Ratu Atut Yakin Ekonomi Tumbuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ratu Atut Penuhi Tuntutan Buruh

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyetujui tuntutan revisi upah minimum kabupaten/kota 2012 yang diajukan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, Kamis (29/12/2011).

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 30 Oktober 2011

Ratu Atut–Rano Karno Menangi Pilgub Banten 49,64 %

ratu atut rano karnoSerang - Pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Banten 2011. Perolehan suara itu terungkap dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon terpilih Pilkada Banten di Serang, Minggu, 30 Oktober 2011.
Pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara terbanyak di tujuh kabupaten/kota dari delapan kabupaten/kota di Banten yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Serang.
Sementara di Kota Tangerang suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara dari delapan KPU kabupaten/kota menunjukkan, pasangan nomor urut satu Ratu Atut-Rano Karno meraih 2.136.035 suara atau 49,64 persen, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita memperoleh 1.674.957 suara atau 38,93 persen dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki memperoleh 491.432 suara atau meraih 11,42 persen dari total suara sah 4.302.424 suara.
Rapat Pleno terbuka KPU Banten dipimpin Ketua KPU Hambali dan dihadiri empat anggota KPU Banten Didi M Sudih, Nasrullah, Lukman Hakim, dan Agus Supriyatna. Pleno KPU Banten juga dihadiri KPU kabupaten/kota dan Panwas provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat Pleno KPU Banten juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kol Inf Joko Warsito serta unsur Muspida Provinsi Banten.
Namun, rapat pleno terbuka KPU Banten tersebut tidak dihadiri pasangan calon gubernur nomor urut dua dan tiga dan hanya pasangan nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Rano Karno yang datang menjelang akhir rapat pleno.

Jumat, 28 Oktober 2011

Optimisme para Petani atas Kemenangan Ratu Atut-Rano Karno

ratu atut pasha ungu antarafoto-1318164301-SERANG – Petani Banten bersukur dan sangat optimistis terhadap dunia pertanian Banten akan mengalami kemajuan apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali menjadi Gubernur. Dengan dukungan H. Rano Karno sebagai wakilnya, sosok yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap masyarakat menengah-bawah di perkotaan juga para petani di pedesaan.

Demikian pendapat sejumlah tokoh petani di Banten, yang dihubungi Jumat (28/10/2011). "Selama ini Ratu Atut memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan di bidang pertanian, karena beliau memang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian di Ciomas (daerah asal Ratu Atut.Red)," kata H. Ade Junaedi, Ketua KTNA Kabupaten Pandeglang.
Keseriusan dan semangat Ratu Atut dalam memajukan pertanian diakui Ade, Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni, Bendahara KTNA Banten Elan, dan Ketua Gapoktan Talagawangi Anis Fuad. "Ibu Atut sangat serius mengejar target surplus beras dan mengkhawatirkan terjadinya krisis petani. Itu yang paling saya ingat," kata Ade.
Dalam setiap kunjungan kerja, di mana selalu bertemu dengan kalangan petani, menurut Ade, Ratu Atut selalu memberikan dorongan semangat kerja kepada para petani untuk meningkatkan produksi. Beliau juga berusaha menggandeng kalangan industri swasta untuk secara aktif bekerja sama secara aktif membangun pertanian. "Responnya terhadap masalah-masalah pertanian juga sangat cepat," tambah Ade.
Ketua KTNA Kabupaten Lebak H. Oong Syahroni mengatakan, optimistis pertanian Banten khususnya Lebak akan lebih maju dan berkembang ke arah meningkatnya kesejahteraan hidup para petani, apabila Hj. Ratu Atut Chosiyah kembali memimpin baten. Hal itu bisa dilihat dari beberapa program yang akan dilaksanakannya ke depan, antara lain pembangunan infrastruktur dan pengembangan lembaga.
Menurut Oong, selama lima tahun kepemimpinannya di masa yang lalu, Ratu Atut telah membuktikan bukti nyata keberhasilannya membangun dan mengembangkan pertanian Banten. Keberhasilan itu diakui pula oleh pemerintah pusat dengan diberikannya penghargaan Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian kepada Ibu Atut. "Ia juga berhasil membawa Banten masuk dalam jajaran daerah lumbung padi nasional," tambahnya.
"Itu suatu prestasi yang tidak datang begitu saja, melainkan diraih oleh kepemimpinan yang memiliki visi dan misi ke depan yang jelas dan terarah terhadap bidang pertanian. Saya optimis ke depan, pertanian Banten akan semakin diperhitungkan secara nasional dan memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan," katanya.
Sedangkan Ketua Gapoktan Mekar Tani Sukija Atmaja, mengharapkan perhatian yang lebih besar terhadap kondisi sarana prasarana infrastruktur pertanian, khususnya untuk mengantisipasi kondisi iklim yang ekstrim seperti bencana banjir dan kekeringan. "Upaya yang telah dilakukan selama ini harus diteruskan dan ditingkatkan lagi," tambahnya.
Ia menyebutkan, langkah pemerintah provinsi merehabilitasi Sungai Cilemer dan membangun sodetan sungai perlu dipercepat penyelesaiannya agar masalah banjir dan kekeringan yang sering dihadapi petani di Kabupaten Pandeglang dapat teratasi. "Saya yakin pertanian akan lebih maju dan berkembang apabila Banten kembali dipimpin oleh tokoh yang memiliki visi kuat tentang pertanian seperti Ibu Atut," katanya.

