Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 08 Agustus 2011

Ratu Atut selalu terus bekerja walau hari libur

PANDEGLANG - Meskipun Minggu (07/07/2011) merupakan hari libur dan merupakan hari puasa Ramadhan, Hj. Ratu Atut Chosiyah tetap menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Banten, dengan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang. Kehadirannya disambut antusias ribuan masyarakat, yang telah menanti sejak pukul 11.00 WIB.
Ketua PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Bojong, Titin Mulyani, menyatakan salut kepada Gubernur Atut yang tetap bekerja mengurus rakyat Banten, meskipun di hari libur. Pujian serupa juga datang dari Camat Bojong Adhariadi dan sejumlah Kepala Desa yang hadir.
"Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada Ibu Gubernur yang mau mengorbankan waktu liburnya untuk meninjau secara langsung seluruh kegiatan masyarakat Bojong. Apalagi, hari ini merupakan hari puasa Ramadhan, tetapi beliau tetap semangat bekerja untuk rakyat," kata Titin.
Sebaliknya, Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah juga memberikan acungan jempol sebagai pujian kepada Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.
"Ibu sangat mengapresiasi kinerja PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Bojong, yang telah mengalokasikan dana hingga Rp9,4 milyar sejak 2001 hingga 2010 dan tingkat pengembalian pinjaman Simpan Pinjam Perempuan yang bisa melampaui 82,4 persen," kata Gubernur Atut.
Atut mengatakan, berdasarkan hasil survey, Simpan Pinjam Perempuan (SPP) terbukti sangat besar manfaatnya, terutama untuk memberdayakan kaum perempuan. Para anggota SPP mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya dari pinjaman PNPM Mandiri Pedesaan yang digunakan untuk menjalankan usaha.
Gubernur berpesan kepada pelaku PNPM Mandiri Pedesaan untuk terus meningkatkan kinerjanya dan terus mengalokasikan dana untuk SPP. "Kalau bisa tingkat pengembalian, karena masih terlalu dekat dengan batas maksimal 80 persen. Jaraknya hanya 2,4 sehingga masih harus terus ditingkatkan, kalau bisa menembus 90 persen," tambahnya.
Dari Rp.9,4 milyar yang dialokasikan selama 10 tahun terakhir, PNPM Mandiri Bojong telaha mengalokasikan dana untuk fisik sekitar Rp.7,9 milyar lebih, SPP Rp. 693,6 juta dan UEP Rp1,3 miliar lebih untuk Usaha Ekonomi Pedesaan (UEP). SPP Bojong saat ini telah memiliki 108 kelompok dengan anggota 890 orang dan 58 kelompok UEP dengan anggota 875 orang.
Sementara alokasi dana untuk 2011 ini mencapai Rp.3 milyar yang dipergunakan untuk pengaspalan, Pendidikan Anak Usia Dini, MCK dan Poskesdes. Gubernur Atut secara khusus mengingatkan agar juga dialokasikan dana untuk pembangunan gedung Posyandu dan sarana prasarana lainnya.
Kunjungan kerja Gubernur Atut ke Bojong juga dihadiri Siti Erna Nurhayati, istri Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, yang bertindak selaku Ketua Tim Penggerak PKK Tingkat Kabupaten. Juga hadir Ny. Endjang Sadina, istri Sekda Pandeglang.
Saat akan meninggalkan lokasi kunjungan kerja, Gubernur Atut harus menghabiskan waktu sekitar 45 menit untuk menyambut masyarakat Bojong, mulai dari kaum ibu hingga anak-anak, yang ingin bersalaman. Antusias terlihat dengan berdesak-desakannya masyarakat untuk mendapatkan kesempatan.***

 

