Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Banten Bersatu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banten Bersatu. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

3 SK Pemilukada Banten diserahkan KPU kepada Gubernur Banten

20111125-A1-3-SK-HASIL-PELAKSANAAN-PEMILUKADA-BANTEN-DISERAHKAN-KEPADA-GUBERNUR-1Serang - Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah menerima 3 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012-2017 dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Jum’at (25/11).

SK hasil penyelenggaraan pemilukada Banten diserahkan Ketua KPUD Banten-Hambali. Dalam acara penyerahan dokumen, Hambali disertai Komisioner KPUD Banten dan Sekretaris KPUD Provinsi Banten-Erik Sihabudin.

Ketiga berkas dokumen yang disampaikan KPU Banten di Pendopo tersebut adalah copy/salinan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perkara Nomor 114, 115, 116/PHPU.D-IX/2011 Perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 55/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011; dan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten Nomor : 56/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2011 Tanggal 30 Oktober 2011 Tentang Penetapan Calon Terpilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2012 – 2017 Pada Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Tahun 2011.

Usai menerima 3 dokumen dari Ketua KPUD Banten, Gubernur terpilih periode 2012-2017 menyatakan rasa syukur dan mengungkapkan apresiasi terhadap masyarakat Banten, kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan, serta kepada instansi-instansi yang telibat dalam pelaksanaan pemilukada.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada masyarakat yang telah mengawal dan melaksanakan tahapan pemilukada dengan baik” katanya.

Dihadapan jajaran KPUD Banten, Gubernur mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan pemilukada yang telah berjalan dengan lancar, jujur, terbuka dan adil. Menurutnya, sekalipun pemilukada Banten harus melewati dulu berbagai dinamika yang sangat melelahkan. Dinamika seperti itu merupakan proses berdemokrasi.

Tahapan seperti gugatan pemohon calon gubernur lain yang tidak puas dengan ketetapan pemenang dari KPU Banten walau sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi tetapi akhirnya tahapan-tahapan itu telah dilewati bersama-sama dengan baik.

“Alhamdulillah proses persidangan sengketa pemilukada Banten telah usai dan MK menyatakan menolak gugatan dari ketiga pemohon dan hari ini secara resmi SK-nya dapat saya terima” ucapnya.

Ratu Atut Chosiyah yang juga calon gubernur (cagub) terpilih periode 2012-2017 menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilukada tidak lepas dari peran seluruh masyarakat Banten yang telah menempatkan diri sebagaimana mestinya dalam berpolitik. Oleh karena itu hasil pelaksanaan pemilukada Banten memenangkan pasangan cagub dan cawagub dari nomor urut 1.

Pemilukada juga tidak lepas dari peran Muspida, Kapolda, jajaran instansi vertikal yang telah sama-sama mensukseskan pemilukada.

“Saya juga mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada masyarakat atas apresiasi dan partisipasinya dalam penyelenggaraan tahapan pemilukada di Banten dan kepada KPUD Banten yang telah menyerahkan 3 dokumen hasil pemilukada dan ketiga dokumen ini akan menjadi sejarah bagi Banten” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur juga berharap persiapan untuk pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 pada 11 Januari 2012 mendatang dapat segera disiapkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui Biro Pemerintahan dan SKPD terkait juga akan terus memantau persiapan pelantikan tersebut, dan diharapkan maksimal pada akhir Desember surat keputusan dari Presiden sudah selesai” tambah Gubernur.

Ketua KPUD Provinsi Banten juga menyampaikan bahwa penyerahan salinan keputusan MK, salinan Rekapitulasi Hasil Penghitungan perolehan suara dan Penetapan calon terpilih, merupakan kewajiban KPUD Provinsi kepada DPRD Banten dan Gubernur selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah menerima surat keputusan dari MK.

“Kemarin kami juga telah menyampaikan berkas yang sama kepada Ketua DPRD Provinsi Banten untuk selanjutnya DPRD menindaklanjuti dengan membuat surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri” ungkap Hambali.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Tata Praja Provinsi Banten-H.Anwar Mas’ud menerangkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jadwal pelantikan yang akan disesuaikan dengan agenda Menteri Dalam Negeri RI.

