinsi Banten. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten

20111125-A1-3-SK-HASIL-PELAKSANAAN-PEMILUKADA-BANTEN-DISERAHKAN-KEPADA-GUBERNUR-1Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).

SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.

Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.

Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.

Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.

Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.

“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.

Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.

Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.

“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.

Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.

“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.

“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.

(hms)

Technorati Tags: ,,,

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Minggu, 30 Oktober 2011

Ratu Atut–Rano Karno Menangi Pilgub Banten 49,64 %

ratu atut rano karnoSerang - Pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten 2011. Perolehan suara itu terungkap dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Pilkada Banten di Serang, Minggu, 30 Oktober 2011.
Pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara terbanyak di tujuh kabupaten/kota dari delapan kabupaten/kota di Banten yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Serang.
Sementara di Kota Tangerang suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari delapan KPU kabupaten/kota menunjukkan, pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno meraih 2.136.035 suara atau 49,64 persen, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita memperoleh 1.674.957 suara atau 38,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki memperoleh 491.432 suara atau meraih 11,42 persen dari total suara sah 4.302.424 suara.
Rapat Pleno terbuka KPU Banten dipimpin Ketua KPU Hambali dan dihadiri empat anggota KPU Banten Didi M Sudih, Nasrullah, Lukman Hakim, dan Agus Supriyatna. Pleno KPU Banten juga dihadiri KPU kabupaten/kota dan Panwas provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat Pleno KPU Banten juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kol Inf Joko Warsito serta unsur Muspida Provinsi Banten.
Namun, rapat pleno terbuka KPU Banten tersebut tidak dihadiri pasangan calon gubernur nomor urut dua dan tiga dan hanya pasangan nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Rano Karno yang datang menjelang akhir rapat pleno.

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Minggu, 16 Oktober 2011

Ratu Atut-Rano Karno Beri Bukti, Bukan Janji

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG - Pasangan Calon Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah selama ini telah memberikan banyak bukti hasil-hasil pembangunan bagi masyarakat Banten. Dan nantipun, bersama Calon Wakil Gubernur H. Rano Karno, akan terus memberikan bukti dengan agenda-agenda pembangunan. Bukan sekadar janji-janji kosong.
Demikian inti dari orasi sejumlah partai koalisi seperti PAN, PKB, Gerindra, Hanura dan lainnya dalam kampanye keempat pasangan nomor urut 1, yaitu Cagub dan Cawagub Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno di lapangan Kramatwatu, Kota Serang, Sabtu (15/10/2011).
"Selama lima tahun kepemimpinannya, Ratu Atut telah memberikan banyak bukti hasil pembangunan di berbagai bidang dan mendapatkan pengakuan melalui berbagai penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Bahkan Pendapatan Asli Daerah hanya dalam waktu dua tahun terakhir mengalami kenaikan Rp 1,5 milyar," kata Ketua DPW PAN Banten Tb. Luay Sofhani.
Disebutkan, Banten kini telah menjadi salah satu lumbung padi nasional, kemudian Laju Pertumbuhan Ekonomi Banten juga naik secara signifikan hingga melampaui angka nasional, jumlah lembaga pendidikan juga mengalami kenaikan, angka kemiskinan absolut berhasil diturunkan, dan derajat kesehatan masyarakat pun berhasil ditingkatkan.
"Semua itu merupakan keberhasilan yang patut disyukuri oleh masyarakat Banten, yang dikenal agamis dan religius. Ciri masyarakat agamis adalah senantiasa bersyukur. Dan oleh sebab itu, mari kita berikan kesempatan kepada Ibu Ratu Atut Chosiyah untuk kembali meneruskan pembangunan di Banten," katanya.
Sementara itu  Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam orasinya menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat selama lima tahun terakhir masa kepemimpinannya. "Saya mengaja mari kita terus memperkuat kebersamaan dan kebersatuan untuk melanjutkan percepatan pembangunan agar Banten lebih cepat mencapai kesejahteraan yang adil dan merata," tambahnya.
Atut berjanji akan bekerja lebih keras dan memberikan yang terbaik bagi Banten, dan tentu saja bersama segenap elemen masyarakat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sangat besar terhadap kemajuan yang telah dicapai Banten selama ini. "Mari kita terus kembangkan kebersamaan dan kebersatuan dengan semangat untuk melakukan pembaruan," tandas wanita pertama yang menjadi gubernur di Indonesia ini.
Sedangkan H. Rano Karno juga mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah menerima dan memberikan dukungan pada dirinya untuk membantu Ratu Atut Chosiyah. Ia mengingatkan kembali pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada segenap kader, pendukung dan simpatisan agar semakin intensif berkonsolidasi untuk memenangkan Pemilukada Banten pada 22 Oktober mendatang.
Rano mengacungkan jempolnya kepada massa pendukung dan simpatisan koalisi partai "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", yang menunjukkan betapa besarnya dukungan yang diberikan dalam setiap kampanye. "Saya melihat sejak kampanye damai hingga hari ini dukungan massa begitu besar. Salut!" kata Rano disambut tepuk sorak massa.
Kampanye keempat di Kramatwatu setelah Rajeg, Cilenggang dan Malingping, menurut Rano, membuktikan betapa kuatnya kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap Banten. "Oleh sebab itu, saya tidak ragukan lagi bahwa pada 22 Oktober nanti anda-anda semua yang hadir maupun tidak dalam kampanye ini akan mencoblos nomor 1," katanya.
Kampanye di lapangan Kramatwatu yang dihadiri sekitar 25.000 massa pendukung dan simpatisan, tak pelak menimbulkan kemacetan yang parah di poros jalan Serang-Cilegon. Sejak pagi hari, arus lalu lintas menuju Serang maupun sebaliknya ke Cilegon sudah sangat padat di sekitar Kramatwatu. Menjelang siang kemacetan total pun tak lagi bisa dihindarkan.
Akibatnya, ribuan massa terpaksa harus berjalan kaki hingga sekitar tiga kilometer untuk sampai ke lokasi kampanye di lapangan Kramatwatu. Penyebabnya, mobil yang mengangkut massa sudah tidak bisa bergerak. Pihak kepolisian pun berupaya mengalihkan arus lalu lintas dari Cilegon ke arah Karangantu.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Banten Very Muchlis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, yang terjebak dalam kemacetan. Ia meminta kepada masyarakat pengguna jalan yang merasa terhambat perjalanannya dan terganggu, dapat memaklumi kondisi yang ditimbulkan akibat kampanye Atut-Rano.
"Kampanye Atut-Rano memang selalu dihadiri puluhan ribu massa pendukung dan simpatisan, sehingga kemacetan lalu lintas sulit dihindarkan. Kami sekali lagi mohon maaf kepada segenap masyarakat," kata Very.