Kamis, 04 Agustus 2011

Banten Masih Butuh Ratu Atut

ratu-atut-dan-anakanakRANGKASBITUNG - Kepala Desa Malabar Jubed Pasmi ser­ta tokoh masyarakat De­sa Asem Margaluyu, Kecamatan Cibadak, Nah­rowi menilai, Ratu Atut Chosiyah masih di­bu­tuhkan untuk me­mim­pin Banten. Dengan begitu, program pem­bangunan yang telah dilakukan terus berlanjut. “Saya menilai Ibu Atut layak untuk kembali memimpin Banten. Oleh karena itu, kami siap mendukungnya,” ujar Jubed kepada Radar Banten, Selasa (2/8).
Dia berharap, Atut akan lebih memer­ha­tikan pembangunan di wilayah pedesaan jika dalam Pilgub Banten, 22 Oktober mendatang, terpilih kembali se­bagai Gubernur Banten. Mengingat, banyak wilayah pedesaan yang minim sarana pendidikan, kesehatan, maupun keagamaan. “Seperti halnya di desa kami (Malabar-red), masih belum memiliki madrasah diniyah, posyandu, serta majelis taklim yang semoga bisa dibantu oleh Pemprov Banten bila Ibu Atut kem­bali terpilih menjadi gubernur,” katanya.
Sementara, tokoh masyarakat Desa Asem Margaluyu Nahrowi meng­ung­kap­kan keraguannya jika Gubernur Banten dijabat orang baru. Dia khawatir, program pembangunan Pemprov Banten yang tengah berjalan itu tidak ber­ke­lanjutan. “Kami berharap, Ibu Atut kem­bali memimpin karena saya yakin, beliau sudah tahu betul, apa yang sedang di­butuhkan masyarakat saat ini. Apalagi be­liau kini sedang fokus terhadap pem­bangunan hingga di tingkat desa. Sehingga desa kami (Asem Margaluyu-red) yang kini membutuhkan posyandu, madrasah di­niyah, serta majelis taklim akan di­realisasikan Ibu Atut,” kata Nahrowi. (day/don)

(RB)

Minggu, 31 Juli 2011

Ratu Atut harap Masyarakat menjaga kerukunan antar Umat beragama

DSC_5376

Serang-Gubernur Banten ,Hj Ratu Atut Chosiyah,SE menghadiri acara
pembinaan penyuluh agama non islam Se Provinsi Banten di Kantor
Kementerian Agama Provinsi Banten,Sabtu 30 Juli 2011.

Dalam sambutanya Gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE mengatakan
menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan
pembinaan penyuluh dari unsur kristen, katolik, hindu, budha dan
konghucu, dalam rengka meningkatkan eksitensi dan perannya, terutama
dalam melakukan pembinaan kepada ummatnya agar dapat menjadi insan
yang senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang
maha kuasa dan acara ini juga menjadi media silaturahmi antar penyuluh
agama, sebagai salah satu figur penting guna memberikan pengetahuan,
pemahaman, penghayatan dan pengamalan umatnya agar senantiasa
memperkuat jalinan persaudaraan dalam rangka mewujudkan keharmonisan
dan kerukunan antar intern umat beragama maupun antar umat beragama,
dan umat beragama dengan pemerintah.

Gubernur lebih lanjut mengatakan kegiatan ini juga merupakan salah
satu wujud kesungguhan kita dalam membangun komunikasi antar penyuluh
agama maupun dengan pemerintah dalam rangka bersama-sama menangkal
gerakan radikalisme di masyarakat yang sesungguhnya tidak selaras
dengan nilai-nilai ajaran agama yang menjunjung tinggi persaudaraan
dan perdamaian.berkenaan dengan hal tersebut, pada kesempatan yang
berbahagia ini, selain ingin mengajak secara bersama-sama seluruh umat
beragama dan masyarakat banten pada umumnya untuk senantiasa
meningkatkan kualitas iman dan taqwa, saya juga mengajak seluruh
masyarakat banten dengan berbagai latar belakangnya, untuk senantiasa
membina kerukunan, khususnya kerukunan hidup beragama, baik antar
intern umat beragama, antar umat beragama maupun antar umat beragama
dengan pemerintah.  dengan demikian kita dapat secara optimal
mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik, secara material maupun
spiritual.

Pembinaan penyuluh agama yang dilakukan oleh kantor wilayah
kementerian agama provinsi banten diharapkan dapat membangun visi
bersama guna mewujudkan masyarakat yang taat beragama, maju,
sejahtera, cerdas serta saling menghormati antar sesama pemeluk agama
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah
negara kesatuan republik indonesia.

Sementara itu,Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Banten,Iding Mujtahidin mengatakan Penyuluh agama adalah para juru penerang penyampai pesan bagi
masyarakat mengenai prinsip-prinsip dan etika niali keagamaan yang
baik.disamping itu penyuluh agama merupakan ujung tombak dari
kementerian agama dalam pelaksanaan tugas membimbing umat beragama
dalam mencapai kehidupan yang bermutu dan sejahtra lahir batin. Dan
hasil akhir yang ingin dicapai,pada hakikatnya adalah terwujudnya
kehidupan masyarakat yang memiliki pemahaman mengenai agaman secara
memadai yang ditunjukan melalui pengamalanya yang penuh komitmen dan
konsisten disertai wawasan multicultural
untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis dan saling menghargai
satu sama lain.