Senin, 24 Oktober 2011

Ratu Atut Rano Karno Unggul di Cilegon

ratu atut rano karno puan maharaniCilegon - Pasangan calon gubernur Banten dan wakilnya, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, untuk sementara meraih suara terbanyak di Cilegon dengan 62 persen atau 102.807 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
"Berdasarkan tabulasi suara yang masuk di KPU Kota Cilegon, pasangan nomor urut satu masih unggul dibandingkan dua kandidat lainnya," kata Ketua KPU Kota Cilegon, Syaeful Bachry, di Cilegon, Senin (24/10).
Dia menjelaskan, saat ini kandidat dengan nomor urut satu, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno memperoleh suara sebanyak 102.807, sedangkan Wahidin Halim-Irna Narulita mendapatkan 34.330 suara dan pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki mendulang 29.247 suara.
"Kalau dilihat dari prosentase, nomor urut satu 62 persen, nomor urut dua sebesar 20 persen, dan nomor urut tiga 18 persen," katanya.
Dengan demikian, untuk sementara total suara yang masuk ke KPU Kota Cilegon berjumlah 166.384 suara, dari total pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 265.532 jiwa.
"Untuk resminya nanti kami akan sampaikan, berapa sebenarnya jumlah suara yang masuk, dan warga yang golput. Karena sampai saat ini PPK masih melakukan perhitungan secara manual," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua PPK Kecamatan Pulomerak, Murod, mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan proses perhitungan manual di Pulomerak.
"Di Pulomerak ada empat kelurahan, dan Insya Allah hari ini juga proses penghitungan akan selesai," ujarnya.

(ratuatut.com / ant)