“Semua dokumen persyaratan sebelumnya telah dilengkapi pula kepada DPRD Banten dan Kemendagri tinggal menambahkan Surat Keputusan MK yang alhamdulillah baru hari ini kita resmi menerima dari KPUD Provinsi Banten” terangnya.

(hms)

Technorati Tags: ,,,

Senin, 21 November 2011

Atut-Rano siap terima putusan MK

Atut-Rano siap terima putusan MK Jakarta (ANTARA News) - Menjelang pembacaan putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (22/11), pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut-Rano Karno (Atut-Rano), mengemukakan bahwa siap menerima apa pun keputusan itu.
"Tim Atut-Rano siap menerima apa pun keputusan MK dengan lapang dada dan legowo," kata Juru Bicara Atut-Rano, Iwan K. Hamdan, dalam siaran persnya, Senin, berkaitan dengan sidang sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada Banten).
Iwan juga menyatakan, sikap Atut-Rano ini seharusnya juga diikuti oleh pemohon, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H. Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki, serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Pihak Atut-Rano berkeyakinan, berdasarkan fakta persidangan, maka MK akan mengukuhkan kemenangan Atut-Rano sebagaimana hasil keputusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.
"Hari Selasa (22/11) adalah hari pengukuhan, bahwa sejatinya kami telah menang dengan cara yang terhormat, melalui proses yang begitu bermartabat dan dalam suasana pilkada yang hebat," ujarnya.
Iwan juga menyatakan, dalam sidang keputusan hari Selasa, pasangan calon Atut-Rano akan hadir dalam ruang sidang, mengikuti dan menyimak apapun keputusan yang dibacakan oleh Ketua MK, Mahfud MD.
"Ini adalah bentuk sikap siap menang siap kalah dari pasangan calon Atut-Rano dalam mengikuti semua proses pilkada Banten," katanya.
Sengketa Pilkada Provinsi Banten ini dimohonkan oleh dua pasangan, yakni pasangan Wahidin Halim - Hj. Irna Narulita dan pasangan H Jazuli Juwaini LC - Makmun Muzakki serta bakal calon dari independen Dwi Jatmiko - Tjejep Mulyadinata.
Para pemohon mengajukan gugatan ke MK karena memiliki cukup bukti dugaan kecurangan dalam Pilkada Banten.
Dalam permohonannya ini, para pemohon meminta ke MK memerintahkan KPU untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan alasan banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan pasangan Ratu Atut Chosiyah - Rano Karno.
Pemohon menilai pasangan Atut-Rano melakukan pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif seperti dugaan politik uang, ketidaknetralan penyelenggara Pilgub dan pengerahan birokrasi.
Hasil Pilkada Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut satu (Atut-Rano) dengan perolehan sebesar 49,65 persen suara.
(T.J008/I007)

Editor: Priyambodo RH

Sabtu, 02 Juli 2011

Rakyat Kecil Sangat Suka Ratu Atut


SETIDAKNYA dalam dua hari terakhir, terjadi dua peristiwa yang mengagumkan. Kedua peristiwa itu terjadi saat kunjungan kerja Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ke Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang (28/06/2011) dan ke Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Bagaimana tidak membuat kita terkagum-kagum? Ratusan warga di dua desa tersebut, sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 10.00 WIB, padahal sesuai jadwal acara Ratu Atut baru akan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Kamis, 23 Juni 2011