(wp)

Rabu, 17 Agustus 2011

Duet Ratu Atut - Rano Karno dinilai mampu pimpin Banten

PILKADA BANTENJakarta  - Tokoh masyarakat Banten KH Nawawi Syahroni menilai pasangan calon gubernur dan wagub Banten, Ratu Atut-Rano Karno, mempunyai kemampuan memadai untuk memimpin kembali masyarakat Banten dan keduanya juga telah berpengalaman.

Kepada pers di Jakarta, Selasa, Nawawi Syahroni menuturkan bahwa kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat dan dia juga sangat memperhatikan sarana-sarana ibadah, termasuk organisasi keagamaan.

"Ia (Ratu Atut) telah menjalin hubungan harmonis dengan kalangan pondok pesantren termasuk di dalamnya santri, hingga ulama dan kyai," ungkap KH Nawawi yang juga Direktur Eksekutif Lajnah Kajian Syekh Nawawi Al Bantany, Banten, tersebut.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa lembaga pendidikan keagamaan pun tak luput dari perhatian Atut.

Selama menjadi Gubernur Banten, menurut Nawawi, sudah banyak sekolah tingkat Madrasah Ibtidiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang dibantu perbaikan gedung sekolah maupun kelengkapan alat pendukung kegiatan belajar mengajar.

Sementara sosok Rano Karno, menurut Nawawi, selama menjadi Wakil Bupati Tangerang juga tidak pernah terbentur masalah. "Rano adalah sosok pemimpin daerah yang lurus," ucapnya.

Karenanya jika nanti terpilih menjadi Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah, KH Nawawi berharap Rano Karno bisa menjadi pasangan yang representatif yang mampu memenuhi keinginan masyarakat Banten.

Pasangan Ratu Atut-Rano Karno didukung 11 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Banten Bersatu Teruskan Pembangunan, 22 partai nonparlemen, puluhan organisasi masyarakat dan berbagai organisasi profesi dan pengusaha di Banten.

Sedangkan kesebelas partai koalisi itu antara lain Partai Golkar, PDIP, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Peduli Bangsa (PKPB).

Selain itu, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), Partai Damai Sejahtera (PDS), dan Partai Persatuan Daerah (PPD).

(D011)

(ANTARA News)

Sabtu, 30 Juli 2011

Ratu Atut: BUMP Tingkatkan Kesejahteraan Hidup Petani

ratu-atut-dan-bump

SERANG - Para petani di provinsi Banten, tidak akan lama lagi akan memiliki sebuah lembaga perusahaan bernama Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Langkah ke arah itu sudah semakin dekat, setelah digelarnya Workshop Pengembangan BUMP dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, di Ratu Hotel Bidakara, Serang, Jumat (28/07/2011).
Wrokhop yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten dengan dukungan dari PT. Vitafarm Indonesia, menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya pakar CSR, Prof. Dr. Is. Totok Mardikanto, MS, SQM, pakar pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dirjen Hortikultura Deptan RI, Prof. Dr. Ir. Ahmad Dimyati, serta Prof. Guru Bear Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Dr. Ir. Taular Simarmata, MS.
Gubernur Banten yang tampil sebagai "keynote speech" mengatakan, dukungannya terhadap pembentukan BUMP karena lembaga ini tidak saja akan berdampak besar terhadap pemberdayaan petani, di sisi lain bisa menjadi solusi percepatan dalam meningkatkan kesejahteraan hidup para petani di Banten. "Kita harapkan BUMP juga akan memperkokoh ketahanan pangan," tandasnya.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Atut, telah berkomitmen akan memberikan dukungan pada sektor pertanian dengan meningkatkan sarana-prasarana infrastruktur, dengan mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar satu kecamatan yang akan disalurkan pengelolaannya melalui PNPM Pedesaan. "Satu milyar itu pemanfaatannya akan lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur pedesaan termasuk pertanian," tambah Ratu Atut.
Di sisi lain, Pemprov juga berusaha semaksimal mungkin mempertahankan luas lahan pertanian, dengan menetapkan wilayah-wilayah pertanian yang tidak bisa diganggu gugat fungsinya oleh siapapun, baik pemerintah, kalangan swasta atau pihak manapun. Sementara juga terus berupaya mengkondisi wilayah yang masih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian.
"Saya sebagai gubernur yang berasal dari desa, harus memperhatikan pentingnya lahan pertanian dan kesejahteraan para petani, karena hasil kerja keras mereka merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Pemerintah telah berkomitmen akan memprotek lahan-lahan pertanian, terutama daerah lumbung padi seperti Pandeglang dan Lebak," katanya.
Dalam setiap kunjungan kerjanya ke berbagai kecamatan, gubernur wanita pertama dan satu-satunhya di Indonesia ini, juga selalu mengingatkan kepada kalangan petani agar memperhatikan regenerasi tenaga pelaku pertanian dengan menggiatkan pembinaan Kelompok Pemuda Tani. "Sebab, saya khawatir anak-anak muda di pedesaan lebih tertarik mengejar lapangan pekerjaan di sektor industri. Padahal, potensi di sektor pertanian tak kalah bagusnya," tambah Atut.
Ratu Atut mengharapkan, dengan terbentuknya BUMP nanti akan membuka harapan yang lebih cerah bagi para petani, dengan lebih terbukanya kemungkinan sinergi dengan badan usaha daerah (BUMD) maupun badan usaha negara (BUMN), bahkan termasuk dengan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Banten.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Ir. H. Agus M. Tauhid, S. M.Si mengatakan, selain keuntungan dari kepemilikan saham petani, keberadaan BUMP juga memberikan jaminan pasar dan berbagai kebutuhan setiap menghadapi musim tanam. Adanya kepastian akan keuntungan dan kesiapan sarana-prasarana menjelas musim tanam, maka akan memberikan nilai tambah kepada seluruh komponen dalam usaha pertanian. "Tentu saja tidak meninggalkan budaya dan kearifan lokal Banten," tandasnya.