Minggu, 23 Oktober 2011

Ratu Atut akan Prioritaskan Program Pro-Rakyat

SERANG - Jika kembali memenangkan Pemilukada Banten, calon gubernur nomor urut 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah akan meneruskan program-program pembangunan yang bersifat pro-rakyat, khususnya dalam kaitan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banten secara merata dan berkeadilan.
"Program-program pro-rakyat akan menjadi prioritas saya pada periode lima tahun ke depan, setelah pada periode lima tahun lalu konsentrasi pembangunan lebih pada menata pondasi-pondasi agar semakin kokoh. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi di masa depan," katanya, usai menggunakan hak pilihnya di TPS V Lingkungan Kubil, Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (22/10/2011).
Salah satu rencana yang akan direalisasikan antara lain pembangunan Bendungan Karian, yang bisa menjawab kebutuhan air bagi seluruh masyarakat Banten di masa mendatang. Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak ini, terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten.
"Pengelolaan sumberdaya air menghadapi berbagai tantangan terutama dengan adanya perubahan iklim (climate change). Seiring dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan sistem penyediaan air yang kuat mutlak diperlukan," katanya.
Potensi air di Banten sangat besar. Tetapi, sambung Atut, Banten sampai saat ini belum mempunyai bendungan berskala besar. Padahal, kebutuhan air baku di wilayah Provinsi Banten saat musim kemarau
cukup tinggi, terutama di pantai-pantai utara Banten.
Pembangunan Bendungan Karian akan sangat membantu suplai air untuk Banten, yang lambat laun mendekati kritis. Bendungan Karian rencananya akan memiliki kapasitas hingga 310 juta meter kubik, sehingga dapat menjamin penyediaan air baku 20–30 tahun mendatang.
"Dengan adanya Bendungan Karian, kebutuhan air baku untuk domestic municipal dan industry yang terus meningkat cepat dan pesat, dapat terpenuhi khususnya daerah Banten. Bahkan, Banten bisa membantu Jakarta bagian barat dan sebagian kecil wilayah Jawa Barat khususnya bagian barat laut," tutur Ratu Atut.

 

(wp,joy)

Kamis, 20 Oktober 2011

Ratu Atut Memimpin Banten, Membangun Ketahanan Pangan

Atut menanam 4SERANG - Hari ini, Kamis (20/10/2011), Indonesia ikut memperingati Hari Pangan Sedunia ke-31, yang dipusatkan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Peringatan ini dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menteri Pertanian Suswono, Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), James Mc Grane, serta sejumlah perwakilan negara sahabat.
Bagi Banten, isu ancaman ketahanan pangan dunia telah menjadi perhatian serius Hj. Ratu Atut Chosiyah selama lima tahun periode lalu masa kepemimpinannya. Berbagai program dan bantuan pertanian ia salurkan kepada kelompok masyarakat petani, serta secara bertahap dan konsisten meningkatkan kualitas sarana prasarana infrastrukturnya.
Pemerintah Provinsi Banten terus bekerja keras secara intensif untuk membangun ketahanan pangan regional Banten, yang pada gilirannya juga akan memberikan kontribusi besar terhadap produksi bahan pangan dan ketahanan pangan secara nasional, khususnya di sektor beras.