Ratu Atut Terima Penghargaan dari Presiden


Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah hari ini, 23 Juni 2011, menerima penghargaan Satya Lancana Wira Karya dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui kementerian Pertanian. Penyematan direncanakan pada puncak acara Penas XIII tahun 2011 di Stadion Madya GOR Aji Imbut Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Satya Lencana Wira Karya adalah sebuah tanda penghargaan yang dikeluarkan dan diiberikan kepada warga negara Indonesia yang telah sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan Negara.
Penghargaan diberikan kepada gubernur wanita pertama dan satu-satunya Indonesia ini karena dinilai telah berjasa mengembangkan potensi kelautan dan perikanan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah Banten.
“Penghargaan ini untuk masyarakat pesisir khususnya, dan seluruh warga Banten pada umumnya,” kata Ratu Atut usai menerima penghargaan.
Ratu Atut mengakui masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di bidang kelautan dan perikanan di masa mendatang. Misalnya, pengembangan teknologi untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan potensi pariwisata. Oleh sebab itu, di masa mendatang hal ini akan menjadi focus perhatiannya agar percepatan pembangunan dapat tercapai di wilayah pesisir Banten.
Sejauh ini, daya beli petani dan nelayan yang ditunjukkan dari meningkatnya Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Banten secara umum sudah berada dalam trend peningkatan. Setidaknya, jika dilihat dari NTP Triwulan IV 2009 yang masih pada angka 99,67 hingga kini telah mencapai 104,34 pada triwlan I 2011. DATA YANG DIRILIS Bank Indonesia Serang, Mei lalu itu tentu merupakan indikasi meningkatnya kesejahteraan masyarakat nelayan dan pesisir di Banten.
Namun, Ratu Atut masih merasa belum puas dengan peningktan itu karena masih ada jarak yang siginifikan antara sektor perikanan dengan sektor lainnya seperti pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Maka untuk memacu laju percepatan pembangunan kelautan dan perikanan bagi Ratu Atut sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi pada masa akan datang.
“Nasib nelayan dan masyarakat pesisir pada umunya harus menajadi perhatian saya,” tambahnya. Ratu Atut juga sudah berkomitmen dengan seluruh stakeholder di bidang kelautan dan perikanan untuk mengembangkan pariwisata yang sangat besar potensinya di wilayah Banten. Salah satu lokasi yang akan dikembangkan sebagai tujuan wisata adalah pesisir selatan, tepatnya di Kecamatan Malimping, Kecamatan Bayah dan Sawarna Kabupaten Lebak.
Hal ini bukan omong kosong, terbukti akses jalan menuju lokasi tersebut saat ini sedang dalam proses perbaikan.
“Akses jalan yang baik merupakan syarat utama untuk mengundang orang datang ke pesisir pantai selatan Banten. Selanjutnya, bekerjasama dengan pemerintah kabupaten secara bertahap akan dikembangkan sarana dan prasarana lainnya di lokasi tersebut. Untuk itu, tahun depan saya akan menambah alokasi dana dari APBD untuk percepatan pembangunan kelautan dan perikanan,” paparnya.
Ratu Atut sangat ingin mewujudkan impiannya menjadikan Banten sebagai daerah penghasil terbesar produk perikanan di Indonesia. Setidaknya pada tahun 2012 mendatang, Banten sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun industri terhadap produk perikanan. Bahkan, Banten harus bisa menjadi pemasok produk perikanan ke daerah-daerah pada masa mendatang.

Kamis, 09 Juni 2011

Usung Atut, Golkar Tangsel Targetkan 50 Persen Suara


DPD Partai Golkar akan segera menggelar Rakerda pada 19 Juni mendatang yang salah satu agendanya adalah membentuk tim pemenangan Pilgub Banten untuk wilayah Tangsel. Hal itu dilkukan dalam rangka memenangkan Cagub yang disusung DPP Partai Golkar, yakni Ratu Atut Chosiyah
“Golkar Tangsel akan segera membentuk pengurus kelurahan (Pekel) yang tersebar di 17 Kecamatan yang di Tangsel. Sebab saya yakin, kalau mesin partai berjalan dengan baik, kemenangan Pilgub Banten akan diraih Partai Golkar,” ujar Sihabuddin Hasyim, Ketua Pembina Wilayah DPD Partai Golkar Tangsel.
Sihabuddin melanjutkan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tangerang Selatan menargetkan 50 persen suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten Oktober mendatang. Ini sesuai dengan target suara yang diperoleh Golkar saat mendukung pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam Pemilukada Tangsel.
Menurutnya, patokan Golkar dalam perolehan suara adalah saat Pemilukada Tangsel. Dalam Pemilukada Tangsel, Golkar Tangsel berhasil meraih 50 persen suara.
“Persoalan pasangan siapa saja yang diusung Partai Golkar, kami mengikuti keputusan para petinggi partai. DPD Partai Golkar Tangsel tidak mau merecoki kebijakan partai dalam menetapkan pendamping Cagub (Atut, red),” katanya.
Untuk memenangkannya, pihaknya terus melakukan konsolidasi di internal partai, agar saat tahapan hingga pencoblosan Cagub dan Cawagub Banten, mesin Partai Golkar Kota Tangsel berjalan dengan baik. (mhl).