(as, ratuatut.com)

Technorati Tags:

Jumat, 22 Juli 2011

Ulama Serpong Puji Ratu Atut

ratu atut

SERPONG - Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, memberikan acungan jempol sebagai pujian terhadap perhatian Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah terhadap kelembagaan agama dan kehidupan umat beragama.
"Apresiasi layak diberikan kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya, tidak hanya terhadap MUI melainkan juga terhadap eksistensi dan peran para guru ngaji di Banten," kata Ketua MUI Kecamatan Serpong, KH. Abdul Rozak, saat Gubernur Banten melakukan kunjungan kerja, Jumat (22/07/2011).
Abdul Rozak mengutarakan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur, antara lain memberikan dukungan dan dorongan nyata terhadap berbagai kegiatan keagamaan, bukan hanya Islam tetapi juga agama-agama lain yang ada di Banten. "Khusus untuk agama Islam, Ibu Gubernur juga memberikan perhatian yang sangat besar kepada para guru ngaji," tambahnya.
Gubernur, masih menurut Abdul Rozak, juga selalu menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, MUI dan lainnya dalam menjaga suasana kondusif di antara umat beragama. "Ke depan saya berharap Ibu Gubernur juga akan memberikan perhatian kepada Dewan Kesejahteraan Masjid termasuk para marbot masjid," tandasnya.
Selain itu, Gubernur juga bekerja sama dengan MUI Porvinsi Banten dengan menghasilkan sebuah Al Qur'an Mushaf Al-Bantani. "Al Qur'an ini sebuah karya besar para ulama Banten, karena menjadi Al Qur'an yang sangat khas dan menjadi kebanggaan umat Islam di Banten. Apalagi, Ibu Gubernur membagikan Al Qur'an ini secara cuma-cuma kepada semua umat," kata Abdul Rozak, disambut tepuk tangan para hadirin.
Dalam sambutannya Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah langsung merespon pujian tersebut dengan kerendahan hati. "Suasana kondusif antar umat beragama di Banten merupakan hasil kerjasama yang harmonis dari seluruh pihak, termasuk masyarakat Banten pada umumnya yang tidak menginginkan adanya gesekan antar umat beragama," ujarnya.
Ratu Atut berpesan kepada MUI Kecamatan Serpong khususnya dan di seluruh Banten pada umumnya untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan dengan semua pihak seperti Polri, TNI, dan pihak-pihak lainnya untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap kemungkinan munculnya gesekan antar umat beragama.
"Saya menyampaikan apresiasi terhadap MUI Kecamatan Serpong yang hingga sejauh ini dapat berperan aktif dalam menjaga suasana tenang dan damai di wilayahnya dengan terus menerus menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Saya berharap suasana kondusif ini terus dijaga dan dipelihara," kata Atut.
Selanjutnya, Ratu Atut mengimbau kepada MUI Kecamatan Serpong untuk segera membentuk Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), yang selanjutnya akan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten, dalam kaitan pelaksanaan program-program bidang keagamaan khususnya umat Islam.
Ratu Atut selanjutnya juga menanggapi laporan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Serpong dan Forum Kader Posyandu. Gubernur berencana akan melakukan sinergi dengan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany SH MH, terkait pembangunan SMA Negeri yang belum ada di Kecamatan Serpong.
"Ibu Gubernur akan berkoordinasi dengan Ibu Walikota untuk membangun SMA Negeri di Kecamatan Serpong dan mudah-mudahan bisa cepat selesai dibangun. Sedangkan soal lahan akan dipelajari dulu oleh Bapak Camat," kata Ratu Atut.***
(wp, as, ml, ratuatut.com)

102.462 Siswa SD Banten Dapat Beasiswa

SERANG—Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Melalui sarana pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan dan pesan-pesan konstitusi dapat ditanamkan dalam rangka membentuk karakter bangsa (nation character building).

Namun saat ini, masih ada kelompok masyarakat yang tidak mampu/miskin, sehingga tidak dapat mengenyam pendidikan. Untuk itu, Gubernur Banten Ratu Atut bertekad mewujudkan pengalokasian anggaran pendidikan hingga mencapai 20 persen dari APBD.

“Di masa akan datang, peningkatan anggaran pendidikan hingga mencapai 20 persen dari APBD harus terwujud, guna melanjutkan usaha-usaha pemerataan dan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas,” kata Ratu Atut di Pendopo Gubernur, beberapa waktu lalu.

Sementara khusus untuk tahun ini, Banten mendapat kuota Beasiswa Miskin Sekolah Dasar (BSM-SD) sebanyak 102.462 orang/siswa. Beasiswa itu diluncurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, Ajak Muslim, beasiswa itu sesuai dengan UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12 (1) c yang menyebutkan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya”, dan huruf d menyebutkan: “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya,”.

“Untuk mempermudah dan mempercepat akses penyaluran dana BSM-SD, pada tahun anggaran 2011 sebagian besar pengalokasian dana BSM-SD disalurkan dengan dekonsentrasi. Sisanya dilakukan oleh pusat yang pelaksanaannya berpedoman pada emapat asas, yaiitu: efektif, efisien, akuntabel, dan transparan,” kata Ajak Muslim, Kamis (21/7).