Tahun lalu, Provinsi Banten mencatat namanya dalam daftar "10 besar" lumbung padi nasional di urutan ke-9 dengan peningkatan sebesar 199,04 ribu ton (10,76 persen). Peningkatan produksi padi ini sangat dipengaruhi oleh peningkatan luas panen padi yang signifikan baik untuk padi sawah maupun padi ladang.
Luas panen padi sawah tahun 2010 meningkat 35,23 ribu hektar atau naik 10,59 persen, sedangkan luas panen padi ladang meningkat 5,04 ribu hektar atau naik 15,11 persen dibandingkan luas panen tahun 2009. Hal ini membuktikan keseriusan Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam agenda pembangunan di bidang pertanian.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh petani di wilayah Banten dan pemerintah kabupaten/kota serta provinsi dalam upaya memacu laju produksi pertanian, guna memenuhi kebutuhan rakyat Banten terhadap bahan pangan. Namun, kita jangan lantas berpuas diri, tetapi harus lebih giat lagi dalam bekerja," kata Atut, yang tahun lalu menerima tanda penghargaan Satya Lencana Wirakarya Pertanian.
Ke depan, Ratu Atut juga sudah mengantongi rencana akan memperkuatkan kerjasama antara para petani dan perusahaan, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah dalam bentuk suatu Badan Usaha Milik Petani (BUMP). "Saya harapkan BUMP akan mampu mendorong peningkatan dan stabilitas produksi beras di wilayah Banten," katanya.
BUMP, menurut Ratu Atut, merupakan kontribusi industri terhadap Banten dalam pembangunan pertanian. Pengusaha yang bergerak di Banten, juga harus memiliki kepedulian dan ikut berperan aktif dalam pemberdayaan petani, baik secara kelembagaan maupun individu.
"Misalnya, salah satu persoalan yang selalu melilit petani adalah kepastian tersedianya sarana prasarana seperti bibit, pupuk, dan sebagainya. Dengan adanya BUMP, maka semua masalah tersebut akan dapat diselesaikan pada waktunya, termasuk kepastian pemasaran dengan harga dasar yang baik," jelasnya.
Ratu Atut tahun ini, juga membangun kerjasama dengan Badan Usaha Milik Nasional (BUMN), yaitu PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Pusri Grup, PT PLN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT ASKES, PT ANTAM Tbk. Kerjasama ini merealisasikan penanaman padi dalam program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K).
Program ini akan meliputi 400.185 hektar sawah di Banten atau 70,21% dari target sekitar 570.000 ha. Dengan realisasi program GP3K, produksi beras di Banten yang selama ini masih pada kisaran 5 ton per hektar diharapkan bisa meningkat hingga 7 ton per hektar. "Dengan demikian kontribusi Banten terhadap produksi beras nasional juga akan naik," tambah Ratu Atut.
Hal ini juga sebagai langkah antisipasi terhadap angka ramalan (AREM) produksi beras Banten 2011 yang diperkirakan akan kembali menurun sebesar 94,54 ribu ton (4,62 persen) dibandingkan tahun 2010, yaitu hanya mencapai 1,95 juta ton GKG. "Oleh sebab itu, saya mengajak para petani bekerja lebih giat untuk mematahkan ramalam tersebut. Saya yakin petani Banten mampu dan bisa," tandasnya.