Tugas penyuluh tidak semata-mata melaksanakan penyuluh agama dalam
arti sempit berupa pengajian,akan tetapi seluruh kegiatan penerangan
tentang berbagai program pembangunan.posisi penyuluh agama ini sangat
strategis baik untuk menyampaikan misi keagamaan maupun misi
pembangunan.

(as, ratuatut.com)

Sabtu, 30 Juli 2011

Ratu Atut: BUMP Tingkatkan Kesejahteraan Hidup Petani

ratu-atut-dan-bump

SERANG - Para petani di provinsi Banten, tidak akan lama lagi akan memiliki sebuah lembaga perusahaan bernama Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Langkah ke arah itu sudah semakin dekat, setelah digelarnya Workshop Pengembangan BUMP dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, di Ratu Hotel Bidakara, Serang, Jumat (28/07/2011).
Wrokhop yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten dengan dukungan dari PT. Vitafarm Indonesia, menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya pakar CSR, Prof. Dr. Is. Totok Mardikanto, MS, SQM, pakar pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dirjen Hortikultura Deptan RI, Prof. Dr. Ir. Ahmad Dimyati, serta Prof. Guru Bear Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Dr. Ir. Taular Simarmata, MS.
Gubernur Banten yang tampil sebagai "keynote speech" mengatakan, dukungannya terhadap pembentukan BUMP karena lembaga ini tidak saja akan berdampak besar terhadap pemberdayaan petani, di sisi lain bisa menjadi solusi percepatan dalam meningkatkan kesejahteraan hidup para petani di Banten. "Kita harapkan BUMP juga akan memperkokoh ketahanan pangan," tandasnya.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Atut, telah berkomitmen akan memberikan dukungan pada sektor pertanian dengan meningkatkan sarana-prasarana infrastruktur, dengan mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar satu kecamatan yang akan disalurkan pengelolaannya melalui PNPM Pedesaan. "Satu milyar itu pemanfaatannya akan lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur pedesaan termasuk pertanian," tambah Ratu Atut.
Di sisi lain, Pemprov juga berusaha semaksimal mungkin mempertahankan luas lahan pertanian, dengan menetapkan wilayah-wilayah pertanian yang tidak bisa diganggu gugat fungsinya oleh siapapun, baik pemerintah, kalangan swasta atau pihak manapun. Sementara juga terus berupaya mengkondisi wilayah yang masih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian.
"Saya sebagai gubernur yang berasal dari desa, harus memperhatikan pentingnya lahan pertanian dan kesejahteraan para petani, karena hasil kerja keras mereka merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Pemerintah telah berkomitmen akan memprotek lahan-lahan pertanian, terutama daerah lumbung padi seperti Pandeglang dan Lebak," katanya.
Dalam setiap kunjungan kerjanya ke berbagai kecamatan, gubernur wanita pertama dan satu-satunhya di Indonesia ini, juga selalu mengingatkan kepada kalangan petani agar memperhatikan regenerasi tenaga pelaku pertanian dengan menggiatkan pembinaan Kelompok Pemuda Tani. "Sebab, saya khawatir anak-anak muda di pedesaan lebih tertarik mengejar lapangan pekerjaan di sektor industri. Padahal, potensi di sektor pertanian tak kalah bagusnya," tambah Atut.
Ratu Atut mengharapkan, dengan terbentuknya BUMP nanti akan membuka harapan yang lebih cerah bagi para petani, dengan lebih terbukanya kemungkinan sinergi dengan badan usaha daerah (BUMD) maupun badan usaha negara (BUMN), bahkan termasuk dengan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Banten.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Ir. H. Agus M. Tauhid, S. M.Si mengatakan, selain keuntungan dari kepemilikan saham petani, keberadaan BUMP juga memberikan jaminan pasar dan berbagai kebutuhan setiap menghadapi musim tanam. Adanya kepastian akan keuntungan dan kesiapan sarana-prasarana menjelas musim tanam, maka akan memberikan nilai tambah kepada seluruh komponen dalam usaha pertanian. "Tentu saja tidak meninggalkan budaya dan kearifan lokal Banten," tandasnya.