Sementara itu, menurut kepala Seksi Sekolah Dasar Dindik Banten, Didin Sihabudin, bantuan/subsisdi itu berupa sejumlah uang tunai yang diberikan secara langsung kepada siswa sesuai criteria yang telah ditetapkan. Penerima beasiswa adalah siswa SD baik negeri maupun swasta yang duduk di kelas I, II, III, IV, V yang ditetapkan sebagai penerima BSM-SD yang ada dalam surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Orang tua miskin adalah orang tua yang tidak dapat membiayai pendidikan anaknya di SD yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah. Sedangkan Lembaga Penyalur adalah Lembaga Penyalur Indonesia yang menyalurkan BSM-SD di daerah.

“Ada 2.025.500 siswa SD se Indonesia yang mendapatkan dana BSM-SD tahun 2011. Nantinya setiap siswa yang masuk kategori miskin tersebut akan menerima dana BSM-SD sebesar Rp360.000 per tahun,” katanya.

Dana tersebut diperuntukkan untuk pembelian buku, baju seragam sekolah, pembelian alat olahraga dan alat keterampilan, pembayaran alat transportasi sekolah, dan keperluan lain yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah.

“Adapun waktu penyaluran beasiswa miskin SD itu mulai bulan Juli sampai dengan 31 Desember,” tegasnya.

(ratuatut.com)

Rabu, 20 Juli 2011

Ratu Atut Lepas KKM Untirta

20110720-A1-GUBERNUR-LEPAS-2226-PESERTA-KKM-UNTIRTA-2

KOTA SERANG – Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah, Rabu (20/7) pagi melepas 2.226 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dari halaman Pendopo Gubernur Banten. Para mahasiswa tersebut akan mengikuti KKM Tematik yang disebar di 2 wilayah di Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.

Dalam pesannnya Gubernur mengingatkan kepada para mahasiswa peserta KKM agar memiliki tekad, kesungguhan, disiplin dan berakhlak mulia dalam melaksanakan KKM Tematik di tengah-tengah masyarakat dengan tidak lupa untuk juga menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan.

“Selama mengikuti KKM, ikuti kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki masing-masing” tegas Gubernur seraya meyakini peserta KKM Tematik Untirta merupakan calon sarjana yang memiliki kualitas, profesionalisme dan akhlak mulia.

Sementara kepada para Kepala Daerah yang menerima para mahasiswa yang akan mengikuti KKM, Gubernur berharap mereka dapat diterima dengan baik , dilayani dengan baik dan dibimbing dengan baik.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unitirta-H. Sholeh Hidayat mengatakan bahwa pelaksanaan KKM Tematik berdasarkan pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional Pasal 20 Ayat 2 yang menegaskan bahwa Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk tema KKM Tematik Untirta tahun ajaran 2010-2011 yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mendorong Partisipasi Aktif dan Kemandirian Masyarakat Terhadap Penguatan Kelembagaan Perdesaan.

Peserta KKM Tematik Untirta tahun 2011 akan diikuti oleh 2.226 mahasiswa yang akan ditempatkan di 7 kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan 4 kecamatan di Kota Cilegon dengan total Desa berjumlah 100 desa.

Kemudian Pembantu Rektor (Purek) Bidang Akademik Untirta-H.Sadeli Hanafi mewakili Rektor Untirta juga menyampaikan hal senada. “Kepada para peserta KKM Tematik telah kami sampaikan agar menjaga nama baik civitas akademika Untirta seperti berperilaku santun di masyarakat sebagaimana perilaku insan akademik dan melakukan pengabdian sebagaimana mestinya” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ketua LPPM Untirta melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) dengan Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten-H.Andika Hazrumy mengenai pengelolaan lingkungan meliputi pembentukan kampung siaga bencana dilanjutkan dengan penyerahan Compact Disk (CD) yang berisi materi penanggulangan bencana dari Tagana kepada LPPM Untirta. Turur hadir dan menyaksikan pada acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten-Ajak Muslim dan Asda II Kabupaten Pandeglang.

(hms banten, kp)

Senin, 18 Juli 2011

Program Keluarga Harapan Membantu Masyarakat Pedesaan

ratu atut dan padi

PANDEGLANG - Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi yaang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang hingga saat ini telah tersebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

"Ibu berharap para pendamping PKH melakukan monitoring secara kontinyu. Anak-anaknya harus terus didampingi untuk dibawa ke sekolah dan bila ada ibu hamil harus dibawa ke puskesmas atau bila ada balitanya harus rutin dibawa ke posyandu," kata Ratu Atut.

Gubernur wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, menekankan pentingnya monitoring dalam pelaksanaan PKH. Sebab, program ini ditargetkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)dan tujuannya untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Ratu Atut melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/07/2011) untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi, serta mendengarkan harapan masyarakat kepada pemerintah. Beberapa masalah yang bisa segera direspon, akan langsung diberikan solusinya.

Antara lain masalah banyaknya masyarakat yang belum menikmati penerangn listrik, Gubernur Ratu Atut langsung memberi solusi program "Lisdes" (Listrik Pedesaan) kepada 441 kepala keluarga di 11 desa, di Cimanuk. Selain itu, Gubernur juga mendorong berbagai aktifitas kegiatan masyarakat.

Program "Lisdes" ditarget juga menyentuh RTSM yang masuk dalam program PKH. Salah seorang pendaping PKH di Kecamatan Jiput, Didin Saepudin, menjelaskan hingga saat ini PKH telah mencakup 17 kecamatan sejak dimulai dari 2008 dengan 5 kecamatan. Dari 17 kecamatan yang masuk dalam PKH mencapai 22.000 KK. Mereka ditangani oleh 109 tenaga pendamping dan 6 orang operator.