 

(ibuatut.com)

Rabu, 19 Oktober 2011

Investasi Tumbuh Subur Ketika Ratu Atut Jadi Gubernur Banten

ratu atut rano karno puan maharaniSERANG - Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menyatakan salah satu prestasi Hj. Ratu Atut Chosiyah saat memegang jabatan Gubernur Banten pada periode lima tahun lalu adalah keberhasilannya menggaet banyak investor asing mau menanamkan investasi. Pendek kata, jika Ratu Atut kembali menjadi Gubernur, investasi akan tumbuh subur di Banten.
"Hal inilah yang kemudian mendorong Banten cepat mengalami kemajuan di berbagai bidang pembangunan, termasuk tentunya meningkatlah kesejahteraan rakyat Banten. Sebab, masuknya investasi telah memacu laju perekonomian regional Banten dan menyerap banyak tenaga kerja," katanya, usai memberikan orasi pada putaran terakhir kampanye pasangan nomor urut 1, Ratu Atut - Rano Karno, di Tangerang, belum lama ini.
Provinsi Banten akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) pada 22 Oktober mendatang. Hj. Ratu Atut Chosiyah mencalonkan kembali dirinya, bersama H. Rano Karno yang masih menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Tangerang. Mereka merupakan pasangan nomor urut 1, yang paling diunggulkan muncul sebagai pemenang.
Selain didukung banyak partai dalam koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan", Ratu Atut juga telah menimba banyak pengalaman memimpin sejak Banten berdiri sebagai sebuah provinsi pada 2000. Di samping itu, kepemimpinannya sebagai Gubernur pada periode 1996-2011 dinilai telah banyak mencapai keberhasilan.
Oleh sebab itu, menurut Priyo Budi Santoso yang juga Wakil Ketua DPR RI, Partai Golkar pantas merekomendasikan kembali Hj. Ratu Atut Chosiyah memimpin Banten satu periode lagi. "Tentu saja keberhasilannya pula yang menjadi alasan utama begitu banyak partai besar yang mendukung dengan bergabung dalam koalisi," tambahnya.
Menurut Priyo, koalisi yang dibangun Golkar bersama PDI Perjuangan, PAN, PKB, Gerindra, Hanura, PPD dan lainnya menunjukkan keberhasilan Ratu Atut dalam membangun semangat kebersamaan dan kebersatuan di wilayah Banten. Hal ini cukup menggambarkan dapat berjalan dalam iklim yang demokratis dan kondusif.
"Jika secara politis maupun sosial iklimnya sangat kondusif seperti di Banten, tentu saja menjadi nilai positif bagi investor yang ingin menanamkan uangnya. Selain itu percepatan pembangunan juga dapat berjalan sesuai dengan harapan rakyat Banten," tambah Priyo dengan nada optimistis.
Salah satu proyek besar yang memiliki nilai strategis secara regional maupun nasional adalah menyatukan dua pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera dan Jawa, dengan dibangunnya Jembatan Selat Sunda. "Saya optimistis jembatan ini akan mengubah iklim perekonomi secara besar-besaran dan menjadi sejarah besar dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa," katanya.
Keberhasilan Ratu Atut mengundang investor untuk membangun jembatan Selat Sunda dengan panjang mencapai 32 km, mulai dari Merak, Banten (Jawa) menuju Bakauheni, Lampung (Sumatera), merupakan prestasi monumental. Oleh sebab itu, menurut Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, pasangan Ratu Atut - Rano Karno pantas diberi kepercayaan memimpin Banten ke depan.
Menurut Idrus, koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang didukung oleh sejumlah partai lainnya, merupakan kontrak politik jangka panjang yang mencerminkan niat luhur, yaitu menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi rakyat Banten. "Saya optimistis Banten ke depan akan berlari lebih kencang dan lebih cepat mencapai target-target pembangunan," tambah Idrus.
Lima tahun kepemimpinan Ratu Atut yang lalu, sudah memberikan bukti nyata yang tak terbantahkan dan patut disyukuri oleh rakyat Banten, sebagai daerah yang terkenal agamis religius. Sebagian kecil yang tidak puas dan selalu mengkritisi kepemimpinan Ratu Atut, menurut Idrus, juga menunjukkan kecintaan. "Sikap kritis juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan berdemokrasi," tandasnya.
Dengan nada tegas, Idrus menyatakan, selama masa kepemimpinannya lima tahun terakhir lalu, Ratu Atut telah bekerja keras bersama seluruh pelaku pembangunan dan membuat banyak perubahan bagi Banten. Perubahan yang paling menonjol adalah meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat, derajat kesehatan masyarakat, kualitas tenaga pendidik dan pendidikan.
"Dia (Ratu Atut) bukan baru akan melakukan perubahan di Banten, seperti yang dijanjikan dalam slogan-slogan kandidat calon gubernur yang lain. Atut sudah melakukan perubahan dan harus diberikan kesempatan dan waktu lagi untuk meneruskan perubahan-perubahan yang lebih besar di Banten," tuturnya.

 

(wp)