(as, ratuatut.com)

Technorati Tags:

Rabu, 27 Juli 2011

Gerindra Berjuang untuk Ratu Atut-Rano Karno

RATU_ATUT_RANO_KARNO_PILGUB_BANTEN

JAKARTA - Fungsionaris DPD Partai Gerindra Banten, Sofwan Harrys, menegaskan, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan membuktikan bahwa partai mereka benar-benar merupakan "mesin politik" yang dapat diandalkan untuk memenangkan pasangan Ratu Atut-Rano Karno dalam Pilkada Banten 2011.
''Lihat saja, kita siap bekerja keras untuk kemenangan Atut dan Rano Karno," katanya kepada pers di Jakarta, Selasa (26/7).

Sejak mereka resmi mengusung pasangan Atut-Rano sebagai cagub dan cawagub Banten, Gerindra telah melakukan sosialisasi kepada para kadernya. Pengurus DPC Gerindra Kota dan Kabupaten se-Banten juga telah diinstruksikan wajib memenangkan Atut-Rano.

"Di Gerindra, setiap sebulan sekali ada rapat konsolidasi. Khusus menghadapi Pilgub ini, kita ada rapat khusus
konsolidasi. Di sana, para kader kita sosialisasikan pasangan Atut dan Rano Karno," tambah Sopwan seraya menambahkan pula organisasi sayap Gerindra, diantaranya Tidar (Tunas Indonesia Raya), Satria (Satuan Relawan Gerindra), Pira (Perempuan Indonesia Raya) juga sudah bergerak melakukan sosialisasi di masyarakat.

Sebelumnya pasangan Atut-Rano telah mendeklarasikan diri sebagai peserta Pilkada Banten yang akan dilaksanakan pada Oktober 2011. Pasangan itu diusung 11 partai yang memiliki kursi di DPRD Banten, yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, PKPB, PPD, PKB, PAN, PBB, PPNUI, dan PDS. Selain itu, pasangan Atut-Rano juga didukung 22 partai nonparlemen.

Lebih lanjut, Sofwan mengatakan ada sejumlah alasan mengapa Gerindra mengusung Atut-Rano. Pertama karena Atut ikut mendaftar dalam penjaringan cagub yang dilakukan Gerindra. "Karena itulah mengapa kita tidak mengusung WH (Wahidin Halim). Karena dia tidak mendaftar ke Gerindra," ujarnya.

Pertimbangan kedua, lanjutnya, Ratu Atut adalah kandidat yang siap melaksanakan delapan Program Aksi Partai Gerindra sebagaimana yang telah diamanatkan DPP Gerindra. "Delapan Program Aksi Gerindra itu sudah harga mati. Kalau seorang kandidat tidak mau komitmen melaksanakan 8 Program Aksi Gerindra itu, maka kita juga tidak mau mengusung kandidat tersebut," ujarnya.

Redaktur: Didi Purwadi

Sumber: Antara

 