"Program ini dievaluasi secara kontinyu setiap tiga bulan, untuk mengetahui apakah sudah ada keluarga yang terlepas dari status RTSM. Itu sebabnya, seperti dikatakan Ibu Gubernur, monitoring memang memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan PKH," kata Didin.***

Share this post :

Senin, 11 Juli 2011

Ratu Atut Ajak Pemuda Banten Minati Pertanian

PANDEGLANG - Semakin besarnya minat anak muda dalam mengejar lapangan pekerjaan di sektor industri, belakangan ternyata cukup menggelisahkan Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah. Ia mengkhawatirkan semakin rendahnya minat kalangan pemuda untuk terjun ke bidang pertanian.

Disadari, pertumbuhan sektor industri pengolahan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 5,14% pada triwulan I 2011, seiring meningkatnya perekonomian nasional yang tumbuh pada level 6,50%, memang menimbulkan tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Meningkatnya investasi yang cukup besar pada industri pengolahan terjadai melalui pembangunan berbagai pabrik baru maupun perluasan dan penambahan pabrik dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pada periode sebelumnya hingga periode ke depan. Indikator realisasi kegiatan usaha sektor industri dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha pun menunjukkan tren yang meningkat.

Hal ini diperkirakan telah mendorong minat kalangan pemuda di wilayah pedesaan pergi ke pusat-pusat industri dengan tujuan mendapatkan pekerjaan. Tentu positif jika dilihat dari sisi upaya menekan angka pengangguran. Namun di sisi lain, muncul masalah baru di pedesaan, di mana proses regenerasi profesi pertanian menjadi terganggu.

Gubernur Hj. Ratu Atut Chosiyah pun cukup mengkhawatirkan kecenderungan semakin menurunnya minat kalangan pemuda untuk menekuni profesi di bidang pertanian. Jika tidak segera mendapat perhatian, hal ini akan dapat menganggu kinerja pertanian Banten di masa akan datang. "Kalau semua beralih ke industri, siapa yang akan memproduksi beras," kata Atut bernada tanya.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan kepada berbagai elemen di bidang pertanian seperti Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan), KWT (Kelompok Wanita Tani) dan lain sebagainya untuk mulai melibatkan kalangan remaja maupun pemuda dalam berbagai program kegiatan yang dilaksanakan. "Hal ini akan dapat menahan laju minat kalangan muda ke industri," tambahnya.
Provinsi Banten memiliki lahan sawah seluas 197.914 ha terdiri dari sawah irigasi 48.401 ha, irigasi setengah teknis 17.275 ha, irigasi sederhana 18.597 ha, irigasi perdesaan 23.767 ha, tadah hujan 88.688 ha dan pasang surut 1.026 ha. Lahan seluas ini, menurutnya, juga membutuhkan banyak tenaga kerja dari kalangan anak muda, sehingga produksi beras Banten dapat berkesinambungan.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Jiput, di Kabupaten Pandeglang, Ratu Atut mengharapkan kepada semua elemen masyarakat di sektor pertanian untuk mengantisipasi masalah kecenderungan minat anak mudanya menacari lapangan pekerjaan di sektor industri. "Mereka harus dibina sejak dini agar mencintai profesi di bidang pertanian," tandasnya.

Ratu Atut mengingatkan bahwa Banten merupakan "10 besar" daerah di Indonesia yang menjadai pemasok produk pertanian nasional. Ia mengharapkan keinginan meningkatkan produksi pertanian di masa mendatang menjadi semangat bersama seluruh stakeholder pertanian di Banten. "Termasuk harus menjadi semangat anak-anak muda di pedesaan untuk ikut meningkatkan produksi di masa mendatang," ujarnya.

Menurut Ratu Atut, jika tidak ada upaya semua pihak untuk membandung minat anak-anak muda terjun ke sektor industri, bukan tidak mungkin tiga lima tahun ke depan Banten akan kekurangan sumber daya manusia di bidang pertanian. Dan jika hal ini sampai terjadi, lanjutnya, posisi Banten akan terlembar dari "10 besar" daerah sentra produksi pertanian nasional.***

WordPress Tags: Ratu,Atut,Tarik,Minat,Pemuda,Pertanian,PANDEGLANG,Semakin,Gubernur,Banten,Chosiyah,Disadari,Meningkatnya,Indikator,Survei,Kegiatan,Dunia,Usaha,Tentu,Namun,Jika,Kalau,Oleh,Gapoktan,Gabungan,Kelompok,Tani,KTNA,Nelayan,Andalan,Wanita,Provinsi,Lahan,Saat,Kecamatan,Jiput,Kabupaten,Mereka,Indonesia,Termasuk,Menurut,pada,anak,muda,dalam,lapangan,pekerjaan,sektor,industri,cukup,mengkhawatirkan,kalangan,untuk,terjun,bidang,pengolahan,yang,nasional,banyak,besar,berbagai,pabrik,baru,maupun,meningkatkan,produksi,periode,depan,dari,pedesaan,pusat,sisi,upaya,masalah,profesi,menjadi,kecenderungan,tidak,akan,dapat,masa,semua,beras,mengingatkan,kepada,elemen,sawah,seluas,irigasi,kerja,mengharapkan,harus,daerah,mendatang,semangat

Open-mouthed smile

share :

http://twitter.com/hjRatuAtut
http://ratuatutchosiyah.wordpress.com/
http://ratuatut.blogspot.com/
http://facebook.com/ratuatutchosiyah
http://ratuatut.com
http://ratuatut.blogdetik.com
http://ibuatut.com
http://bantenbersatu.com

Selasa, 05 Juli 2011

Megawati restui Ratu Atut- Rano Karno Maju Pigub banten

Cilegon - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan rekomendasi bagi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, untuk maju kembali dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2011, bersama Rano Karno sebagai wakilnya.

Rekomendasi terhadap Atut-Rano tersebut disampaikan Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Banten, yang juga Ketua DPP PDIP, Sidarto, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Khusus Daerah (Rakerdasus) PDIP Banten, Selasa (5/7).

"Saya menyampaikan pesan dan rekomendasi yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PDIP, yang menyebutkan Ratu Atut Chosiyah sebagai Calon Gubernur Banten, dan Rano Karno sebagai Calon Wakil Gubernur Banten," katanya menjelaskan.