Selasa, 18 Oktober 2011

Ayu Ting Ting Getarkan Panggung Kampanye Atut-Rano

TANGERANG - Goyang penyanyi dangdut Ayu Ting Ting ketika mendendangkan lagu "Keong Racun" dan dilanjutkan dengan lagu andalannya "Alamat Palsu", seolah mampu menggetarkan panggung kampanye pasangan Hj. Ratu Atut Chosiyah - H. Rano Karno di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Selasa (18/10/2011).
Massa pun ikut berjoged dan berteriak histeris ketika Ayu Ting Ting menunjukkan kebolehannya bergoyang dangdut di atas panggung. Penampilan penyanyi dangdut yang namanya sedang berada di puncak popularitas ini, memang sudah dinanti-nantikan massa pendukung dan simpatisan Atut-Rano. Bahkan, ketika muncul di panggung massa langsung berteriak meminta lagu "Alamat Palsu".
"Alamat bisa saja palsu, tetapi hati kita tidak boleh palsu... betuuul... betuuul...," kata Ayu Ting Ting dan disambut teriakan massa "Betuuul...". Penyanyi asal Kota Depok, Jawa Barat inipun melanjutkan,"Hati kita tidak boleh palsu pada 22 Oktober nanti, yaitu mencoblos pasangan nomor urut 1 Ibu Atut dan Bang Rano, oke... oke..."
Melihat massa sudah tidak sabar, Ayu pun langsung mendendangkan lagu "Keong Racun" yang dipopulerkan Shinta dan Jojo. Saat Ayu bergoyang, massa pun berjoged dan berteriak histeris hingga membuat panggung kampanye bergetar. Sejumlah petugas keamanan pun berusaha menurunkan orang-orang yang memenuhi panggung, karena khawatir ambruk akibat kelebihan kapasitas.
Massa tak hanya berjoged tapi juga ikut bernyanyi ketika Ayu melantungkan lagu "Alamat Palsu". Bahkan, sejumlah kaum ibu yang berada di tengah kerumunan anak-anak muda di depan panggung, ikut bergoyang sambil mengacungkan jari telunjuknya. Teriknya sengatan sinar matahari seakan tak mereka hiraukan lagi. Setiap Ayu bergoyang pinggul, massa selalu berteriak histeris.
Setelah Ayu Ting Ting mengakhiri penampilannya, giliran Denada yang menjadi bintang panggung. Ia membawa beberapa buah lagu di antaranya "Bujangan" dan mengajak empat pria yang diajak dari kerumunan massa untuk berjoged di atas panggung. Setelah Denada disusul kemudian penampilan Pasha "Ungu" yang langsung menyanyikan lagi "Hampa Hatiku".
Kemeriahan kampanye pasangan nomor urut 1, Atut-Rano, mencapai puncaknya ketika ST12 tampil dengan vokalisnya Charli. Massa tampak begitu puas dengan penampilan sederet artis papan atas, yang dapat mereka nikmati secara gratis. Tak heran bila massa terkonsentrasi di lapangan A. Yani hingga acara berakhir.
Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Banten, Veri Muchlis, ditampilkannya artis-artis kelas wahid selain sebagai simbol nomor 1, yaitu pasangan Ratu Atut-Rano Karno, juga untuk membuat massa hanya terkonsentrasi di lokasi kampanye. "Dengan begitu kegiatan kampanye keliling kota dengan kendaraan bermotor dapat diminimalisir," tandasnya.
Menurutnya, kampanye dalam bentuk iring-iringan kendaraan bermotor oleh massa pendukung dan simpatisan, akan menimbulkan gangguan lalu lintas. "Cara ini kami minimalisir semaksimal mungkin, agar masyarakat pengguna jalan tidak merasa terganggu dan dapat beraktivitas dengan lancar. Artinya, kampanye dengan iring-iringan kendaraan kami nilai kurang produktif," jelasnya.
Namun demikian, Veri atas nama Partai Golkar dan partai koalisi "Banten Bersatu Teruskan Pembangunan" menyampaikan permohonan maaf apabila ada sedikit hambatan lalu lintas di sekitar lokasi kampanye. Pasalnya, kondisi tersebut memang sangat sulit dihindari, ketika kendaraan massa mengalir ke lapangan A. Yani. "Sekali lagi kami mohon maaf dan mohon dimaklumi," tandasnya.
Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat gabungan Polri dan TNI yang telah menjalankan tugas melakukan pengamanan selama berlangsungnya massa kampanye, khususnya saat pasangan Atut-Rano mendapat giliran kampanye. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh organisasi masyarakat dan organisasi pemuda yang berafiliasi dengan partai politik, atas bantuan pengamanannya.
"Alhamdulillah selama kampanye Atut-Rano tidak terjadi sesuatu hal yang menganggu ketertiban dan keamanan. Kampanye berlangsung aman dan tertib. Hal ini merupakan keberhasilan semua pihak, termasuk massa kampanye yang dapat bersikap dewasa, serta menjaga ketertiban dan keamanan," katanya.

( wp/joy)