Selasa, 26 Juli 2011

Ratu Atut Meriahkan Pesta Rakyat Cibaliung

Pandeglang  - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) dan akan menjadikan kegiatan itu sebagai agenda tahunan Provinsi Banten.
"Saya mencatat masukan dari panitia agar Pesta Rakyat Cibaliung dimasukkan dalam agenda kegiatan tahunan Provinsi Banten. Insya Allah tahun depan Pesta Rakyat Cibaliung bisa menjadi agenda tahunan Provinsi Banten, sehingga nantinya akan ada dana penyelenggaraan dari pemerintah," katanya di Pandeglang, Senin.
PRC berlangsung sejak tanggal 30 Juni dan pesta rakyat itu diwarnai dengan sejumlah kegiatan diantaranya berbagai lomba rakyat dan pertandingan olahraga disamping wahana hiburan yang digelar di alun-alun kota.
PRC ini biasanya digelar pada bulan Agustus sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI, namun khusus tahun 2011 penyelenggaraan dimajukan karena bulan Agustus bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan.
Acara penutupan yang dihadiri langsung Ratu Atut, ditandai dengan pertandinganv final turnamen terbuka sepakbola antara Sadang FC melawan Sukajadi dan disaksukan sekitar 50.000 orang.
Sebelumnya dalam kunjungan kerjanya ke Cibaliung, Atut juga melakukan dialog dengan para pelaku pembangunan di Kecamatan Cibaliung, mulai dari Persatuan Guru Republik Indonesia, Kader Posyandu, Kelompok Tani Nelayan Andalan, Kelompok Wanita Tani, Kelompok Pemuda Tani, Pendamping Program Keluarga Harapan, Tagana, Karang Taruna, Majelis Taklim hingga para guru ngaji.
"Gubernur telah membuat Surat Keputusan tentang larangan melakukan kegiatan Ahmadiyah di wilayah Banten. Jadi, apabila ada yang menemukan kegiatan tersebut segera berikan informasi kepada pihak berwajib, baik kepolisian maupun TNI dan pihak-pihak terkait lainnya. Jangan mengambil tindakan sendiri yang melanggar hukum," kata Ratu Atut.
Gubernur wanita pertama di Indonesia ini mengimbau Majelis Ulama Indonesia Cibaliung untuk melakukan koordinasi secara terus-menerus dengan pihak kepolisian, TNI dan pihak berwajib lainnya.
"Menjaga suasana kondusif merupakan modal utama dalam melakukan pembangunan, karena itu hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama," tambahnya.
Selain itu, Atut juga memberikan dorongan semangat kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Cibaliung.
Dia berharap para pendamping meningkatkan kinerjanya, karena program tersebut terbukti berhasil mengurangi kemiskinan, meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap posyandu dan pendidikan formal. (*)
(T.D011/F002)  ant

Minggu, 24 Juli 2011

Segenap Kader PDS Dukung Ratu Atut–Rano karno

deklarasi-ratu-atut-rano-karno

Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPW Partai Damai Sejahtera (PDS) Banten Hanie T. Lawrence menjamin kader partai akan utuh mendukung pasangan pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno dalam Pilkada Banten pada Oktober 2011, karena duet itu bisa diterima semua kalangan.
"Mereka (Atut-Rano,red) bukan tipe pemimpin eksklusif. Lebih plural, sehingga dapat diterima oleh semua kalangan. Termasuk oleh kami," kata Hanie T. Lawrence kepada wartawan di Jakarta, Minggu.
Ditambahkan Hanie bahwa meski Banten dikenal sebagai daerah yang religius Islami,di sejumlah wilayah Banten kondisi masyarakatnya majemuk, semisal di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel.
"Melihat kemajemukan di tiga wilayah itu, saya rasa pasangan Atut-Rano lah yang lebih populer dan dapat diterima. Dengan demikian, kemungkinan besar pasangan Atut dan Rano Karno bisa menang di sana," sambung Hanie.
Di mata Hanie, dengan popularitas Rano Karno itu mampu membuat dukungan untuk Ratu Atut semakin kuat. Nama Rano Karno, kata Hanie, tak dapat dipungkiri sudah populer karena faktor keartisannya.
"Rano Karno itu berbeda dengan artis-artis lain yang sama-sama terjun ke dunia politik. Rano lebih low profil dan dengan pengalamannya menjadi wakil bupati, kemampuan Rano mengelola pemerintahan makin teruji," katanya.
Sedangkan Ratu Atut, dia menambahkan, adalah sosok pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi meski itu datangnya dari rakyat jelata. Apalagi, saat ini Ratu Atut menjabat sebagai Gubernur Banten sehingga tahu betul apa keinginan rakyat.
"Naluri seorang ibu itu sangat tajam ketimbang seorang laki-laki. Saya yakin, jika lima tahun ke depan Banten dipimpin mereka, maka provinsi ini akan semakin maju," tambahnya.
Lebih lanjut Hanie menambahkan, pihaknya akan mengerahkan semua organisasi yang menjadi organisasi dibawahnya atau underbow PSD untuk memenangkan Atut-Rano. Sejak deklarasi resmi beberapa waktu lalu, pihaknya juga terus menyosialisasikan pasangan Atut-Rano hingga ke tingkat bawah.
"Kita jamin semua kader PDS akan bulat mendukung Atut-Rano. Kita punya dua organisasi underbow yaitu Barisan Muda Damai Sejahtera dan Angkatan Muda Damai Sejahtera yang sudah turun ke konstituen kita mensosialisasikan Atut dan Rano Karno, demikian Hanie.(*)
(D011/A011)

Editor: Ruslan Burhani