Rekomendasi yang telah dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan pertimbangan partai. "Hasil survei yang dilakukan oleh DPP PDIP, pasangan tersebut mendapatkan suara tersebut," katanya menambahkan.

Sementara itu, Rano Karno mengatakan, keputusan yang sudah dikeluarkan merupakan amanat yang harus dijalankan. "Saya akan menjalankan amanat yang sudah dikeluarkan dalam rekomendasi DPP," katanya.

Dalam penyampaian rekomendasi Atut-Rano dalam Rakerdasus PDIP yang diselenggarakan di hotel di Kota Cilegon, Ratu Atut Chosiyah tidak hadir. Rano Karno tampak duduk di kursi depan.

Pada Pilgub Banten 2006, PDIP juga merekomendasikan Ratu Atut Chosiyah sebagai Cagub, dan mencoret Marisa Haque, yang saat itu kader dan Anggota DPR RI Fraksi PDIP.

Hadir dalam acara tersebut, Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo, Ketua DPP PDIP Bidang Pemberdayaan Perempuan Ribka Tjiptaning dan Ketua Bidang Komunikasi Infokom DPP PDIP Suyadi. [TMA, Ant]

Ratu Atut: Perempuan Banten Memajukan Ekonomi Daerah

atut pilgubJakarta  - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menegaskan, pemberdayaan perempuan melalui berbagai program kerja di daerah itu diarahkan untuk meningkatkan peran mereka dalam menopang ekonomi keluarga dan juga daerah secara umum.

Ratu Atut mengemukakan bahwa jumlah perempuan yang besar di Banten mempunyai potensi untuk diberdayakan sebagai subyek pembangunan bangsa serta menopang ekonomi keluarga.
Menurut Atut, peranan strategis perempuan dalam menyukseskan pembangunan bangsa itu dapat dilakukan melalui peningkatan peranan perempuan dalam keluarga.

"Perempuan merupakan benteng utama dalam keluarga. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari peran perempuan dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.
Selain merupakan aset, menurut Atut, jumlah perempuan yang demikian besar juga menimbulkan problematika tersendiri di bidang ketenagakerjaan. "Karenanya dengan mengelola potensi perempuan melalui bidang pendidikan dan pelatihan, maka tenaga kerja perempuan akan menempati posisi yang lebih terhormat dan mampu mengangkat derajat bangsa," ujar Ratu Atut.

Terkait kebijakan khusus gender, menurut Gubernur, sejauh ini upaya yang dilakukan pihaknya adalah membuat regulasi untuk kemajuan kesetaraan gender tersebut di Provinsi Banten. Hasilnya Banten telah berhasil meraih predikat ke III dalam keberhasilan program pemberdayaan perempuan. Keberhasilan lainnya yang dicapai adalah laju pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan pertama berada di atas rata-rata.

Kaum perempuan terbukti mampu menopang ekonomi terutama saat krisis melanda negeri ini beberapa tahun yang lalu. Ketika krisis ekonomi di tahun 1997, kaum ibu yang bekerja pada sektor ekonomi mikro langsung bangkit dan tidak diantara mereka yang justru menjadi penopang ekonomi keluarga.

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut


SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Rabu, 29 Juni 2011

Simpan Pinjam Perempuan, Mengentaskan Kemiskinan

tetap semangat kunjungi www.ratuatut.com

SERANG – Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah memberikan pujian kepada Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, yang mencatat tingkat pengembalian 94%. Ibu Gubernur mengimbau agar SPP terus digerakkan, karena telah dirasakan manfaatnya oleh kaum perempuan di seluruh kecamatan di Provinsi Banten.

“Saya sangat bersyukur dengan tingkat pengembalian yang tinggi di kecamatan Cinangka, yaitu mencapai 94%. Saya yakin kecamatan Cinangka termasuk yang paling tinggi tingkat pengembaliannya. Saya pantas memberikan pujian kepada kaum perempuan Cinangka, khususnya yang menjadi anggota SPP,” kata Ratu Atut dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa kemarin (28/06/2011).

Simpan Pinjam Perempuan di Cinangka dapat menggerakkan roda usaha yang dilakukan oleh kaum perempuan. Ekonomi keluarga dan masyarakat secara umum meningkat dengan adanya pinjaman modal usaha. Dengan Simpan Pinjam yang dikelola kaum perempuan, sebagai ibu rumah tangga yang juga melakukan bisnis, maka kemiskinan di Provinsi Banten dapat terkurangi.

Menurut datan yang diperoleh dari PNPM Mandiri Kecamatan Cinangka, dana yang telah digulirkan untuk SPP mencapai Rp 1.1 milyar lebih, yang meliputi 900 kelompok dengan total anggota 7.500 orang. Ratu Atut memberikan semangat kepada para pengurus SPP untuk terus menggerakkan program ini dan berusaha bisa mencapai anggota 10.000 orang.

Sejak 2004 sampai 2010, PNPM Mandiri Kecamatan Cinangka telah mengelola dana Rp 9,375 milyar, di mana sekitar Rp 6,961 miliyar digunakan untuk pembangunan fisik. Bantuan tersebut dikonsentrasikan untuk pembangunan jalan-jalan di Kecamatan Cinangka. Tahun ini memang merespon aspirasi masyarakat tentang kondisi jalan di Banten, termasuk kondisi jalan di wilayah kecamatan. Sementara perbaikan untuk jalan provinsi saat ini sedang dilaksanakan dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

(wp, as, ratuatut.com)

Ratu Atut: Swasembada Beras Perlu diLANJUTKAN

www.ratuatut.com www.bantenbersatu.com www.twitter.com/hjratuatut  www.facebook.com/ratuatutchosiyah www.ratuatut.blogspot.com

Ratu Atut Chosiyah, perempuan cantik yang juga Gubernur Banten, optimistis daerahnya mampu melanjutkan dan meneruskan swasembada beras sekaligus sebagai kontributor terbesar produksi beras nasional.