Atut Apresiasi Kelompok Simpan Pinjam Perempuan di Lebak


LEBAK—Gubernur Banten Hj.Ratu Atut Chosiyah mengapresiasi Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, yang telah mampu mengelola dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan dana SPP untuk pemanfaatan dan pengembangan perekonomian masyarakat.
Apresiasi disampaikan Gubernur dalam pertemuan dengan Kelompok SPP di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Selasa (7/6). SPP dapat mengembangkan ekonomi masyarakat. Dengan besaran Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta, anggota kelompok SPP dapat membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dengan usaha kecil.
“Pemerintah Provinsi Banten akan terus berkomitmen memfasilitasi dan membina kelompok SPP guna efektivitas pemanfaatan dana SPP. Tingkat pengembalian pinjaman harus terus ditingkatkan, harus lebih dari 80 persen” ungkap Gubernur.
Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Kec.Muncang, Dewi Hardini mengatakan, untuk meningkatkan persentase pengembalian dana SPP, ia bersama pelaku PNPM melakukan validasi kelompok untuk mengetahui kendala kemacetan pengembalian untuk kemudian menentukan reschedule pola pengembalian.
“Di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, terdapat 173 kelompok dengan jumlah anggota mencapai 1.700 orang. Dari seluruh anggota SPP umumnya dana pinjaman digunakan untuk modal usaha seperti membuka warung, pedagang suluhan, kredit baju, maupun usaha kelontongan” ungkap Dewi Hardini.
Untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2012 telah menganggarkan bantuan untuk 154 kecamatan se-Provinsi Banten. Bantuan akan dikelola oleh PNPM Mandiri dengan program padat karya, fokusnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan, pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sumber: Editorhumasprotokol

Minggu, 29 Mei 2011

Ratu Atut: TNI AD berkontribusi terhadap percepatan pembangunan

SERANG- Ratu Atut mempunyai pendapat positif bagi TNI AD yang telah memberikan banyak kontribusi besar bagi percepatan pembangunan di Provinsi Banten. “Keberadaan TNI AD telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa terhadap percepatan pembangunan di Provinsi Banten di berbagai bidang” tutur Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah saat menghadiri HUT ke 65 Kodam III SLW dan HUT ke 45 Korem 064 MY Tahun 2011 di Alun-alun Barat Kota Serang, Jum’at (27/5).

Gubernur mengungkapkan bahwa sebagai masyarakat Banten mestinya berbangga, karena Banten termasuk daerah yang sangat kondusif kemanannya. “Selaku Gubernur Banten, saya merasa terbantu oleh kinerja TNI AD, baik wilayah teritorial Korem 064 MY maupun wilayah teritorial Korem 052 Wijayakrama”, ungkap nya.

Gubernur berharap momentum HUT TNI AD ini dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap kinerja TNI Angkatan Darat satu tahun kebelakang dan dapat meningkatkan eksistensinya dan perannya yaitu dalam rangka mengemban tugas amanat mempertahankan wilayah NKRI termasuk Provinsi Banten dan semoga sinergi antara pemerintah dan TNI dalam menata kehidupan masyarakat Banten kearah yang lebih baik lagi senantiasa dapat dilaksanakan dengan kebersamaan.

Gubernur mengajak kepada masyakat banten agar senantiasa menjaga stabilitas keamanan, rasa persaudaraan diantara kita, agar terwujud apa yang menjadi harapan yaitu percepatan pembangunan di Provinsi Banten dapat tercapai. Banten memperoleh wilayah rangking tertinggi diminati oleh investor.