Menurut Ratu Atut, panggilan perempuan yang selalu tersenyum indah ini di gubernuran, Selasa (28/6), peningkatan produksi beras Banten siap disumbangkan dari Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Technorati Tags: ,

Tahun lalu, ujar dia, Kaduhejo berhasil menaikkan produksinya sekitar 1 ton per hektar lahan berkat program-program yang dicanangkan Departemen Pertanian dan Distanak Provinsi Banten, seperti SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) dan Gerakan Aksi Membangun Pertanian Rakyat Terpadu.

"Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, saya juga tidak bosan-bosan menggaungkan target surplus produksi beras pada 2011 ini, khususnya di kecamatan yang menjadi sentra tanaman padi, seperti Kecamatan Cikeusal dan Padarincang," ujarnya.

Lebih lanjut, Atut mengatakan bahwa pihaknya juga berupaya memberikan dorongan terhadap pengembangkan pertanian.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi, mengatakan, selama ini Pandeglang memberikan kontribusi sangat tinggi terhadap produksi beras Banten, sedangkan Kaduhejo merupakan kecamatan dengan produksi beras yang cukup tinggi.

Berdasarkan catatan yang ada, kontribusi Pandeglang terhadap produksi beras hingga 30,82 persen dari total 2.048.047 ton gabah kering giling (GKG). Hasil itu lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya seperti Lebak (23.69 persen), Kabupaten Serang (20.54 persen) dan Kabupaten Tangerang (20.01 persen).

Peningkatan produksi beras Kaduhejo semakin menonjol sejak adanya aprogram SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu). Program yang diguliskan Departemen Pertanian melalui Dinas Tanbun (Pertanian dan Perkebunan) Kabupaten Pandeglang Banten ini dinilai sangat besar dampaknya.

Dengan adanya SLPTT itu, pada setiap musim tanam produksi pertanian meningkat 1 ton per hektar. Jika sebelumnya rata-rata produksi mksimal sekitar 5,5 ton per hektar, kini meningkat menjadi 6,5 ton per hektar.

Program tersebut tersebar di sembilan desa, di Kaduhejo. Kelompok tani (Poktan) yang menggarap program ini berjumlah 26 poktan penerima program padi dan tiga poktan penerima program jagung.

Areal pertanian yang disediakan untuk mendukung program ini seluas 725 ha, yang terdiri dari 650 ha untuk tamanan padi dan 75 ha untuk tanaman jagung.

Sementara lokasi Laboratorium Lahan Percontohan untuk 29 kelompok seluas 29 ha, yang dialokasikan masing-masing kelompok 1 ha.

Erwan optimistis, produksi beras Kabupaten Pandeglang tahun ini akan meningkat dan bisa mendukung pencapaian target provinsi. Bahkan, bukan mustahil bisa melampaui target.

Provinsi Banten tahun ini manargetkan produksi beras sebanyak 2.190.632 ton gabah kering keliling (GKG), sementara hingga April lalu produksinya sudah mencapai 859.401 ton.

"Kami akan berusaha keras menaikan produksi beras guna mendukung target Banten menjadi daerah swasembada beras dan memberikan kontribusi terbesar bagi produksi tingkat nasional," kata Erwan. (Smile )

Selasa, 28 Juni 2011

Ratu Atut Menghimbau Masyarakat mempopulerkan Batik Banten

sambil santai silahkan kunjungi: www.ratuatut.com www.bantenbersatu.com (adv) Smile

Jakarta - Ratu Atut Chosiah yang juga Gubernur Banten mengimbau masyarakat untuk lebih mempopulerkan baju batik, terutama corak khas Banten, agar makin dikenal dan kelanjutan tradisinya menjadi identitas budaya asli Indonesia.

``Langkah ini untuk melestarikan budaya batik Banten sehingga tidak mudah diklaim negara lain seperti beberapa kasus sebelumnya," ujar Atut dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu (26 juni 2011)

Sejak awal September 2009, ujarnya, Pemprov Banten telah mewajibkan semua PNS menggunakan batik setiap hari Jumat. "Melestarikan budaya batik tidak hanya oleh aparatur pemerintahan. Masyarakat luas juga diharapkan turut serta melestarikan dan mengembangkan budaya batik Banten," ujar Atut.

Hari Batik tersebut, ia menambahkan, digunakan juga untuk mengkampanyekan Batik Banten. Apalagi, kata dia, Banten sudah memiliki motif Batik yang berbeda dengan batik lainnya di Indonesia.

Lebih lanjut Atut menjelaskan bahwa pemakaian batik merupakan keistimewaan tersendiri karena batik sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Dia meminta kepada seluruh masyarakat di Banten untuk terus mensosialisasikan baju batik tersebut.

Batik Banten mulai terdengar sekitar tahun 2003 setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Banten Oktober 2003 tentang pembentukan panitia peneliti batik Banten yang memicu batik ini dibudidayakan.

Menurut Uke Kurniawan, wakil ketua panitia penelitian batik Banten saat itu, sejak adanya SK Gubernur Banten itu telah dilakukan pengkajian motif. Pada dasarnya pengkajian itu telah dilakukan sejak tahun 2002 dan setelah dibentuk panitia penelitian pada Oktober 2003, mulai dilakukan studi banding ke Pekalongan dan Solo.

"Sumber daya arkeologi yang memiliki seni hias Banten belum banyak terungkap. Hal ini yang menjadi bahan pemikiran bersama. Di antara sumber daya arkeologi yang telah terungkap secara sistematik antara lain pada Artefak Terwengkal, hasil penggalian Pusat Penelitian Arkeologi Universitas Indonesia tahun 1976," kata Uke.

Dijelaskannya bahwa transformasi motif dari Terwengkal ke suatu kain batik Banten merupakan upaya-upaya menghidupkan kembali seni hias Banten yang telah hilang sejak abad ke-17. Penyelamatan dan pelestarian potensi kekayaan intelektual masyarakat Banten yang telah hidup ratusan tahun itu telah diwujudkan ke dalam berbagai wahana, baik pada seni hias ornamental bangunan maupun pada seni hias kain yaitu batik.