Sementara itu Danrem 064/MY Kolonel Inf Joko Warsito menyampaikan bahwa pada masanya dahulu ketika Banten belum berpisah dengan Jabar, Siliwangi sampai ke Banten, sehingga rakyat Jawa Barat dan Banten adalah Siliwangi, siliwangi adalah masyarakat Jabar dan Banten. Pada awal berdirinya dimulai tahun 1962 memang ada operasi terhadap gerakan DI TII dan kemudian berkelanjutan diresmikanlah pada masanya oleh Menteri Angkatan Darat menjadi Korem 064 Maulana Yusuf. Wilayahnya meliputi 3 kodim yaitu kodim cilegon, kodim Pandeglang dan Kodim Serang. Sekarang bertambah dengan kodim lebak. “Kita Berjuang demi kepentingan masyarakat dan ke Indonesiaan kita dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia” Kata Danrem. Danrem menambahkan bahwa dalam rangka ulangtahun ini terdapat kegiatan-kegiatan seperti bhakti TNI, kegiatan sosial, olah raga bersama dan puncaknya diadakannya pentas seni bersama-sama dengan masyarakat. Kami sadar betul bahwa TNI dengan rakyat seperti ikan dengan air dalam arti tidak bisa dipisahkan dan tidak boleh dipisahkan, untuk itu TNI bersama-sama dengan masyarakat menghadapi permasalahan apapun yang dihadapi. Kedepan yang dihadapi tidak lebihringan dari sebelumnya untuk itu perlu dibutuhkan kembali soliditas kebersamaan diantara kita semua, kita kembangkan dan ditingkatkan.

Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ir. H.Muhadi, MSP, DPRD Banten, Kapolda, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Negeri, dan para Kasepuhan Banten.

(as, humas banten, ratuatut.com)

Wapres Boediono resmikan STIE Prasetya Mulya


TANGERANG - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Boediono meresmikan program S-1 dan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Prasetiya Mulya, di Bumi Serpong Damai Barat I Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (27/5/2011) . Peresmian ditandai penandatanganan batu prasasti oleh Wapres Boediono.

Turut hadir dalam peresmian itu, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Wakil Bupati Tangerang Rano Karno, dan Chairman Executive Board Yayasan Prasetiya Mulya Djisman S Simanjuntak.

Wapres berbicara mengenai pentingnya pendidikan untuk menyiapkan generasi muda masuk ke dunia kerja. Menurut Wapres, ke depan akan makin banyak generasi-generasi muda produktif yang muncul. Namun, jika tidak disiapkan, deviden demografi ini bisa mendatangkan kerugian.

"Ini potensial, tapi ada aspek di mana mereka tidak dapat pekerjaan dan akhirya timbul gonjang-ganjing. Ke depan harus dibuka jalan bagi anak-anak ini untuk mendapat kerja atau mendapat ruang untuk berkiprah secara produktif," kata Wapres.

Gubernur Banten, dalam sambutannya mengaku sangat bahagia dengan didirikannya STIE Prasetiya Mulya dilingkungan Provinsi Banten. Dia berharap, STIE Prasetiya Mulya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Banten. Di usia yang ke-11, Provinsi Banten memiliki 104 perguruan tinggi, empat di antaranya perguruan tinggi negeri. ”Semakin banyak sarana pendidikan yang menelurkan bibit unggul penerus bangsa, " terangnya.

Gubernur menaruh harapan besar pemerintah pusat memberi perhatian lebih pada pendidikan menengah atas di Provinsi Banten. Pasalnya, angka partisipasi kasar (APK) sekolah menegah atau setingkat MA/SMK/SMA/LB di Banten masih di bawah rata-rata Nasional. “Penyebabnya salah satunya karena kekurangan ruangan kelas,”ujar Gubernur.

"STIE Prasetiya Mulya memiliki visi besar mendukung program mencerdaskan anak bangsa. Peresmian program sarjana Strata 1 (S-1) merupakan wujud dari keseriusan tersebut," ujar Djisman dalam kata sambutannya.

(humasbanten)