"Setelah studi banding tersebut, kita mulai membuat contoh batik yang akan diproduksi. Pada bulan Januari, produk batik tersebut kita patenkan di HAKI Tangerang," ujar Uke.(*)

Padi di Pandeglang terus mengalami peningkatan produksi

PANDEGLANG - Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang akan berusaha keras meningkatkan produksi pertanian khususnya beras, untuk menaikkan kontribusinya terhadap produksi pertanian provinsi Banten tahun ini.

Bupati Pandeglang Drs. H. Erwan Kurtubi mengatakan, Kaduhejo selama ini memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap produksi beras di Pandeglang. Sementara Pandeglang merupakan daerah dengan produksi beras tertinggi.

Berdasarkan catatan Distanak Provinsi Banten, kontribusi Pandeglang terhadap produksi beras hingga 30,82 persen dari total 2.048.047 ton gabah kering giling (GKG). Hasil itu lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya seperti Lebak (23.69%), Kabupaten Serang (20.54%) dan Kabupaten Tangerang (20.01%). Peningkatan produksi beras Kaduhejo semakin menonjol sejak adanya aprogram SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu). Program yang diguliskan Departemen Pertanian melalui Dinas Tanbun (Pertanian dan Perkebunan) Kabupaten Pandeglang Banten ini, dinilai sangat besar dampaknya.

Berkat SLPTT, pada setiap musim tanam produksi pertanian meningkat 1 tom per hektar. Jika sebelumnya rata-rata produksi mksimal sekitar 5,5 ton per hektar, kini meningkat menjdi 6,5 ton per hektar. Program tersebut tersebar di sembilan desa, di Kaduhejo. Kelompok tani (Poktan) yang menggarap program ini berjumlah 26 poktan penerima program padi dan tiga poktan penerima program jagung.

Areal pertanian yang disediakan untuk mendukung program ini seluas 725 ha, yang terdiri dari 650 ha untuk tamanan padi dan 75 ha untuk tanaman jagung. Sementara lokasi Laboratorium Lahan Percontohan untuk 29 kelompok seluas 29 ha, yang dialokasikan masing-masing kelompok 1 ha.

Erwan optimistis, produksi beras Kabupaten Pandeglang tahun ini akan meningkat dan bisa mendukung pencapaian target provinsi. Bahkan, bukan mustahil bisa melampaui target. Provinsi Banten tahun ini manargetkan produksi beras sebanyak 2.190.632 ton gabah kering keliling (GKG), sementara hingga April lalu produksinya sudah mencapai 859.401 ton.

"Kami akan berusaha keras menaikan produksi beras guna mendukung target Banten menjadi daerah swasembada beras dan memberikan kontribusi terbesar bagi produksi tingkat nasional," kata Erwan.

Dikatakan, kebijakan peningkatan produksi padi didukung Gerakan Aksi Membangun Pertanian Rakyat Terpadu. Selain itu juga melanjutkan dan memantapkan kegiatan tahun sebelumnya yang terbukti sangat baik kinerjanya dan hasilnya, antara lain bantuan benih, subsidi pupuk, alsintan, pengelolaan tanaman terpadu melalui sekolah lapangan.

“Selain itu juga ditopang dengan pembangunan sentra-sentra pupuk organik berbasis kelompok tani serta peningkatan dan penerapan manajemen pembangunan pertanian yang akuntabel dan good governance,” jelasnya.***

Jumat, 10 Juni 2011

Mengaji dan Mengkaji al-Quran dengan Gemmar Mengaji


Ratu Atut Chosiyah


PROVINSI Banten merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan penerapan program "Gerakan Maghrib Mengaji" (Gemmar Mengaji), di samping DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya sebagai Gubernur sangat antusias untuk menyukseskan program ini. Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai kecamatan, saya selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat khususya warga Muslim untuk aktif ikut mengembali kebiasaan mengaji selepas melaksanakan shalat maghrib.

Mengaji sesudah shalat maghrib, dulu menjadi kebiasaan yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banten. Namun, kebiasan tersebut lambat laun makin menghilang. Sudah semakin jarang terlihat anak-anak berbondong-bondong membawa Al-Qur'an ke masjid maupun ke rumah guru ngaji. Padahal, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan remaja dan pemuda. Dengan mengaji dan mengkaji Al-Qur'an merupakan solusi efektif dalam membentengi anak-anak dari segala pengaruh buruk.

al-Quran Mushaf Al-Bantani yang saya bagikan dalam setiap kesempatan berkunjung ke masyarakat saya menekankan pentingnya peran kaum ibu untuk menghidupkan kembali kebiasaan mengaji maghrib dalam kehidupan masyarakat.

Para ibu biasanya lebih dekat dengan anak-anaknya. Kaum perempuan sangat potensial untuk dapat menyukseskan program Gemmar Mengaji. Sehabis menunaikan sholat Maghrib, anak-anak dibimbing untuk belajar mengaji, baik mengajarkan sendiri di rumah maupun melalui guru ngaji yang ada di lingkungan masing-masing. Mengaji merupakan upaya mengenalkan dan memperdalam isi kandungan Al-Qur’an agar umat manusia bisa memahami dan melaksanakan makna yang terkandung di dalamnya.

Saya mengingatkan kepada seluruh warga Banten terhadap tayangan media yang negatif khususnya televisi, tugas orang tua mendampingi dan memberikan masukan positif bagi anak, agar dapat menyaring dan memilah yang baik.

Program Gemmar Mengaji akan sukses jika dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah, khususnya melakukan pembinaan bidang pendidikan agama. Melalui keluarga yang kokoh tingkat keyakinan dan pemahamannya terhadap ajaran agama, akan mewujudkan bangsa atau daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun gofuur.

Terimakasih.